Bab 17 Kembali jadi PSK

"Ya baiklah, masuk saja Neng. Semoga diterima kerja," Sang Sekuriti mengerlingkan mata dengan genit, Tari membalasnya dengan senyum tipis.

Sesampainya di dalam rumah makan mewah itu Tari celingak celinguk mencari sosok Anton. Berharap sekali dirinya bisa bertemu pria baik tajir melintir itu agar dapat minta pekerjaan.

"Di sana Mbak ada bangku yang masih kosong," tawar seorang pelayan di sana.

"Ah eh oh.. sa..saya mau melamar kerja mas," ujar Tari terbata.

"Ooh kalau itu lewat sini Mbak," pelayan itu mengantarkan Tari ke ruang manajer rumah makan mewah itu.

"Per.. permisi Bu," ujar Tari saat melihat sosok wanita yang duduk di ruangan itu.

"Ya masuk!" Perintah wanita berusia sekitar empat puluh tahunan itu.

"Mana CV mu," ujarnya lagi saat Tari sudah duduk di depannya.

"Eemm saya gak bawa Bu," sahut Tari.

"Mau lamar kerja kok gak bawa CV dan berkas lainnya toh!" Kata Bu manajer.

"Kamu di tolak!" Tegas Bu manajer. Tari menunduk sedih, tapi memang tujuannya masuk ke dalam rumah makan mewah ini hanya berharap bertemu dengan Anton.

Dia pun keluar, kemudian segera pergi dari rumah makan mewah itu. 

"Hhhmmffftthh.." Tari menarik nafas panjang dan menghembuskan ya perlahan.

"Ke mana lagi aku harus cari kerja? Uang pemberian Om baik itu semakin menipis. Apa aku harus kembali jadi PSK?! Sepertinya cuma pekerjaan itu yang cepat dapat uang," batinnya.

Tari mematut-matut dirinya di spion sebuah mobil mewah yang terparkir di depan rumah makan mewah itu.

"Heh minggir ini mobil saya!" Ujar seorang pelanggan yang ingin masuk ke mobilnya.

"Emm eeh maaf Bu saya cuma numpang ngaca sebentar," Tari merasa tidak enak dan menjelaskan maksudnya sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Huh alasan kamu pasti berpikir mobil ini milik Om-om girang kan! Dasar wanita murahan!" Ucap wanita yang sudah berumur itu.

Tari terhenyak mendengar umpatan wanita yang berusia sekitar empat puluh lima tahunan itu.

"Memang ternyata penampilan aku sudah melekat sebagai wanita penggoda," batin Tari.

"Eemm iya maaf Bu permisi," Tari berlalu tanpa membela diri.

"Sepertinya untuk mengatasi kesulitan ekonomi ku ini cara yang pas hanya kembali menjadi PSK," batinnya lagi dalam perjalanan pulang. 

Sekarang sangat mudah mencari pria hidung belang melalui berbagai aplikasi chat. Tari pun sudah mengunduh beberapa aplikasi chatting untuk mempromosikan dirinya. Bermodal foto sexy dan filter dari aplikasi ya tentu saja banyak pria hidung belang beraksi.

Selain itu dia nongkrong sembari menjajakan diri dengan pergi ke Club-club di mana orang-orang kaya berada. Dengan sisa uang pemberian Anton, dia memoles dirinya agar sedikit berkelas. Jadi bisa mendapatkan bayaran lebih tinggi. Buat Tari bekerja sendiri lebih bisa memilih pelanggan ketimbang bekerja dengan bantuan mucikari.

Triing

Triing

Triing

Hape yang sedang di pegang Tari bergetar dan berdering. Tari menatap layar tertera sebuah nomor yang tidak tersimpan dalam daftar telepon genggam miliknya.

"Hallo siapa ini," ucap Tari saat membuka percakapan di hapenya.

"A.. ak.. aku yang tadi chat kamu di aplikasi Jodoh Kilat," suara pria di seberang sana terdengar berat namun sedikit gugup.

"Ooh Om Hendri ya?" Tanya Tari.

