BAB 18

BAB 18

Setelah beberapa saat berpikir, Tante Mirah berkata kepada ayahnya Pandu, “Mustofa, pernah menyatakan keinginannya untuk memperistri saya. Tetapi, saya tolak.. saya tidak mau di jadikan istri keduanya”

“Mustofa itu siapa?” Tanya Pak Salim.

“Kepala bagian di tempat saya bekerja.” Jawab Mama nya Agnes

“Apakah dia punya ilmu hitam..” Tanya Pak Salim kembali.

“Hmmm… Nggak tahu, ya..! tapi, menurut saya tidak. Sebab dia termasuk orang yang taat menjalankan agamanya. Istrinya sudah tua dan sering sakit – sakitan, tapi saya tetap tidak mau.” Jawab Mama nya Agnes.

“Lalu, siapa lagi selain Mustofa..”

“Ronni, Prasetyo, Danung.. Oh,, kalau Roni dan Danung sudah berada di sumbawa dan Palembang.”

“Prasetyo masih di sini??”

“Masih. Dia wakil saya di kantor. Saya selalu menghindar jika dia mengajak bicara tentang pernikahan. Karena menurut saya, Prasetyo masih terlalu muda.”

“Apakah dia orang yang ambisius..? Dan Mudah tersinggung..?”

“Hmm… saya rasa tidak. Dia justru orang yang tidak pernah marah walau dihina seperti apa pun.”

“Berarti bukan dia.” Gumam Pandu menimpali tanpa sadar.

“Pak Budiman juga begitu. Dia punya maksud untuk mendekati saya. Bahkan pernah mengajak saya menginap di sebuah villa, tapi saya menolaknya secara halus.” Kata Mama nya Agnes.

“Pak Budiman itu siapa..?” tanya Pak Salim

“Dia bekas direktur saya, tapi sekarang sudah pension, cumah masih tinggal di kota ini juga.” Jawab Mama nya Agnes.

“Mungkin Pak Budiman itulah orangnya.” Sela Agnes.

“Hhmm..” Mama nya Agnes berkerut dahi, mempertimbangkan sesaat. Setelah itu baru berkata,

“Mama rasa bukan dia. Sebab, Pak Budiman paling benci dengan orang yang bicara tentang Takhayul dan mistik. Pola pikirnya selalu berdasarkan dengan Logika.”

Sepi sejenak terjalin. Ayahnya Pandu sempat tersenyum dan menggumam, “Wah, ternyata banyak juga yang naksir Nyonya Mirah, ya..”

Mama nya Agnes tersenyum malu. Kaku. Agnes sendiri hanya memberi senyum seulas. Sebab ia masih dililit masa duka.

Mama nya Agnes berkata kepada anaknya, “Oo,,ya.. Bob Shalman juga pernah mengirim buket dan menyatakan cinta kepada Mama di dalam telepon.”

“Lalu apa kata Mama waktu itu..?” tanya Agnes

“Mama bilang bahwa Mama bukan perempuan yang tak bisa hidup tanpa lelaki, Mama tidak butuh kekayaannya, dan Mama juga bilang bahwa Mama tidak kagum dengan popularitasnya, dan…” Kata Mama nya Agnes..

“Popularitas ap aitu, Nyonya..?” potong ayahnya Pandu

“Bob Shalman adalah seorang pesulap. Waktu ulang tahun kantor saya, kami memanggil beberapa artis ibukota termasuk selingan sulap dari Bob Shalman. Di situlah saya kenal dia, saat itulah dia sering telepon ke kantor, lama – lama tidak pernah saya ladeni.” Jawab Mama nya Agnes.

“Pesulap…?” Pandu menggumam dengan dahi berkerut.

Mamanya Agnes mengangguk, memandang Pandu dan berkata, “Dia pesulap yang hidupnya penuh dengan kemewahan. Tapi buat dia, kekayaannya itu tidak berarti. Ia ingin mengembangkan karir, mempunyai nama besar. Bahkan ia yakin sebentar lagi ia akan bisa mengalahkan pesulap kelas dunia, seperti David Coperfield dan yang lainnya.”

“berarti dia cukup berambisi untuk menjadi raja sulap dunia..” kata Pandu.

“Yaa.. yaa,, begitulah ambisinya..” sahut Mama nya Agnes.

“Sulap berhubungan erat dengan magis..!” kata ayahnya Pandu.

“Apakah dia orang yang mudah tersinggung..?” kali ini pertanyaan itu datang dari Dhamayanti.

“Kayaknya memang begitu. Soalnya, menurut cerita anak buahnyam Bob sering uring – uringan. Sedikit – sedikit marah. Dia ingin di anggap sebagai raja yang setiap perintahnya tidak boleh di tentang. Bahkan apabila ada yang mengeritiknya, dia selalu marah – marah kepada orang itu.” Jawab Mama nya Agnes.

“Sudah jelas” Kata Pandu sambil mengela napas, “Pasti dialah orangnya.”

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!