"Alby ngapain dia ke sini?"
Zahra pergi ke ruangan nya bersama Alby. "Kamu ngapain ke sini?"
"Aku pengin jadi adek yang baik, aku tadi beli makanan di cafetaria buat aku sama kakak."
Zahra menatap Alby dengan tajam sampai Alby tidak berani menatap kakak nya. "Duduk kita makan bersama."
"Kakak udah maafin aku?"
"Anggap saja seperti itu."
Alby melihat Zahra menyelesaikan pekerjaan nya sudah malam tapi Zahra masih bekerja sekarang Alby tau kenapa kakak nya bisa semarah tadi.
Alby memegang tangan Zahra sudah hampir tengah malam dia tidak tega melihat kakak nya masih bekerja. "Apa tidak bisa di selesaikan besok lagi kak?"
"Kenapa emang kalau kakak selesaikan sekarang."
Alby sadar apa yang di katakan Hamdan benar orang sibuk bukan berarti dia baik baik saja dia tidak berani menatap kakak nya. "Maaf kak aku kira selama ini kalau kakak bekerja, kakak baik baik aja ternyata capek ya kak."
Alby menatap ke bawah dia tidak berani menatap kakak nya. "Minta maaf yang benar kakak di depan gk di bawah."
"Aku minta maaf kak aku akan berusaha menjadi adek yang baik." Ucap Alby.
Zahra tersenyum dia menatap Alby. "Dengerin kakak, kalau kamu salah kamu harus minta maaf jangan mencari alasan untuk membela kesalahan kamu."
Alby menangis di pelukan Zahra hal itu membuat Zahra tertawa biar lah Alby menangis karena menyadari kesalahan nya.
Karena tidak ada kegitan Alesa memutuskan untuk istirahat dari pagi sampai siang dia hanya tiduran di kamar, bermain handphone sampai ketiduran Alesa benar benar menikmati liburan nya untuk istirahat. Bangun dari tidur dia merasa aneh pada hal dia sudah istirahat tapi dia masih merasa lelah.
berfikir sejenak dia faham mengapa dia masih lelah. "Ternyata yang lelah batinku bukan badanku." Ucap Alesa.
Tidak mau berlarut larut dengan perasaan yang tidak menentu Alesa ingin keluar tapi karena hari sudah siang Alesa Sholat lebih dulu. Setelah Sholat Alesa pergi untuk mencari makan dia tidak masak. Alesa membeli bakso dan makan langsung di tempat abang penjual bakso.
"Apa gk masak mbak?biasa nya beli bakso malam kok sekarang siang." Ucap abang penjual bakso.
"Saya lagi menikmati hidup bang."
Abang penjual bakso tau Alesa hanya bercanda. "Ada ada aja mbak, pasti lagi capek ya mbak."
Alesa dan abang penjual bakso sudah akrab bahkan abang penjual bakso sering cerita tentang keluh kesah nya dan Alesa menjadi pendengar nya.
"Iya bang capek pada hal udah istirahat."
"Itu mah bukan badan nya mbak yang capek tapi batin nya, kalau batin nya capek mau gimana pun ya capek mbak." Ucap Abang bakso.
Alesa tersenyum mendengar jawaban abang bakso, dia melihat ada mobil berhenti Alesa melihat Alby dan Zahra keluar dari mobil.
"Bang bakso nya dua ya makan di sini." Ucap Alby. Alby dan Zahra belum menyadari kalau ada Alesa.
"Ini mas mbak silahkan dinikmati bakso nya."
"Terimakasih bang."
Saat Alby duduk dia baru sadar ada Alesa. "Alesa kamu makan bakso juga."
"Habis dari mana kalian?" Tanya Alesa.
"Aku lagi belajar jadi adek yang baik." Alby menatap Zahra yang makan tanpa mempedulikan Alby.
"Kamu pasti selama ini sibuk sama diri kamu sendiri." Ucap Alesa.
