Alby ingin memastikan perempuan tadi Alesa. "Saya cuma sebentar kok, boleh ya kak." Ucap Alby.
"Maaf tidak bisa." Ucap pelayan. Alby akhirnya kembali ke depan dia yakin perempuan tadi Alesa.
"Kamu kenapa dek? Kok murung." Tanya Zahra.
"Gk pa pa kok kak." Alby minum kopi yang di pesan tadi.
"Enak banget ini kopi nya." Ucap Alby. Pak Diki dan yang lain tertawa Alby terlihat murung, tiba tiba berubah menjadi semangat karena kopi yang enak.
Alby dan keluarga nya melanjutkan jalan jalan mereka, keluar dari cafe mereka pergi ke pantai.
Sudah jam dua cafe tidak seramai saat jam makan siang Alesa dan Haikal sedang bercanda, saat asik mengobrol Airin menghampiri mereka.
"Capek nya." Ucap Airin.
"Yang capek fisik atau batin nya?" Tanya Alesa.
Airin menatap Alesa kadang Airin heran kenapa teman nya ini bisa tau tentang perasaan orang lain tanpa di beri tau. "Dua dua nya."
"Coba cerita kenapa." Ucap Haikal.
"Aku kan punya teman dia baru kerja merantau tapi baru beberapa hari dia gk betah dan keluar, tadi aku di telfon sama dia nanya ada lowongan kerja gk?"
Alesa yang tadi nya tersenyum langsung diam saat mendengar cerita dari Airin. Dulu Alesa pernah bekerja merantau tapi hanya dua hari saat pulang ke rumah orang tua Alesa memarahinya.
"Terus gimana di marahi gk sama orang tua nya." Tanya Haikal.
"Gk lah buat apa di marahi kan nama nya proses itu gk semua nya mudah. Alesa kamu kenapa? Kok diam."
"Gk pa pa kok."
Hujan turun Alesa melihat keluar akhir akhir ini sering hujan, teman teman Alesa selalu membawa payung hanya Alesa yang tidak membawa payung, entah kenapa Alesa tidak pernah membawa payung dia memilih hujan hujanan.
"Kamu gk bawa payung Sa." Tanya Haikal. Alesa hanya menggelengkan kepalanya.
Teman teman Alesa merasa Alesa seperti sebuah payung dia dengan sabar menjadi tempat keluh kesah orang lain. Sedangkan Alesa sendiri selalu memendam semua rasa sakit yang dia rasakan, selalu tersenyum di saat terluka, menurut Alesa saat hujan dia bisa merasa lebih tenang.
Hujan belum reda Alesa pulang jalan kaki di tengah deras nya hujan Alesa tetap menikmati rasa dingin yang dia rasakan. Rasa tenang bisa Alesa rasakan dari hujan yang turun, melewati lapangan basket tiba tiba Alesa merasa ada yang melindungi dia dari hujan. Saat berbalik Alesa melihat Alby melindungi dia dari hujan menggunakan payung yang di pegang Alby.
"Hujan kenapa gk pakai payung" Ucap Alby.
Alesa memperhatikan Alby yang lebih tinggi dari dia. "Kamu kok ada di sini?"
"Aku nunggu kamu, kita masuk ke mobil ya hujan nya makin deras." Alby dan Alesa masuk ke mobil, di mobil Alby memberikan handuk untuk Alesa.
"Terimakasih." Ucap Alesa.
"Aku minta maaf ya karena aku udah bikin kamu terluka dan udah bentak kamu."
Alesa merasa hati nya menghangat mendengar perkataan Alby. "Aku udah maafin kamu kok."
Alby menatap Alesa dia bisa melihat tatapan kosong Alesa hal itu membuat Alby merasa sakit. Dari tatapan mata Alesa seakan Alby bisa merasakan rasa sakit dan lelah nya Alesa.
"Aku antar kamu pulang ya." Ucap Alby dan diangguki Alesa.
