Alesa tidak main main dengan keputusan nya sudah satu minggu dia tidak bertemu Alby bahkan saat Alby datang ke cafe dia cuek, perubahan sifat Alesa membuat Alby sedih. Alby mendapat informasi dari orang kepercayaan nya banyak perempuan yang menganggu Alesa karena kedekatan mereka berdua, dan yang paling sering menganggu Alesa perempuan yang Alby lihat di dekat toko.
"Kalau pengin ngobrol kamu samperin jangan cuma di lihatin." Ucap Hamdan.
Mereka berdua sekarang berada di cafe Alby terus memperhatikan Alesa. "Kamu tau gk perempuan di kampus kita, yang sering duduk dekat aku kalau lagi di kantin."
"Hm aku tau dia penggemar setia kamu, kalau gk salah nama nya Karin." Ucap Hamdan.
"Yang lain udah aku kasih tau untuk gk ganggu Alesa lagi, tapi Karin masih aja gangu Alesa."
"Semoga kamu sama Alesa bisa kayak dulu lagi, jadi dia pasti gk mudah makan nya dia bilang gk mau ketemu kamu."
"Aku harus ke restoran sekarang, kamu mau ikut?"
"Boleh." Alby dan Hamdan pergi ke restoran. Alby belajar dengan baik untuk mengurus Bisnis keluarga nya, setiap pulang kuliah jika tidak ada kegiatan lain dia akan datang ke restoran milik keluarga nya.
Hari demi hari berganti Alby ingin bertemu Alesa dan mengobrol seperti biasa nya dia menunggu di parkiran cafe, saat melihat Alesa keluar Alby menghampiri Alesa.
"Alesa." Panggil Alby.
Alesa berbalik ke belakang melihat Alby menghampiri nya membuat dia tidak nyaman. "Ada apa?"
Alby melihat Alesa tida nyaman berada di dekat nya. "Kamu tenang aja aku udah bilang ke mereka supaya gk ganggu kamu."
"Terus kenapa kemarin perempuan yang kamu lihat di toko datang marah marah ke aku?" Ucap Alesa.
"Aku lagi cari cara supaya dia gk ganggu kamu."
"Alby aku lagi capek aku mau pulang, kalau kamu mau ketemu aku kamu selesaikan urusan kamu sama mereka. ." Ucap Alesa. Alesa pergi meninggalkan Alby yang termenung.
Tidak bertemu Alesa membuat Alby tidak semangat dia baru menyadari rasa cinta nya untuk Alesa begitu besar, saat kuliah Alby belajar seperti biasa nya tapi dia tidak fokus dia terus memikirkan Alesa.
"Alby kamu tidak mendengarkan saya." Ucap Pak Dosen.
Dari tadi Alby melamun dia terus melihat ke arah luar tidak memperhatikan Pak Dosen. "Maaf Pak."
Dosen terkenal disiplin Alby yakin dia akan di hukum karena tidak fokus. "Nanti sebelum pulang kamu bersihkan kamar mandi."
"Baik Pak." Ini pertama kali Alby di hukum dia menurut saja lagian dia tidak ada urusan lain setelah pulang kuliah.
Alby menjalankan hukuman dia membersihkan kamar mandi hal itu menarik perhatian Karin dia menunggu Alby di luar kamar mandi.
Saat Alby mengampil pel di luar Karin menghampiri nya. "Kak Alby kok bisa di hukum."
Alby malas bertemu Karin entah kenapa dia terus mendekati nya, pada hal perempuan lain mau menjauhi setelah Alby memberikan penjelasan tentang hubungan dia dengan Alesa.
"Kok kakak diam aja?" Ucap Karin.
Alby berbalik menatap Karin dengan tatapan tajam membuat Karin takut tapi sebisa mungkin dia berusaha untuk terlihat biasa saja. "Mending kamu pergi aku malas lihat kamu."
