Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham

"Pak kalau Alesa kerja sendirian kasian Pak." Ucap Airin.

"Mau bagaimana lagi kalian tau sendiri kita hanya punya dua Barista."

Airin masih tidak terima dengan keputusan Bos nya. "Kenapa gk nyari Barista lagi."

Alesa memegang tangan Airin dia berusaha menenangkan nya. "Udah Airin jangan emosi."

"Alesa kalau aku yang gk masuk masih banyak pelayan lain tapi kalau Haikal gk masuk kamu kerja sendirian sedangkan kamu tau gimana ramai nya pesanan kopi buatan kamu."

"Bagaimana Alesa apa kamu keberatan dengan keputusan saya." Tanya pemilik cafe.

Walaupun sebenar nya Alesa keberatan dia tetap menerima keputusan dari pemilik cafe. "Iya Pak tidak pa pa."

Airin mengantar Alesa pulang dia masih tidak terima dengan keputusan yang di buat pemilik cafe.

"Udah Airin aku aja gk pa pa kok kamu malah marah." Ucap Alesa.

"Sebenar nya kamu terpaksa kan menerima keputusan Bos kita, kamu tinggal bilang keberatan kan bisa."

"Kalau aku gk mau emang apa yang bakal berubah? Gk ada kan dari pada jadi ribet mending aku terima aja keputusan nya." Ucap Alesa.

Sudah satu minggu Alesa libur kerja pagi hari abang ojek sudah berada di depan kos. "Ayok bang berangkat sekarang."

Sesampai nya di cafe Alesa langsung bekerja teman teman yang lain juga sudah mulai datang. Pengunjung mulai berdatangan seperti biasa Alesa mendapat banyak pesanan.

"Saya kan gk pesan ini." Salah satu pengunjung cafe protes karena pesanan kopi dia tidak sesuai dengan yang dia pesan.

"Maaf biar saya ganti." Ucap Airin.

"Mana Barista nya, saya mau ketemu dia." Pengunjung tadi marah karena merasa Barista tidak bekerja dengan baik.

Airin bingung harus bagaimana? Pengunjung pasti akan memarahi Alesa pada hal ini salah dia karena salah mengantar pesanan.

"Maaf ini salah saya." Airin masih mencoba memberi pengertian.

Pengunjung cafe masih tidak terima bahkan pengunjung cafe yang lain memperhatikan Airin dan pengunjung tadi. "Tidak usah."

Pengunjung cafe tadi memperhatikan tempat Barista bekerja dia menghampiri nya. "Kamu Barista di sini." Marah pengunjung tadi ke Alesa.

"Iya ada apa?"

"Kenapa pesanan kopi saya tidak sesuai."

Alesa melirik ke arah Airin dia sudah membuat kopi sesuai pesanan tapi kenapa bisa salah. "Alesa ini salah aku, aku gk sengaja salah antar pesanan." Ucap Airin.

"Maaf biar saya buatkan yang baru." Karena pengunjung cafe yang lain memperhatikan mereka Alesa tidak ingin terjadi keributan.

Pengunjung cafe semakin marah dia menyiram kopi ke Alesa sampai mengenai wajah Alesa baju dan jilbab Alesa juga basah, tapi bukan nya marah Alesa masih tersenyum hal itu semakin membuat pengunjung cafe marah. Manajer cafe datang setelah mendengar keributan Airin menjelaskan semua nya ke Manajer.

"Maaf Pak tapi karyawan kami akan mengganti kopi yang Bapak inginkan dan kami juga meminta maaf baik baik tapi kenapa Bapak malah menyiram karyawan saya." Ucap Pak Manajer.

Pengunjung tadi tidak berani menjawab karena Manajer cafe teman baik orang tua nya, tidak ingin berlama lama di cafe akhir nya pengunjung keluar dari cafe.

"Tolong fokus bekerja ya Airin dan kamu Alesa sebaik nya kamu ganti baju dulu." Ucap Pak Manajer.

Alesa pergi ke belakang untuk mencuci muka dia sebenar nya sedih mendapat perlakuan kurang baik apa lagi ini bukan salah dia, tapi Alesa juga berfikir Airin tidak sengaja wajar saja Airin salah mengantar pesanan karena banyak pengunjung yang datang ke cafe.

Keluar dari kamar mandi Alesa mendengar salah satu pengunjung membicarakan dia. "Kamu lihat gk Barista tadi mukan nya kelihatan tertekan."

Alesa menghampiri pengunjung tadi mereka berdiri di depan kamar mandi. "Kalau tinggal ngomong memang mudah tapi bagaimana dengan yang merasakan?" Ucap Alesa.

"Maaf kak."

Alesa malas meladeni hal yang tidak penting, untuk apa menjelaskan karena tidak semua orang bisa mengerti.

Saat sampai di ruang ganti dia melihat Airin berdiri menunggunya. "Ada apa kok disini?"

"Alesa aku minta maaf karena masalah tadi." Ucap Airin.

"Gk pa pa kok, lagian orang tadi kenapa sih kaya gitu aja pakai di besar besarin."

"Aku udah jelasin ke pengunjung tadi, tapi dia gk terima dan langsung pergi menghampiri kamu."

"Udah gk usah di fikirin aku gk pa pa kok." Alesa tau Airin merasa bersalah.

Alesa pulang kerja bersama abang ojek saat di perjalanan Alesa mendapat telfon dari Reska. "Abang bisa berhenti dulu ada telfon soal nya"

"Iya mbak sebentar."

