Bab 18 Alby Kefikiran Alesa

Alesa tidak main main dengan keputusan nya sudah satu minggu dia tidak bertemu Alby bahkan saat Alby datang ke cafe dia cuek, perubahan sifat Alesa membuat Alby sedih. Alby mendapat informasi dari orang kepercayaan nya banyak perempuan yang menganggu Alesa karena kedekatan mereka berdua, dan yang paling sering menganggu Alesa perempuan yang Alby lihat di dekat toko.

"Kalau pengin ngobrol kamu samperin jangan cuma di lihatin." Ucap Hamdan.

Mereka berdua sekarang berada di cafe Alby terus memperhatikan Alesa. "Kamu tau gk perempuan di kampus kita, yang sering duduk dekat aku kalau lagi di kantin."

"Hm aku tau dia penggemar setia kamu, kalau gk salah nama nya Karin." Ucap Hamdan.

"Yang lain udah aku kasih tau untuk gk ganggu Alesa lagi, tapi Karin masih aja gangu Alesa."

"Semoga kamu sama Alesa bisa kayak dulu lagi, jadi dia pasti gk mudah makan nya dia bilang gk mau ketemu kamu."

"Aku harus ke restoran sekarang, kamu mau ikut?"

"Boleh." Alby dan Hamdan pergi ke restoran. Alby belajar dengan baik untuk mengurus Bisnis keluarga nya, setiap pulang kuliah jika tidak ada kegiatan lain dia akan datang ke restoran milik keluarga nya.

Hari demi hari berganti Alby ingin bertemu Alesa dan mengobrol seperti biasa nya dia menunggu di parkiran cafe, saat melihat Alesa keluar Alby menghampiri Alesa.

"Alesa." Panggil Alby.

Alesa berbalik ke belakang melihat Alby menghampiri nya membuat dia tidak nyaman. "Ada apa?"

Alby melihat Alesa tida nyaman berada di dekat nya. "Kamu tenang aja aku udah bilang ke mereka supaya gk ganggu kamu."

"Terus kenapa kemarin perempuan yang kamu lihat di toko datang marah marah ke aku?" Ucap Alesa.

"Aku lagi cari cara supaya dia gk ganggu kamu."

"Alby aku lagi capek aku mau pulang, kalau kamu mau ketemu aku kamu selesaikan urusan kamu sama mereka. ." Ucap Alesa. Alesa pergi meninggalkan Alby yang termenung.

Tidak bertemu Alesa membuat Alby tidak semangat dia baru menyadari rasa cinta nya untuk Alesa begitu besar, saat kuliah Alby belajar seperti biasa nya tapi dia tidak fokus dia terus memikirkan Alesa.

"Alby kamu tidak mendengarkan saya." Ucap Pak Dosen.

Dari tadi Alby melamun dia terus melihat ke arah luar tidak memperhatikan Pak Dosen. "Maaf Pak."

Dosen terkenal disiplin Alby yakin dia akan di hukum karena tidak fokus. "Nanti sebelum pulang kamu bersihkan kamar mandi."

"Baik Pak." Ini pertama kali Alby di hukum dia menurut saja lagian dia tidak ada urusan lain setelah pulang kuliah.

Alby menjalankan hukuman dia membersihkan kamar mandi hal itu menarik perhatian Karin dia menunggu Alby di luar kamar mandi.

Saat Alby mengampil pel di luar Karin menghampiri nya. "Kak Alby kok bisa di hukum."

Alby malas bertemu Karin entah kenapa dia terus mendekati nya, pada hal perempuan lain mau menjauhi setelah Alby memberikan penjelasan tentang hubungan dia dengan Alesa.

"Kok kakak diam aja?" Ucap Karin.

Alby berbalik menatap Karin dengan tatapan tajam membuat Karin takut tapi sebisa mungkin dia berusaha untuk terlihat biasa saja. "Mending kamu pergi aku malas lihat kamu."

