"Pak kalau Alesa kerja sendirian kasian Pak." Ucap Airin.
"Mau bagaimana lagi kalian tau sendiri kita hanya punya dua Barista."
Airin masih tidak terima dengan keputusan Bos nya. "Kenapa gk nyari Barista lagi."
Alesa memegang tangan Airin dia berusaha menenangkan nya. "Udah Airin jangan emosi."
"Alesa kalau aku yang gk masuk masih banyak pelayan lain tapi kalau Haikal gk masuk kamu kerja sendirian sedangkan kamu tau gimana ramai nya pesanan kopi buatan kamu."
"Bagaimana Alesa apa kamu keberatan dengan keputusan saya." Tanya pemilik cafe.
Walaupun sebenar nya Alesa keberatan dia tetap menerima keputusan dari pemilik cafe. "Iya Pak tidak pa pa."
Airin mengantar Alesa pulang dia masih tidak terima dengan keputusan yang di buat pemilik cafe.
"Udah Airin aku aja gk pa pa kok kamu malah marah." Ucap Alesa.
"Sebenar nya kamu terpaksa kan menerima keputusan Bos kita, kamu tinggal bilang keberatan kan bisa."
"Kalau aku gk mau emang apa yang bakal berubah? Gk ada kan dari pada jadi ribet mending aku terima aja keputusan nya." Ucap Alesa.
Sudah satu minggu Alesa libur kerja pagi hari abang ojek sudah berada di depan kos. "Ayok bang berangkat sekarang."
Sesampai nya di cafe Alesa langsung bekerja teman teman yang lain juga sudah mulai datang. Pengunjung mulai berdatangan seperti biasa Alesa mendapat banyak pesanan.
"Saya kan gk pesan ini." Salah satu pengunjung cafe protes karena pesanan kopi dia tidak sesuai dengan yang dia pesan.
"Maaf biar saya ganti." Ucap Airin.
"Mana Barista nya, saya mau ketemu dia." Pengunjung tadi marah karena merasa Barista tidak bekerja dengan baik.
Airin bingung harus bagaimana? Pengunjung pasti akan memarahi Alesa pada hal ini salah dia karena salah mengantar pesanan.
"Maaf ini salah saya." Airin masih mencoba memberi pengertian.
Pengunjung cafe masih tidak terima bahkan pengunjung cafe yang lain memperhatikan Airin dan pengunjung tadi. "Tidak usah."
Pengunjung cafe tadi memperhatikan tempat Barista bekerja dia menghampiri nya. "Kamu Barista di sini." Marah pengunjung tadi ke Alesa.
"Iya ada apa?"
"Kenapa pesanan kopi saya tidak sesuai."
Alesa melirik ke arah Airin dia sudah membuat kopi sesuai pesanan tapi kenapa bisa salah. "Alesa ini salah aku, aku gk sengaja salah antar pesanan." Ucap Airin.
"Maaf biar saya buatkan yang baru." Karena pengunjung cafe yang lain memperhatikan mereka Alesa tidak ingin terjadi keributan.
Pengunjung cafe semakin marah dia menyiram kopi ke Alesa sampai mengenai wajah Alesa baju dan jilbab Alesa juga basah, tapi bukan nya marah Alesa masih tersenyum hal itu semakin membuat pengunjung cafe marah. Manajer cafe datang setelah mendengar keributan Airin menjelaskan semua nya ke Manajer.
"Maaf Pak tapi karyawan kami akan mengganti kopi yang Bapak inginkan dan kami juga meminta maaf baik baik tapi kenapa Bapak malah menyiram karyawan saya." Ucap Pak Manajer.
Pengunjung tadi tidak berani menjawab karena Manajer cafe teman baik orang tua nya, tidak ingin berlama lama di cafe akhir nya pengunjung keluar dari cafe.
"Tolong fokus bekerja ya Airin dan kamu Alesa sebaik nya kamu ganti baju dulu." Ucap Pak Manajer.
