Bab 2 Aku baik baik saja

"Kamu ngapain di sini? Apa peduli kamu" Ucap Alesa.

Karena Alby hanya diam Dokter Zahra yang menjawab. "Dia adek saya, kalian kenal?"

"Tidak, terimakasih Dokter saya permisi dulu." Alesa keluar dari ruangan Dokter Zahra dia masih kesal dengan Alby.

Alesa terlambat berangkat kerja masuk ke cafe dia melihat Haikal sibuk menyiapkan pesanan. "Maaf ya aku telat." Ucap Alesa.

"Iya gk pa pa tadi Airin udah kasih tau, gimana tangan kamu." Tanya Haikal.

"Gk pa pa kok." Haikal memperhatikan tangan Alesa pada hal terlihat jelas Alesa menahan sakit.

Haikal menahan tangan Alesa saat mulai membuat kopi. "Kenapa gk libur aja? Aku tau kamu nahan sakit kan."

"Kalok aku gk kerja gimana nanti aku bisa bantu orang tua ku dan adekku."

"Izin satu minggu kan bisa."

"Haikal kamu tau sendiri kan kalau kita banyak libur gaji kita akan di potong tolong kamu ngertiin aku." Alesa tau dia memaksakan diri tapi mau bagimana lagi.

"Tapi Alesa."

"Haikal cukup." Haikal tidak berani berbicara lagi jika Alesa sudah menatap nya dengan serius itu berarti Alesa marah.

Walaupun Alesa bekerja dengan menahan sakit tapi dia tetap berusaha yang terbaik, sudah jam makan siang cafe kedatangan banyak pengunjung banyak pesanan kopi mulai dari Americano Cappucino dan yang lain.

"Haikal kamu Sholat dulu sekalian makan biar nanti gantian sama aku." Ucap Alesa.

"Iya, kamu bisa bikin selesaiin pesanan ini."

"Kamu tenang aja." Alesa meyakinkan Haikal dia tau teman nya itu khawatir ke dia.

Alesa bekerja dari jam sembilan pagi sampai jam tiga sore. Di cafe tempat dia bekerja hanya menyediakan menu kopi pagi sampai sore, sedangkan malam nya mereka tidak menyediakan kopi itu lah yang membuat cafe tempat Alesa bekerja berbeda dari yang lain. Setelah pulang kerja di kos Alesa melihat adek nya menunggu dia di luar hal itu membuat Alesa tersenyum.

"Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsallam." Reska memeluk Alesa dia menunggu Alesa dari tadi siang, sebelum berangkat kerja Alesa memberi tau Reska kunci kos di titipkan ke teman sebelah kos Alesa.

"Sehat dek giamana kuliah nya lancar?" Ucap Alesa.

"Alhamdulillah lancar kak, ayok kak masuk aku udah masak."

Alesa kaget karena Reska masak banyak makanan seingat dia persediaan makan hanya tinggal mie. "Dek kamu masak banyak."

"Iya kak, aku tau kakak lagi gk punya uang jadi tadi aku belanja." Ucap Reska.

"Harus nya kamu nunggu kakak, kakak masih ada uang kok cuma kakak belum sempat belanja." Bohong Alesa dia tidak ingin Reska kefikiran.

"Gk pa pa kak sekali kali aku pengin jadi adek yang baik."

"Ya sudah kakak mandi dulu, nanti habis Sholat kita makan ya."

Kedua kakak adek sedang menikmati makan bersama, saat Alesa menuang air minum Reska melihat tangan kakak nya yang di perban.

"Tangan kakak kenapa?"

"Ini kemarin kakak gk sengaja kenak air panas, terus tadi di jalan kakak jatuh." Jelas Alesa.

Reska meletakkan sendok nya dia merasa bersalah kakak nya berjuang untuk bisa membiayai kuliah nya dan membantu kedua orang tua mereka di desa, dia merasa bersalah karena selalu merepotkan Alesa.

"Kenapa dek? Kok diam."

"Aku minta maaf kak, di saat kakak kerja sambil nahan sakit aku malah minta uang terus ke kakak." Reska menunduk dia merasa bersalah.

Alesa tersenyum dia memegang tangan Reska. "Dengerin kakak bicara, kamu gk usah merasa bersalah kakak senang kamu repotin yang penting kamu belajar dengan baik ya."

Reska memeluk Alesa dia menangis merasa bersyukur mempunyai kakak seperti Alesa. "Terimakasih banyak kak, aku akan belajar dengan baik supaya aku bisa bikin kakak bangga dan perjuangan kakak gk sia sia."

"Iya kakak percaya kok, udah jangan nangis lagi sekarang kita makan ya."

Mereka kembali melanjutkan makan, walaupun Alesa lelah dia tetap harus terlihat baik baik saja supaya Reska tidak khawatir.

Alby pulang ke rumah bersama Dokter Zahra karena orang tua mereka sibuk bekerja saat di rumah Alby selalu bersama kakak nya, mempunyai kakak yang disiplin Alby selalu di ajari untuk bertanggung jawab oleh kakak nya. Walaupun sifat Alby pemarah dia selalu menurut dengan Dokter Zahra jika kakak nya tau Alby sudah membuat orang lain terluka dan tidak meminta maaf kakak nya akan marah dan kecewa.

Setelah mandi dan berganti baju Alby dan Dokter Zahra turun ke bawah untuk makan malam. "Dek kamu belum jawab pertanyaan kakak tadi, kamu kenal sama perempuan tadi?" Tanya Dokter Zahra.

"Gk kak, aku ketemu dia pas mau berangkat kuliah."

"Dari tatapan mata dia ke kamu kayak nya dia kesal sama kamu."

Mendengar perkataan kakak nya bingung menjawab apa?

"Kalau kamu punya salah sama dia kamu harus minta maaf, jangan sedikit sedikit marah itu gk baik dek." Dokter Zahra menasehati Alby.

"Iya kak." Alby masih berfikir dimana dia bisa bertemu dengan perempuan tadi? Dia tidak tau apa apa tentang perempuan tadi.

"Kakak tau nama perempuan tadi?"

"Kalau gk salah nama nya Alesa." Ucap Dokter Zahra.

Pagi hari sebelum berangkat kerja Reska mengganti perban Alesa. Karena Reska kuliah jurusan Dokter dia bisa dengan mudah mengganti perban. Reska mendapat beasiswa dia termasuk anak cerdas.

"Udah selesai kak." Reska membereskan kotak obat yang dia pakai untuk mengganti perban.

"Terimakasih dek."

"Kak nanti aku pulang ke kos, karena libur nya cuma satu hari." Ucap Reska.

Alesa memperhatikan Reska dari cara Reska berbicara terlihat dia tidak mau pulang karena khawatir dengan Alesa. "Iya dek, kamu gk usah khawatir kakak baik baik aja."

Di jalan kemarin Alby menunggu Alesa dia duduk di dalam mobil, sudah hampir satu jam dia menunggu tapi dia tidak melihat Alesa lewat, sampai dia melihat perempuan sedang lari Alby tau itu Alesa dia mengejar Alesa menggunakan mobil.

Alby menghentikan mobiln di depan Alesa hal itu membuat Alesa kaget. "Pak kalok bawa mobil yang benar dong." Marah Alesa.

Alby keluar dari mobil dia menghampiri Alesa. "Kamu masih ingat aku gk? Aku mau minta maaf soal kemarin." Ucap Alby tanpa basa basi.

Alesa menggelengkan kepala dia tidak habis fikir kenapa orang di depan nya ini tidak meminta maaf secara baik baik. "Kalok mau minta maaf itu yang benar jangan kayak gini."

"Kamu mau maafin aku gk." Marah Alby.

Alesa kaget dia bahkan mundur beberapa langkah karena takut. "Maaf aku mau berangkat kerja dulu."

"Gimana sih malah pergi." Ucap Alby dengan kesal.

Terpopuler

Comments

Odette/Odile

Odette/Odile

Jangan sampai tamat, dong!

2023-07-17

0

Jaku jj

Jaku jj

Dekat dengan tokoh utama.

2023-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Alesa Almeira
2 Bab 2 Aku baik baik saja
3 Bab 3
4 Bab 4 Hujan dan Baikan
5 Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6 Bab 6 Pertandingan Basket
7 Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8 Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9 Episode 9 Makan Sambil Menangis
10 Bab 10 Alby
11 Bab 11 Kakak Adek Berantem
12 Bab 12 Abang Penjual Bakso
13 Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14 Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15 Bab 15 Sakit
16 Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17 Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18 Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19 Bab 19 Di Rendahkan
20 Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21 Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22 Bab 22 Insecure
23 Bab 23 Sakit Perut
24 Bab 24 Khawatir
25 Bab 25 Sia Sia?
26 Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27 Episode 27 Momen
28 Bab 28 Barista Baru
29 Bab 29 Gado Gado
30 Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31 Bab 31 Alesa Kesakitan
32 Bab 32
33 Bab 33 Pulang Ke Kos
34 Bab 34
35 Bab 35 Melankolia
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41 Tomboy
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Wisata Masa Lalu
45 Bab 45 Sampai Aku Lelah
46 Bab 46 Aneh
47 Bab 47 Usaha Alby
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51 Alby Cemburu
52 Bab 52 Alesa dan Andri
53 Bab 53 Hamdan
54 Episode 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 Insecure Lagi
61 Bab 61
62 Bab 62 Bingung
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66 Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67 Bab 67
68 Bab 68 Haikal Dan Karin
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80 Bahagia
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 Alesa Almeira
2
Bab 2 Aku baik baik saja
3
Bab 3
4
Bab 4 Hujan dan Baikan
5
Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6
Bab 6 Pertandingan Basket
7
Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8
Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9
Episode 9 Makan Sambil Menangis
10
Bab 10 Alby
11
Bab 11 Kakak Adek Berantem
12
Bab 12 Abang Penjual Bakso
13
Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14
Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15
Bab 15 Sakit
16
Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17
Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18
Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19
Bab 19 Di Rendahkan
20
Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21
Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22
Bab 22 Insecure
23
Bab 23 Sakit Perut
24
Bab 24 Khawatir
25
Bab 25 Sia Sia?
26
Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27
Episode 27 Momen
28
Bab 28 Barista Baru
29
Bab 29 Gado Gado
30
Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31
Bab 31 Alesa Kesakitan
32
Bab 32
33
Bab 33 Pulang Ke Kos
34
Bab 34
35
Bab 35 Melankolia
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41 Tomboy
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Wisata Masa Lalu
45
Bab 45 Sampai Aku Lelah
46
Bab 46 Aneh
47
Bab 47 Usaha Alby
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51 Alby Cemburu
52
Bab 52 Alesa dan Andri
53
Bab 53 Hamdan
54
Episode 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 Insecure Lagi
61
Bab 61
62
Bab 62 Bingung
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66
Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67
Bab 67
68
Bab 68 Haikal Dan Karin
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80 Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!