Bab 3

Di kampus Alby berada di lapangan basket bersama teman teman nya, pertandingan basket akan diadakan minggu depan Alby dan teman teman mulai latihan. Biasa nya Alby bermain dengan baik hari ini dia tidak bisa fokus.

Hamdan menghampiri Alby. "Kamu kenapa Alby kok bisa gk fokus."

"Aku tadi minta maaf ke perempuan karena aku punya salah tapi aku gk bisa minta maaf baik baik, malah aku sendiri yang emosi." Ucap Alby.

Hamdan sudah tidak heran dengan sifat Alby mereka sudah berteman dari kecil jadi Hamdan faham dengan sifat Alby. "Kamu kebiasaan, nanti coba kamu minta maaf lagi tapi baik baik."

Saat Alby akan menjawab Pak Pelatih datang memberi tau mereka untuk pindah tempat latihan di lapangan basket dekat rumah Pak pelatih. Hari sudah sore Alby dan yang lain memulai latihan dengan baik.

"Hamdan oper ke depan." Ucap Pak Pelatih memberi arahan.

"Oper bola nya."

Alby mengoper bola ke Faiz tapi lemparan Alby terlalu kuat, bola sampai keluar lapangan mengenai seseorang.

Bruk

"Aduh." Ringis perempuan yang terkena lemparan bola Alby.

Melihat bola yang dia lempar mengenai seseorang Alby lari menghampirinya. "Kamu gk pa pa mbak."

Perempuan tadi melihat ke arah Alby dan dia kesal karena bertemu Alby. "Kamu lagi."

Alesa memegangi kepala nya karena merasa pusing. Alby hanya diam entah kenapa setiap bertemu Alesa dia selalu melukai Alesa. Teman teman Alby membantu Alesa berdiri mereka bingung ada apa antara Alby dan Alesa.

"Maaf." Ucap Alby.

Alesa tidak menjawab dia pergi begitu saja tanpa menjawab permintaan maaf Alby karena kesal.

"Kamu gk pa pa Alby kayak nya perempuan itu kesal sama kamu." Ucap Intan teman Alby.

"Wajar sih setiap aku ketemu dia aku bikin dia terluka, bahkan di saat aku minta maaf aku malah marahin dia." Ucap Alby.

Alesa kesal karena dia bertemu Alby lagi, lapangan basket tempat Alby latihan, jalan yang selalu Alesa lewati jika sedang jalan kaki karena jarak nya lebih dekat dari pada lewat jalan raya.

Saat sampai di kos Alesa melihat Airin duduk di atas motor. "Airin." Panggil Alesa.

Airin melihat Alesa datang dia turun dari motor dan menghampiri Alesa. "Aku udah nunggu kamu dari tadi."

"Hehe iya maaf soal nya aku jalan kaki."

Airin tau kenapa Alesa jalan pasti karena uang Alesa sudah menipis, mereka berdua dekat Airin tau Alesa membiayai adek nya kuliah dan Alesa juga harus membantu orang tua nya.

"Kamu lagi gk ada uang?"

Alesa menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Hehe iya, kemarin adek aku minta uang buat beli buku." Ucap Alesa.

"Ayok Airin masuk." Alesa membuka pintu kos mereka Sholat Ashar dulu.

Setelah Sholat Alesa dan Airin duduk di kasur biasa nya saat Airin datang dia ingin bercerita. Dengan sabar Alesa mendengarkan cerita Airin menjadi pendengar cerita orang sudah hal biasa bagi Alesa. Alesa selalu mendengar cerita orang lain tapi dia sendiri tidak pernah bercerita tentang diri nya dia hanya menceritakan tentang diri nya secara garis besar.

Setelah selesai curhat Airin ingin tidur di kos Alesa. "Aku boleh tidur di sini gk?" Ucap Airin.

Alesa tersenyum mendengar pertanyaan Airin. "Boleh kok."

Hari sudah malam Alesa dan Airin bersiap siap untuk tidur, kos Alesa tidak besar hanya ada kamar, dapur dan kamar mandi itu pun kamar yang kecil hanya muat untuk satu orang, jika Reska menginap Alesa dan Reska harus berbagi tempat tidur.

"Kamar aku kecil." Ucap Alesa dia takut Airin tidak nyaman.

"Gk pa pa lah kamu tenang aja." Mereka berdua tidur karena besok harus bekerja.

Alby dan Hamdan pergi ke cafe besok mereka libur jadi mereka berdua menghabiskan waktu untuk bersantai.

"Aku pengin ngopi." Ucap Alby.

"Aku tau cafe yang kopi nya enak."

"Dimana?"

"Kalok gk sibuk kita kesana, soalnya di sana cuma ada menu kopi dari pagi sampai sore."

Alby penasaran dengan kopi di cafe yang Hamdan maksud, karena Alby menyukai kopi, jika banyak fikiran Alby selalu menjadikan kopi untuk menghilangkan stres nya. Karena sudah malam Alby dan Hamdan memutuskan untuk pulang, saat sampai di rumah Alby melihat mobil orang tua nya berada di garasi rumah Alby tersenyum dan masuk ke rumah.

"Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsallam, baru pulang Al." Tanya Pak Diki.

"Iya Pa, dimana Ibu?"

"Lagi di dapur masak bareng kakak kamu." Ucap Pak Diki. Alby pergi ke dapur dia melihat kakak dan Ibu nya sedang memasak dengan sesekali bercanda.

"Alby, sini nak." Ucap Ibu Vita.

Alby menghampiri Zahra dan Ibu nya. "Sekarang kita masak bareng ya." Ucap Ibu Vita.

