Bab 12 Abang Penjual Bakso

"Alby ngapain dia ke sini?"

Zahra pergi ke ruangan nya bersama Alby. "Kamu ngapain ke sini?"

"Aku pengin jadi adek yang baik, aku tadi beli makanan di cafetaria buat aku sama kakak."

Zahra menatap Alby dengan tajam sampai Alby tidak berani menatap kakak nya. "Duduk kita makan bersama."

"Kakak udah maafin aku?"

"Anggap saja seperti itu."

Alby melihat Zahra menyelesaikan pekerjaan nya sudah malam tapi Zahra masih bekerja sekarang Alby tau kenapa kakak nya bisa semarah tadi.

Alby memegang tangan Zahra sudah hampir tengah malam dia tidak tega melihat kakak nya masih bekerja. "Apa tidak bisa di selesaikan besok lagi kak?"

"Kenapa emang kalau kakak selesaikan sekarang."

Alby sadar apa yang di katakan Hamdan benar orang sibuk bukan berarti dia baik baik saja dia tidak berani menatap kakak nya. "Maaf kak aku kira selama ini kalau kakak bekerja, kakak baik baik aja ternyata capek ya kak."

Alby menatap ke bawah dia tidak berani menatap kakak nya. "Minta maaf yang benar kakak di depan gk di bawah."

"Aku minta maaf kak aku akan berusaha menjadi adek yang baik." Ucap Alby.

Zahra tersenyum dia menatap Alby. "Dengerin kakak, kalau kamu salah kamu harus minta maaf jangan mencari alasan untuk membela kesalahan kamu."

Alby menangis di pelukan Zahra hal itu membuat Zahra tertawa biar lah Alby menangis karena menyadari kesalahan nya.

Karena tidak ada kegitan Alesa memutuskan untuk istirahat dari pagi sampai siang dia hanya tiduran di kamar, bermain handphone sampai ketiduran Alesa benar benar menikmati liburan nya untuk istirahat. Bangun dari tidur dia merasa aneh pada hal dia sudah istirahat tapi dia masih merasa lelah.

berfikir sejenak dia faham mengapa dia masih lelah. "Ternyata yang lelah batinku bukan badanku." Ucap Alesa.

Tidak mau berlarut larut dengan perasaan yang tidak menentu Alesa ingin keluar tapi karena hari sudah siang Alesa Sholat lebih dulu. Setelah Sholat Alesa pergi untuk mencari makan dia tidak masak. Alesa membeli bakso dan makan langsung di tempat abang penjual bakso.

"Apa gk masak mbak?biasa nya beli bakso malam kok sekarang siang." Ucap abang penjual bakso.

"Saya lagi menikmati hidup bang."

Abang penjual bakso tau Alesa hanya bercanda. "Ada ada aja mbak, pasti lagi capek ya mbak."

Alesa dan abang penjual bakso sudah akrab bahkan abang penjual bakso sering cerita tentang keluh kesah nya dan Alesa menjadi pendengar nya.

"Iya bang capek pada hal udah istirahat."

"Itu mah bukan badan nya mbak yang capek tapi batin nya, kalau batin nya capek mau gimana pun ya capek mbak." Ucap Abang bakso.

Alesa tersenyum mendengar jawaban abang bakso, dia melihat ada mobil berhenti Alesa melihat Alby dan Zahra keluar dari mobil.

"Bang bakso nya dua ya makan di sini." Ucap Alby. Alby dan Zahra belum menyadari kalau ada Alesa.

"Ini mas mbak silahkan dinikmati bakso nya."

"Terimakasih bang."

Saat Alby duduk dia baru sadar ada Alesa. "Alesa kamu makan bakso juga."

"Habis dari mana kalian?" Tanya Alesa.

"Aku lagi belajar jadi adek yang baik." Alby menatap Zahra yang makan tanpa mempedulikan Alby.

"Kamu pasti selama ini sibuk sama diri kamu sendiri." Ucap Alesa.

Alby menghentikan makan nya saat mendengar apa yang di ucapkan Alesa. "Kamu kok tau?"

Alesa tidak menjawab dia melanjutkan makan nya sedangkan Zahra tersenyum, jujur Zahra merasa iri saat melihat Alesa dan Reska bisa saling mengerti. Selesai makan Alby dan Zahra langsung pulang sedangkan Alesa masih berada di tempat penjual bakso.

"Mbak mau bantuin saya jualan?kok masih di sini." Abang penjual bakso bingung melihat Alesa masih duduk.

"Emang boleh bang?"

Abang penjual bakso tidak percaya mendengar jawaban Alesa. "Mbak saya cuma bercanda."

"Saya masih pengin di sini bang."

"Ya udah gk pa pa mbak."

Alesa tidak bohong untuk membantu abang penjual bakso dia menjadi pelayan mengantar pesanan ke pembeli yang makan di tempat, entah kenapa perasaan Alesa menjadi lebih baik setelah membantu abang penjual bakso karena hari sudah sore Alesa pulang ke kos.

"Bang saya mau pulang dulu ya." Ucap Alesa.

Abang penjual bakso membungkus bakso untuk Alesa bawa pulang. "Ini mbak bakso buat mbak, makasih ya udah bantu saya semoga mbak bisa cepat berdamai dengan diri sendiri."

"Jadi orang apa apa di rasakan sendiri gk mudah ya bang." Keluh Alesa.