Alby menghentikan makan nya saat mendengar apa yang di ucapkan Alesa. "Kamu kok tau?"
Alesa tidak menjawab dia melanjutkan makan nya sedangkan Zahra tersenyum, jujur Zahra merasa iri saat melihat Alesa dan Reska bisa saling mengerti. Selesai makan Alby dan Zahra langsung pulang sedangkan Alesa masih berada di tempat penjual bakso.
"Mbak mau bantuin saya jualan?kok masih di sini." Abang penjual bakso bingung melihat Alesa masih duduk.
"Emang boleh bang?"
Abang penjual bakso tidak percaya mendengar jawaban Alesa. "Mbak saya cuma bercanda."
"Saya masih pengin di sini bang."
"Ya udah gk pa pa mbak."
Alesa tidak bohong untuk membantu abang penjual bakso dia menjadi pelayan mengantar pesanan ke pembeli yang makan di tempat, entah kenapa perasaan Alesa menjadi lebih baik setelah membantu abang penjual bakso karena hari sudah sore Alesa pulang ke kos.
"Bang saya mau pulang dulu ya." Ucap Alesa.
Abang penjual bakso membungkus bakso untuk Alesa bawa pulang. "Ini mbak bakso buat mbak, makasih ya udah bantu saya semoga mbak bisa cepat berdamai dengan diri sendiri."
"Jadi orang apa apa di rasakan sendiri gk mudah ya bang." Keluh Alesa.
"Iya mbak, semangat ya."
"Iya bang makasih ya." Menurut Alesa abang penjual bakso memang pengertian, mungkin karena mereka merasakan hal yang sama kadang kita tidak bisa mengerti sebelum merasakan hal yang sama.
Alesa mendapat chat dari Reska dia tau pasti Reska meminta uang Alesa langsung mentransfer uang, setelah mentransfer Alesa duduk di taman dekat kos banyak anak kecil bermain di taman Alesa jadi ingat masa kecil nya masa dimana belum tau apa apa, karena sudah sore Alesa memutuskan untuk pulang ke kos.
Keesokan hari nya Alesa dan Haikal datang ke cafe di cafe sudah ada beberapa karyawan yang lain, mereka datang karena pemilik cafe meminta tolong untuk membantu memindahkan barang.
Pemilik cafe menjelaskan apa saja yang di kerjakan. "Baiklah saya mengucapkan terimakasih karena kalian mau datang, tolong kalian pindahkan barang barang ke gudang belakang."
Alesa dan teman teman yang lain mulai memindahkan barang barang, mereka bekerjasama dengan baik tidak butuh waktu lama untukq memindahkan barang. Saat akan memindahkan kardus berisi air mineral Haikal jatuh dan kardus mengenai tangan Haikal.
Teman teman Haikal membantu Haikal terlihat Haikal kesakitan karena kardus berisi air mineral mengenai tangan nya.
"Kamu gk pa pa Haikal?" Tanya Airin.
"Tangan aku sakit."
Akhir nya pemilik cafe membawa Haikal ke rumah sakit bersama dua orang karyawan cafe mereka membantu Haikal. Setelah Haikal di bawa ke rumah sakit mereka kembali melanjutkan pekerjaan, hampir satu jam setelah Haikal di bawa ke rumah sakit Alesa dan yang lain sudah selesai memindahkan barang mereka istirahat sambil menunggu kabar dari Haikal. Saat pemilik cafe datang bersama dua karyawan cafe Alesa dan yang lain bingung kenapa Haikal tidak ikut kembali ke cafe.
"Pak gimana keadaan Haikal?" Tanya Airin.
"Tangan nya terluka mungkin dia belum bisa masuk kerja, jadi Alesa untuk sementara sampai Haikal sembuh kamu kerja sendiri karena seperti yang kalian tau kita hanya punya dua Barista."
Karyawan cafe lain memperhatikan Alesa yang terlihat bingung mendengar penjelasan dari pemilik cafe.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments