Bab 15 Adu Mulut

Tentu saja adu mulut antara Andika dan sekuriti rumah makan itu menarik perhatian beberapa pengunjung.

"Lihat anda mengundang perhatian orang-orang yang sedang makan! Ini merugikan! Saya bisa dipecat! Cepat kalian berdua menyingkir dari area rumah makan ini!" Ujar Sang Sekuriti dengan nada yang agak tinggi.

"Alaaah saya gak ada urusan sama situ! Jangan ikut campur! Atau kamu mau membayar wanita ini heh! Punya berapa duit kamu?!' Andika malah menawarkan Tari kepada sekuriti rumah makan mewah itu.

"Dasar suami gila istri sendiri di jual obral! Cepat pergi dari sini! Kalau tidak saya akan telepon polisi!" Ancam sekuriti.

"Telepon saja kalau berani!" Tantang Andika tangannya masih menjambak rambut Tari yang tergerai. 

"Aaww.. lepaskan mas! Aww.. sakit!" Ujar Tari. Andika menghentak jambakannya pada rambut Tari. Sehingga tari menjerit kesakitan.

"Ya sudah pergi dari sini kalian berdua cepat!" Sekurit tampak tak sabar mengayunkan pentungan yang dia bawa. Namun Andika sempat menghindar. Andika kembali menyeret Tari dengan cara menarik rambutnya dan melangkah cepat. Mau tidak mau Tari pun dengan langkah terseret mengikuti Andika.

Berteman Anton ke luar area rumah makan dengan mobil mewahnya, dia melihat Tari yang di seret Andika menuju motor butut yang terparkir di tepi jalan raya. 

"Eeh itu lelaki tadi. Kok dia masih menguasai istrinya?!" Segera Anton menepikan mobilnya lalu turun sebelum sempat Andika menaiki motor bututnya.

"Heh bandot kaya! Kenapa kamu menghalangi jalan kami?! Hahaha belum sempat icipi istri saya ini ya? Salah sendiri kenapa habis bayar dia kamu tinggalin! Kalau mau lagi, bayar lagi dong!" Ujar Andika.

"Bukankah tadi aku sudah membayar padamu?! Kenapa kmu masih menyakiti wanita ini?!" Tunjuk Anton pada Tari.

"Kenapa? Dia istri saya! Jadi saya berhak atas apapun pada dirinya! Kalau anda tertarik bayar saja! Jangan sok jadi Superman!" Sahut Andika sambil menarik rambut Tari dan menghetaknya.

"Aaaaawww.." teriak Tari.

Melihat seorang wanita dikasari membuat Anton berniat menolong Tari. Dia berniat memberi sejumlah uang pada Andika agar melepaskan Tari. 

"Bagaimana kalau saya beli istrimu ini! Supaya bisa jadi budak saya!" Ujar Anton.

"Wanita itu masih tampak muda kasian sekali dapat suami seperti dia. Mungkin lelaki itu penjudi dan pemabuk hingga istrinya pun dia abral begitu" batin Anton.

"Boleh.." kalimat Andika belum selesai keburu Anton memotongnya.

"Kita buat surat kesepakan jual beli supaya kamu tidak bisa lagi mengklaim dia istri kamu!" Ujar Anton.

"Aku manusia tapi kenapa diperlakukan seperti sebidang tanah oleh kedua lelaki ini. Apa pria tua ini orang baik?!" Batin Tari sedikit ragu akan nasib dirinya kedepan nanti setelah dibeli Anton. 

Sementara Andika berpikir sejenak, melepaskan jambakannya pada rambut Tari.

"Masuk ke dalam rumah makan! Kita buat perjanjian di dalam!" Anton, Tari, dan Andika melangkah menuju rumah makan. 

"Ada yang ketinggalan Tuan?!" Tanya pelayan pada Anton.

"Tidak! Saya mau pesankan dua rekan saya ini makanan. Meja yang tadi masih kosongkan?" Tanya Anton.

"Iya Tuan," pelayan rumah makan mempersilahkan Anton, Tari, dan Andika menuju ke meja yang tadi di tinggalkan Anton dengan tamu pertama tadi.