Alby mengampil pel dia masuk ke kamar mandi untuk melanjutkan pekerjaan nya, sedangkan Karin dia kesal sifat Alby masih dingin ke dia. Akhir nya setelah satu jam membersihkan kamar mandi Alby selesai menjalankan hukuman, hari sudah sore kampus mulai sepi Alby pergi ke parkiran dia melihat Hamdan menunggu nya.
"Udah selesai?" Tanya Hamdan.
"Hm kita langsung ke lapangan basket aja."
Mereka berdua pergi ke lapangan basket saat sedang banyak fikiran Alby memilih untuk bermain basket melupakan sejenak masalah nya. Alby menjalankan mobil dengan santai mereka akan bermain basket di lapangan dekat rumah Pelatih mereka atau jalan yang biasa nya Alesa lewati saat jalan kaki.
sesampai nya di lapangan basket mereka sudah di tunggu Faiz. "Gimana kalau kita langsung main aja, aku nunggu kalian dari tadi."
"Ya udah ayok kita mulai." Ucap Alby.
Mereka bertiga mulai bermain Hamdan dan Faiz melihat cara bermain Alby tidak seperti biasa nya, mereka berdua tau kalau Alby bermain basket untuk melampiaskan emosi nya Hamdan dan Faiz memilih untuk memperhatikan Alby dari pada ikut bermain.
"Alby udah cukup kamu, dari pada kamu emosi mending kamu bantu Alesa dia lagi jualan makanan." Hamdan memberikan handphone nya ke Alby.
Saat melihat Alesa jualan Alby heran setahu dia Alesa jualan hanya saat akhir pekan. "Kenapa dia jualan sekarang?"
"Mungkin dia lagi butuh uang, mending kamu beli dari pada cuma penasaran." Ucap Hamdan.
Alby membeli semua makanan jualan Alesa dengan menggunakan handphone Hamdan dan dia antar ke rumah Alby setelah memesan mereka bertiga pergi ke rumah Alby. Saat sampai di rumah Alby melihat abang ojek langganan Alesa keluar dari rumah nya berarti pesanan sudah sampai di rumah.
Alby melihat bik Inem membawa pesanan yang dia pesan. "Bik tunggu sebentar."
"Ada apa mas?" Tanya Bik Inem.
Alby mengambil beberapa makanan dari Bik Inem. "Ini untuk saya dan teman teman saya, dan ini tolong simpan untuk kak Zahra selebih nya bibik bagikan ke yang lain ya."
"Baik mas, saya permisi dulu." Bik Inem membawa makanan untuk di bagikan ke pekerja di rumah Alby.
Tidak seperti biasa nya jam lima sore Zahra sudah pulang biasa nya dia selalu pulang malam, masuk ke dalam rumah di depan tv dia melihat Alby dan kedua teman nya sedang bersantai dan ada banyak makanan.
"Kamu beli makanan banyak banget dek." Ucap Zahra.
"Kakak udah pulang, sebentar aku ambil makanan untuk kakak." Alby pergi ke dapur untuk mengambil makanan.
Zahra duduk bersama Hamdan dan Faiz mereka berdua gerogi dekat dengan Zahra. "Gk usah gerogi santai aja."
"Kak ini makanan buat kakak tadi aku beli banyak."
Zahra menerima makanan dari Alby dan langsung memakan nya, dia merasa kenal dengan rasa masakan yang Alby beli. "Dari rasa masakan nya seperti masakan Alesa."
"Benar kak itu masakan Alesa tadi Alby beli, kakak gk tau ya kalau Alby sama Alesa lagi ada masalah." Ucap Hamdan. Alby menendang kaki Hamdan karena kesal.
"Benar apa yang di katakan Hamdan dek?"
Alby hanya mengangguk dia sengaja tidak memberi tau Zahra karena dia tidak mau membuat kakak nya kefikiran. Alby sudah siap di marahi karena dia tau Zahra akan marah jika dia mempunyai masalah dan tidak memberi tau Zahra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments