Bab 4 Pulang

"Aahh akhirnya pulang juga," ucap Mamat lega.

Ya setelah Aliando mendapatkan diagnosa terakhir keadaan kesehatan fisiknya, dia segera meminta Yuli untuk mengurus administrasi rawat inapnya. Setelah itu mengurus kepulangannya ke rumah. Berdasarkan saran dari Dokter, dia di haruskan mengunjungi rumah sakit setiap hari untuk melakukan berbagai kegiatan terapi.  Hal itu dilakukan guna menunjang percepatan penyembuhan.

Aliando tidak sabar untuk menghubungi teman-teman AMV Mobil Club nya. Dia ingin semua temannya tau kalau dia sudah pulang.

"Sepi juga rasanya tidak berjumpa mereka. Teman ku semua takut kena damprat sama papa ku kalau membesuk aku ke rumah sakit," batin Aliando dengan sumringah di bibirnya.

Sesampainya di rumah Alindo langsung menyuruh Mamat agar mendorong kursi roda yang dia duduki ke kamar pribadinya.

Dia meminta Mamat membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

"Aaah empuknya. Berasa sudah berabad-abad gak menyentuh ranjang ku ini," lirihnya yang tentu saja terdengar Mamat.

"Menyentuh ranjang apa menyentuh bokong pacar Den Al?! Kok empuk" Mamat memang suka kurang ajar sama bos kecilnya itu.

Mamat dan Aliando memang tumbuh kembang bersama sejak kecil. Kedua orang tua Mamat juga bekerja di rumah keluarga Anton Wiryawan sejak muda. Ya jadi Mamat dan Aliando sudah seperti saudara saja. Usia mereka cuma terpaut dua tahun. Mamat dua puluh tujuh tahun, sedangkan Aliando dua puluh lima tahun. Mereka sudah seperti saudara kandung saja. Meskipun Mamat tetap hormat pada Aliando dengan memanggilnya Den.

"Aaah kamu Mat! Sudah pergi ke luar sana! Jangan lupa tutup pintu itu!" Ujar Aliando mengusir Mamat dari kamarnya. 

Dia melakukan panggilan video grup WhatsApp AMV Mobil Club. 

"Hallo gengs!" Sapa Aliando yang di sambut riuh anggota grup. 

"Wah sudah sehat lu, Al?!" Tanya Roy. Selama Aliando di rumah sakit dia benar-benar vakum dari kegiatan Mobil Club nya itu.

"Selama aku sakit apa aja kerjaan kalian heh!" Ujar Aliando. 

"Kayak biasa aja cuma nongkrong. Kita belum berani balapan, masih di pantau polisi semenjak kamu celaka itu. Sorry kami juga gak jenguk kamu. Papa dan mama kamu melarang. Waktu pertama kami anter kamu ke rumah sakit kami langsung di usir sama mama kamu," Roy menjelaskan.

"Gak apa-apa gengs, santay aja," sahut Aliando.

"Bagaimana keadaan kamu Al?!" Tanya Gunawan.

"Ya menurut Dokter aku mengalami kelumpuhan sementara. Tapi ini aku sudah di rumah. Ya bolak balik rumah sakit gitulah buat terapi, biar bisa jalan lagi," cerita Aliando.

"Bisa jalan lagi?!" Celetuk anggota yang lain.

"Jadi kamu gak bisa ke mana-mana?! Cuma tiduran aja?!" Yang lain menimpali.

"Ya gak lah, jalan sih bisa, pakai kursi roda hehehe," ujar Aliando.

"Sip kalo gitu kita masih bisa ajak kamu nongkrong dong?!" Ucap Roy.

"Bisa dong," sahut Aliando.

"Oke, gimana kalau besok kami jenguk kamu di rumah? Jam berapa rumah sepi?!" Tanya Roy.

"Kok nunggu rumah sepi?! Emang kalian mau ngapain nunggu sepi?!" Aliando curiga.

"Gak ada, cuma takut di usir sama Mama kamu hahaha," celetuk yang lainnya.

"Hahaha udah kaya cowok kencan ke rumah perawan yang takut sama Bapak Mak nya aja kalian," sahut Aliando.

"Lah iya, lu anak perawannya ya hahaha," ledek Roy ditingkahi tawa riuh anggota grup.

"Huuu," cebik Aliando.

***

Keesokan harinya Roy Andrean dengan rombongan datang menjenguk Aliando. Kurang lebih lima buah Aston Martin memasuki gerbang halaman rumah Aliando yang seluas lapangan bola itu.

Kebetulan siang itu Anton Wiryawan di kantornya dan Anita Sari pergi arisan bunda-bunda jetset. 

Bebas lah kesepuluh anggota gangs mobil itu dalam rumah itu. Mereka saling melepas rindu.

"Jadi ini kamu kalau keluar pakai kursi roda itu," Roy menunjuk kursi yang terlipat di pojok kamar.

"Gitu deh, naik kursi roda itu aku di gendong sama Mamat," meledakklah tawa semua anggota grup mobil AMV.

"Huuh diam lah kalian!" Gertak Aliando, seketika hening namun masing-masing mengulum senyum.

"Pantas saja kamu bilang kami kayak cowok yang mengencani anak perawan," Roy masih mengulum senyumnya.

"Sudahlah ganti topik! Bagaimana? Apa pasukan coklat masih memantau sirkuit kita?" Tanya Aliando.

" Kenapa? Apa kamu mau balapan dengan keadaan begini?!" Roy menunjuk kaki lumpuh Aliando.

Aliando menatap kakinya kemudian menatap kejantanannya yang letoy melehoy di dalam sana. 

"Seandainya kalian tahu pasti sudah ngakak bertubi-tubi dan betul-betul menjadikan aku bagai anak perawan hiks hiks hiks," rintih batin Aliando.

"Heh malah bengong! Kesambet Al?!" Hery menepuk pundak Aliando.

"Hah.. eeh.. enggak!" Geleng Aliando.

"Sudahlah fokus dulu sama kesembuhan kamu Al! Perkara sirkuit kita yang masih dalam pantauan gak masalah kita bisa alihkan kegiatan nongkrong aja," ujar Roy.

"Kapan-kapan aku ikut ke luar deh sama kalian. Nebeng mobil siapa nih aku nanti?!" Tanya Aliando.

"Serius lu Al mau ikut nongkrong?!" Hery sedikit terbelalak mendengar pertanyaan Aliando itu.

AMV Mobil Club setiap malam nongkrong, malam Minggu touring keluar kota, sebulan sekali balapan liar di jalan raya. Ya begitulah kegiatan anak orang berduit apa lagi selain menghamburkan hasil kerja keras orang tua.

"Iya, kalian gak tau kan bosannya aku selama beberapa bulan di rumah sakit!" Keluh Aliando pada teman-temannya itu.

"Oke, kamu ikut mobil aku saja nanti Al!" Ucap Roy yang langsung di sergah Anita.

"Tidak bisa! Aliando tidak boleh ke mana-mana dulu! Kalian jangan coba-coba mempengaruhi Aliando untuk ke luar dan ikutan kalian nongkrong, balapan atau apa pun itu!" Entah siapa yang melaporkan bahwa Aliando di samperin oleh teman-teman geng mobilnya di rumah. Anita menyeruak dari balik pintu kamar Aliando dan langsung menyambar ucapan Roy tadi.

"Tan.. Tan.. Tante Nita. Maaf Tan, Al sendiri yang tadi mengusulkan mau ikut kok," Roy menerangkan.

"Iya Ma! Aku bosan! Gak ada bedanya di rumah dan di rumah sakit!" Suara Aliando meninggi pada ibu yang sudah melahirkannya.

"Tapi kali kamu belum sembuh! Bersabarlah Al! Mama akan izinkan kami keluar jika kaki kamu sudah sembuh!" Nasehat Anita pada putra semata wayangnya itu.

Semua teman-teman Aliando yang rata-rata berusia dua puluh tahunan itu diam membisu, tidak berani menyela adu argumen kedua anak beranak. Alindo dengan usia yang di bilang matang tapi kelakuan mirip anak SD, bersikeras ingin ke luar bersama teman-temannya itu. 

"Aku di temani Roy kok keluarnya! Tidak sendirian Ma! Plis lah Ma, aku sudah sangat bosan. Di kamar lagi di kamar lagi. Tidak tau sembuhnya kapan," Ujar Aliando memohon agar Anita memberi izin dia keluar bersama teman-temannya itu nanti malam. 

"Tidak bisa! Apa kamu pikir keadaan kamu sekarang tidak menyusahkan Roy? Sudah! Jalani saja terapi kamu dulu sampai benar-benar pulih!" Keras Anita.

Terpopuler

Comments

Park Kyung Na

Park Kyung Na

semangat Thor 😊

2023-10-05

1

jumirah slavina

jumirah slavina

Tari 🤔🤔🤔

2023-07-25

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Kecelakaan
2 Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3 Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4 Bab 4 Pulang
5 Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6 Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7 Bab 7 Permohonan Anita Sari
8 Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9 Bab 9 Bos Tapi Kere
10 Bab 10 Bantuan Anita
11 Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12 Kisah Tari Sang PSK
13 Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14 Bab 13 Suka Cita Anita
15 Bab 14 Tidak Sengaja Om
16 Bab 15 Adu Mulut
17 Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18 Bab 17 Kembali jadi PSK
19 Bab 18 Lelaki Aneh
20 Bab 19 Lelaki Berkupluk
21 Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22 Bab 21 Godaan Maut Tari
23 Bab 22 Kumpul Kebo
24 Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25 Bab 24 Cerita Mantan
26 Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27 Bab 26 Beraksi Kembali
28 Bab 27 Mimpi Indah
29 Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30 Bab 29 Strategi Tari
31 Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32 Bab 31 Anita Penasaran
33 Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34 Bab 33 Persiapan Nikah
35 Bab 34 Penghulu Datang
36 Bab 35 Ijab Qobul
37 Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38 Bab 37 Deg adeg An
39 Bab 38 Operasi
40 Bab 39 Puasa
41 Bab 40 Bersabar
42 Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43 Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44 Bab 43 Ketakutan Tari
45 Bab 44 Kok Susah
46 Bab 45 Rencana Ke Bali
47 Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48 Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49 Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50 Bab 49 Permintaan Maaf
51 Bab 50 Liburan Sedih
52 Bab 51 Kenalan Sama Bule
53 Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54 Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55 Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56 Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57 Bab 56 Api-api Cemburu
58 Bab 57 Aliando Ngamuk
59 Bab 58 Aliando Cemburu
60 Bab 59 Pertengkaran Kecil
61 Bab 60 Rasa Tidak Enak
62 Bab 61 Gak Boleh Hamil
63 Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64 Bab 63 Dilema Aliando
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Kecelakaan
2
Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3
Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4
Bab 4 Pulang
5
Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6
Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7
Bab 7 Permohonan Anita Sari
8
Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9
Bab 9 Bos Tapi Kere
10
Bab 10 Bantuan Anita
11
Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12
Kisah Tari Sang PSK
13
Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14
Bab 13 Suka Cita Anita
15
Bab 14 Tidak Sengaja Om
16
Bab 15 Adu Mulut
17
Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18
Bab 17 Kembali jadi PSK
19
Bab 18 Lelaki Aneh
20
Bab 19 Lelaki Berkupluk
21
Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22
Bab 21 Godaan Maut Tari
23
Bab 22 Kumpul Kebo
24
Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25
Bab 24 Cerita Mantan
26
Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27
Bab 26 Beraksi Kembali
28
Bab 27 Mimpi Indah
29
Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30
Bab 29 Strategi Tari
31
Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32
Bab 31 Anita Penasaran
33
Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34
Bab 33 Persiapan Nikah
35
Bab 34 Penghulu Datang
36
Bab 35 Ijab Qobul
37
Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38
Bab 37 Deg adeg An
39
Bab 38 Operasi
40
Bab 39 Puasa
41
Bab 40 Bersabar
42
Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43
Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44
Bab 43 Ketakutan Tari
45
Bab 44 Kok Susah
46
Bab 45 Rencana Ke Bali
47
Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48
Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49
Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50
Bab 49 Permintaan Maaf
51
Bab 50 Liburan Sedih
52
Bab 51 Kenalan Sama Bule
53
Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54
Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55
Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56
Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57
Bab 56 Api-api Cemburu
58
Bab 57 Aliando Ngamuk
59
Bab 58 Aliando Cemburu
60
Bab 59 Pertengkaran Kecil
61
Bab 60 Rasa Tidak Enak
62
Bab 61 Gak Boleh Hamil
63
Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64
Bab 63 Dilema Aliando

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!