Bab 13 Suka Cita Anita

"Aku tidak mau Mah. Gak usah ngadain pesta apa-apa untuk kesembuhan ku. Apalagi mengundang para konglomerat dan geng sosialita mu itu Mah," sahut Aliando tampak tak suka dengan kelakar Mamahnya itu.

"Tapi kenapa Al? Biasanya kamu suka pesta," Anita merasa heran.

"Iya, aku suka pesta tapi tidak suka sama orang-orang yang sudah tua. Aku bisa rayakan bersama teman-teman ku saja," ujar Aliando. Tampak raut muka Anita sedih, dia ingin menunjukkan kegembiraan di depan teman-temannya juga. Selama ini teman-temannya seperti mengejeknya memiliki anak cacat. Sampai Sheila anak teman sosialitanya yang jadi pacar Aliando memutuskan hubungan. Anita ingin sekali mengundang orang-orang itu.

"Tidak apa Aliando tidak mengizinkan aku membuat pesta untuknya. Aku tetap akan lakukan, aku ingin orang-orang yang sudah meremehkan ku dan Aliando matanya terbelalak sampai keluar. Saat nanti melihat Aliando kembali gagah perkasa seperti semula," batin Anita.

Setiap hari makin terlihat kemajuan Aliando menggerakkan kakinya. Sesekali dia melepaskan tongkat untuk berjalan pendek-pendek. Seperti arahan Dokter Alan, Aliando melakukan tahapan pelan-pelan dan penambahan durasi di setiap latihan.

Hari ini Aliando mulai berjalan tanpa kruknya namun hanya di dalam kamar saja. Dia lakukan beberapa menit lamanya. Begitulah, Aliando selalu melatih kemampuannya. 

"Aku sangat yakin akan bisa berjalan sesegera mungkin," Aliando berdiri di depan cermin, dalam bayangan di cermin tampak seorang lelaki muda, tampan, dan gagah. Lalu matanya berpindah ke bagian vitalnya.

"Sabar ya Junior, kalau aku sudah bisa berlari baru kamu aku ajari berdiri oke," gumamnya sendiri, kemudian dia senyam-senyum di depan cermin.

"Yang penting kemampuan berjalan ku maksimal dulu baru aku pikirkan Junior ne hehehe," gumamnya 

***

Aliando kini sudah bisa berjalan seperti biasa tanpa menggunakan kruk lagi. Memang masih perlu latihan terus untuk sampai bisa menginjak pedal gas mobil lagi. Kekuatan kakinya masih terbatas sendi-sendi masih terlihat kaku saat digunakan berjalan.

Melihat keadaan Aliando yang semakin pulih memberi semangat sendiri pada Anita. Dia ingin tetap mengadakan acara syukuran meskipun di tentang oleh Aliando.

"Emmm aku kemas saja acara dalam bentuk arisan. Kebetulan juga aku belum dapat. Nanti aku minta di dapetin dulu karena mau syukuran. Aku yakin Bu Andin pasti mau," batin Anita sambil melihat Alindo yang terus mengasah kemampuan kakinya.

"Entah apa ya yang ada di kepala anak itu sekarang?! Apa dia berpikir kalau sdh sembuh mau balapan lagi?! Apa dia tau soal lemah syahwatnya itu?!" Batin Anita bertanya-tanya.

"Aaah.. sudah lah biar nanti saja aku tanyakan dengan Aliando langsung, supaya aku tidak resah lagi," ya Anita sangat khawatir dengan sembuhnya Aliando kembali ke jalanan melupakan lagi kuliahnya.

"Sekarang yang penting aku harus merencanakan acara syukuran untuk dia dulu," Anita tersenyum.

"Kenapa Mamah senyam-senyum begitu?! Mencurigakan!" Celetuk Aliando saat melihat ekspresi Anita. 

"Ah enggak, Mamah cuma sangat bahagia kamu kembali pulih Al," sahut Anita. Aliando tersenyum lebar melihat Anita bahagia.

"Oya Al apa rencana kamu setelah ini?" Tanya Anita.

"Maksud Mamah?!" Aliando balik bertanya.

"Kamu pasti meneruskan kuliah sampai lulus kan?! Atau kamu mau cuti lagi?! Plis lah Al lebih perhatikan masa depan kamu. Berhentilah bermain-main dengan teman-teman mu itu," nasehat Anita.

"Mah, cukup! Jangan memenuhi isi otak ku dengan nasehat mu. Apa salahnya menikmati hidup. Masa depan ku sudah sangat jelas kan. Toh Papah sudah pasti akan mewariskan perusahaannya padaku," sahut Aliando.

"Gak sarjana juga tidak apa, di DO pun sama kampus gak masalah," tambahnya lagi.

"Aliando menjalankan perusahaan yang sudah besar itu tidak mudah nak. Papah mu bekerja dari nol tanpa lelah hingga perusahaan sebesar ini. Apa tidak ada terbertik dalam hati kamu untuk kuliah yang baik dan kelak mampu mempertahankan kerajaan bisnis Papah mu yang sudah mendunia ini," ujar Anita.

"Aku masih muda Mah, masih banyak waktu kok untuk belajar bisnis nanti sambil kerja di perusahaan Papah," Aliando tetap berkeras. Anita hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ah sebaiknya langsung ku hubungi Bu Andini saja untuk menyampaikan maksud ku tadi," batinnya. Dia pun berlalu meninggalkan Aliando yang masih asik berjalan melatih kakinya.

Tuut

Tuut

Tuut

Anita melakukan panggilan pada Bu Andini. 

"Assalamualaikum Bu Andini," ujar Anita saat panggilannya terdengar di angkat oleh Bu Andini.

"Waalaikumussalam Bu Anita ada apa?" Sahut Andini dari seberang sana.

"Boleh kita bertemu? Aku ke rumah kamu?" Ucap Anita.

"Tampaknya penting sekali, datanglah aku ada aja kok di rumah," sahut andini

Anita segera memanggil Heru untuk menyiapkan mobil dan mengantarnya ke rumah Andini.

Sesampainya di rumah Andini, Anita langsung menyampaikan maksudnya.

"Bu Andini bolehkah aku narik arisan dulu. Soalnya aku mau ngadain syukuran Aliando yang sudah pulih. Dia menentang acara tersebut, jadi aku berencana acara arisan sekaligus acara syukuran gitu," ujar Anita saat sudah duduk dan bercengkrama di dalam rumah Andini.

"Apa benar Aliando sudah pulih? Bisa berjalan tanpa alat bantu lagi?" Andini seakan tidak percaya karena Aliando begitu lama tidak bisa ke mana-mana. Dia tahu dari salah satu anaknya yang juga teman Aliando.

"Iya Bu Andini. Tapi Aliando keras hati tidak mengizinkan aku merayakan kesembuhannya. Jadi ya aku akalim saja denga acara arisan kita," ucap Anita.

"Aku sih menyetujui saja tapi supaya tidak terjadi kesalahpahaman sebaiknya kita bicarakan sama teman-teman sosialita yang lain dulu bagaimana Nit?!" Tanya Andini.

"Iya ya Bu Andin," sahut Anita.

Andini melakukan chat grup menyampaikan maksud Anita. Hasilnya semua anggota setuju. Rata-rata mereka semua penasaran akan kebenaran Aliando bisa berjalan lagi. 

"Jadi malam Minggu depan arisan di rumah kamu Nit," putus Andini.

Anita menuliskan di grup undangan untuk anggota dan seluruh keluarga inti mereka. Anita ingin anak-anak teman-temannya yang juga teman Aliando itu hadir semua.

"Terutama si Sheila harus hadir. Gedek banget aku sama anak itu usai memutuskan Aliando," batin Anita. Ya semenjak Alindo putus dengan Sheila tidak pernah sekalipun gadis itu menengok Aliando walau sebagai teman.

***

Hari ini semua orang di rumah Anton sibuk menyiapkan acara arisan yang akan di adakan Nyonya rumah ini nanti malam ini.

Begitu pun Mamat dan Yuli super sibuk sesuai profesional mereka masing-masing. Yuli bagian konsumsi dan Mamat sibuk mengatur ruangan.

"Ada apa nih?!" Tanya Aliando yang baru ke luar kamarnya dan melihat ke hebohan para asisten rumah tangganya.

"Nanti malam Ibu mau ada arisan Den," sahut Mamat.

"Arisan?! Kok kayak mendadak?!" Tanya Aliando.

"Ya mendadak lah, kan arisan itu kudu di kocok nah yang keluar siapa kan gak tau toh. Kebetulan kali nama Ibu yang keluar jadi siap gak siap toh harus di siap-siapin," jelas Mamat. 

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

s'Mamat paham bgt soal arisan🤣🤣🤣

2023-08-27

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Kecelakaan
2 Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3 Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4 Bab 4 Pulang
5 Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6 Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7 Bab 7 Permohonan Anita Sari
8 Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9 Bab 9 Bos Tapi Kere
10 Bab 10 Bantuan Anita
11 Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12 Kisah Tari Sang PSK
13 Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14 Bab 13 Suka Cita Anita
15 Bab 14 Tidak Sengaja Om
16 Bab 15 Adu Mulut
17 Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18 Bab 17 Kembali jadi PSK
19 Bab 18 Lelaki Aneh
20 Bab 19 Lelaki Berkupluk
21 Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22 Bab 21 Godaan Maut Tari
23 Bab 22 Kumpul Kebo
24 Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25 Bab 24 Cerita Mantan
26 Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27 Bab 26 Beraksi Kembali
28 Bab 27 Mimpi Indah
29 Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30 Bab 29 Strategi Tari
31 Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32 Bab 31 Anita Penasaran
33 Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34 Bab 33 Persiapan Nikah
35 Bab 34 Penghulu Datang
36 Bab 35 Ijab Qobul
37 Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38 Bab 37 Deg adeg An
39 Bab 38 Operasi
40 Bab 39 Puasa
41 Bab 40 Bersabar
42 Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43 Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44 Bab 43 Ketakutan Tari
45 Bab 44 Kok Susah
46 Bab 45 Rencana Ke Bali
47 Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48 Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49 Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50 Bab 49 Permintaan Maaf
51 Bab 50 Liburan Sedih
52 Bab 51 Kenalan Sama Bule
53 Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54 Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55 Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56 Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57 Bab 56 Api-api Cemburu
58 Bab 57 Aliando Ngamuk
59 Bab 58 Aliando Cemburu
60 Bab 59 Pertengkaran Kecil
61 Bab 60 Rasa Tidak Enak
62 Bab 61 Gak Boleh Hamil
63 Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64 Bab 63 Dilema Aliando
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Kecelakaan
2
Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3
Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4
Bab 4 Pulang
5
Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6
Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7
Bab 7 Permohonan Anita Sari
8
Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9
Bab 9 Bos Tapi Kere
10
Bab 10 Bantuan Anita
11
Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12
Kisah Tari Sang PSK
13
Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14
Bab 13 Suka Cita Anita
15
Bab 14 Tidak Sengaja Om
16
Bab 15 Adu Mulut
17
Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18
Bab 17 Kembali jadi PSK
19
Bab 18 Lelaki Aneh
20
Bab 19 Lelaki Berkupluk
21
Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22
Bab 21 Godaan Maut Tari
23
Bab 22 Kumpul Kebo
24
Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25
Bab 24 Cerita Mantan
26
Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27
Bab 26 Beraksi Kembali
28
Bab 27 Mimpi Indah
29
Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30
Bab 29 Strategi Tari
31
Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32
Bab 31 Anita Penasaran
33
Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34
Bab 33 Persiapan Nikah
35
Bab 34 Penghulu Datang
36
Bab 35 Ijab Qobul
37
Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38
Bab 37 Deg adeg An
39
Bab 38 Operasi
40
Bab 39 Puasa
41
Bab 40 Bersabar
42
Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43
Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44
Bab 43 Ketakutan Tari
45
Bab 44 Kok Susah
46
Bab 45 Rencana Ke Bali
47
Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48
Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49
Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50
Bab 49 Permintaan Maaf
51
Bab 50 Liburan Sedih
52
Bab 51 Kenalan Sama Bule
53
Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54
Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55
Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56
Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57
Bab 56 Api-api Cemburu
58
Bab 57 Aliando Ngamuk
59
Bab 58 Aliando Cemburu
60
Bab 59 Pertengkaran Kecil
61
Bab 60 Rasa Tidak Enak
62
Bab 61 Gak Boleh Hamil
63
Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64
Bab 63 Dilema Aliando

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!