Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir

"Tidak bisa Mah! Biarkan saja dia rasakan! Di penjara dalam kamar itu!" Anton berbicara keras pada Anita istrinya.

"Tapi dia anak kita satu-satunya, tolong jangan papa renggut kebahagiaan hidupnya. Lihat keadaannya yang berdiri saja sudah susah. Papah ingat kita tidak akan bisa punya keturunan lagi. Dia lah Pah keturunan terakhir Anton Wiryawan," Anita mengingatkan Anton tentang penderitaan putra mereka pasca kecelakaan itu.

"Mah, kamu jangan selalu mengiyakan kan saja kemauan putra kita itu. Apa kamu mau nanti dia malah tambah celaka atau bahkan mati lebih cepat dari kita!? Akibat hobi ugal-ugalan nya itu!?" Tegas Anton.

Sementara dalam kamarnya Aliando sibuk menelepon Roy. Dia tidak bisa tidur.

"Gila Roy," ucar Aliando saat panggilan suaranya diangkat Aliando.

"Lu yang gila! Ini sudah jam berapa!? Gak tidur lu Al?" Roy yang sudah lelah akibat semalaman di luar rumah hingga dini hari baru pulang masih mengantuk.

"Aku di kurung Papah ku di kamar. Tampaknya kali ini sanksi dari dia tidak main-main Roy. Aku bakal gak bisa lagi nongkrong sama kalian. Hiks hiks hiks," terdengar suara Aliando yang sedih sambil terisak.

"Heh apa ini seorang Aliando menangis," batin Roy sedikit terkejut mendengar suara Aliando. Ingin mengejek tapi kasian gak di ejek tapi mulut rasanya gatal.

"Cieee beneran jadi anak perawan yang nunggu di lamar dong lu Al, hahaha," ejek Roy.

"Sialan lu Roy!" Rutuk Aliando.

"Hahaha, terus apa yang harus aku buat agar Papah kamu bisa membebaskan kamu Al? Mau bilang apa juga ke Papah kamu, Papah kamu pasti gak percaya kan?" Ucap Roy yang juga bingung bagaimana caranya bisa menolong Aliando.

Aliando pun bingung harus bagaimana, yang jelas hari-hari ke depan pasti sangat membosankan. Tinggal di rumah dalam kamar yang hiburannya cuma hape dan televisi. Bak pesakitan dalam bui, hanya beraktivitas makan dan mandi. Sungguh sedih sekali. 

"Entahlah Roy, ku rasa pasti sangat membosankan sekali nanti. Setiap hari hanya dalam kamar. Paling sesekali pergi ke rumah sakit sesuai jadwal terapi ku nanti," terdengar suara lirih sedih Aliando.

Sementara di kamar tidur Anto dan Anita masih belum tidur juga. Anita masih mencoba membujuk suaminya itu agar melunakkan hati pada Aliando. Agar Anton sedikit melonggarkan hukuman Aliando.

"Anak kita masih sangat muda Pah, kasihan kalau di kurung di kamar seperti itu," ujar Anita

"Terus kita biarkan dia ugal-ugalan lagi sama teman-temannya?!" Tanya Anton.

"Ya enggak Pah, maksud ku jangan kunci di kamar. Tidak kita bebaskan keluar tanpa pengawasan gitu. Kalau dia keluar kota suruh saja Mamat menemani," saran Anita.

"Mamat itu setali tiga uang sama Aliando!" Sahut Anton.

"Kalau enggak kita cari security baru khusus mengawasi apa yang di lakukan Aliando," ujar Anita lagi.

"Tidak! Kita biarkan dia merasakan di kunci dalam kamarnya dua tiga hari ke depan ini!" Kata Anton.

"Hhmm.." Anita hanya mampu menghela nafas saja mendengar keputusan suaminya itu.

"Menyedihkan sekali hidup ku. Sudah lumpuh dan impoten di penjara juga seumur hidup dalam kamar ini. Dasar orang tua kolot!" Aliando berteriak sendiri dalam kamarnya.

Begitulah dalam seminggu ini Aliando bertingkah seperti orang gila dalam kamar sering berteriak dan menghancurkan barang-barang dalam kamarnya sendiri.

"Kalau Papah masih tidak mengeluarkan ku dari penjara kamar ini. Aku pastikan, aku akan gila beneran!" Rutuk Aliando dalam hati sambil melemparkan kursi kecil terbuat dari kayu jati asli ke tembok.

"Sudah berhari-hari di kurung tuan ada saja benda pasti rusak di lempar sama Den Al," ucap Tari pada Mamat.

Malam harinya saat Anton menerima laporan dari Mamat dan Tari tentang keseharian Aliando, akhirnya Anton membebaskan Aliando.

"Baiklah besok tidak usah lagi kunci pintu kamarnya biarkan dia hendak pergi ke mana pun dia suka. Aku sudah dapat sekuriti yang akan mengawasi seluruh kegiatan Aliando," Ujar Anton.

"Cepat panggil anak itu ke mari!" Perintah Anton pada Mamat agar membantu Aliando ke tempat mereka sedang makan sekarang.

"Den, keluarlah tuan dan nyonya menunggu Den Al untuk makan bersama," ujar Mamat membuka pintu kamar dan memberitahukan kalau Anton dan Anita mau bicara dengan Aliando.

"Kamu masih waras kan Al?!" Ujar Anton memastikan putranya itu baik-baik saja.

"Menurut Papah apa aku bisa waras di kurung berhari-hari?!" Balas Aliando.

"Justru itu Papah kurung kmu biar kamu waras!! Bukan kah perbuatan mu selama ini yang gila?! Ugal-ugalan hingga mencelakai diri sendiri begitu!" Bentak Anton.

"Baik aku akan hentikan kurungan kamu! Dengan syarat kuliah yang benar fokus dengan kesembuhan kamu! Bagaimana? Kalau kamu tidak setuju Papah lebih senang punya anak gila!!" Anton sudah tampak kesal dengan Aliando.

"Dari pada aku terkurung seumur hidup lebih baik aku turuti saja syarat dari Papah," batin Aliando.

"Baiklah Pah deal!" Ucap Aliando.

Keesokan harinya Aliando melakukan aktivitas menuruti arahan Anton, yah setidaknya bisa bebas dan tidak tertekan di rumah sendirian. Aliando kuliah dan ke rumah sakit di antar oleh sekuriti yang khusus di sewa untuk menjaga dia agar tidak menyeleweng dari kesepakatan yang sudah di buat Aliando dan Anton.

Setelah berhari-hari melakukan aktivitas yang membosankan bagi Aliando. Dia berniat kabur dari pengawasan sang sekuriti bayaran. Dia menelepon Roy agar membawanya kabur pergi nongkrong dengan gengnya ke Cangkir Cofie. 

"Pak Min, aku lupa bawa pulpen nih! Tolong belikan depan kampus sebelah kiri ada market. Nih uangnya!" Ujar Aliando.

Kesempatan ini di gunakan Roy untuk membawa Aliando pergi ke tempat yang sudah di sepakati saat di telepon tadi. Mobil Roy melaju di jalan raya, deru suara mobil bersaing dengan suara tawa mereka yang berhasil mengibuli sang sekuriti.

"Hahaha begitu gampang mengibuli Pak Min! Zaman canggih gini mana ada kuliah pakai pulpen-pulpen lagi. Semua sudah pakai benda canggih," Aliando menggoyangkan telepon pintarnya pada Roy kembali mereka berdua terbahak-bahak. 

Sampai di Cangkir Cofie mereka pun mengobrol dan membahas berbagai hal. Tidak lupa merencanakan balapan lagi nanti malam. 

"Bagaimana kmu bisa ikut gak Bos?" Ujar seorang dari mereka bertanya pada Aliando.

"Pokoknya pasti bisa," Aliando memastikan.

"Oke yaa sampai nanti malam," Aliando pun bersiap membayar, dia menyerahkan kartu pada pelayan Cangkir Cofie.

"Maaf mas gak bisa di pakai!" Ujar pelayan, Aliando menyerahkan lagi kartu yang lain. Tapi semua kartunya tidak ada yang bisa digunakan.

"Apa semua kartu debit ini rusak?!" Gumam Aliando. Lalu mengambil hape dan mencoba mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang di sampaikan pelayan tapi juga tidak bisa.

