Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando

"Mamah janji Al ini sementara saja, patuhi Mamah dan Papah. Dengan begitu kamu tidak akan kesulitan," kata Anita lagi.

"Sepertinya tidak masalah aku menuruti saja kata Mamah dan Papah. Dari pada aku bersikeras, aku malah rugi karenanya," batin Aliando.

"Sepertinya Aliando memikirkan nasehat ku," ujar Anita dalam hati.

"Tapi izinkan besok aku mengundang teman-teman ku semua ke rumah ini untuk salam perpisahan. Apakah Mamah mau membantu?" Tanya Aliando.

"Tentu saja, kalau perlu Mamah yang pesankan kateringnya. Oya gak pakai minum alkohol okay?!" Anita mengangkat jarinya membentuk huruf O.

"Aaahh.." Aliando tampak kecewa. Tapi lebih tak ingin lagi dia kalau sampai jadi kere lagi.

"Yah sudahlah lebih baik aku mengalah saja dari pada miskin. Sudah cacat miskin kan gak lucu," batin Aliando.

Akhirnya Aliando pun menghubungi teman-temannya agar bisa datang di acara perpisahan.

Aliando mulai membuat undangan di grup AMV Mobil Club. Semua ART di kerahkan untuk membuat persiapan pesta terakhir Aliando dengan teman-temannya itu. 

Keesokan harinya semua anggota AMV Mobil Club sudah berkumpul  sore itu. Personil lengkap tidak ada yang absen mengingat pertemuan hari ini sangat penting.

"Terimakasih kalian semua bersedia hadir," Aliando memulai sambutannya

"Setelah pertemuan hari ini aku akan absen sampai kaki ku betul-betul pulih. Bisa kembali mengajak pedal Aston Martin Vantage milik Roy, hehehe," ujar Aliando sebab mobilnya sudah rusak dan di buang ke tempat rongsokan kendaraan.

"Aku tidak bisa memperkirakan sampai kapan aku off dari perkumpulan AMV Mobil Club. Pokoknya kalau aku sudah sembuh kita pasti akan seru-seruan lagi," dari jauh Anita mendelik pada Aliando mendengar kalimat tersebut. Aliando segera membuang pandang saat bertatap dengan Anita. Tampak Roy menunduk sedih, situasi hening sesaat.

"Ayolah teman-teman ini belum kiamat, kita masih bisa mengobrol lewat hape," Anita tampak menggoyangkan telunjuknya, memberi kode agar Aliando juga memutus komunikasi dengan teman-temannya itu.

Yang saat ini dipikirkan Roy bagaimana Club tanpa Aliando.pasti akan sangat sepi bisa jadi akan mati. Aliando adalah ketua AMV Mobil Club bagaimana bisa dia meninggalkan gengnya itu? 

Namun Aliando harus memisahkan diri dari dunia balapan liarnya. 

"Ya mau bagaimana lagi Al, demi kesembuhan kamu, kami dukung apapun keputusan kamu," ucap Roy Andrean.

"Roy, aku serahkan Club dengan mu," bisik Aliando sambil menepuk pundak Roy. Hal itu membuat Roy sedikit kaget.

"Terimakasih atas dukungan kalian semuanya, mendukung keputusan ku ini," Aliando sedikit tercekat. Ya dia dan Roy mendirikan Club ini dari awal yang hanya ada empat personil hingga berkembang jadi puluhan orang. Rupanya banyak anak-anak muda Borjuis yang tergila-gila Aston Martin Vantage. Sampai hari ini ada dua puluh lima orang. Tidak semua pemilik mobil, tetapi ada beberapa juga pemuda yang mengerti mesin di tarik Aliando menjadi anggota. Dengan begitu jika mobil mengalami masalah Idak perlu ke bengkel karena mereka mempunyai teknisi Aston sendiri. 

"Ya sudah, tidak perlu bersedih nikmati saja makanan dan minuman yang sudah disiapkan mamah ku," ujar Aliando.

Semua anak muda yang ada di cafe pribadi Aliando menikmati makanan dan minuman. Sementara Mamat dan Yuli tersenyum senang karena uang mereka tidak jadi korban pinjaman Aliando lagi.

