Bab 9 Bos Tapi Kere

Anton Wiryawan tidak membiarkan Aliando bebas bergaul begitu saja. Anton menutup semua akses pengeluaran Aliando serta fasilitas lainnya. Semua sudah di penuhi di rumah, jadi tidak perlu ke mana-mana. Anton bahkan membuat sebuah tempat di sudut lahan rumahnya yang luas berhektar-hektar itu mirip seperti cafe yang biasa Aliando tomgkrongi bersama teman-temannya. Ya bahkan untuk bertemu teman-temannya pun hanya boleh di rumah. Ini sudah seperti lagu  Nafa Urbach hidup bagai di sangkar emas. Begitulah kira-kira nasib Aliando sekarang. 

"Bosan sekali mending aku pesan makanan dan minuman online terus ngundang Roy dan yang lain ke mari malam ini," Aliando menggeser-geser tampilan layar hapenya pada aplikasi online food.

"What the f*ck man?!! Semua uang elektronik ku pun nol??!!" Aliando tampak kebingungan.

"Papah memang sudah keterlaluan sampai hape ku sepertinya juga sudah di retas! Entah siapa yang dia suruh melakukan ini!" Batin Aliando geram.

"Mamaaat!!" Teriak Aliando.

"Apa Den? Mau ke mana?" Pikir Mamat Aliando ingin di papah ke atas kursi rodanya.

"Pinjam uang kamu dulu lima ratus ribu!" Ujar Aliando.

"Haah! Buat apa Den?!" Mamat tampak bingung.

"Buat bayar makanan yang nanti datang!" Sahut Aliando.

"Den Al pesan online food?!" Tanya Mamat setengah tak percaya.

"Iya, nanti kamu bayarin!" Ucap Aliando.

"Lah kok saya?! Kan situ yang Bos! Huuh! Bos kok kere," gumam Mamat.

"Kamu bilang apa barusan mat?!" Aliando menegaskan pendengarannya.

"Ah enggak Den, uang ku gak ada lima ratus ribu.." Mamat mencoba ngeles.

"Minta tambahin Yuli! Nanti minta ganti papah atau mamah aku!" Perintah Aliando, Mamat hanya geleng-geleng kepala.

"Iya Den," hanya dua kata itu yang keluar dari mulut Mamat. Dia kemudian pergi meninggalkan Aliando sendirian di kamarnya sibuk memainkan hapenya.

"Eeh Yuli, kamu ada uang tiga ratus ribu gak? Den Al mau pinjem dulu!" Ucap Mamat saat ada di dapur melihat Yuli yang sedang sibuk mengepel lantai.

"Haah yang bener Bang!? Bukannya yang seharusnya pinjam uang tu kita?!" Yuli tidak mempercayai pendengarannya.

"Iya, bener, aku serius. Tadi aku di panggil Den Al. Dia pesan makanan online tapi gak punya duit hahaha," cerita Mamat terbahak-bahak.

"Kok bisa?!" Tanya Yuli.

"Ya bisa dia kan lagi di hukum tuan besar. Semuanya di blokir termasuk ATM dan uang elektronik. Hapenya juga di retas sama tuan besar. Jadi mau ngapa-ngapain aja Den Al pasti ketahuan," terang Mamat.

"Sampai beli makanan saja gak bisa?! Lagian makan apa toh tiga ratus ribu Bang?" Yuli agak bingung dengan harga makanan yang mahal itu.

"Kayaknya Den Al mau undang beberapa teman ke sini, Yul," sahut Mamat.

"Ooh," sahut Yuli singkat, kemudian meninggalkan Mamat untuk mengambil uang yang di minta Mamat.

Setelah mengumpulkan uang sejumlah lima ratus ribu Mamat menyerahkan pada sekuriti di pos depan rumah besar itu.

"Mang Sapri kalau ada ojek antar pesanan makanan nih bayarin ya! Beri tau aku atau Yuli ya!" Mamat menyerahkan uang pada Sapri.

"Wah ada pesta kecil-kecilan nih! Boleh dong!" Sapri mengira Mamat atau Yuli berulang tahun.

"Iya, pestanya tuan muda. Lu, gue gak di ajak!" Tegas Mamat.

"Pesta apa Den Al lima ratus ribu?!" Sapri tidak percaya.

"Gak tau aku, kayaknya cuma mau undang beberapa teman sebab kesepian gak dibolehin ke mana-mana sama tuan besar kan," jelas Mamat.

"Ooh gitu," Sapri mengangguk-anggukkan kepalanya. 

Mamat meninggalkan Sapri yang kelihatannya masih agak bingung bakal ada acara apa. Dia tidak mendapat instruksi apa-apa dari pemilik rumah. Biasanya kalau ada banyak tamu tentu Sapri akan di beritahu supaya bisa mengatur keluar masuk kendaraan nanti. 

"Hmmm kok Den Al gak ada telepon atau WA aku ya kalau teman-temannya mau datang? Aah gak apa-apa lah yang penting aku sekarang sudah tau bakal ada tamu," Sapri mengibaskan tangan di depan wajahnya sendiri.

Tiiin.. tiin.. tiiiinn..

Roy mempuka kaca jendela menampakan wajah pada kamera di depan gerbang. Sensor wajah membuka gerbang otomatis rumah besar  Aliando. Mobil Roy dan kawan-kawan masuk ke pekarangan rumah Aliando beriringan seperti konvoi mobil mewah saja. 

"Lah sudah datang saja makanan sama minuman belum nyampe lagi," Sapri membatin.

"Hallo Al," Roy dan teman-temannya Aliando satu persatu menyalami Aliando. Sebelum Aliando sudah meminta Mamat untuk mengantarnya ke luar rumah di mana bangunan mirip cafe itu berada. Sudah sejak tadi pula Aliando menunggu kedatangan teman-temannya.

"Hay, cepat sekali kalian sampai," ucap Aliando.

"Begitulah urusan makan enak semua jadi pembalap handal," kelakar Roy.

"Hahahaha bisa aja kamu Roy! Makanannya belum datang!" Ujar Aliando.

"Waah kenapa gak di buka umum aja nih cafe Al?" Tanya teman Aliando yang lain.

Teman-teman yang datang ke rumah Aliando saat ini kurang lebih empat buah mobil mewah, jadi sekitar delapan orang saja yang ngumpul di rumah Aliando saat ini.

"Kalau di buka umum takut mengganggu ketentraman raja dan ratu rumah ini hahahaha," ujar Aliando lagi yang menyebut papah dan mamahnya sebagai raja dan ratu.

Tak lama masuk lah Yuli dan juga Mamat membawakan makanan seharga lima ratus ribu rupiah yang di pesan Aliando melalui aplikasi makanan online di hapenya.

"Den jangan lupa di bayarin  utangnya, kalau perlu bilang sama teman-teman Den Al kalau makanan ini hasil ngutang sama kami, hehehehe," bisik Mamat di telinga Aliando saat menyajikan makanan di meja dan berdekatan dengan Aliando.

"Kan sudah aku bilang minta ganti sama Anton Wiryawan," balas Aliando berbisik.

Mamat dan Yuli pun berlalu dari cafe pribadi tuan muda mereka itu. 

"Jadi beneran papah kamu gak biarin kamu ke luar sama sekali?" Tanya Roy.

"Ya, sepertinya cuma sampai aku benar-benar pulih saja sih," duga Aliando.

"Gak ada balapan dong, soalnya gak seru kalau kamu gak ikut Al," kata Roy, sedangkan yang lain mengangguk-angguk saja.

Tentu saja tidak seru, karena semua pengeluaran setiap malam mereka keluar itu Aliando donaturnya. Sekarang Aliando mendapatkan sanksi yang cukup berat dari Anton otomatis berdampak pada teman-temannya yang sangat tergantung dengan Aliando. Pertemuan mereka pun gak semeriah kalau ada Aliando, banyak teman-teman mereka anggota AMV berkumpul. Jumlah keseluruhan anggota kurang lebih dua puluh lima orang. Sekarang yang ke rumah Aliando cuma delapan orang saja. Perkumpulan anak-anak muda Borjuis macam mereka apa lagi yang di lakukan selain bersenang-senang, ugal-ugalan dan minum-minuman beralkohol. Aliando dan teman-teman sangat anti obat terlarang dan main perempuan. Ya mereka masing-masing sudah punya pasangan. Namun semenjak kecelakaan dan lumpuh Aliando putus dari putri seorang jaksa ternama di kota ini. Meskipun sama-sama memiliki orang tua berpengaruh tentu saja Sheila, nama putri jaksa tersebut, memutuskan hubungannya dengan Aliando yang sudah jelas-jelas lumpuh. Rasa malu yang kuat membuat dia meninggalkan Aliando. Itu juga menyebabkan Aliando begitu patah semangat dan cukup menghambat proses kesembuhannya.

Terpopuler

Comments

Park Kyung Na

Park Kyung Na

suka banget sama ceritanya😊

2023-10-07

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Kecelakaan
2 Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3 Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4 Bab 4 Pulang
5 Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6 Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7 Bab 7 Permohonan Anita Sari
8 Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9 Bab 9 Bos Tapi Kere
10 Bab 10 Bantuan Anita
11 Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12 Kisah Tari Sang PSK
13 Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14 Bab 13 Suka Cita Anita
15 Bab 14 Tidak Sengaja Om
16 Bab 15 Adu Mulut
17 Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18 Bab 17 Kembali jadi PSK
19 Bab 18 Lelaki Aneh
20 Bab 19 Lelaki Berkupluk
21 Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22 Bab 21 Godaan Maut Tari
23 Bab 22 Kumpul Kebo
24 Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25 Bab 24 Cerita Mantan
26 Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27 Bab 26 Beraksi Kembali
28 Bab 27 Mimpi Indah
29 Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30 Bab 29 Strategi Tari
31 Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32 Bab 31 Anita Penasaran
33 Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34 Bab 33 Persiapan Nikah
35 Bab 34 Penghulu Datang
36 Bab 35 Ijab Qobul
37 Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38 Bab 37 Deg adeg An
39 Bab 38 Operasi
40 Bab 39 Puasa
41 Bab 40 Bersabar
42 Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43 Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44 Bab 43 Ketakutan Tari
45 Bab 44 Kok Susah
46 Bab 45 Rencana Ke Bali
47 Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48 Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49 Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50 Bab 49 Permintaan Maaf
51 Bab 50 Liburan Sedih
52 Bab 51 Kenalan Sama Bule
53 Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54 Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55 Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56 Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57 Bab 56 Api-api Cemburu
58 Bab 57 Aliando Ngamuk
59 Bab 58 Aliando Cemburu
60 Bab 59 Pertengkaran Kecil
61 Bab 60 Rasa Tidak Enak
62 Bab 61 Gak Boleh Hamil
63 Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64 Bab 63 Dilema Aliando
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Kecelakaan
2
Bab 2 Berita Duka (Pertemuan Pertama)
3
Bab 3 Diagnosa Dokter (Pertemuan Kedua)
4
Bab 4 Pulang
5
Bab 5 Kelakuan Anak Muda
6
Bab 6 Kemarahan Anton Wiryawan
7
Bab 7 Permohonan Anita Sari
8
Bab 8 Fasilitas Ditarik Sang Presdir
9
Bab 9 Bos Tapi Kere
10
Bab 10 Bantuan Anita
11
Bab 11 AMV Mobil Club Tanpa Aliando
12
Kisah Tari Sang PSK
13
Bab 12 Menanggalkan Kursi Roda
14
Bab 13 Suka Cita Anita
15
Bab 14 Tidak Sengaja Om
16
Bab 15 Adu Mulut
17
Bab 16 Mencari Pekerjaan Halal
18
Bab 17 Kembali jadi PSK
19
Bab 18 Lelaki Aneh
20
Bab 19 Lelaki Berkupluk
21
Bab 20 Ganteng -ganteng Letoy
22
Bab 21 Godaan Maut Tari
23
Bab 22 Kumpul Kebo
24
Bab 23 Emang Boleh.. Emang Boleh.. SeBossy Itu?
25
Bab 24 Cerita Mantan
26
Bab 25 Cerita Mantan Kekasih
27
Bab 26 Beraksi Kembali
28
Bab 27 Mimpi Indah
29
Bab 28 Tidak Seperti Mimpi Indah
30
Bab 29 Strategi Tari
31
Bab 30 Usaha Tari Membuahkan Hasil
32
Bab 31 Anita Penasaran
33
Bab 32 Rencana Pernikahan Aliando Dan Tari
34
Bab 33 Persiapan Nikah
35
Bab 34 Penghulu Datang
36
Bab 35 Ijab Qobul
37
Bab 36 Gak Mau Malam Pertama Kalau Gak Perawan
38
Bab 37 Deg adeg An
39
Bab 38 Operasi
40
Bab 39 Puasa
41
Bab 40 Bersabar
42
Bab 41 Bertemu Masa Lalu
43
Bab 42 Buru-buru Balik Takut Perawan Diculik
44
Bab 43 Ketakutan Tari
45
Bab 44 Kok Susah
46
Bab 45 Rencana Ke Bali
47
Bab 46 Jebakan Asmara Setengah Dara 1
48
Bab 47 Jebakan Asmara Setengah Dara 2
49
Bab 48 Gadis Bukan Perawan
50
Bab 49 Permintaan Maaf
51
Bab 50 Liburan Sedih
52
Bab 51 Kenalan Sama Bule
53
Bab 52 Asisten Dan Pelatih Surfing Pasangan Selevel
54
Bab 53 Andreas Si Bule Penggoda 1
55
Bab 54 Andreas Si Bule Penggoda 2
56
Bab 55 Andreas Si Bule Penggoda 3
57
Bab 56 Api-api Cemburu
58
Bab 57 Aliando Ngamuk
59
Bab 58 Aliando Cemburu
60
Bab 59 Pertengkaran Kecil
61
Bab 60 Rasa Tidak Enak
62
Bab 61 Gak Boleh Hamil
63
Bab 62 Bayi Yang Tak Diinginkan
64
Bab 63 Dilema Aliando

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!