"Iiy.. iy.. iya.. ja..jadi bagaimana apa kamu free? Aku booking bisa?" Hendri masih gugup. Sepertinya pria itu baru pertama kali berhubungan dengan PSK. Ya tampak masih polos lah soal per PSK-an ini.

"Iya tapi perjamnya lima ratus ribu Om dan pas kita ketemu dilarang membatalkan booking. Soalnya saya nanti rugi Om ongkos transportasi. Bagaimana apa Om setuju?" Tanya Tari ingin ketegasan.

"Apa satu jam itu terhitung dari perjalanan kamu ke hotel?" Tanya Hendri.

Tari berpikir sejenak dan tersenyum sedikit licik.

"Oh iya tentu saja Om!" Ujar Tari.

"Kalau begitu dekat tempat tinggal kamu ada hotel gak?" Tanya Hendri lagi.

"Ada," sahut Tari.

"Ya udah kita main di sana aja," putus Hendri. Tari pun menyebut nama hotel dan alamatnya. Hendri meminta Tari agar mengirimkan alamat melalui aplikasi Google map. Tentu saja Tari meminta transfer terlebih dahulu dengan minimal jam booking, satu jam lima ratus ribu rupiah. Percakapan melalui telepon pun di putus oleh Hendri.

Tari bersiap-siap, dia berdandan secentil mungkin agar bisa menarik birahi Hendri. Ya Tari dan Hendri belum pernah bertemu sebelumnya, namun Hendri bukan pelanggan pertama sejak Tari jadi PSK. Tari sudah biasa bertemu banyak pria dengan berbagai karakternya. Tapi Hendri sepertinya agak unik karena selama chat tidak minta foto yang aneh-aneh atau yang vulgar.

Tentu saja Tari lebih dulu datang ke hotel seperti yang telah di janjikan di telepon tadi. Dia tidak berani masuk, dia hanya menunggu Hendri di depan gedung hotel.

Uang yang ditransfer Hendri itu tidak termasuk sewa kamar hotel. Tari pun memilih hotel yang cukup bagus agar kencannya nyaman. 

Triing

Triingg

Triing

Hape tari bergetar dan berbunyi lagi kali ini tertera nama Hendri, dia segera membukanya.

"Hallo kamu di mana Tar?" Tanya Hendri saat tahu panggilannya di terima Tari.

"Aku tepat di depan hotel Om, pakai mini dress merah," sahut Tari, seketika itu telepon pun putus.

"Sepertinya dia sudah melihat ku. Apa dia mau membatalkan pesanan apemnya ini," batin Tari.

"Tapi tidak apa yang penting aku sudah terima uangnya," Tari tersenyum simpul.

"Hai Tar," sapaan itu membuat Tari sedikit terkejut. Tampak seorang pria dengan rambut dan jenggot putih. Berdiri di belakangnya. 

"Sepertinya usianya tidak setia warna rambut dan jenggotnya yang putih itu," batin Tari.

"Kamu benar-benar cantik seperti di foto profil mu Tar," pria itu mencoba menyisihkan rambut Tari yang tergerai ke belakang kuping.

"Ah Om bisa saja. Apa om mau menikmati kue apemnya sekarang?!" Goda Tari pada Hendri.

"Hmmm," Hendri menatap tari dari ujung rambut hingga ujung kakinya tanpa berkedip. Menelusuri setiap inci kulit putih Tari dengan bola matanya. Kemudian menatap wajah Tati yang proposional, cantik, di tambah polesan make up dengan warna-warna cerah menggoda.

"Kita gak ngamar nih?! Cuma kencan depan hotel nih Om?!" Tanya Tari menggugah kekaguman Hendri akan kecantikan Tari.

"Aah oh eh.. ayo kita masuk!" Ajak Hendri.

Ke duanya lalu melangkah masuk ke dalam hotel. Setelah menjumpai resepsionis Hendri mendapatkan kartu untuk membuka kunci kamar yang dia booking.