***

Berbulan-bulan setelah acara perpisahan itu. AMV Mobil Club mendapat surat terbuka berisi tantangan balap dari MBM Club mobil mecedez. Roy yang menjadi wakil ketua AMV Mobil Club tidak berani mengambil alih begitu saja tanpa keputusan dari anggota. Dia teringat Aliando yang berpesan kalau ini hanya sementara waktu, menunggu keadaan dirinya membaik.

"Bagaimana teman-teman apa kita ambil tantangan ini? Kalau tidak kita ambil kita akan di anggap pengecut. Aku tidak berani mengambil resiko. Lagian kita tidak ada donatur untuk taruhan ini," Roy bingung.

"Aku sih setuju ambil tantangan ini demi nama baik Club kita. Soal dana kita bisa urunan. Bagaimana?" Ujar Justin . Semua saling pandang, soal pendanaan memang berat. Mereka hanya para pemuda yang mengandalkan uang saku dari orang tua mereka yang kaya raya.

"Mereka minta berapa? Jarak berapa?" Tanya Martin.

"Demi gengsi mereka minta seratus, jarak seribu meter," ujar Roy.

"Ini sih gila ya. Apa gak bisa di tawar? Lima ratus kita ambil," ujar Sam.

"Kamu mau merusak strata AMV di mata club-club mobil mewah lain?" Austin tampak tak senang. Austin anak petinggi daerah yang sekaligus pemilik tambang  terbesar di kota ini.

"Apa kamu mau menjadi donatur?" Sam tersenyum sedikit sinis.

"Aku sih mau saja nambahin lebih, tapi siapa yang bisa di andalkan maju melawan Club mereka?" Austin merasa tertantang.

"Roy lah, ku rasa pantas," sahut Martin.

"Hhmmm aku gak yakin tanpa Aliando," Roy tampak ragu. 

"Ya sudah abaikan saja tantangan mereka kalau kamu ragu Roy!" Ujar Sam.

"Aku rasa sebaiknya begitu," sahut Roy.

"Lalu membiarkan mereka mengejek kita pengecut?" Tanya Austin.

"Mereka kan tau kalau Aliando kecelakaan. Ku rasa gak mungkin mereka akan meremehkan kita. Secara mereka juga tau siapa Aliando kan," ujar Sam.

"Halah Sam bilang saja kamu tidak mau urunan kan? Tuduh Austin.

"Ya iyalah ngapain urunan buat hal gak penting. Aku ikut Club cuma buat image orang tua," gerutu Sam dalam hatinya. Ya Sam sendiri anak pejabat pemerintah setempat yang cukup di segani. Semua mendadak diam.

Sementara itu di rumah sakit Aliando sedang menjalani terapi berjalannya di bantu oleh tim medis untuk mengukur kemampuannya. 

"Hari ini cukup baik ya Al, sudah lumayan berdirinya hampir lima menit. Tapi apakah tadi lebih banyak kekuatan tertumpu pada tangan?" Tanya dokter Alan.

"Iya sih Dok," sahut Aliando.

"Sekarang coba latih menekuk lutut ya," lanjut Dokter.

Aliando mengikuti perintah dokter namun hampir terjatuh. 

"Oops, hati-hati Al," ujar Dokter sambil memapah Aliando yang hampir jatuh.

Aliando berusaha keras hari ini agar bisa tahan berdiri lebih lama. Lima menit itu bukan sebuah kemajuan bagi Al. 

"Kapan semua ini berakhir, rasanya sudah tidak tahan lagi," kata Aliando dalam hati.

"Masih semangat mencoba?" Ujar Dokter Alan menyemangati.

"Tentu saja," sahut Aliando yang terus berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar bisa berdiri sempurna.

"Ya tahan Al, pelan-pelan kuatkan tumpuan kaki kaki kamu ya," dokter Alan masih menyemangati. Kali ini Aliando mengurangi tumpuan pada tangannya. Mulai merasakan pijakannya sendiri. Dia melonggarkan cengkraman pada alat bantu.

"Semakin dirasain ya Al, pelan-pelan bisa kamu lepaskan pegangan kamu itu," Dokter memberikan arahan lagi.