Alby mengampil pel dia masuk ke kamar mandi untuk melanjutkan pekerjaan nya, sedangkan Karin dia kesal sifat Alby masih dingin ke dia. Akhir nya setelah satu jam membersihkan kamar mandi Alby selesai menjalankan hukuman, hari sudah sore kampus mulai sepi Alby pergi ke parkiran dia melihat Hamdan menunggu nya.

"Udah selesai?" Tanya Hamdan.

"Hm kita langsung ke lapangan basket aja."

Mereka berdua pergi ke lapangan basket saat sedang banyak fikiran Alby memilih untuk bermain basket melupakan sejenak masalah nya. Alby menjalankan mobil dengan santai mereka akan bermain basket di lapangan dekat rumah Pelatih mereka atau jalan yang biasa nya Alesa lewati saat jalan kaki.

sesampai nya di lapangan basket mereka sudah di tunggu Faiz. "Gimana kalau kita langsung main aja, aku nunggu kalian dari tadi."

"Ya udah ayok kita mulai." Ucap Alby.

Mereka bertiga mulai bermain Hamdan dan Faiz melihat cara bermain Alby tidak seperti biasa nya, mereka berdua tau kalau Alby bermain basket untuk melampiaskan emosi nya Hamdan dan Faiz memilih untuk memperhatikan Alby dari pada ikut bermain.

"Alby udah cukup kamu, dari pada kamu emosi mending kamu bantu Alesa dia lagi jualan makanan." Hamdan memberikan handphone nya ke Alby.

Saat melihat Alesa jualan Alby heran setahu dia Alesa jualan hanya saat akhir pekan. "Kenapa dia jualan sekarang?"

"Mungkin dia lagi butuh uang, mending kamu beli dari pada cuma penasaran." Ucap Hamdan.

Alby membeli semua makanan jualan Alesa dengan menggunakan handphone Hamdan dan dia antar ke rumah Alby setelah memesan mereka bertiga pergi ke rumah Alby. Saat sampai di rumah Alby melihat abang ojek langganan Alesa keluar dari rumah nya berarti pesanan sudah sampai di rumah.

Alby melihat bik Inem membawa pesanan yang dia pesan. "Bik tunggu sebentar."

"Ada apa mas?" Tanya Bik Inem.

Alby mengambil beberapa makanan dari Bik Inem. "Ini untuk saya dan teman teman saya, dan ini tolong simpan untuk kak Zahra selebih nya bibik bagikan ke yang lain ya."

"Baik mas, saya permisi dulu." Bik Inem membawa makanan untuk di bagikan ke pekerja di rumah Alby.

Tidak seperti biasa nya jam lima sore Zahra sudah pulang biasa nya dia selalu pulang malam, masuk ke dalam rumah di depan tv dia melihat Alby dan kedua teman nya sedang bersantai dan ada banyak makanan.

"Kamu beli makanan banyak banget dek." Ucap Zahra.

"Kakak udah pulang, sebentar aku ambil makanan untuk kakak." Alby pergi ke dapur untuk mengambil makanan.

Zahra duduk bersama Hamdan dan Faiz mereka berdua gerogi dekat dengan Zahra. "Gk usah gerogi santai aja."

"Kak ini makanan buat kakak tadi aku beli banyak."

Zahra menerima makanan dari Alby dan langsung memakan nya, dia merasa kenal dengan rasa masakan yang Alby beli. "Dari rasa masakan nya seperti masakan Alesa."

"Benar kak itu masakan Alesa tadi Alby beli, kakak gk tau ya kalau Alby sama Alesa lagi ada masalah." Ucap Hamdan. Alby menendang kaki Hamdan karena kesal.

"Benar apa yang di katakan Hamdan dek?"

Alby hanya mengangguk dia sengaja tidak memberi tau Zahra karena dia tidak mau membuat kakak nya kefikiran. Alby sudah siap di marahi karena dia tau Zahra akan marah jika dia mempunyai masalah dan tidak memberi tau Zahra.

Episodes
1 Bab 1 Alesa Almeira
2 Bab 2 Aku baik baik saja
3 Bab 3
4 Bab 4 Hujan dan Baikan
5 Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6 Bab 6 Pertandingan Basket
7 Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8 Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9 Episode 9 Makan Sambil Menangis
10 Bab 10 Alby
11 Bab 11 Kakak Adek Berantem
12 Bab 12 Abang Penjual Bakso
13 Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14 Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15 Bab 15 Sakit
16 Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17 Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18 Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19 Bab 19 Di Rendahkan
20 Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21 Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22 Bab 22 Insecure
23 Bab 23 Sakit Perut
24 Bab 24 Khawatir
25 Bab 25 Sia Sia?
26 Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27 Episode 27 Momen
28 Bab 28 Barista Baru
29 Bab 29 Gado Gado
30 Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31 Bab 31 Alesa Kesakitan
32 Bab 32
33 Bab 33 Pulang Ke Kos
34 Bab 34
35 Bab 35 Melankolia
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41 Tomboy
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Wisata Masa Lalu
45 Bab 45 Sampai Aku Lelah
46 Bab 46 Aneh
47 Bab 47 Usaha Alby
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51 Alby Cemburu
52 Bab 52 Alesa dan Andri
53 Bab 53 Hamdan
54 Episode 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60 Insecure Lagi
61 Bab 61
62 Bab 62 Bingung
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66 Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67 Bab 67
68 Bab 68 Haikal Dan Karin
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80 Bahagia
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 Alesa Almeira
2
Bab 2 Aku baik baik saja
3
Bab 3
4
Bab 4 Hujan dan Baikan
5
Bab 5 Tersenyum Untuk Menutupi Rasa Sakit
6
Bab 6 Pertandingan Basket
7
Bab 7 Walaupun Lelah Aku Tetap Kuat
8
Bab 8 Kalau Suka Bilang Suka
9
Episode 9 Makan Sambil Menangis
10
Bab 10 Alby
11
Bab 11 Kakak Adek Berantem
12
Bab 12 Abang Penjual Bakso
13
Bab 13 Yang Tidak Merasakan Mana Paham
14
Bab 14 Coklat Untuk Alesa
15
Bab 15 Sakit
16
Bab 16 Mengeluh Itu Wajar
17
Bab 17 Aku Hanya Ingin Tenang
18
Bab 18 Alby Kefikiran Alesa
19
Bab 19 Di Rendahkan
20
Bab 20 Membuktikan Ke Orang Yang Merendahkan
21
Bab 20 Jangan Dengarkan Kata Mereka
22
Bab 22 Insecure
23
Bab 23 Sakit Perut
24
Bab 24 Khawatir
25
Bab 25 Sia Sia?
26
Bab 26 Tidak Ada Yang Sia Sia
27
Episode 27 Momen
28
Bab 28 Barista Baru
29
Bab 29 Gado Gado
30
Bab 30 Alesa Di Tabrak Mobil
31
Bab 31 Alesa Kesakitan
32
Bab 32
33
Bab 33 Pulang Ke Kos
34
Bab 34
35
Bab 35 Melankolia
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38 Setiap Orang Mempunyai Kelebihan Dan Kekurangan
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41 Tomboy
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Wisata Masa Lalu
45
Bab 45 Sampai Aku Lelah
46
Bab 46 Aneh
47
Bab 47 Usaha Alby
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51 Alby Cemburu
52
Bab 52 Alesa dan Andri
53
Bab 53 Hamdan
54
Episode 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60 Insecure Lagi
61
Bab 61
62
Bab 62 Bingung
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65 Insecure Karena perbedaan
66
Bab 66 Tidak Pernah Melihat Ke Arahku
67
Bab 67
68
Bab 68 Haikal Dan Karin
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77 Ingin Yang Terbaik
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80 Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!