Kak biasa nya orang yang selalu menyimpan masalah nya sendiri dan selalu tertawa apa dia bisa selalu baik baik aja?" Tanya Alby ke Zahra.
Zahra menatap ke arah Alby tidak seperti biasa nya Alby bertanya hal seperti ini. "Kalok menurut kakak orang yang banyak tertawa dan terlihat baik baik saja, sebenarnya mereka orang yang menyimpan banyak rasa sakit kadang orang tertawa hanya untuk menutupi rasa sakit mereka."
"Kok bisa ya kak lagi sakit tapi malah terlihat bahagia."
"Kakak aja heran tapi mereka hebat karena bisa menyembuhkan rasa sakit orang lain dengan canda tawa mereka, sedangkan mereka tidak tau bagaimana cara menyembuhkan rasa sakit mereka sendiri."
Alesa bersiap siap untuk tidur dia sudah mengirim uang untuk Reska dan orang tua nya di desa, selain bekerja di cafe setiap akhir pekan Alesa menjual makanan yang dia jual secara online, mulai dari sore sampai malam hasil dari jualan dia gunakan untuk menambah uang jajan Reska. Alesa baru mau tidur tapi dia ingat besok akhir pekan dan dia harus jualan, mengabaikan rasa lelah nya Alesa menyiapkan bahan bahan yang akan dia masak setelah pulang kerja. Entah sudah berapa lama Alesa di dapur? sudah jam dua semua bahan sudah siap Alesa pergi ke kamar untuk tidur.
Suara Adzan terdengar Alesa bangun menunaikan ibadah Sholat. Setelah selesai Sholat Alesa masak untuk makan pagi merantau sendiri mengajarkan Alesa untuk mandiri.
Keluar dari kos Alesa sudah di tunggu abang ojek. "Kirain udah gk mau naik ojek saya mbak." Ucap Abang ojek langganan Alesa.
"Hehe maklum bang saya kemarin lagi gk ada uang." Alesa dan Abang ojek memang akrab sudah seperti teman.
"Nanti jualan mbak?"
"Iya bang, nanti tolong anterin pesanan ya bang."
"Siap mbak." Selain menjadi langganan berangkat dan pulang kerja abang ojek juga yang mengantar pesanan saat Alesa jualan.
Turun dari motor Alesa masuk ke cafe dia tidak melihat Haikal biasa nya Haikal sudah sampai lebih dulu. "Airin Haikal belum datang?"
"Dia izin kata nya ada urusan." Ucap Airin.
Biasa nya Haikal mengabari Alesa saat akan izin, tapi Alesa berfikir mungkin Haikal sibuk dan tidak sempat mengabari Alesa. Pengunjung cafe dari pagi sampai siang ramai tidak seperti biasa nya, banyak yang memesan kopi karena Alesa sendiri dia kewalahan apa lagi tangan Alesa belum sembuh tapi dia tetap berusaha sebaik mungkin.
"Cappucino dua." Alesa memberikan kopi pesanan terakhir dia melihat pengunjung sudah mendapatkan semua pesanan, sudah waktu nya untuk Sholat Alesa izin ke Pak Manajer untuk Sholat dan makan setelah mendapatkan izin Alesa pergi ke belakang.
Selesai Sholat Alesa makan bersama teman teman nya karena Haikal tidak masuk Alesa harus menyelesaikan makan dengan cepat, melihat pesanan sudah menumpuk Alesa melihat salah satu pengunjung memperhatikan dia.
"Kok mirip Alby ya." Ucap Alesa.
Alby datang ke cafe untuk memastikan Alesa bekerja di cafe atau tidak? Saat tau Alesa bekerja di cafe sebagai Barista Alby merasa kagum dia terus memperhatikan Alesa. Handphone Alby berdering menyadarkan Alby dari lamunan nya.
"Hallo Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam kamu dimana Al? Latihan sebentar lagi di mulai." Tanya Hamdan.
"Aku lagi di cafe sebentar lagi aku kesana."
"Ya sudah Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam." Setelah selesai menelfon Alby pergi ke lapangan basket.