Rupanya ancaman Anton Wiryawan, CEO Green Palm Company, salah satu perusahaan real estate nomor lima terbesar di dunia, bukan isapan jempol belaka. Dia telah menarik semua fasilitas banking untuk Aliando. Kendaraan pun hanya untuk kuliah dan ke rumah sakit saja.

Episodes
1 Bab 1 Kecelakaan
2 Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3 Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4 Bab 4 Pulang
5 Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6 Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7 Bab 7 Permohonan Anita Sari
8 Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9 Bab 9 Bos Tapi Kere
10 Bab 10 Bantuan Anita
11 Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12 Kisah Tari Sang PSK
13 Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14 Bab 13 Suka Cita Anita
15 Bab 14 Tidak Sengaja Om
16 Bab 15 Adu Mulut
17 Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18 Bab 17 Kembali jadi PSK
19 Bab 18 Lelaki Aneh
20 Bab 19 Lelaki Berkupluk
21 Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22 Bab 21 Godaan Maut Tari
23 Bab 22 Kumpul Kebo
24 Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25 Bab 24 Cerita Mantan
26 Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27 Bab 26 Beraksi Kembali
28 Bab 27 Mimpi Indah
29 Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30 Bab 29 Strategi Tari
31 Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32 Bab 31 Anita Penasaran
33 Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34 Bab 33 Persiapan Nikah
35 Bab 34 Penghulu Datang
36 Bab 35 Ijab Qobul
37 Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38 Bab 37 Deg adeg An
39 Bab 38 Operasi
40 Bab 39 Puasa
41 Bab 40 Bersabar
42 Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43 Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44 Bab 43 Ketakutan Tari
45 Bab 44 Kok Susah
46 Bab 45 Rencana Ke Bali
47 Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48 Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49 Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50 Bab 49 Permintaan Maaf
51 Bab 50 Liburan Sedih
52 Bab 51 Kenalan Sama Bule
53 Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54 Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55 Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56 Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57 Bab 56 Api-api Cemburu
58 Bab 57 Aliando Ngamuk
59 Bab 58 Aliando Cemburu
60 Bab 59 Pertengkaran Kecil
61 Bab 60 Rasa Tidak Enak
62 Bab 61 Gak Boleh Hamil
63 Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64 Bab 63 Dilema Aliando
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Kecelakaan
2
Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3
Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4
Bab 4 Pulang
5
Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6
Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7
Bab 7 Permohonan Anita Sari
8
Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9
Bab 9 Bos Tapi Kere
10
Bab 10 Bantuan Anita
11
Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12
Kisah Tari Sang PSK
13
Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14
Bab 13 Suka Cita Anita
15
Bab 14 Tidak Sengaja Om
16
Bab 15 Adu Mulut
17
Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18
Bab 17 Kembali jadi PSK
19
Bab 18 Lelaki Aneh
20
Bab 19 Lelaki Berkupluk
21
Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22
Bab 21 Godaan Maut Tari
23
Bab 22 Kumpul Kebo
24
Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25
Bab 24 Cerita Mantan
26
Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27
Bab 26 Beraksi Kembali
28
Bab 27 Mimpi Indah
29
Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30
Bab 29 Strategi Tari
31
Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32
Bab 31 Anita Penasaran
33
Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34
Bab 33 Persiapan Nikah
35
Bab 34 Penghulu Datang
36
Bab 35 Ijab Qobul
37
Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38
Bab 37 Deg adeg An
39
Bab 38 Operasi
40
Bab 39 Puasa
41
Bab 40 Bersabar
42
Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43
Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44
Bab 43 Ketakutan Tari
45
Bab 44 Kok Susah
46
Bab 45 Rencana Ke Bali
47
Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48
Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49
Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50
Bab 49 Permintaan Maaf
51
Bab 50 Liburan Sedih
52
Bab 51 Kenalan Sama Bule
53
Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54
Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55
Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56
Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57
Bab 56 Api-api Cemburu
58
Bab 57 Aliando Ngamuk
59
Bab 58 Aliando Cemburu
60
Bab 59 Pertengkaran Kecil
61
Bab 60 Rasa Tidak Enak
62
Bab 61 Gak Boleh Hamil
63
Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64
Bab 63 Dilema Aliando

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!