Di kampus Alby berada di lapangan basket bersama teman teman nya, pertandingan basket akan diadakan minggu depan Alby dan teman teman mulai latihan. Biasa nya Alby bermain dengan baik hari ini dia tidak bisa fokus.
Hamdan menghampiri Alby. "Kamu kenapa Alby kok bisa gk fokus."
"Aku tadi minta maaf ke perempuan karena aku punya salah tapi aku gk bisa minta maaf baik baik, malah aku sendiri yang emosi." Ucap Alby.
Hamdan sudah tidak heran dengan sifat Alby mereka sudah berteman dari kecil jadi Hamdan faham dengan sifat Alby. "Kamu kebiasaan, nanti coba kamu minta maaf lagi tapi baik baik."
Saat Alby akan menjawab Pak Pelatih datang memberi tau mereka untuk pindah tempat latihan di lapangan basket dekat rumah Pak pelatih. Hari sudah sore Alby dan yang lain memulai latihan dengan baik.
"Hamdan oper ke depan." Ucap Pak Pelatih memberi arahan.
"Oper bola nya."
Alby mengoper bola ke Faiz tapi lemparan Alby terlalu kuat, bola sampai keluar lapangan mengenai seseorang.
Bruk
"Aduh." Ringis perempuan yang terkena lemparan bola Alby.
Melihat bola yang dia lempar mengenai seseorang Alby lari menghampirinya. "Kamu gk pa pa mbak."
Perempuan tadi melihat ke arah Alby dan dia kesal karena bertemu Alby. "Kamu lagi."
Alesa memegangi kepala nya karena merasa pusing. Alby hanya diam entah kenapa setiap bertemu Alesa dia selalu melukai Alesa. Teman teman Alby membantu Alesa berdiri mereka bingung ada apa antara Alby dan Alesa.
"Maaf." Ucap Alby.
Alesa tidak menjawab dia pergi begitu saja tanpa menjawab permintaan maaf Alby karena kesal.
"Kamu gk pa pa Alby kayak nya perempuan itu kesal sama kamu." Ucap Intan teman Alby.
"Wajar sih setiap aku ketemu dia aku bikin dia terluka, bahkan di saat aku minta maaf aku malah marahin dia." Ucap Alby.
Alesa kesal karena dia bertemu Alby lagi, lapangan basket tempat Alby latihan, jalan yang selalu Alesa lewati jika sedang jalan kaki karena jarak nya lebih dekat dari pada lewat jalan raya.
Saat sampai di kos Alesa melihat Airin duduk di atas motor. "Airin." Panggil Alesa.
Airin melihat Alesa datang dia turun dari motor dan menghampiri Alesa. "Aku udah nunggu kamu dari tadi."
"Hehe iya maaf soal nya aku jalan kaki."
Airin tau kenapa Alesa jalan pasti karena uang Alesa sudah menipis, mereka berdua dekat Airin tau Alesa membiayai adek nya kuliah dan Alesa juga harus membantu orang tua nya.
"Kamu lagi gk ada uang?"
Alesa menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Hehe iya, kemarin adek aku minta uang buat beli buku." Ucap Alesa.
"Ayok Airin masuk." Alesa membuka pintu kos mereka Sholat Ashar dulu.
Setelah Sholat Alesa dan Airin duduk di kasur biasa nya saat Airin datang dia ingin bercerita. Dengan sabar Alesa mendengarkan cerita Airin menjadi pendengar cerita orang sudah hal biasa bagi Alesa. Alesa selalu mendengar cerita orang lain tapi dia sendiri tidak pernah bercerita tentang diri nya dia hanya menceritakan tentang diri nya secara garis besar.
Setelah selesai curhat Airin ingin tidur di kos Alesa. "Aku boleh tidur di sini gk?" Ucap Airin.
Alesa tersenyum mendengar pertanyaan Airin. "Boleh kok."
Hari sudah malam Alesa dan Airin bersiap siap untuk tidur, kos Alesa tidak besar hanya ada kamar, dapur dan kamar mandi itu pun kamar yang kecil hanya muat untuk satu orang, jika Reska menginap Alesa dan Reska harus berbagi tempat tidur.
