"Aahh akhirnya pulang juga," ucap Mamat lega.
Ya setelah Aliando mendapatkan diagnosa terakhir keadaan kesehatan fisiknya, dia segera meminta Yuli untuk mengurus administrasi rawat inapnya. Setelah itu mengurus kepulangannya ke rumah. Berdasarkan saran dari Dokter, dia di haruskan mengunjungi rumah sakit setiap hari untuk melakukan berbagai kegiatan terapi. Hal itu dilakukan guna menunjang percepatan penyembuhan.
Aliando tidak sabar untuk menghubungi teman-teman AMV Mobil Club nya. Dia ingin semua temannya tau kalau dia sudah pulang.
"Sepi juga rasanya tidak berjumpa mereka. Teman ku semua takut kena damprat sama papa ku kalau membesuk aku ke rumah sakit," batin Aliando dengan sumringah di bibirnya.
Sesampainya di rumah Alindo langsung menyuruh Mamat agar mendorong kursi roda yang dia duduki ke kamar pribadinya.
Dia meminta Mamat membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
"Aaah empuknya. Berasa sudah berabad-abad gak menyentuh ranjang ku ini," lirihnya yang tentu saja terdengar Mamat.
"Menyentuh ranjang apa menyentuh bokong pacar Den Al?! Kok empuk" Mamat memang suka kurang ajar sama bos kecilnya itu.
Mamat dan Aliando memang tumbuh kembang bersama sejak kecil. Kedua orang tua Mamat juga bekerja di rumah keluarga Anton Wiryawan sejak muda. Ya jadi Mamat dan Aliando sudah seperti saudara saja. Usia mereka cuma terpaut dua tahun. Mamat dua puluh tujuh tahun, sedangkan Aliando dua puluh lima tahun. Mereka sudah seperti saudara kandung saja. Meskipun Mamat tetap hormat pada Aliando dengan memanggilnya Den.
"Aaah kamu Mat! Sudah pergi ke luar sana! Jangan lupa tutup pintu itu!" Ujar Aliando mengusir Mamat dari kamarnya.
Dia melakukan panggilan video grup WhatsApp AMV Mobil Club.
"Hallo gengs!" Sapa Aliando yang di sambut riuh anggota grup.
"Wah sudah sehat lu, Al?!" Tanya Roy. Selama Aliando di rumah sakit dia benar-benar vakum dari kegiatan Mobil Club nya itu.
"Selama aku sakit apa aja kerjaan kalian heh!" Ujar Aliando.
"Kayak biasa aja cuma nongkrong. Kita belum berani balapan, masih di pantau polisi semenjak kamu celaka itu. Sorry kami juga gak jenguk kamu. Papa dan mama kamu melarang. Waktu pertama kami anter kamu ke rumah sakit kami langsung di usir sama mama kamu," Roy menjelaskan.
"Gak apa-apa gengs, santay aja," sahut Aliando.
"Bagaimana keadaan kamu Al?!" Tanya Gunawan.
"Ya menurut Dokter aku mengalami kelumpuhan sementara. Tapi ini aku sudah di rumah. Ya bolak balik rumah sakit gitulah buat terapi, biar bisa jalan lagi," cerita Aliando.
"Bisa jalan lagi?!" Celetuk anggota yang lain.
"Jadi kamu gak bisa ke mana-mana?! Cuma tiduran aja?!" Yang lain menimpali.
"Ya gak lah, jalan sih bisa, pakai kursi roda hehehe," ujar Aliando.
"Sip kalo gitu kita masih bisa ajak kamu nongkrong dong?!" Ucap Roy.
"Bisa dong," sahut Aliando.
"Oke, gimana kalau besok kami jenguk kamu di rumah? Jam berapa rumah sepi?!" Tanya Roy.
"Kok nunggu rumah sepi?! Emang kalian mau ngapain nunggu sepi?!" Aliando curiga.
"Gak ada, cuma takut di usir sama Mama kamu hahaha," celetuk yang lainnya.
"Hahaha udah kaya cowok kencan ke rumah perawan yang takut sama Bapak Mak nya aja kalian," sahut Aliando.
"Lah iya, lu anak perawannya ya hahaha," ledek Roy ditingkahi tawa riuh anggota grup.
"Huuu," cebik Aliando.
***
Keesokan harinya Roy Andrean dengan rombongan datang menjenguk Aliando. Kurang lebih lima buah Aston Martin memasuki gerbang halaman rumah Aliando yang seluas lapangan bola itu.