Alesa pergi ke belakang untuk mencuci muka dia sebenar nya sedih mendapat perlakuan kurang baik apa lagi ini bukan salah dia, tapi Alesa juga berfikir Airin tidak sengaja wajar saja Airin salah mengantar pesanan karena banyak pengunjung yang datang ke cafe.
Keluar dari kamar mandi Alesa mendengar salah satu pengunjung membicarakan dia. "Kamu lihat gk Barista tadi mukan nya kelihatan tertekan."
Alesa menghampiri pengunjung tadi mereka berdiri di depan kamar mandi. "Kalau tinggal ngomong memang mudah tapi bagaimana dengan yang merasakan?" Ucap Alesa.
"Maaf kak."
Alesa malas meladeni hal yang tidak penting, untuk apa menjelaskan karena tidak semua orang bisa mengerti.
Saat sampai di ruang ganti dia melihat Airin berdiri menunggunya. "Ada apa kok disini?"
"Alesa aku minta maaf karena masalah tadi." Ucap Airin.
"Gk pa pa kok, lagian orang tadi kenapa sih kaya gitu aja pakai di besar besarin."
"Aku udah jelasin ke pengunjung tadi, tapi dia gk terima dan langsung pergi menghampiri kamu."
"Udah gk usah di fikirin aku gk pa pa kok." Alesa tau Airin merasa bersalah.
Alesa pulang kerja bersama abang ojek saat di perjalanan Alesa mendapat telfon dari Reska. "Abang bisa berhenti dulu ada telfon soal nya"
"Iya mbak sebentar."
Setelah motor berhenti Alesa mengangkat telfon dari Reska. "Hallo Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam, kak besok aku sama teman temanku yang lain ada acara jalan jalan." Ucap Reska.
Alesa tau Reska butuh uang karena uang jajan yang Alesa transfer pasti tidak cukup. "Kamu mau minta uang."
"Iya tapi kalau memang gk bisa gk pa pa kak."
Seperti nya Alesa harus bekerja lebih keras lagi supaya akhir bulan tidak hanya makan mie dan telur. "Iya nanti kakak transfer."
Walaupun Alesa tidak ada uang dia tetap berusaha supaya keinginan adek nya terpenuhi.
"Makasih ya kak."
"Iya, udah dulu ya Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam."
Abang ojek memperhatikan Alesa dia mendengar obrolan Alesa dan Reska. "Gk pa pa mbak nanti pasti ada rezeki lagi tenang aja."
"Iya bang kita harus tetap semangat." Ucap Alesa.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan entah mengapa abang ojek dan abang penjual bakso bisa tau keluh kesah Alesa. Alesa berfikir mungkin karena mereka merasakan hal yang sama. Setelah sampai di kos Alesa melihat persediaan di dapur, seperti biasa hanya ada mie dan telur yang tersisa ingin belanja tidak mungkin karena uang Alesa sudah menipis, dia juga harus menabung karena dia ingin suatu saat bisa membuka usaha sendiri.
"Gk pa pa Alesa kamu pasti bisa melewati semua nya seperti biasa nya." Ucap Alesa mencoba memberi semangat ke diri sendiri.
Saat Alesa bermain handphone abang ojek menelfon nya. "Hallo Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam, lagi sibuk gk mbak?"
"Ada apa emang bang?"
"Ini ada acara perkumpulan tukang ojek mbak, kita butuh orang yang bisa bikin kopi. Karena mbak pintar bikin kopi mbak bisa kesini gk nanti ada bayaran nya kok mbak."
Mendengar tawaran dari abang ojek tentu Alesa mau. "Baik bang saya kesana sekarang kirim alamat nya."
"Siap mbak yaudah Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam."
Alesa bersyukur setidak nya dia bisa membeli kebutuhan dapur supaya tidak makan mie dan telur saat akhir bulan, di saat sedang pasrah dengan keadaan Alesa selalu yakin pasti ada hal baik yang akan datang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments