"Aku lagi jaga adek aku dia sakit."
Haikal faham maksud Alesa tapi dia harus bagaimana? Alesa yang lebih faham tentang kopi. "Terus gimana?"
"Sebentar aku bicara sama adek aku." Alesa memberi tau Reska dia harus bekerja dan Alesa bingung siapa yang akan menjaga Reska.
"Nanti Gina kesini kak, jadi kalau kakak mau kerja gk pa pa." Ucap Reska.
"Ya sudah kakak pergi dulu ya."
Reska memperhatikan kakak nya keluar dari ruang rawat dia merasa sedih masa muda kakak nya setiap hari harus merasakan lelah dan tanggung jawab yang besar, saat masih memikirkan kakak nya Reska melihat Alby datang.
"Kak Alby."
"Kakak kamu mana?" Tanya Alby dia tidak melihat Alesa.
"Kakak berangkat kerja." Ucap Reska.
Alby tidak habis fikir dengan Alesa apa dia tidak lelah? "Kamu tau gk kalau Alesa sakit."
"Maksud kakak?" Bingung Reska.
"Sebelum teman kamu nelfon Alesa dia udah di rawat karena kelelahan dan kondisi lambung nya kurang baik, teman kamu nelfon kalau kamu sakit dia langsung minta kesini pada hal dia lagi sakit."
Alesa dan Haikal pergi keluar kota untuk membeli kopi di langganan cafe tempat mereka bekerja, memilih kopi untuk menghasilkan rasa yang enak harus mereka lakukan dengan baik Alesa dan Haikal sudah hampir selesai memilih kopi yang mereka beli.
"Udah semua?" Tanya Haikal.
"Udah." Mereka membawa kopi ke kasir dan membayar nya, karena hari sudah siang mereka memutuskan untuk makan.
Menikmati makan siang dengan suasana alam membuat suasa menjadi tenang. "Pemandangan nya bagus." Ucap Haikal.
"Iya di sini suasana nya nyaman." Ternyata memang benar suasana alam yang indah dan tenang bisa membuat seseorang merasa nyaman.
Saat makan tiba tiba Alesa ingat Reska menyukai ikan bakar dan dia ingat Alby dia memesan ikan bakar untuk mereka berdua. "Mbak pesan ikan bakar nya dua ya di bungkus."
"Iya mbak siap." Pelayan menyiapkan pesanan Alesa.
Haikal heran tidak seperti biasa nya Alesa memesan makanan untuk di bawa pulang. "Tumben pesan buat di bawa pulang."
"Adek aku suka ikan bakar." Ucap Alesa. Alesa ingin memberikan untuk Reska dan Alby.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan hujan turun Alesa membuka kaca jendela mobil, hal itu membuat Haikal tersenyum dia sudah tau kebiasaan Alesa.
Haikal menghentikan mobil di depan toko buah. "Kita beli buah dulu ya, ini ada uang dari Bos tadi di kasih untuk uang makan kita."
Pemilik cafe memang orang yang disiplin jika sering tidak masuk kerja gaji akan di potong, tapi dia royal karyawan cafe yang rajin akan mendapatkan uang makan. Mereka berdua turun dan memilih buah Alesa membeli beberapa buah kesukaan Reska selesai membeli buah mereka kembali ke mobil.
Reska memperhatikan Alby yang duduk sambil memainkan handphone. "Kak Alby ada hubungan apa?sama kak Alesa."
Alby menatap Reska entah kenapa dia menjadi salah tingkah saat Reska bertanya. "Kita cuma teman." Ucap Alby.
"Tapi dari cara kakak memperhatikan kak Alesa dan menatap nya lebih dari sekedar teman."
"Maksud kamu apa?"
"Kalau kakak memang gk punya perasaan sama kak Alesa jangan bersikap seolah menyukai nya."
Alby berfikir apa yang di katakan Reska ada benar nya, saat berada di dekat Alesa dia merasa nyaman. "Kita cuma teman gk tau kedepan nya kaya gimana?" Ucap Alby.
"Kak Alby ini gimana jadi laki laki itu yang tegas."
Alby menatap Reska dia tidak percaya di marahi oleh perempuan yang lebih muda dari dia. "Kamu itu masih kecil gk usah ngajarin orang dewasa." Kesal Alby.
"Dewasa bukan di lihat dari usia kak tapi dari sikap, perilaku dan tindakan." Ucap Reska.
Alby di buat tidak bisa berkata apa apa dia sadar apa yang di katakan Reska benar. Pintu ruang rawat terbuka Gina datang dia memperhatikan Alby ketampanan Alby membuat Gina terpesona, sedangkan Alby sudah tidak heran dia sudah biasa jika ada perempuan menatap nya seperti yang Gina lakukan.
"Hay kak nama aku Gina." Gina salah tingkah di depan Alby.
"Hm, karena sudah ada teman kamu aku mau keluar dulu." Alby keluar dari ruang rawat dia butuh udara segar.
"Reska dia siapa?keren banget." Ucap Gina.
"Dia teman kakak ku."
Hujan semakin deras jalan mulai berkabut Alesa dan Haikal memilih untuk berhenti menunggu hujan reda, mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke kedai kopi mereka kedinginan sepanjang jalan pulang hujan tak kunjung reda.
Saat Alesa meminum kopi dia tersenyum ke arah Haikal. "Biasa nya kita yang bikin kopi sekarang kita yang minum kopi." Ucap Alesa.
"Kamu benar kaya gini rasa nya bisa santai sambil minum kopi."
Hari sudah sore tapi hujan tak kunjung reda mereka berdua masih di kedai kopi, sudah masuk waktu Sholat untung nya di kedai kopi di sediakan tempat untuk Sholat Alesa dan Haikal Sholat bergantian, selesai Sholat mereka bingung jika mereka melanjutkan perjalanan bisa berbahaya tapi jika menunggu reda tidak tau kapan reda nya.
"Kita bisa pulang malam kalau nunggu reda." Ucap Alesa.
"Apa kita cari penginapan aja?" Tanya Haikal.
Alesa bingung jika dia menginap bagaimana dengan Reska. "Aku gk bisa, kalau aku nginap gimana adek aku?"
"Alesa apa kamu gk capek kamu harus bolak balik, menempuh perjalanan tiga jam dari cafe ke rumah sakit atau ke kos adek kamu."
"Kalau aku bilang capek, memang apa yang bisa berubah?"
Haikal tidak menjawab dia tidak bisa membayangkan bagaimana lelah nya Alesa. Menunggu dua puluh menit akhir nya hujan mulai reda mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan.
Karena kondisi jalan licin Haikal menjalankan mobil dengan kecepatan sedang. "Kita sampai cafe mungkin malam."
"Yang penting kita sampai dan semua baik baik aja." Ucap Alesa.
Benar apa yang di katakan Haikal mereka berdua sampai di cafe jam delapan selesai menyelesaikan urusan di cafe Alesa langsung pergi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Alesa merasa pusing dia tau dia memaksakan diri sedangkan dia butuh istirahat. Memilih untuk mengabaikan rasa pusing nya Alesa jalan ke ruang rawat Reska dia merasa senang karena bisa membawa makanan dan buah kesukaan Reska. Masuk ke ruang rawat Alesa melihat Reska sedang duduk mengobrol bersama Alby melihat adek nya mulai sehat Alesa senang.
"Adek." Panggil Alesa.
"Kakak." Alesa menghampiri Reska tapi tiba tiba dia merasa mual setelah meletakkan makanan dan buah Alesa tidak tahan dua masuk ke kamar mandi dia muntah sampai merasa lemas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Akina
Gila seru!
2023-07-22
0
Miu miu
Keren banget! Jadi gak bisa stop baca cerita ini!
2023-07-22
0