Tidak terasa sudah sore abang ojek menunggu Alesa di depan cafe. Alesa pulang ke kos dia langsung mandi dan Sholat sebelum masak untuk jualan. Alesa merasa lelah karena saat bekerja pengunjung banyak yang memesan kopi buatan nya, semua makanan sudah siap Alesa memfoto makanan dan menjual secara online. Menunggu selama lima menit ada yang memesan dan ingin membeli semua makanan Alesa tentu membuat Alesa senang.
Alesa menanyakan alamat pembeli tapi setelah pembeli memberi tau alamat nya Alesa heran karena alamat yang di kirim lapangan basket. "Ini kan lapangan basket yang biasa aku lewati kalau lagi jalan."
Alesa memilih untuk tidak peduli dia menyiapkan makanan agar bisa cepat di antar. "Bang ini pesanan nya antar ke alamat ini ya." Alesa memberitau alamat pembeli ke abang ojek.
"Siap mbak."
Di lapangan basket Alby dan teman teman berlatih untuk pertandingan besok, saat abang ojek sampai dia langsung memberikan pesanan. "Mbak Intan ya? Ini pesanan makanan nya mbak."
Melihat makanan datang Alby menghampiri Intan. "Udah datang makanan nya kamu beli dimana?" Tanya Alby.
"Ada tadi pesan lewat online."
Abang ojek memperhatikan Alby dia ingat orang yang berdiri di samping nya. "Mas yang kemarin di jalan kan." Tanya abang ojek.
"Hm saya minta maaf bang."
"Gk pa pa mas, ini makanan yang masak perempuan kemarin itu mas" Ucap abang ojek.
Alby kaget ternyata Alesa juga menjual makanan Alby tidak bisa membayangkan bagaimana lelah nya Alesa. Karena melamun Alby tidak tau teman teman nya makan.
"Alby ngapain di situ, ayok sini makan." Ucap Hamdan.
Alby menghampiri teman teman nya dia ikut makan, masakan Alesa enak teman teman Alby menyukai makanan Alesa.
Malam nya Alesa merasa sangat lelah dia baru selesai Sholat Isha. Tiduran di kamar untuk menghilangkan rasa lelah nya, kadang Alesa ingin menyerah karena sudah lelah dengan semua nya, tapi dia ingin adek dan orang tua nya mempunyai kehidupan lebih baik. Tidak mau memikirkan hal yang tidak penting Alesa memilih untuk tidur.
Pagi hari Alesa menunggu abang ojek untuk berangkat kerja tapi bukan abang ojek yang datang melainkan Alby yang datang. "Alby kamu ngapain pagi pagi kesini?"
Alby menghampiri Alesa dia tersenyum malu. "Kita berangkat bareng yok, tadi aku udah kasih tau abang ojek kalau kamu berangkat sama aku."
"Kok gitu." Alesa tidak terima dengan sikap Alby yang seenak nya.
"Maaf ya, soal nya aku mau mampir ke cafe tempat kamu kerja."
Mendengar jawaban Alby akhir nya Alesa mau berangkat bareng Alby. "Ya udah ayok."
Di perjalanan mereka mengobrol walaupun awal nya canggung tapi mereka berdua mencoba untuk akrab. "Mau beli apa ke cafe pagi pagi?" Tanya Alesa.
"Mau beli kopi, kopi buatan kamu enak dan bukan cuma kopi yang enak tapi makanan buatan kamu juga enak."
Alesa faham maksud Alby ternyata orang yang memesan makanan kemarin mereka teman Alby. "Terimakasih."
Mereka berdua kembali fokus dengan fikiran masing masing. "Alesa sebenar nya ada yang mau aku omongin ke kamu."
"Mau ngomong apa Al?"
"Aku besok ada pertandingan basket kamu bisa gk datang?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Apollogurl_01
Sepertinya saya bakal add to favorite, bagus banget!
2023-07-19
0
Talklesswinmore
Jalan ceritanya memukau!
2023-07-19
0
Mariloly Salas Sandoval
Penggalauan saya sirna setelah baca karya ini, terima kasih banyak! 🙏🏻
2023-07-19
0