Hendri pun menggunakan kartu itu pada pintu, lalu terbukalah pintu kamar itu. Hendri kemudian meletakkan kartu di balik pintu seketika ruang kamar menjadi benderang karena lampu yang tiba-tiba menyala. Dia pergi ke kamar mandi untuk bersuci hehehe apa orang melakukan maksiat perlu bersuci. Entahlah kenapa Hendri pergi ke kamar mandi padahal belum ngapa-ngapain sama Si Tari.

Episodes
1 Bab 1 Kecelakaan
2 Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3 Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4 Bab 4 Pulang
5 Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6 Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7 Bab 7 Permohonan Anita Sari
8 Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9 Bab 9 Bos Tapi Kere
10 Bab 10 Bantuan Anita
11 Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12 Kisah Tari Sang PSK
13 Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14 Bab 13 Suka Cita Anita
15 Bab 14 Tidak Sengaja Om
16 Bab 15 Adu Mulut
17 Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18 Bab 17 Kembali jadi PSK
19 Bab 18 Lelaki Aneh
20 Bab 19 Lelaki Berkupluk
21 Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22 Bab 21 Godaan Maut Tari
23 Bab 22 Kumpul Kebo
24 Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25 Bab 24 Cerita Mantan
26 Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27 Bab 26 Beraksi Kembali
28 Bab 27 Mimpi Indah
29 Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30 Bab 29 Strategi Tari
31 Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32 Bab 31 Anita Penasaran
33 Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34 Bab 33 Persiapan Nikah
35 Bab 34 Penghulu Datang
36 Bab 35 Ijab Qobul
37 Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38 Bab 37 Deg adeg An
39 Bab 38 Operasi
40 Bab 39 Puasa
41 Bab 40 Bersabar
42 Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43 Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44 Bab 43 Ketakutan Tari
45 Bab 44 Kok Susah
46 Bab 45 Rencana Ke Bali
47 Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48 Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49 Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50 Bab 49 Permintaan Maaf
51 Bab 50 Liburan Sedih
52 Bab 51 Kenalan Sama Bule
53 Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54 Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55 Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56 Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57 Bab 56 Api-api Cemburu
58 Bab 57 Aliando Ngamuk
59 Bab 58 Aliando Cemburu
60 Bab 59 Pertengkaran Kecil
61 Bab 60 Rasa Tidak Enak
62 Bab 61 Gak Boleh Hamil
63 Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64 Bab 63 Dilema Aliando
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Kecelakaan
2
Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3
Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4
Bab 4 Pulang
5
Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6
Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7
Bab 7 Permohonan Anita Sari
8
Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9
Bab 9 Bos Tapi Kere
10
Bab 10 Bantuan Anita
11
Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12
Kisah Tari Sang PSK
13
Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14
Bab 13 Suka Cita Anita
15
Bab 14 Tidak Sengaja Om
16
Bab 15 Adu Mulut
17
Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18
Bab 17 Kembali jadi PSK
19
Bab 18 Lelaki Aneh
20
Bab 19 Lelaki Berkupluk
21
Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22
Bab 21 Godaan Maut Tari
23
Bab 22 Kumpul Kebo
24
Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25
Bab 24 Cerita Mantan
26
Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27
Bab 26 Beraksi Kembali
28
Bab 27 Mimpi Indah
29
Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30
Bab 29 Strategi Tari
31
Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32
Bab 31 Anita Penasaran
33
Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34
Bab 33 Persiapan Nikah
35
Bab 34 Penghulu Datang
36
Bab 35 Ijab Qobul
37
Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38
Bab 37 Deg adeg An
39
Bab 38 Operasi
40
Bab 39 Puasa
41
Bab 40 Bersabar
42
Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43
Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44
Bab 43 Ketakutan Tari
45
Bab 44 Kok Susah
46
Bab 45 Rencana Ke Bali
47
Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48
Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49
Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50
Bab 49 Permintaan Maaf
51
Bab 50 Liburan Sedih
52
Bab 51 Kenalan Sama Bule
53
Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54
Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55
Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56
Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57
Bab 56 Api-api Cemburu
58
Bab 57 Aliando Ngamuk
59
Bab 58 Aliando Cemburu
60
Bab 59 Pertengkaran Kecil
61
Bab 60 Rasa Tidak Enak
62
Bab 61 Gak Boleh Hamil
63
Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64
Bab 63 Dilema Aliando

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!