"Kamu ngapain di sini? Apa peduli kamu" Ucap Alesa.
Karena Alby hanya diam Dokter Zahra yang menjawab. "Dia adek saya, kalian kenal?"
"Tidak, terimakasih Dokter saya permisi dulu." Alesa keluar dari ruangan Dokter Zahra dia masih kesal dengan Alby.
Alesa terlambat berangkat kerja masuk ke cafe dia melihat Haikal sibuk menyiapkan pesanan. "Maaf ya aku telat." Ucap Alesa.
"Iya gk pa pa tadi Airin udah kasih tau, gimana tangan kamu." Tanya Haikal.
"Gk pa pa kok." Haikal memperhatikan tangan Alesa pada hal terlihat jelas Alesa menahan sakit.
Haikal menahan tangan Alesa saat mulai membuat kopi. "Kenapa gk libur aja? Aku tau kamu nahan sakit kan."
"Kalok aku gk kerja gimana nanti aku bisa bantu orang tua ku dan adekku."
"Izin satu minggu kan bisa."
"Haikal kamu tau sendiri kan kalau kita banyak libur gaji kita akan di potong tolong kamu ngertiin aku." Alesa tau dia memaksakan diri tapi mau bagimana lagi.
"Tapi Alesa."
"Haikal cukup." Haikal tidak berani berbicara lagi jika Alesa sudah menatap nya dengan serius itu berarti Alesa marah.
Walaupun Alesa bekerja dengan menahan sakit tapi dia tetap berusaha yang terbaik, sudah jam makan siang cafe kedatangan banyak pengunjung banyak pesanan kopi mulai dari Americano Cappucino dan yang lain.
"Haikal kamu Sholat dulu sekalian makan biar nanti gantian sama aku." Ucap Alesa.
"Iya, kamu bisa bikin selesaiin pesanan ini."
"Kamu tenang aja." Alesa meyakinkan Haikal dia tau teman nya itu khawatir ke dia.
Alesa bekerja dari jam sembilan pagi sampai jam tiga sore. Di cafe tempat dia bekerja hanya menyediakan menu kopi pagi sampai sore, sedangkan malam nya mereka tidak menyediakan kopi itu lah yang membuat cafe tempat Alesa bekerja berbeda dari yang lain. Setelah pulang kerja di kos Alesa melihat adek nya menunggu dia di luar hal itu membuat Alesa tersenyum.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam." Reska memeluk Alesa dia menunggu Alesa dari tadi siang, sebelum berangkat kerja Alesa memberi tau Reska kunci kos di titipkan ke teman sebelah kos Alesa.
"Sehat dek giamana kuliah nya lancar?" Ucap Alesa.
"Alhamdulillah lancar kak, ayok kak masuk aku udah masak."
Alesa kaget karena Reska masak banyak makanan seingat dia persediaan makan hanya tinggal mie. "Dek kamu masak banyak."
"Iya kak, aku tau kakak lagi gk punya uang jadi tadi aku belanja." Ucap Reska.
"Harus nya kamu nunggu kakak, kakak masih ada uang kok cuma kakak belum sempat belanja." Bohong Alesa dia tidak ingin Reska kefikiran.
"Gk pa pa kak sekali kali aku pengin jadi adek yang baik."
"Ya sudah kakak mandi dulu, nanti habis Sholat kita makan ya."
Kedua kakak adek sedang menikmati makan bersama, saat Alesa menuang air minum Reska melihat tangan kakak nya yang di perban.
"Tangan kakak kenapa?"
"Ini kemarin kakak gk sengaja kenak air panas, terus tadi di jalan kakak jatuh." Jelas Alesa.
Reska meletakkan sendok nya dia merasa bersalah kakak nya berjuang untuk bisa membiayai kuliah nya dan membantu kedua orang tua mereka di desa, dia merasa bersalah karena selalu merepotkan Alesa.
"Kenapa dek? Kok diam."
"Aku minta maaf kak, di saat kakak kerja sambil nahan sakit aku malah minta uang terus ke kakak." Reska menunduk dia merasa bersalah.