"Iya mbak, semangat ya."

"Iya bang makasih ya." Menurut Alesa abang penjual bakso memang pengertian, mungkin karena mereka merasakan hal yang sama kadang kita tidak bisa mengerti sebelum merasakan hal yang sama.

Alesa mendapat chat dari Reska dia tau pasti Reska meminta uang Alesa langsung mentransfer uang, setelah mentransfer Alesa duduk di taman dekat kos banyak anak kecil bermain di taman Alesa jadi ingat masa kecil nya masa dimana belum tau apa apa, karena sudah sore Alesa memutuskan untuk pulang ke kos.

Keesokan hari nya Alesa dan Haikal datang ke cafe di cafe sudah ada beberapa karyawan yang lain, mereka datang karena pemilik cafe meminta tolong untuk membantu memindahkan barang.

Pemilik cafe menjelaskan apa saja yang di kerjakan. "Baiklah saya mengucapkan terimakasih karena kalian mau datang, tolong kalian pindahkan barang barang ke gudang belakang."

Alesa dan teman teman yang lain mulai memindahkan barang barang, mereka bekerjasama dengan baik tidak butuh waktu lama untukq memindahkan barang. Saat akan memindahkan kardus berisi air mineral Haikal jatuh dan kardus mengenai tangan Haikal.

Teman teman Haikal membantu Haikal terlihat Haikal kesakitan karena kardus berisi air mineral mengenai tangan nya.

"Kamu gk pa pa Haikal?" Tanya Airin.

"Tangan aku sakit."

Akhir nya pemilik cafe membawa Haikal ke rumah sakit bersama dua orang karyawan cafe mereka membantu Haikal. Setelah Haikal di bawa ke rumah sakit mereka kembali melanjutkan pekerjaan, hampir satu jam setelah Haikal di bawa ke rumah sakit Alesa dan yang lain sudah selesai memindahkan barang mereka istirahat sambil menunggu kabar dari Haikal. Saat pemilik cafe datang bersama dua karyawan cafe Alesa dan yang lain bingung kenapa Haikal tidak ikut kembali ke cafe.

"Pak gimana keadaan Haikal?" Tanya Airin.

"Tangan nya terluka mungkin dia belum bisa masuk kerja, jadi Alesa untuk sementara sampai Haikal sembuh kamu kerja sendiri karena seperti yang kalian tau kita hanya punya dua Barista."

Karyawan cafe lain memperhatikan Alesa yang terlihat bingung mendengar penjelasan dari pemilik cafe.

Episodes
1 Bab 1 Alesa Almeira
2 Bab 2 Aku baik baik saja
3 Bab 3
4 Bab 4 Hujan dan Baikan
5 Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6 Bab 6 Pertandingan Basket
7 Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8 Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9 Episode 9 Makan Sambil Menangis
10 Bab 10 Alby
11 Bab 11 Kakak Adek Berantem
12 Bab 12 Abang Penjual Bakso
13 Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14 Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15 Bab 15 Sakit
16 Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17 Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18 Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19 Bab 19 Di Rendahkan
20 Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21 Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22 Bab 22 Insecure
23 Bab 23 Sakit Perut
24 Bab 24 Khawatir
25 Bab 25 Sia Sia?
26 Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27 Episode 27 Momen
28 Bab 28 Barista Baru
29 Bab 29 Gado Gado
30 Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31 Bab 31 Alesa Kesakitan
32 Bab 32
33 Bab 33 Pulang Ke Kos
34 Bab 34
35 Bab 35 Melankolia
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41 Tomboy
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Wisata Masa Lalu
45 Bab 45 Sampai Aku Lelah
46 Bab 46 Aneh
47 Bab 47 Usaha Alby
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51 Alby Cemburu
52 Bab 52 Alesa dan Andri
53 Bab 53 Hamdan
54 Episode 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 Insecure Lagi
61 Bab 61
62 Bab 62 Bingung
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66 Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67 Bab 67
68 Bab 68 Haikal Dan Karin
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80 Bahagia
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 Alesa Almeira
2
Bab 2 Aku baik baik saja
3
Bab 3
4
Bab 4 Hujan dan Baikan
5
Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6
Bab 6 Pertandingan Basket
7
Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8
Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9
Episode 9 Makan Sambil Menangis
10
Bab 10 Alby
11
Bab 11 Kakak Adek Berantem
12
Bab 12 Abang Penjual Bakso
13
Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14
Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15
Bab 15 Sakit
16
Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17
Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18
Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19
Bab 19 Di Rendahkan
20
Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21
Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22
Bab 22 Insecure
23
Bab 23 Sakit Perut
24
Bab 24 Khawatir
25
Bab 25 Sia Sia?
26
Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27
Episode 27 Momen
28
Bab 28 Barista Baru
29
Bab 29 Gado Gado
30
Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31
Bab 31 Alesa Kesakitan
32
Bab 32
33
Bab 33 Pulang Ke Kos
34
Bab 34
35
Bab 35 Melankolia
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41 Tomboy
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Wisata Masa Lalu
45
Bab 45 Sampai Aku Lelah
46
Bab 46 Aneh
47
Bab 47 Usaha Alby
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51 Alby Cemburu
52
Bab 52 Alesa dan Andri
53
Bab 53 Hamdan
54
Episode 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 Insecure Lagi
61
Bab 61
62
Bab 62 Bingung
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66
Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67
Bab 67
68
Bab 68 Haikal Dan Karin
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80 Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!