Setelah pelayan berlalu menyiapkan pesanan Andika dan Tari. Anton mulai membuka suara.

"Bagaimana saya bayar lima puluh juta saja dia. Terus kamu tanda tangani surat pernyataan tidak akan menggangu dan mencari istri kamu ini lagi! Serta kasih dia surat cerai!" Ujar Anton.

"Apa?! Cuma lima puluh juta?! Tidak bisa! Seratus juta baru saya lepaskan dia!" Kembali tangan Andika menjambak rambut Tari.

"Aaawww.." teriak Tari sehingga menjadi pusat perhatian mata semua orang dalam rumah makan itu. Saat siang begini rumah makan ini ramai pengunjung.

"Sudah cukup! Ya saya setuju seratus juta!" Ujar Anton.

Tari terhenyak mendengar nilai rupiah yang akan didapatkan oleh suaminya itu. Sementara dirinya akan menjadi budak Anton seumur hidup. Entah budak apa pula yang dimaksud Anton.

"Baik, mana uangnya!" Ujar Andika tidak sabar.

Anton segera menyuruh orang kantornya agar membawakan uang tunai serta surat perjanjian yang dimaksudkan Anto pada Andika tadi. Sementara pelayan rumah makan sudah datang membawakan makanan untuk Andika dan Tari. Pasangan suami istri itu menyantap makan siang mereka dengan lahap.

"Ini Pak Anton," seorang duduk di depan mereka bertiga menyodorkan kertas dan amplop coklat berisi sejumlah uang. 

"Kamu akan terima sisa kalau surat cerai kami serahkan pada wanita ini! Saya beri waktu dalam perjanjian itu dua hari!" Ujar Anton.

"Kalau kamu tidak bisa memenuhi itu saya akan penjarakan kamu!" Ancam Anton lagi. Andika menyetujui, dia pun menandatangani sejumlah kertas yang di sodorkan pernah suruhan Anton.

"Isi amplop sepuluh juta?!" Ujar Andika.

"Ya sesuai perjanjian sisanya saya bayar setelah surat cerai!" Ujar Anton.

"Baik kalau begitu dia tidak boleh kamu bawa!" Kilah Andika.

"Dalam perjanjian yang sudah kamu tandatangani tadi wanita murahan ini saya bawa untuk jaminan uang sepuluh juta itu!" Taktik Anton.

Andika tidak bisa berbuat apa-apa lagi, akhirnya dia pergi meninggalkan rumah makan itu. Dia membiarkan Tari bersama Anton dan orang suruhan itu.

"Pak… apa.. maksud membeli saya dan menjadikan saya budak?!" Tanya Tari meberanikan diri.

"Tidak ada, aku hanya tidak tega seorang wanita disakiti di depan mata ku. Ini ada uang uruslah diri mu," ujar Anton agar Tari mengurus penampilannya.

"Ta… tapi.. uang sepuluh juta tadi?!" Ujar Tari terbata.

"Aah tidak apa Tari. Tidak masalah, ya sudah kamu pergilah benahi penampilan mu. Kalau suami kamu tadi menepati janji tentunya dia tidak akan mencari dan berani menganiaya kamu lagi nanti," lanjut Anton.

"Tapi Pak saya merasa tidak enak," sahut Tari sambil menyimpan uang yang di berikan oleh Anton tadi. Kemudian berdiri ingin pergi. 

"Saya permisi dulu Pak," ucap tari minta diri. 

Anton tidak ingin terlibat terlalu jauh dengan menampung Tari atau mempekerjakannya.  Nanti pasti akan menimbulkan masalah.

Anton hanya membantu Tari terlepas dari suaminya. Dia tidak ingin apapun dari Tari. Dia memberi juga sejumlah uang pada Tari agar bisa memperbaiki penampilannya. Kemudian membiarkan Tari pergi.

Kembali ke suasana pesta arisan yang sedang di selenggarakan di rumah besar milik Anton, tampak Aliando dan Sheila kembali saling berbincang.

"Eh pertanyaan aku tadi belum kamu jawab Sheila," ujar Aliando.

"Enngggh.. yang mana?" Entah Sheila lupa atau berpura-pura lupa.