"Kamar aku kecil." Ucap Alesa dia takut Airin tidak nyaman.
"Gk pa pa lah kamu tenang aja." Mereka berdua tidur karena besok harus bekerja.
Alby dan Hamdan pergi ke cafe besok mereka libur jadi mereka berdua menghabiskan waktu untuk bersantai.
"Aku pengin ngopi." Ucap Alby.
"Aku tau cafe yang kopi nya enak."
"Dimana?"
"Kalok gk sibuk kita kesana, soalnya di sana cuma ada menu kopi dari pagi sampai sore."
Alby penasaran dengan kopi di cafe yang Hamdan maksud, karena Alby menyukai kopi, jika banyak fikiran Alby selalu menjadikan kopi untuk menghilangkan stres nya. Karena sudah malam Alby dan Hamdan memutuskan untuk pulang, saat sampai di rumah Alby melihat mobil orang tua nya berada di garasi rumah Alby tersenyum dan masuk ke rumah.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam, baru pulang Al." Tanya Pak Diki.
"Iya Pa, dimana Ibu?"
"Lagi di dapur masak bareng kakak kamu." Ucap Pak Diki. Alby pergi ke dapur dia melihat kakak dan Ibu nya sedang memasak dengan sesekali bercanda.
"Alby, sini nak." Ucap Ibu Vita.
Alby menghampiri Zahra dan Ibu nya. "Sekarang kita masak bareng ya." Ucap Ibu Vita.
Mereka bertiga masak bersama tentu hal ini jarang mereka lakukan karena sibuk dengan urusan masing masing. Pak Diki dan Ibu Vita jarang berada di rumah mereka sibuk bekerja mereka pulang ke rumah satu bulan sekali, tapi saat di rumah Pak Diki dan Ibu Vita selalu memberi perhatian ke Alby dan Zahra.
Pagi hari keluarga Pak Diki memutuskan untuk jalan jalan karena mereka semua sedang libur mereka pergi ke cafe tempat Alesa bekerja, ini pertama kali mereka datang ke cafe mereka memesan makan tapi mereka tidak tau cafe ini yang di maksud Hamdan cafe yang terkenal keenakan kopi nya.
Pak Diki melihat banyak pengunjung yang memesan kopi. "Apa kopi di sini enak?" Tanya Pak Diki.
"Kurang tau Pa tapi dari tadi banyak yang mesan kopi." Ucap Zahra.
"Mau coba pesan." Tanya Alby.
"Boleh." Alby memesan Americano untuk dia dan keluarga nya, mereka melanjutkan makan dengan tenang. Belum selesai makan Alby merasa sakit perut dia melihat spaghetti Zahra ternyata ada keju nya.
Alby alergi keju dia akan sakit perut jika makan keju. "Spaghetti kakak ada keju nya." Tanya Alby dan Zahra mengangguk.
"Perut kamu sakit? Salah kamu sendiri semua makanan di makan."
Alby sudah tidak tahan dia pergi ke toilet, sudah lima menit Alby di toilet dia sudah merasa lebih baik. Alby keluar dari toilet saat kembali ke depan dia seperti melihat Alesa karena penasaran Alby ingin memastikan nya dia mengikuti sampai arah dapur tapi tiba tiba tangan Alby di pegang seseorang.
"Maaf kak mau kemana?" Tanya pelayan.
"Saya lagi nyari teman saya." Alby yakin perempuan tadi Alesa.
"Maaf selain karyawan tidak boleh ada yang masuk ke sini."
Alby ingin memastikan perempuan tadi Alesa. "Saya cuma sebentar kok, boleh ya kak." Ucap Alby.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Nia Achelashvili
Sudah nunggu dari kemarin-kemarin, ayo dong thor.
2023-07-18
0
Zenny_ Jason
Aduh, jangan sedihin aku di akhir pekan, update sekarang juga dunk!
2023-07-18
0
Pyscho
Indah banget gaya penulisan thor, jangan pernah berhenti menulis ya!
2023-07-18
0