BAB 20

BAB 20

Rupanya acara itu adalah acara khusus yang di adakan oleh suatu perusahaan intertainment. Ada tiga pesulap yang tampil di sebuah panggu besar secara bergantian. Ada yang dari China, Jepang, dan Indonesia.

Pandu dan Dhamayanti duduk di deretan penonton tengah, paling pinggir. Faisal ada di belakang panggung bersama dengan Oom nya. Dari tempat duduk Pandu, dapat terlihat jelas atraksi yang di mainkan di atas panggung itu.

Pesulap dari China pada awalnya hanya mengeluarkan permainan yang ringan – ringan dulu. Misalnya, telor dipecah ke dalam topi, begitu di angkat sudah berubah menjadi seekor kelinci. Kelinci itu di masukkan delam kotak tertutup. Begitu di buka, bagian – bagian badannya dicopot semua sehingga tingal lempengan – lempengan logam, ternyata kelinci itu sudah tidak ada. Hilang begitu saja.

“Magis atau kecepatan Tangan..?” tanya Dhamayanti kepada Pandu.

“Kecepatan tipuan.” Jawab Pandu. “kurasa meja yang di gunakan, merupakan kendang kelinci.”

Dhamayanti tidak memberi komentar, karen kali ini pesulap China itu akan memainkan atraksi andalannya. Seorang gadis di masukkan ke dalam peti mayat. Gadis cantik bertubuh ramping dan seksi itu tersenyum – senyum ketika di suruh masuk kedalam peti mayat. Peti itu di tutup. Lalu, peti itu di potong dengan gergaji mesin.

Menurut penjalasan MC yang merangkap sebagai penerjemah, peti itu akan di potong menjadi tiga bagian, lalu di pisah – pisahkan. Tiap peti akan di buka dan di munculkan sedikit bagian tubuh gadis yang terpotong itu.

Namun, ketika gergaji mesin itu memotong peti tersebut untuk pertama kalinya. Kresss… tiba – tiba memercik darah segar dari bagian peti mayat yang terpotong itu. Pesulap itu menjerit kaget. Gergaji di matikan seketika. Dan yang lebih parah lagi, sisi – sisi peti mayat itu terlepas dengan sendirinya, sehingga tampaklah tubuh gadis itu yang telentang di sebuah alas kayu dalam keadaan terpotong dadanya.

Gergaji mesin itu masih menancap di dada gadis itu. Tubuh gadis itu mengejang – ngejang sesaat. Kemudian diam tak bergerak lagi. Panggung mulai di banjiri darah segar dari tubuh yang terpotong gergaji mesin itu.

Jerit para pekerja panggung membuat penonton menjadi semakin panik. Karena penoton tahu, bahwa hal itu adalah sebuah kecelakaan. Bukan bagian dari pertunjukan sulap.

“Gila… Gilaa…! Gadis itu benar – benar terpotong..!” seru Dhamayanti dengan tegang.

Pandu segera berdiri dan melemparan pandangan ke arah para penonton. Ia tidak melihat kesibukan beberapa orang yang segera menggotong korban dan mengangkat pesulapnya yang jatuh pingsan di tempat.

Dhamayanti menepuk paha kakak nya, “Heii,, Kejadiannya di atas panggung..! Kau cari apasih..?”

“Bob Shalman..! Aku yakin dia pasti ada di sini. Pasti dia yang menggagalak pertunjukan itu dengan ilmu hitamnya..” jawab Pandu.

Dhamyanti terbelalak. Baru sadar, bahwa kegagalan di atas panggung itu bisa saja dikendalikan oleh seseorang yang ada di antara para penonton. Tapi benarkan Bob Shalman pelakunya..??

Pandu segera berusaha keluar dari dalam Gedung pertunjukan. Dhamayanti mengikutinya sambil berseru, “Cegat di pintu keluar..”

Dalam otak Pandu segera terekam bayangan wajah Bob Shalman sesuai dengan keterangan dari Tante Mirah. Setiap orang yang keluar dari Gedung tersebut di perhatikan nya dengan baik – baik. Keadaan manusia yang bersimpang siur dalam kepanikan itu membuat pandangan mata Pandu sering terganggu. Ia bingung mengenali wajah Bob Shalman, karen semua penonton mengenakan pakaian rapi, dan banyak yang berperawakan Tinggi tegap.

“Jangan – jangan ada di belakang Panggung..?” gumam Dhamayanti.

“Kau tetap di sini.!” Kata Pandu Sambil segera bergegas ke belakang panggung. Ia masuk melalui pintu samping, pintu khusus untuk pekerja panggung.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!