"Ini semua buat kamu." Ucap Alby.
Alesa langsung berdiri dia melihat belanjaan yang banyak. "Alby siapa yang nyuruh kamu beli ini semua." Kesal Alesa.
"Kamu gk usah marah sesekali tolong jujur kalau lagi gk baik baik aja, aku beli ini semua maksud nya baik kok jadi jangan marah ya." Ucap Alby.
Alesa bingung harus bagaimana dia baru mengenal Alby tapi dia perhatian ke Alesa. "Aku tau kamu jualan makanan aku sekalian beli bahan makanan nya."
"Gimana cara aku untuk membayar semua ini?" Bingung Alesa.
"Kamu gk usah bayar, gini aja kamu kalau pas jualan kamu kasih tau aku, aku pengin nyoba masakan kamu lagi." Merasa Alby memang membantu nya dengan tulus akhir nya Alesa menerima belanjaan yang Alby beli untuk dia.
"Terimakasih Alby."
Keesokan hari nya setelah kelas selesai Alby latihan basket bersama tim nya permainan tim mereka semakin baik, pertandingan basket antar kampus sudah di adakan dari awal Alby kuliah setelah semester dua Alby baru ikut bergabung dengan tim basket.
"Ok latihan kita untuk hari ini selesai saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Pak Pelatih.
"Baik Pak."
Selesai latihan basket Alby bersiap siap ke cafe tempat Alesa bekerja. "Mau kemana Al." Tanya Hamdan.
"Aku mau ke cafe."
"Kamu belum tau ya, kalau cafe tutup karena ada renovasi jadi mereka tutup untuk sementara." Karena Hamdan mempunyai teman yang bekerja di cafe tempat Alesa bekerja jadi Hamdan tau.
Hamdan membuka handphone nya dia melihat Alesa memposting makanan. "Ini bukan nya perempuan teman kamu itu? Kalau gk salah nama nya Alesa."
Alby melihat postingan Alesa ternyata karena libur Alesa jualan makanan, handphone Alby berdering ternyata Papa nya yang menelfon.
"Hallo Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam kamu masih di kampus nak?" Tanya Pak Diki.
"Iya Pa ada apa?"
"Kamu bisa gk ke perusahaan sekarang?"
"Bisa Pa emang ada apa?" Tanya Alby.
"Nanti aja Papa jelasin sekarang kamu ke perusahaan ya."
"Baik Pa Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam."
Alby melihat Hamdan memperhatikan nya karena dia membutuhkan Hamdan untuk memesan makanan, dia mengajak Hamdan untuk ikut. "Ayok ikut aku." Hamdan belum menjawab tapi Alby sudah pergi ke parkiran.
Lima belas menit berada di perusahaan akhir nya urusan Alby selesai semua pegawai di perusahaan mengenal Alby karena dia calon penerus perusahaan milik keluarga nya, sedangkan kakak nya memilih untuk menjadi Dokter sesuai dengan keinginan nya tapi kadang Zahra membantu orang tua nya untuk mengurus perusahaan.
Setelah urusan selesai Alby pergi ke lantai tiga untuk menemui HRD. "Mas Alby." Ucap HRD. Pegawai di perusahaan memanggil Alby mas karena itu permintaan Alby.
"Saya bisa minta tolong?" Ucap Alby.
"Bisa mas."
Alby mengambil handphone nya dia melihat postingan Alesa. "Saya mau beli semua makanan ini tolong nanti Bapak bagikan ke pegawai di sini."
"Tapi kalau ke semua pegawai gk cukup makanan nya mas."
"Kasih aja ke mereka yang belum makan." Ucap Alby.
"Baik mas."
Alby menyuruh Hamdan memesan makanan yang Alesa jual. "Udah nanti di antar ke sini." Ucap Hamdan.
"Baiklah terimakasih banyak Pak." Alby dan Hamdan keluar dari ruangan HRD.
Karena urusan sudah selesai Alby mengantar Hamdan pulang tapi di perjalanan Alby di telfon Alesa. "Hallo Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam Alby kamu di mana?"
"Aku lagi di jalan ada apa?"
"Kita bisa ketemu sebentar gk di taman dekat kos aku."
