Alby mengantar Zahra pulang di rumah Alby masak makanan untuk di bawa ke rumah sakit kondisi Alesa sudah membaik saat Alby pulang Alesa masih tidur. Sesampainya di rumah sakit Alby masuk ke ruang rawat dia melihat Alesa duduk sambil membaca buku.
"Pagi." Sapa Alby.
"Alby itu apa?" Tanya Alesa melihat Alby membawa tas.
Alby mengeluarkan makanan. "Aku tadi masak, udah makan belum?"
"Belum."
Alby dan Alesa makan bersama tidak ada yang berbicara mereka berdua makan dengan tenang. Alesa tidak menyangka masakan Alby enak pantas saja banyak perempuan menyukai Alby.
"Masakan kamu enak." Ucap Alesa sambil membereskan kotak nasi.
Alby tiba tiba malu mendengar pujian dari Alesa. "Terimakasih."
Selesai makan mereka berdua mengobrol. "Jadi kamu kerja jadi Barista."
"Hm kenapa emang?"
"Kopi buatan kamu enak aku suka dan kamu bikin kopi seperti untuk menyampaikan perasaan kamu." Ucap Alby.
Alesa tersenyum mendengar perkataan Alby setiap orang yang merasakan kopi buatan Alesa akan mengatakan hal yang sama. "Kemampuanku hanya ini." Ucap Alesa.
"maksudnya?" Bingung Alby.
"Aku tidak mempunyai kemampuan lain aku cuma bisa membuat kopi, tidak seperti kamu yang bisa banyak hal." Ucap Alesa.
Alby melihat Alesa tersenyum tapi Alby tau itu bukan senyum bahagia. "Semua orang punya kemampuan masing masing, mungkin kamu bilang kemampuan kamu hanya membuat kopi sedangkan aku punya banyak banyak kemampuan. Kamu sadar gk kalau banyak orang yang ingin punya kemampuan seperti kamu termasuk aku." Ucap Alby.
Alesa menatap Alby dengan tatapan kosong nya tapi dia merasa bahagia selama ini dia hanya di anggap orang yang tidak punya kemampuan. Saat Alesa akan bicara handphone Alesa berdering.
"Hallo Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam kak ini aku teman Reska."
Alesa bingung kenapa teman Reska menelfon nya menggunakan handphone Reska. "Iya ada apa?"
"Kak aku mau kasih tau kalau Reska demam sekarang dia di rawat."
"Terus gimana keadaan nya?"
"Udah lebih baik, kakak bisa gk datang ke rumah sakit."
"Aku kesana sekarang." Alesa mematikan telfon nya.
Alby melihat Alesa panik dia bingung?
"Adek aku masuk rumah sakit aku harus kesana sekarang."
"Alesa tapi kamu juga lagi sakit." Alby mencoba memberi pengertian ke Alesa.
"Aku tau, tapi aku adek aku butuh aku."
Alby tidak bisa memaksa Alesa akhir nya dia berbicara dengan Dokter. "Alesa kamu boleh pulang tapi kata Dokter kamu harus banyak istirahat."
Di perjalanan Alesa tidak bisa tenang dia terus memikirkan Reska pada hal Alesa sendiri masih sakit, menempuh perjalanan selama tiga jam akhiri nya mereka sampai di rumah sakit Alby memperhatikan Alesa terlihat wajah lelah Alesa tapi Alby bisa apa? Dia tidak mungkin memaksa Alesa untuk pulang dan istirahat.
"Kita udah sampai, kamu yakin udah baik baik aja?" Tanya Alby.
"Aku udah gk pa pa kok, makasih banyak ya Alby untuk semua kebaikan kamu, bahkan kamu yang membayar biaya aku pas dirawat."
Alby tersenyum tipis dia memang menanggung biaya rumah sakit Alesa karena dia merasa bersalah. "Udah kamu tenang aja gk usah di fikirin, sekarang lebih baik kamu temui adek kamu."
Setelah Alesa keluar dari mobil Alby menjalankan mobil nya untuk mencari penginapan, entah mengapa dia khawatir dengan kondisi Alesa dia juga ingin tau lebih banyak tentang Alesa. Alesa masuk ke ruang rawat dia melihat Reska sedang tidur.