Alesa tersenyum dia memegang tangan Reska. "Dengerin kakak bicara, kamu gk usah merasa bersalah kakak senang kamu repotin yang penting kamu belajar dengan baik ya."
Reska memeluk Alesa dia menangis merasa bersyukur mempunyai kakak seperti Alesa. "Terimakasih banyak kak, aku akan belajar dengan baik supaya aku bisa bikin kakak bangga dan perjuangan kakak gk sia sia."
"Iya kakak percaya kok, udah jangan nangis lagi sekarang kita makan ya."
Mereka kembali melanjutkan makan, walaupun Alesa lelah dia tetap harus terlihat baik baik saja supaya Reska tidak khawatir.
Alby pulang ke rumah bersama Dokter Zahra karena orang tua mereka sibuk bekerja saat di rumah Alby selalu bersama kakak nya, mempunyai kakak yang disiplin Alby selalu di ajari untuk bertanggung jawab oleh kakak nya. Walaupun sifat Alby pemarah dia selalu menurut dengan Dokter Zahra jika kakak nya tau Alby sudah membuat orang lain terluka dan tidak meminta maaf kakak nya akan marah dan kecewa.
Setelah mandi dan berganti baju Alby dan Dokter Zahra turun ke bawah untuk makan malam. "Dek kamu belum jawab pertanyaan kakak tadi, kamu kenal sama perempuan tadi?" Tanya Dokter Zahra.
"Gk kak, aku ketemu dia pas mau berangkat kuliah."
"Dari tatapan mata dia ke kamu kayak nya dia kesal sama kamu."
Mendengar perkataan kakak nya bingung menjawab apa?
"Kalau kamu punya salah sama dia kamu harus minta maaf, jangan sedikit sedikit marah itu gk baik dek." Dokter Zahra menasehati Alby.
"Iya kak." Alby masih berfikir dimana dia bisa bertemu dengan perempuan tadi? Dia tidak tau apa apa tentang perempuan tadi.
"Kakak tau nama perempuan tadi?"
"Kalau gk salah nama nya Alesa." Ucap Dokter Zahra.
Pagi hari sebelum berangkat kerja Reska mengganti perban Alesa. Karena Reska kuliah jurusan Dokter dia bisa dengan mudah mengganti perban. Reska mendapat beasiswa dia termasuk anak cerdas.
"Udah selesai kak." Reska membereskan kotak obat yang dia pakai untuk mengganti perban.
"Terimakasih dek."
"Kak nanti aku pulang ke kos, karena libur nya cuma satu hari." Ucap Reska.
Alesa memperhatikan Reska dari cara Reska berbicara terlihat dia tidak mau pulang karena khawatir dengan Alesa. "Iya dek, kamu gk usah khawatir kakak baik baik aja."
Di jalan kemarin Alby menunggu Alesa dia duduk di dalam mobil, sudah hampir satu jam dia menunggu tapi dia tidak melihat Alesa lewat, sampai dia melihat perempuan sedang lari Alby tau itu Alesa dia mengejar Alesa menggunakan mobil.
Alby menghentikan mobiln di depan Alesa hal itu membuat Alesa kaget. "Pak kalok bawa mobil yang benar dong." Marah Alesa.
Alby keluar dari mobil dia menghampiri Alesa. "Kamu masih ingat aku gk? Aku mau minta maaf soal kemarin." Ucap Alby tanpa basa basi.
Alesa menggelengkan kepala dia tidak habis fikir kenapa orang di depan nya ini tidak meminta maaf secara baik baik. "Kalok mau minta maaf itu yang benar jangan kayak gini."
"Kamu mau maafin aku gk." Marah Alby.
Alesa kaget dia bahkan mundur beberapa langkah karena takut. "Maaf aku mau berangkat kerja dulu."
"Gimana sih malah pergi." Ucap Alby dengan kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Odette/Odile
Jangan sampai tamat, dong!
2023-07-17
0
Jaku jj
Dekat dengan tokoh utama.
2023-07-17
0