Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka

"Aku lagi jaga adek aku dia sakit."

Haikal faham maksud Alesa tapi dia harus bagaimana? Alesa yang lebih faham tentang kopi. "Terus gimana?"

"Sebentar aku bicara sama adek aku." Alesa memberi tau Reska dia harus bekerja dan Alesa bingung siapa yang akan menjaga Reska.

"Nanti Gina kesini kak, jadi kalau kakak mau kerja gk pa pa." Ucap Reska.

"Ya sudah kakak pergi dulu ya."

Reska memperhatikan kakak nya keluar dari ruang rawat dia merasa sedih masa muda kakak nya setiap hari harus merasakan lelah dan tanggung jawab yang besar, saat masih memikirkan kakak nya Reska melihat Alby datang.

"Kak Alby."

"Kakak kamu mana?" Tanya Alby dia tidak melihat Alesa.

"Kakak berangkat kerja." Ucap Reska.

Alby tidak habis fikir dengan Alesa apa dia tidak lelah? "Kamu tau gk kalau Alesa sakit."

"Maksud kakak?" Bingung Reska.

"Sebelum teman kamu nelfon Alesa dia udah di rawat karena kelelahan dan kondisi lambung nya kurang baik, teman kamu nelfon kalau kamu sakit dia langsung minta kesini pada hal dia lagi sakit."

Alesa dan Haikal pergi keluar kota untuk membeli kopi di langganan cafe tempat mereka bekerja, memilih kopi untuk menghasilkan rasa yang enak harus mereka lakukan dengan baik Alesa dan Haikal sudah hampir selesai memilih kopi yang mereka beli.

"Udah semua?" Tanya Haikal.

"Udah." Mereka membawa kopi ke kasir dan membayar nya, karena hari sudah siang mereka memutuskan untuk makan.

Menikmati makan siang dengan suasana alam membuat suasa menjadi tenang. "Pemandangan nya bagus." Ucap Haikal.

"Iya di sini suasana nya nyaman." Ternyata memang benar suasana alam yang indah dan tenang bisa membuat seseorang merasa nyaman.

Saat makan tiba tiba Alesa ingat Reska menyukai ikan bakar dan dia ingat Alby dia memesan ikan bakar untuk mereka berdua. "Mbak pesan ikan bakar nya dua ya di bungkus."

"Iya mbak siap." Pelayan menyiapkan pesanan Alesa.

Haikal heran tidak seperti biasa nya Alesa memesan makanan untuk di bawa pulang. "Tumben pesan buat di bawa pulang."

"Adek aku suka ikan bakar." Ucap Alesa. Alesa ingin memberikan untuk Reska dan Alby.

Mereka berdua melanjutkan perjalanan hujan turun Alesa membuka kaca jendela mobil, hal itu membuat Haikal tersenyum dia sudah tau kebiasaan Alesa.

Haikal menghentikan mobil di depan toko buah. "Kita beli buah dulu ya, ini ada uang dari Bos tadi di kasih untuk uang makan kita."

Pemilik cafe memang orang yang disiplin jika sering tidak masuk kerja gaji akan di potong, tapi dia royal karyawan cafe yang rajin akan mendapatkan uang makan. Mereka berdua turun dan memilih buah Alesa membeli beberapa buah kesukaan Reska selesai membeli buah mereka kembali ke mobil.

Reska memperhatikan Alby yang duduk sambil memainkan handphone. "Kak Alby ada hubungan apa?sama kak Alesa."

Alby menatap Reska entah kenapa dia menjadi salah tingkah saat Reska bertanya. "Kita cuma teman." Ucap Alby.

"Tapi dari cara kakak memperhatikan kak Alesa dan menatap nya lebih dari sekedar teman."

"Maksud kamu apa?"

"Kalau kakak memang gk punya perasaan sama kak Alesa jangan bersikap seolah menyukai nya."

Alby berfikir apa yang di katakan Reska ada benar nya, saat berada di dekat Alesa dia merasa nyaman. "Kita cuma teman gk tau kedepan nya kaya gimana?" Ucap Alby.

"Kak Alby ini gimana jadi laki laki itu yang tegas."

Alby menatap Reska dia tidak percaya di marahi oleh perempuan yang lebih muda dari dia. "Kamu itu masih kecil gk usah ngajarin orang dewasa." Kesal Alby.

"Dewasa bukan di lihat dari usia kak tapi dari sikap, perilaku dan tindakan." Ucap Reska.

Alby di buat tidak bisa berkata apa apa dia sadar apa yang di katakan Reska benar. Pintu ruang rawat terbuka Gina datang dia memperhatikan Alby ketampanan Alby membuat Gina terpesona, sedangkan Alby sudah tidak heran dia sudah biasa jika ada perempuan menatap nya seperti yang Gina lakukan.

"Hay kak nama aku Gina." Gina salah tingkah di depan Alby.

"Hm, karena sudah ada teman kamu aku mau keluar dulu." Alby keluar dari ruang rawat dia butuh udara segar.

"Reska dia siapa?keren banget." Ucap Gina.

"Dia teman kakak ku."

Hujan semakin deras jalan mulai berkabut Alesa dan Haikal memilih untuk berhenti menunggu hujan reda, mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke kedai kopi mereka kedinginan sepanjang jalan pulang hujan tak kunjung reda.