"Apa kamu berharap balikan sama aku?!" Tanya Aliando.

"Entahlah, untuk saat ini lebih baik kita fokus dengan kuliah dan diri kita masing-masing aja dulu. Kamu pasti juga belum sehat betul kan?!" Ujar Sheila seolah ingin menghindari pertanyaan Aliando tadi.

Episodes
1 Bab 1 Kecelakaan
2 Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3 Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4 Bab 4 Pulang
5 Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6 Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7 Bab 7 Permohonan Anita Sari
8 Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9 Bab 9 Bos Tapi Kere
10 Bab 10 Bantuan Anita
11 Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12 Kisah Tari Sang PSK
13 Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14 Bab 13 Suka Cita Anita
15 Bab 14 Tidak Sengaja Om
16 Bab 15 Adu Mulut
17 Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18 Bab 17 Kembali jadi PSK
19 Bab 18 Lelaki Aneh
20 Bab 19 Lelaki Berkupluk
21 Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22 Bab 21 Godaan Maut Tari
23 Bab 22 Kumpul Kebo
24 Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25 Bab 24 Cerita Mantan
26 Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27 Bab 26 Beraksi Kembali
28 Bab 27 Mimpi Indah
29 Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30 Bab 29 Strategi Tari
31 Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32 Bab 31 Anita Penasaran
33 Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34 Bab 33 Persiapan Nikah
35 Bab 34 Penghulu Datang
36 Bab 35 Ijab Qobul
37 Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38 Bab 37 Deg adeg An
39 Bab 38 Operasi
40 Bab 39 Puasa
41 Bab 40 Bersabar
42 Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43 Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44 Bab 43 Ketakutan Tari
45 Bab 44 Kok Susah
46 Bab 45 Rencana Ke Bali
47 Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48 Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49 Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50 Bab 49 Permintaan Maaf
51 Bab 50 Liburan Sedih
52 Bab 51 Kenalan Sama Bule
53 Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54 Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55 Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56 Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57 Bab 56 Api-api Cemburu
58 Bab 57 Aliando Ngamuk
59 Bab 58 Aliando Cemburu
60 Bab 59 Pertengkaran Kecil
61 Bab 60 Rasa Tidak Enak
62 Bab 61 Gak Boleh Hamil
63 Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64 Bab 63 Dilema Aliando
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Kecelakaan
2
Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3
Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4
Bab 4 Pulang
5
Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6
Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7
Bab 7 Permohonan Anita Sari
8
Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9
Bab 9 Bos Tapi Kere
10
Bab 10 Bantuan Anita
11
Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12
Kisah Tari Sang PSK
13
Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14
Bab 13 Suka Cita Anita
15
Bab 14 Tidak Sengaja Om
16
Bab 15 Adu Mulut
17
Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18
Bab 17 Kembali jadi PSK
19
Bab 18 Lelaki Aneh
20
Bab 19 Lelaki Berkupluk
21
Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22
Bab 21 Godaan Maut Tari
23
Bab 22 Kumpul Kebo
24
Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25
Bab 24 Cerita Mantan
26
Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27
Bab 26 Beraksi Kembali
28
Bab 27 Mimpi Indah
29
Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30
Bab 29 Strategi Tari
31
Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32
Bab 31 Anita Penasaran
33
Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34
Bab 33 Persiapan Nikah
35
Bab 34 Penghulu Datang
36
Bab 35 Ijab Qobul
37
Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38
Bab 37 Deg adeg An
39
Bab 38 Operasi
40
Bab 39 Puasa
41
Bab 40 Bersabar
42
Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43
Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44
Bab 43 Ketakutan Tari
45
Bab 44 Kok Susah
46
Bab 45 Rencana Ke Bali
47
Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48
Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49
Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50
Bab 49 Permintaan Maaf
51
Bab 50 Liburan Sedih
52
Bab 51 Kenalan Sama Bule
53
Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54
Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55
Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56
Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57
Bab 56 Api-api Cemburu
58
Bab 57 Aliando Ngamuk
59
Bab 58 Aliando Cemburu
60
Bab 59 Pertengkaran Kecil
61
Bab 60 Rasa Tidak Enak
62
Bab 61 Gak Boleh Hamil
63
Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64
Bab 63 Dilema Aliando

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!