Di perjalanan mereka tidak ada yang berbicara Alby fokus menyetir sedangkan Alesa sibuk dengan fikiran nya sendiri. Setelah sampai di kos Alesa turun dari mobil tak lupa dia berterimakasih ke Alby.
"Terimakasih ya."
"Hm kita belum kenalan, nama aku Alby."
"Alesa." Mereka berdua berkenalan.
Setelah berkenalan Alesa turun dari mobil dan masuk ke kos, di dalam mobil Alby masih memperhatikan kos Alesa perempuan yang beberapa hari ini selalu membuat Alby kefikiran, karena Alby orang yang peka dia tau Alesa ternyata menyimpan rasa sakit yang di pendam sendiri.
Selama ini Alesa selalu menatap orang dengan tatapan kosong, tapi tidak ada yang tau apa yang sedang di rasakan Alesa sedangkan Alby bisa langsung tau apa yang di rasakan Alesa. Hal sederhana yang Alby lakukan tadi membuat Alesa tersenyum bahagia ternyata Alby orang baik. Saat meletakkan handphone Alesa mendapatkan notifikasi dari grup chat ternyata gajian sudah di transfer ke rekening tentu hal ini membuat Alesa senang, di cafe tempat Alesa bekerja gajian langsung di transfer ke rekening sesuai peraturan pemilik cafe supaya lebih mudah.
"Akhir nya gk makan mie lagi." Ucap Alesa.
Jika hujan sudah reda Alesa harus segera pergi belanja sebelum uang gajian Alesa di bagi untuk kebutuhan lain. Malam nya Alesa pergi ke minimarket dia membeli kebutuhan untuk di dapur tak lupa membeli mie dan telur makanan yang selalu di makan Alesa saat akhir bulan, merasa sudah cukup Alesa pergi ke kasir dan membayar belanjaan nya saat keluar dari minimarket hujan turun Alesa memilih untuk menunggu sampai hujan reda, mobil berhenti di depan minimarket Alesa merasa tidak asing dengan mobil yang berhenti Alby keluar dari mobil dan menghampiri Alesa.
Setelah pertemuan tadi sore Alby mengikuti Alesa. "Kamu mau pulang sekarang?"
Alesa berdiri dari duduk nya ternyata Alby. "Iya kok kamu bisa tau aku disini?"
"Aku memang mau kesini." Ucap Alby. Alby masuk ke minimarket dia membeli payung untuk Alesa.
Alby memberikan payung ke Alesa. "Ini buat kamu, kalau mau melindungi orang lain setidak nya lindungi diri kamu dulu."
Alesa menerima payung dari Alby dengan perasaan senang. "Terimakasih." Alesa tersenyum Alby jadi salah tingkah.
"Ya udah ayok aku antar pulang." Mereka berdua masuk ke mobil dan mengantar Alesa ke kos.
Setelah mengantar Alesa di jalan Alby mendapat pesan dari Zahra untuk datang ke rumah sakit karena Zahra ada urusan. Deras nya hujan tak kunjung berhenti Alby turun dari mobil dan menghampiri kakak nya yang sudah menunggu dia di depan rumah sakit.
Zahra memperhatikan Alby terlihat senang. "Urusan kamu udah selesai dek."
"Hm udah kok kak."
"Kamu udah minta maaf baik baik ke dia?" Ucap Zahra dan diangguki Alby.
Alby menceritakan semua masalah dia dan Alesa ke kakak nya saat mendengar Alby belum minta maaf Zahra marah dan menasehati Alby untuk meminta maaf, setelah di marahi kakak nya Alby mencari Alesa untuk meminta maaf.
Setelah mengenal Alesa ada rasa penasaran yang Alby rasakan apa lagi saat melihat tatapan mata Alesa. "Kak biasa nya orang yang selalu menyimpan masalah nya sendiri dan selalu tertawa apa dia bisa selalu baik baik aja?" Tanya Alby ke Zahra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
danisya inlvr
Pembaca baru nih, gara-gara cerita ini sangat epic!
2023-07-18
0
Fannya
Keren banget nih cerita, authornya jago banget!
2023-07-18
0