"Kak Alesa udah datang." Ucap Gina sahabat Reska.
"Gimana keadaan Reska?" Tanya Alesa.
"Reska udah di rawat dua hari kak dan keadaan nya udah membaik, karena aku ada urusan aku gk bisa jagain Reska."
Alesa menghampiri Gina yang masih berdiri. "Kenapa gk kasih tau kakak dari kemarin?"
"Karena Reska gk mau kakak khawatir dan kalau tau Reska sakit pasti kak Alesa langsung kesini."
Alesa hanya bisa diam ini bukan pertama kali Reska sakit dan tidak memberi tau dia, alasan nya pun sama Reska tidak mau kakak nya khawatir. "Terimakasih ya Gina udah mau menjaga Reska."
"Iya kak."
Reska bangun dari tidur nya dia melihat kakak nya baru keluar dari kamar mandi. "Kakak." Ucap Reska.
Alesa menghampiri Reska dengan perasaan kesal. "Anak pintar bisa bisa nya sakit gk kasih tau kakak."
"Maaf kak." Ucap Reska.
"Lain kali kalau sakit kasih tau kakak, jangan kaya gini." Walaupun Alesa marah tapi dia tidak mau memarahi Reska.
Reska hanya mengangguk dia memeluk kakak nya, saat mereka berdua mengobrol tiba tiba Alby datang. "Hay." Sapa Alby.
"Kamu ngapain disini?" Bingung Alesa melihat Alby masih di rumah sakit tadi saat Alesa masih di mobil Alby bilang akan langsung pulang.
"Aku ada urusan di sini jadi aku gk langsung pulang." Alby terpaksa berbohong.
"Dek kenalin ini teman kakak nama nya Alby." Reska dan Alby berkenalan.
Hari sudah malam Reska tidur sedangkan Alesa dan Alby di taman. "Kenapa Reska gk di ruang rawat VVIP?" Tanya Alby.
Mendengar pertanyaan Alby membuat Alesa tertawa. "Keluargaku gk sekaya keluarga kamu Alby."
Alby faham maksud Alesa dia terus memperhatikan Alesa yang masih tertawa. "Teruslah tertawa walaupun kamu lelah." Ucap Alby pelan bahkan Alesa tidak mendengar nya.
Setelah Alby pulang ke penginapan Alesa masuk ke ruang rawat dia melihat Reska tidur, saat memegang dahi adek nya Alesa bisa merasakan panas. Alesa pergi ke toko di depan rumah sakit membeli perlengkapan untuk mengompres, setelah kembali ke ruang rawat Alesa mengompres Reska dengan sabar karena lelah Alesa tertidur bersandar di bangku.
Saat bangun dari tidur Reska melihat kakak nya tidur bersandar di bangku Reska melihat kain untuk mengompres, melihat kakak nya tertidur Reska tau kakak nya kelelahan.
Alesa bangun dari tidur karena tidur di bangku dia merasa badan nya pegal, melihat jam ternyata sudah pagi dia bersiap siap untuk Sholat karena Reska sedang haid Alesa tidak membangunkan Reska.
Reska melihat kakak nya duduk di bangku memijat bahu. "Kakak capek ya." Ucap Reska.
"Hm sedikit."
Saat Reska akan berbicara handphone Alesa berdering. "Sebentar dek teman kerja kakak nelfon. Hallo Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam Alesa kamu udah sehat?"
"Udah, ada apa?"
"Hari ini kita pergi ke tempat langganan cafe kita beli kopi, karena persediaan kopi di cafe kita udah habis."
Pemilik cafe mempercayakan untuk membeli kopi ke Alesa dan Haikal karena mereka berdua lebih faham. "Aku lagi jaga adek aku dia sakit."
Haikal faham maksud Alesa tapi dia harus bagaimana? Alesa yang lebih faham tentang kopi. "Terus kamu gk masuk kerja sekarang."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
rhn fidiah
Duh, kehidupan karakternya keren bingits!
2023-07-21
0
•ʟɪᴢᴢ
Mantap! Bukan cuma ceritanya, bagus dalam segala hal.
2023-07-21
0