Setelah motor berhenti Alesa mengangkat telfon dari Reska. "Hallo Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsallam, kak besok aku sama teman temanku yang lain ada acara jalan jalan." Ucap Reska.

Alesa tau Reska butuh uang karena uang jajan yang Alesa transfer pasti tidak cukup. "Kamu mau minta uang."

"Iya tapi kalau memang gk bisa gk pa pa kak."

Seperti nya Alesa harus bekerja lebih keras lagi supaya akhir bulan tidak hanya makan mie dan telur. "Iya nanti kakak transfer."

Walaupun Alesa tidak ada uang dia tetap berusaha supaya keinginan adek nya terpenuhi.

"Makasih ya kak."

"Iya, udah dulu ya Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsallam."

Abang ojek memperhatikan Alesa dia mendengar obrolan Alesa dan Reska. "Gk pa pa mbak nanti pasti ada rezeki lagi tenang aja."

"Iya bang kita harus tetap semangat." Ucap Alesa.

Mereka berdua melanjutkan perjalanan entah mengapa abang ojek dan abang penjual bakso bisa tau keluh kesah Alesa. Alesa berfikir mungkin karena mereka merasakan hal yang sama. Setelah sampai di kos Alesa melihat persediaan di dapur, seperti biasa hanya ada mie dan telur yang tersisa ingin belanja tidak mungkin karena uang Alesa sudah menipis, dia juga harus menabung karena dia ingin suatu saat bisa membuka usaha sendiri.

"Gk pa pa Alesa kamu pasti bisa melewati semua nya seperti biasa nya." Ucap Alesa mencoba memberi semangat ke diri sendiri.

Saat Alesa bermain handphone abang ojek menelfon nya. "Hallo Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsallam, lagi sibuk gk mbak?"

"Ada apa emang bang?"

"Ini ada acara perkumpulan tukang ojek mbak, kita butuh orang yang bisa bikin kopi. Karena mbak pintar bikin kopi mbak bisa kesini gk nanti ada bayaran nya kok mbak."

Mendengar tawaran dari abang ojek tentu Alesa mau. "Baik bang saya kesana sekarang kirim alamat nya."

"Siap mbak yaudah Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsallam."

Alesa bersyukur setidak nya dia bisa membeli kebutuhan dapur supaya tidak makan mie dan telur saat akhir bulan, di saat sedang pasrah dengan keadaan Alesa selalu yakin pasti ada hal baik yang akan datang.

Episodes
1 Bab 1 Alesa Almeira
2 Bab 2 Aku baik baik saja
3 Bab 3
4 Bab 4 Hujan dan Baikan
5 Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6 Bab 6 Pertandingan Basket
7 Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8 Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9 Episode 9 Makan Sambil Menangis
10 Bab 10 Alby
11 Bab 11 Kakak Adek Berantem
12 Bab 12 Abang Penjual Bakso
13 Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14 Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15 Bab 15 Sakit
16 Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17 Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18 Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19 Bab 19 Di Rendahkan
20 Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21 Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22 Bab 22 Insecure
23 Bab 23 Sakit Perut
24 Bab 24 Khawatir
25 Bab 25 Sia Sia?
26 Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27 Episode 27 Momen
28 Bab 28 Barista Baru
29 Bab 29 Gado Gado
30 Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31 Bab 31 Alesa Kesakitan
32 Bab 32
33 Bab 33 Pulang Ke Kos
34 Bab 34
35 Bab 35 Melankolia
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41 Tomboy
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Wisata Masa Lalu
45 Bab 45 Sampai Aku Lelah
46 Bab 46 Aneh
47 Bab 47 Usaha Alby
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51 Alby Cemburu
52 Bab 52 Alesa dan Andri
53 Bab 53 Hamdan
54 Episode 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 Insecure Lagi
61 Bab 61
62 Bab 62 Bingung
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66 Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67 Bab 67
68 Bab 68 Haikal Dan Karin
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80 Bahagia
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 Alesa Almeira
2
Bab 2 Aku baik baik saja
3
Bab 3
4
Bab 4 Hujan dan Baikan
5
Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6
Bab 6 Pertandingan Basket
7
Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8
Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9
Episode 9 Makan Sambil Menangis
10
Bab 10 Alby
11
Bab 11 Kakak Adek Berantem
12
Bab 12 Abang Penjual Bakso
13
Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14
Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15
Bab 15 Sakit
16
Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17
Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18
Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19
Bab 19 Di Rendahkan
20
Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21
Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22
Bab 22 Insecure
23
Bab 23 Sakit Perut
24
Bab 24 Khawatir
25
Bab 25 Sia Sia?
26
Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27
Episode 27 Momen
28
Bab 28 Barista Baru
29
Bab 29 Gado Gado
30
Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31
Bab 31 Alesa Kesakitan
32
Bab 32
33
Bab 33 Pulang Ke Kos
34
Bab 34
35
Bab 35 Melankolia
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41 Tomboy
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Wisata Masa Lalu
45
Bab 45 Sampai Aku Lelah
46
Bab 46 Aneh
47
Bab 47 Usaha Alby
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51 Alby Cemburu
52
Bab 52 Alesa dan Andri
53
Bab 53 Hamdan
54
Episode 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 Insecure Lagi
61
Bab 61
62
Bab 62 Bingung
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66
Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67
Bab 67
68
Bab 68 Haikal Dan Karin
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80 Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!