Saat Alesa meminum kopi dia tersenyum ke arah Haikal. "Biasa nya kita yang bikin kopi sekarang kita yang minum kopi." Ucap Alesa.

"Kamu benar kaya gini rasa nya bisa santai sambil minum kopi."

Hari sudah sore tapi hujan tak kunjung reda mereka berdua masih di kedai kopi, sudah masuk waktu Sholat untung nya di kedai kopi di sediakan tempat untuk Sholat Alesa dan Haikal Sholat bergantian, selesai Sholat mereka bingung jika mereka melanjutkan perjalanan bisa berbahaya tapi jika menunggu reda tidak tau kapan reda nya.

"Kita bisa pulang malam kalau nunggu reda." Ucap Alesa.

"Apa kita cari penginapan aja?" Tanya Haikal.

Alesa bingung jika dia menginap bagaimana dengan Reska. "Aku gk bisa, kalau aku nginap gimana adek aku?"

"Alesa apa kamu gk capek kamu harus bolak balik, menempuh perjalanan tiga jam dari cafe ke rumah sakit atau ke kos adek kamu."

"Kalau aku bilang capek, memang apa yang bisa berubah?"

Haikal tidak menjawab dia tidak bisa membayangkan bagaimana lelah nya Alesa. Menunggu dua puluh menit akhir nya hujan mulai reda mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan.

Karena kondisi jalan licin Haikal menjalankan mobil dengan kecepatan sedang. "Kita sampai cafe mungkin malam."

"Yang penting kita sampai dan semua baik baik aja." Ucap Alesa.

Benar apa yang di katakan Haikal mereka berdua sampai di cafe jam delapan selesai menyelesaikan urusan di cafe Alesa langsung pergi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Alesa merasa pusing dia tau dia memaksakan diri sedangkan dia butuh istirahat. Memilih untuk mengabaikan rasa pusing nya Alesa jalan ke ruang rawat Reska dia merasa senang karena bisa membawa makanan dan buah kesukaan Reska. Masuk ke ruang rawat Alesa melihat Reska sedang duduk mengobrol bersama Alby melihat adek nya mulai sehat Alesa senang.

"Adek." Panggil Alesa.

"Kakak." Alesa menghampiri Reska tapi tiba tiba dia merasa mual setelah meletakkan makanan dan buah Alesa tidak tahan dua masuk ke kamar mandi dia muntah sampai merasa lemas.

Terpopuler

Comments

Akina

Akina

Gila seru!

2023-07-22

0

Miu miu

Miu miu

Keren banget! Jadi gak bisa stop baca cerita ini!

2023-07-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Alesa Almeira
2 Bab 2 Aku baik baik saja
3 Bab 3
4 Bab 4 Hujan dan Baikan
5 Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6 Bab 6 Pertandingan Basket
7 Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8 Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9 Episode 9 Makan Sambil Menangis
10 Bab 10 Alby
11 Bab 11 Kakak Adek Berantem
12 Bab 12 Abang Penjual Bakso
13 Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14 Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15 Bab 15 Sakit
16 Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17 Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18 Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19 Bab 19 Di Rendahkan
20 Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21 Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22 Bab 22 Insecure
23 Bab 23 Sakit Perut
24 Bab 24 Khawatir
25 Bab 25 Sia Sia?
26 Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27 Episode 27 Momen
28 Bab 28 Barista Baru
29 Bab 29 Gado Gado
30 Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31 Bab 31 Alesa Kesakitan
32 Bab 32
33 Bab 33 Pulang Ke Kos
34 Bab 34
35 Bab 35 Melankolia
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41 Tomboy
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Wisata Masa Lalu
45 Bab 45 Sampai Aku Lelah
46 Bab 46 Aneh
47 Bab 47 Usaha Alby
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51 Alby Cemburu
52 Bab 52 Alesa dan Andri
53 Bab 53 Hamdan
54 Episode 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 Insecure Lagi
61 Bab 61
62 Bab 62 Bingung
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66 Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67 Bab 67
68 Bab 68 Haikal Dan Karin
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80 Bahagia
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 Alesa Almeira
2
Bab 2 Aku baik baik saja
3
Bab 3
4
Bab 4 Hujan dan Baikan
5
Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6
Bab 6 Pertandingan Basket
7
Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8
Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9
Episode 9 Makan Sambil Menangis
10
Bab 10 Alby
11
Bab 11 Kakak Adek Berantem
12
Bab 12 Abang Penjual Bakso
13
Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14
Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15
Bab 15 Sakit
16
Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17
Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18
Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19
Bab 19 Di Rendahkan
20
Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21
Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22
Bab 22 Insecure
23
Bab 23 Sakit Perut
24
Bab 24 Khawatir
25
Bab 25 Sia Sia?
26
Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27
Episode 27 Momen
28
Bab 28 Barista Baru
29
Bab 29 Gado Gado
30
Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31
Bab 31 Alesa Kesakitan
32
Bab 32
33
Bab 33 Pulang Ke Kos
34
Bab 34
35
Bab 35 Melankolia
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41 Tomboy
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Wisata Masa Lalu
45
Bab 45 Sampai Aku Lelah
46
Bab 46 Aneh
47
Bab 47 Usaha Alby
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51 Alby Cemburu
52
Bab 52 Alesa dan Andri
53
Bab 53 Hamdan
54
Episode 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 Insecure Lagi
61
Bab 61
62
Bab 62 Bingung
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66
Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67
Bab 67
68
Bab 68 Haikal Dan Karin
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80 Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!