Kebetulan siang itu Anton Wiryawan di kantornya dan Anita Sari pergi arisan bunda-bunda jetset.
Bebas lah kesepuluh anggota gangs mobil itu dalam rumah itu. Mereka saling melepas rindu.
"Jadi ini kamu kalau keluar pakai kursi roda itu," Roy menunjuk kursi yang terlipat di pojok kamar.
"Gitu deh, naik kursi roda itu aku di gendong sama Mamat," meledakklah tawa semua anggota grup mobil AMV.
"Huuh diam lah kalian!" Gertak Aliando, seketika hening namun masing-masing mengulum senyum.
"Pantas saja kamu bilang kami kayak cowok yang mengencani anak perawan," Roy masih mengulum senyumnya.
"Sudahlah ganti topik! Bagaimana? Apa pasukan coklat masih memantau sirkuit kita?" Tanya Aliando.
" Kenapa? Apa kamu mau balapan dengan keadaan begini?!" Roy menunjuk kaki lumpuh Aliando.
Aliando menatap kakinya kemudian menatap kejantanannya yang letoy melehoy di dalam sana.
"Seandainya kalian tahu pasti sudah ngakak bertubi-tubi dan betul-betul menjadikan aku bagai anak perawan hiks hiks hiks," rintih batin Aliando.
"Heh malah bengong! Kesambet Al?!" Hery menepuk pundak Aliando.
"Hah.. eeh.. enggak!" Geleng Aliando.
"Sudahlah fokus dulu sama kesembuhan kamu Al! Perkara sirkuit kita yang masih dalam pantauan gak masalah kita bisa alihkan kegiatan nongkrong aja," ujar Roy.
"Kapan-kapan aku ikut ke luar deh sama kalian. Nebeng mobil siapa nih aku nanti?!" Tanya Aliando.
"Serius lu Al mau ikut nongkrong?!" Hery sedikit terbelalak mendengar pertanyaan Aliando itu.
AMV Mobil Club setiap malam nongkrong, malam Minggu touring keluar kota, sebulan sekali balapan liar di jalan raya. Ya begitulah kegiatan anak orang berduit apa lagi selain menghamburkan hasil kerja keras orang tua.
"Iya, kalian gak tau kan bosannya aku selama beberapa bulan di rumah sakit!" Keluh Aliando pada teman-temannya itu.
"Oke, kamu ikut mobil aku saja nanti Al!" Ucap Roy yang langsung di sergah Anita.
"Tidak bisa! Aliando tidak boleh ke mana-mana dulu! Kalian jangan coba-coba mempengaruhi Aliando untuk ke luar dan ikutan kalian nongkrong, balapan atau apa pun itu!" Entah siapa yang melaporkan bahwa Aliando di samperin oleh teman-teman geng mobilnya di rumah. Anita menyeruak dari balik pintu kamar Aliando dan langsung menyambar ucapan Roy tadi.
"Tan.. Tan.. Tante Nita. Maaf Tan, Al sendiri yang tadi mengusulkan mau ikut kok," Roy menerangkan.
"Iya Ma! Aku bosan! Gak ada bedanya di rumah dan di rumah sakit!" Suara Aliando meninggi pada ibu yang sudah melahirkannya.
"Tapi kali kamu belum sembuh! Bersabarlah Al! Mama akan izinkan kami keluar jika kaki kamu sudah sembuh!" Nasehat Anita pada putra semata wayangnya itu.
Semua teman-teman Aliando yang rata-rata berusia dua puluh tahunan itu diam membisu, tidak berani menyela adu argumen kedua anak beranak. Alindo dengan usia yang di bilang matang tapi kelakuan mirip anak SD, bersikeras ingin ke luar bersama teman-temannya itu.
"Aku di temani Roy kok keluarnya! Tidak sendirian Ma! Plis lah Ma, aku sudah sangat bosan. Di kamar lagi di kamar lagi. Tidak tau sembuhnya kapan," Ujar Aliando memohon agar Anita memberi izin dia keluar bersama teman-temannya itu nanti malam.
"Tidak bisa! Apa kamu pikir keadaan kamu sekarang tidak menyusahkan Roy? Sudah! Jalani saja terapi kamu dulu sampai benar-benar pulih!" Keras Anita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Park Kyung Na
semangat Thor 😊
2023-10-05
1
jumirah slavina
Tari 🤔🤔🤔
2023-07-25
3