Aliando merasakan tidak kuat, dia kembali menjadikan tangannya tumpuan dia berdiri. Seperti itulah, terkadang Aliando mengencangkan cengkraman terkadang melonggarkannya. Sambil terus berusaha berdiri lama. Mamat yang mengantar Aliando tersenyum senang karena Aliando mau terus berusaha. Latihan hari ini cukup terlihat kemampuan Aliando berdiri semakin maju.

Episodes
1 Bab 1 Kecelakaan
2 Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3 Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4 Bab 4 Pulang
5 Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6 Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7 Bab 7 Permohonan Anita Sari
8 Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9 Bab 9 Bos Tapi Kere
10 Bab 10 Bantuan Anita
11 Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12 Kisah Tari Sang PSK
13 Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14 Bab 13 Suka Cita Anita
15 Bab 14 Tidak Sengaja Om
16 Bab 15 Adu Mulut
17 Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18 Bab 17 Kembali jadi PSK
19 Bab 18 Lelaki Aneh
20 Bab 19 Lelaki Berkupluk
21 Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22 Bab 21 Godaan Maut Tari
23 Bab 22 Kumpul Kebo
24 Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25 Bab 24 Cerita Mantan
26 Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27 Bab 26 Beraksi Kembali
28 Bab 27 Mimpi Indah
29 Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30 Bab 29 Strategi Tari
31 Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32 Bab 31 Anita Penasaran
33 Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34 Bab 33 Persiapan Nikah
35 Bab 34 Penghulu Datang
36 Bab 35 Ijab Qobul
37 Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38 Bab 37 Deg adeg An
39 Bab 38 Operasi
40 Bab 39 Puasa
41 Bab 40 Bersabar
42 Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43 Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44 Bab 43 Ketakutan Tari
45 Bab 44 Kok Susah
46 Bab 45 Rencana Ke Bali
47 Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48 Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49 Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50 Bab 49 Permintaan Maaf
51 Bab 50 Liburan Sedih
52 Bab 51 Kenalan Sama Bule
53 Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54 Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55 Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56 Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57 Bab 56 Api-api Cemburu
58 Bab 57 Aliando Ngamuk
59 Bab 58 Aliando Cemburu
60 Bab 59 Pertengkaran Kecil
61 Bab 60 Rasa Tidak Enak
62 Bab 61 Gak Boleh Hamil
63 Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64 Bab 63 Dilema Aliando
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Kecelakaan
2
Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3
Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4
Bab 4 Pulang
5
Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6
Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7
Bab 7 Permohonan Anita Sari
8
Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9
Bab 9 Bos Tapi Kere
10
Bab 10 Bantuan Anita
11
Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12
Kisah Tari Sang PSK
13
Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14
Bab 13 Suka Cita Anita
15
Bab 14 Tidak Sengaja Om
16
Bab 15 Adu Mulut
17
Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18
Bab 17 Kembali jadi PSK
19
Bab 18 Lelaki Aneh
20
Bab 19 Lelaki Berkupluk
21
Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22
Bab 21 Godaan Maut Tari
23
Bab 22 Kumpul Kebo
24
Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25
Bab 24 Cerita Mantan
26
Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27
Bab 26 Beraksi Kembali
28
Bab 27 Mimpi Indah
29
Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30
Bab 29 Strategi Tari
31
Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32
Bab 31 Anita Penasaran
33
Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34
Bab 33 Persiapan Nikah
35
Bab 34 Penghulu Datang
36
Bab 35 Ijab Qobul
37
Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38
Bab 37 Deg adeg An
39
Bab 38 Operasi
40
Bab 39 Puasa
41
Bab 40 Bersabar
42
Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43
Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44
Bab 43 Ketakutan Tari
45
Bab 44 Kok Susah
46
Bab 45 Rencana Ke Bali
47
Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48
Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49
Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50
Bab 49 Permintaan Maaf
51
Bab 50 Liburan Sedih
52
Bab 51 Kenalan Sama Bule
53
Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54
Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55
Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56
Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57
Bab 56 Api-api Cemburu
58
Bab 57 Aliando Ngamuk
59
Bab 58 Aliando Cemburu
60
Bab 59 Pertengkaran Kecil
61
Bab 60 Rasa Tidak Enak
62
Bab 61 Gak Boleh Hamil
63
Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64
Bab 63 Dilema Aliando

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!