"Bagaimana ini Yul, bisa-bisa uang kita tidak kembali. Semua banking Den Al di blokir sama tuan besar. Kita sudah salah membantu Aliando dalam hal ini. Tapi kalau gak kita bantu kena damprat juga. Ada ide gak kamu Yul, biar uang kita kembali!" Ujar Mamat yang risau setelah mendapatkan jawaban dari Aliando soal hutang ambil saja sama tuan besar.
"Nanti aku bicara sama Nyonya deh, kalau ke tuan gak berani kan dia yang kasih hukuman," sahut Yuli membuat Mamat sedikit tenang.
Masih terdengar suara canda tawa riuh Aliando dan delapan teman-temannya. Mereka tidak tau betapa pusingnya Mamat dan Yuli mikirin duit lima ratus ribu mereka gak kembali.
Malam hari usai makan malam Yuli meberanikan diri diam-diam mengirim pesan melalui WhatsApp kepada Anita.
[Bu saya mau bicara penting tapi tidak di rumah] tulis Yuli yang takut kalau Anton mengetahui soal dia dan Mamat berani meminjamkan uang pada Aliando.
[Bicara penting apa Yul? Kenapa tidak langsung ke kamar saya saja] balas Anita.
[Rahasia Bu. Sebaiknya kita bicara di luar rumah saja Bu. Saya tunggu di mini market depan Bu] Yuli membalas pesan Anita.
Anita bergegas ke luar menuju mini market yang tepat berada di seberang rumah besar Anton.
"Huuh ada apa sih si Yuli ini berani-beraninya memerintah aku ke luar malam-malam begini. Yah, karena aku sangat penasaran mending aku segera ke mini market itu menemuinya," batin Anita.
Akhirnya Yuli dan Anita bertemu di mini market depan rumah.
"Apa sih yang penting Yul? Sampai harus bicara di luar rumah begini," ujar Anita.
"Ini tentang Den Al Bu," Yuli memulai ceritanya.
"Aliando? Kenapa lagi dia? Bukankah dia di kamarnya sekarang?" Anita sedikit khawatir.
"Iya Bu, Den Aliando baik-baik saja di rumah dari tadi siang sampai saat ini. Engg… yang tidak baik-baik saja itu keuangan saya sama Bang Mamat Bu," Yuli tampak ragu-ragu.
"Hmm.. apa hubungannya dengan Aliando?" Tanya Anita tidak mengerti.
"Eemm.. Den Aliando pinjam uang kami buat bayar makanan online tadi siang Bu. Kami bingung mau minta ganti ke tuan ntar yang ada kami di marahin. Kan Den Al kena hukuman sama Bapak," terang Yuli.
"Makanya saya mengajak ibu bicara di sini. Kalau di rumah takut Bapak dengar, Bu," jelas Yuli lagi.
"Berapa utang Aliando Yul?" Tanya Anita.
"Lima ratus ribu rupiah Bu," ucap Yuli lega.
"Ya sudah nanti biar aku yang bayar. Aliando juga keterlaluan, sudah tau kalian cuma pegawai malah minta pinjam ke kalian," Anita geleng-geleng kepala.
"Kasian sekali putraku, Papah terlalu kejam padanya. Dia masih sangat muda, tentu berada di rumah saja mbosankan. Tapi aku juga tidak suka dia masih berkawan dengan teman-temannya itu. Aku akan bantu Aliando dengan tunai tapi aku harus menyuruhnya menjauhi teman-teman yang sudah membuatnya lumpuh itu," batin Anita.
Sebagai Ibu tentu saja Anita tidak dapat melihat anak semata wayangnya menderita. Dia berniat diam-diam membantu Aliando dari segi finansial. Tentu saja dengan syarat agar Aliando tidak lagi berhubungan dengan teman-teman gengnya itu. Anita ingin Aliando keluar dari grup balap liarnya itu.
Anita dan Yuli pun kembali ke rumah mbawa makanan ringan yang mereka beli di mini market itu.
Tok
Tok
Tok
"Al.. Al.. kami sudah tidur?" Anita mengetuk pintu kamar Aliando.
"Masuk lah Mah," terdengar suara Aliando dari dalam.
Kreekkk
Anita mendorong pintu ke arah dalam kamar Aliando.
"Boleh Mamah bicara Al?" Ucap Anita sambil duduk di tepi ranjang anaknya itu.
"Soal apa Mah?" Tanya Aliando.
"Soal kamu lah! Bagaimana kondisi kaki kamu Al? Kamu hari ini ke rumah sakit kan?!" Anita memulai pembicaraan dengan Aliando.
"Kata Dokter mulai bagus Mah perkembangannya. Aku sudah bisa berdiri beberapa detik dari kursi roda," sahut Aliando.
"Yang lainnya ada masalah gak?!" Tanya Anita lagi.
"Mmm.. enggak sih Mah," Aliando menunduk teringat ucapan Dokter, bahwa untuk menyembuhkan lemah syahwatnya itu butuh waktu yang lama. Trauma yang di alami bagian sensitifnya cukup parah di banding kakinya.
Aliando tidak tahu kalau Mamah dan Papahnya sudah tau sejak awal dia dirawat di rumah sakit itu. Dokter sudah menjelaskan pada Anita dan Anton perihal kondisi Aliando pasca kecelakaan dahsyat itu.
"Syukurlah kalau tidak ada masalah yang yang parah. Oya, kata Yuli, kamu kemarin siang pinjam uang dia dan juga Mamat ya?" Tanya Anita sedikit hati-hati.
"Mereka minta ganti ke Mamah ya?!" Aliando balik bertanya.
"Iya," sahut Anita.
"Mmm.. Mamah akan kasi uang tunai ke kamu tiap hari Al, berapapun yang kamu butuhkan. Tapi ada syaratnya, kamu bersedia?" Tanya Anita.
"Apa dulu syaratnya?!" Aliando balik bertanya.
"Berhentilah berkawan dengan teman-temanmu yang sudah membuat kamu celaka. Teman macam apa mereka itu. Tidak membawa kami ke jalan kebaikkan," ucap Anita.
"Hahaha Mamah gak ada bedanya sama Papah! Lupa ya kalau teman-teman ku itu anak kolega kalian juga?! Anak-anak teman sosialita Mamah! Kalau aku tidak berteman dengan mereka kalian berdua siap menghancurkan kerjasama dengan orang-orang busuk teman kalian itu!" Kata Aliando.
Ya sebagian besar teman-teman Anita dan Anton adalah pengusaha curang, pejabat korup, dan orang-orang berpangkat semua. Seperti halnya Anton lah yang mafia tanah dan juga sering melakukan kecurangan pajak.
"Aliando!" Suara Anita naik satu oktaf demi mendengar ocehan Aliando tentang teman-teman sosialitanya.
"Huuh sayang sekali Mamah dengan teman-teman sosialita mu hingga Mamah membentak aku begitu?!" Sahut Aliando.
"Tidak, bukan begitu maksud Mamah Al. Mereka kan teman-teman Mamah dan Papah yang pastinya sudah membantu bisnis Papah mu. Setidaknya sopan sedikit bicara soal mereka, gak enak kalau pembantu kita ada yang dengar. Mamah tidak memaksa mu, tapi jika kamu tidak berhenti berteman dengan Roy dan yang lain, apa kamu masih tahan gak punya uang?! Apa kamu tega sama Yuli dan Mamat kalau sampai ketahuan Papah mereka di pecat?!" Ujar Anita.
Aliando terdiam, ya memang tidak sepantasnya dia melibatkan Yuli dan Mamat dalam persoalan hukuman Anton yang harus dia jalanin.
"Mamah benar kalau sampai Mamat dan Yuli di pecat karena ketahuan menolong aku dengan uang lima ratus ribu itu, kasihan keluarganya," batin Aliando.
Ya Mamat mempunyai ibu yang sudah tua di kampung, sedangkan Yuli punya anak yang masih sekolah di kampungnya.
"Kenapa diam Al?! Apa kmu sedang memikirkan kata-kata ku?!" Ujar Anita.
"Mamah mohon berhentilah dulu berteman dengan Roy dan yang lainnya. Setidaknya sampai kamu benar-benar pulih. Papah kmu itu benar Al. Setelah sembuh pun berhentilah balapan. Dewasalah nak, sudah cukup bermain-main. Saatnya kamu ikut memikirkan bisnis dengan Papah kamu Al," nasehat Anita lirih agar hati Aliando melunak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
jumirah slavina
ko hilang Thor cewe yg bab 2
semangatttttt up Otorrrrrrr
2023-08-15
3