Entah kenapa Alby merasa senang saat Alesa mengajak bertemu. "Bisa kok."
"Ya udah aku tunggu ya Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam."
Sesampai nya di taman Alby melihat Alesa duduk membawa kotak nasi. "Alesa." Panggil Alby.
"Alby sini, kamu tau gk? Aku tadi jualan dan ini aku bikinin kamu nasi goreng sesuai permintaan kamu kemarin."
Alby menerima makanan dari Alesa mereka berdua duduk di bangku taman. "Enak banget masakan kamu."
Alesa senang Alby menyukai masakan nya. "Kamu suka?"
"Iya." Alby menikmati makanan dari Alesa sampai lupa di mobil ada Hamdan menunggu dia.
"Kamu sibuk gk?" Tanya Alby setelah selesai makan.
"Gk kok."
"Ikut aku yok."
"Kemana?"
"Udah ikut aja." Alby dan Alesa pergi ke mobil saat membuka pintu mobil Alby lupa ada Hamdan.
"Aku lupa ada kamu." Ucap Alby. Hamdan hanya diam.
"Kalian berdua ikut aku sekarang." Setelah semua siap Alby menjalankan mobil.
Alby membawa Alesa dan Hamdan ke pantai menempuh perjalanan satu jam akhir nya mereka sampai, setelah sampai Hamdan bersantai di pinggir pantai, sedangkan Alby dia menimati es kelapa muda dia terus memperhatikan Alesa yang bermain di pinggir pantai.
Alby merasa Alesa seperti anak kecil akhir nya karena Alby bosan dia menghampiri Alesa. "Kamu bisa main Jetski." Tanya Alby ke Alesa.
"Bisa dulu aku sama teman temanku liburan dan kita main Jetski." Ucap Alesa.
"Gimana kalau kita main Jetski?"
"Terus teman kamu gimana?"
"Udah biarin aja." Alby tau Hamdan lebih menyukai bersantai di pinggir pantai dari pada melakukan kegiatan lain.
Mereka berdua naik Jetski sebenar nya Alby ingin naik Jetski bersama Alesa tapi ternyata Alesa ingin sendiri, ternyata kemampuan Alesa bermain Jetski lebih baik dari pada Alby.
Mereka berdua berhenti di tengah pantai duduk di Jetski. "Wah kamu keren banget." Ucap Alby.
" Terimakasih."
Setelah puas bermain Jetski mereka menghampiri Hamdan. "Aku lapar kita makan yok biar aku traktir kalian." Ucap Hamdan.
Tentu saja Alby dan Alesa senang mendengar Hamdan akan mentraktir mereka, mereka bertiga makan bersama saat Alesa pergi ke toilet Hamdan menanyakan sesuatu ke Alby.
"Jadi dia perempuan yang kerja jadi Barista yang kopi buatan nya enak." Ucap Hamdan.
"Iya benar, perempuan cantik sederhana dan mandiri." Alby senyum senyum mengingat tentang Alesa.
"Cantik ya baik lagi." Ucap Hamdan.
Selesai bermain di pantai Alby mengantar Hamdan pulang. "Makasih ya Alby udah mau ajak aku jalan jalan, dan Alesa makasih juga."
"Iya." Ucap Alby dan Alesa.
Karena hari sudah sore Alby mengajak Alesa untuk makan dia menjalankan mobil ke restoran, di restoran Alesa bingung melihat Alby terlihat santai kaluar masuk ke ruangan Pak Manajer.
Makanan pesanan mereka datang. "Kok kamu udah kayak pemilik restoran." Ucap Alesa.
Alby tertawa dia memperhatikan Alesa yang bingung. "Alesa ini restoran milik keluarga aku."
Melihat Alesa masih kaget Alby hanya tersenyum dia memotong daging steak untuk Alesa dia ingat Alesa tidak tau cara makan steak, bagi Alby wajar saja jika Alesa tidak pernah makan makanan seperti ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Risa Koizumi
Ayo, cepat berikan kelanjutan cerita ini!
2023-07-24
0
Thảo thân thiện thông thái
TERBAIK! Itu aja yang bisa aku bilang, bagus banget storynya! 🙌
2023-07-24
0