Mereka bertiga masak bersama tentu hal ini jarang mereka lakukan karena sibuk dengan urusan masing masing. Pak Diki dan Ibu Vita jarang berada di rumah mereka sibuk bekerja mereka pulang ke rumah satu bulan sekali, tapi saat di rumah Pak Diki dan Ibu Vita selalu memberi perhatian ke Alby dan Zahra.

Pagi hari keluarga Pak Diki memutuskan untuk jalan jalan karena mereka semua sedang libur mereka pergi ke cafe tempat Alesa bekerja, ini pertama kali mereka datang ke cafe mereka memesan makan tapi mereka tidak tau cafe ini yang di maksud Hamdan cafe yang terkenal keenakan kopi nya.

Pak Diki melihat banyak pengunjung yang memesan kopi. "Apa kopi di sini enak?" Tanya Pak Diki.

"Kurang tau Pa tapi dari tadi banyak yang mesan kopi." Ucap Zahra.

"Mau coba pesan." Tanya Alby.

"Boleh." Alby memesan Americano untuk dia dan keluarga nya, mereka melanjutkan makan dengan tenang. Belum selesai makan Alby merasa sakit perut dia melihat spaghetti Zahra ternyata ada keju nya.

Alby alergi keju dia akan sakit perut jika makan keju. "Spaghetti kakak ada keju nya." Tanya Alby dan Zahra mengangguk.

"Perut kamu sakit? Salah kamu sendiri semua makanan di makan."

Alby sudah tidak tahan dia pergi ke toilet, sudah lima menit Alby di toilet dia sudah merasa lebih baik. Alby keluar dari toilet saat kembali ke depan dia seperti melihat Alesa karena penasaran Alby ingin memastikan nya dia mengikuti sampai arah dapur tapi tiba tiba tangan Alby di pegang seseorang.

"Maaf kak mau kemana?" Tanya pelayan.

"Saya lagi nyari teman saya." Alby yakin perempuan tadi Alesa.

"Maaf selain karyawan tidak boleh ada yang masuk ke sini."

Alby ingin memastikan perempuan tadi Alesa. "Saya cuma sebentar kok, boleh ya kak." Ucap Alby.

Terpopuler

Comments

Nia Achelashvili

Nia Achelashvili

Sudah nunggu dari kemarin-kemarin, ayo dong thor.

2023-07-18

0

Zenny_ Jason

Zenny_ Jason

Aduh, jangan sedihin aku di akhir pekan, update sekarang juga dunk!

2023-07-18

0

Pyscho

Pyscho

Indah banget gaya penulisan thor, jangan pernah berhenti menulis ya!

2023-07-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Alesa Almeira
2 Bab 2 Aku baik baik saja
3 Bab 3
4 Bab 4 Hujan dan Baikan
5 Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6 Bab 6 Pertandingan Basket
7 Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8 Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9 Episode 9 Makan Sambil Menangis
10 Bab 10 Alby
11 Bab 11 Kakak Adek Berantem
12 Bab 12 Abang Penjual Bakso
13 Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14 Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15 Bab 15 Sakit
16 Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17 Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18 Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19 Bab 19 Di Rendahkan
20 Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21 Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22 Bab 22 Insecure
23 Bab 23 Sakit Perut
24 Bab 24 Khawatir
25 Bab 25 Sia Sia?
26 Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27 Episode 27 Momen
28 Bab 28 Barista Baru
29 Bab 29 Gado Gado
30 Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31 Bab 31 Alesa Kesakitan
32 Bab 32
33 Bab 33 Pulang Ke Kos
34 Bab 34
35 Bab 35 Melankolia
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41 Tomboy
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Wisata Masa Lalu
45 Bab 45 Sampai Aku Lelah
46 Bab 46 Aneh
47 Bab 47 Usaha Alby
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51 Alby Cemburu
52 Bab 52 Alesa dan Andri
53 Bab 53 Hamdan
54 Episode 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 Insecure Lagi
61 Bab 61
62 Bab 62 Bingung
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66 Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67 Bab 67
68 Bab 68 Haikal Dan Karin
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80 Bahagia
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 Alesa Almeira
2
Bab 2 Aku baik baik saja
3
Bab 3
4
Bab 4 Hujan dan Baikan
5
Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6
Bab 6 Pertandingan Basket
7
Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8
Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9
Episode 9 Makan Sambil Menangis
10
Bab 10 Alby
11
Bab 11 Kakak Adek Berantem
12
Bab 12 Abang Penjual Bakso
13
Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14
Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15
Bab 15 Sakit
16
Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17
Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18
Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19
Bab 19 Di Rendahkan
20
Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21
Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22
Bab 22 Insecure
23
Bab 23 Sakit Perut
24
Bab 24 Khawatir
25
Bab 25 Sia Sia?
26
Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27
Episode 27 Momen
28
Bab 28 Barista Baru
29
Bab 29 Gado Gado
30
Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31
Bab 31 Alesa Kesakitan
32
Bab 32
33
Bab 33 Pulang Ke Kos
34
Bab 34
35
Bab 35 Melankolia
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41 Tomboy
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Wisata Masa Lalu
45
Bab 45 Sampai Aku Lelah
46
Bab 46 Aneh
47
Bab 47 Usaha Alby
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51 Alby Cemburu
52
Bab 52 Alesa dan Andri
53
Bab 53 Hamdan
54
Episode 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 Insecure Lagi
61
Bab 61
62
Bab 62 Bingung
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66
Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67
Bab 67
68
Bab 68 Haikal Dan Karin
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80 Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!