Mencari Solusi dan Perceraian

Dalam suasana hening di kamar melati, yang ada hanya dua wanita cantik. Yang mana Intan dan Widya berusaha untuk mencari solusi agar masalah hidup yang di hadapi Intan bisa teratasi.

"Karena kamu telah keguguran, jadi Andrew mau menceraikanmu?" tanya Widya dengan hatinya merasa jengkel karena kasihan melihat kondisi teman kerjanya sedang dalam musibah.

"Iya benar dan karena Dina itu, ternyata sudah mempunyai anak bernama Kevin dari hubungan gelapnya di masa lalu dengan Andrew dan aku pun, pasti akan berpisah!" ungkap Intan dengan berlinang air mata.

"Apa itu tidak salah kalau Dina mempunyai anak dari, Andrew?" ujar Widya dengan ekspresi wajahnya terkejut.

"Banar itu dan Dina akan meminta Andrew menceraikanku, dengan alasan kawin kontrakku selama tiga tahun harus berakhir karena aku keguguran!" sahut Intan dengan hatinya bersedih.

"Lalu, jika kamu berpisah dengan Andrew. Bagaimana dengan nasib hidupmu ke depan?" tanya Widya dengan menghela nafas.

"Aku pun bingung dengan keadaan saat ini dan Intan mohon padamu agar memberikan solusinya harus bertindak seperti apa?" ucap Intan dengan ekspresi wajahnya kebingungan.

"Solusinya sih ... tak boleh pisah. Kamu harus bisa membujuk Andrew dan mertuamu untuk mempertahankan pernikahanmu. Lantas jika pun terjadi perpisahan, kamu harus tetap bekerja di perusahaan Akmelano!" ungkap Widya dengan memberikan solusi.

"Iya Intan harus berusaha agar Andrew tak mau berpisah denganku dan dipastikan aku tak akan berhenti bekerja!" sahut Intan dengan mengusap air mata yang membanjiri pipi wajahnya.

"Nah bagus itu," pungkas Widya dengan tersenyum.

"Kalau pun, Dina meminta untuk Andrew menikahinya dengan alasan karena dia telah mempunyai anak dari Andrew, maka ... aku pun akan mencari tahu siapa orang yang telah menculikku semalam dan mendorongku hingga terjatuh dari tangga sampai akhirnya keguguran seperti ini!" ungkap Intan dengan menatap wajahnya Widya.

"Apa ... kamu semalam di culik sama orang misterius?" tanya Widya dengan ekspresi wajahnya terkejut.

"Benar itu dan aku sudah memberitahukan pada Andrew jika semalam aku di sekap dalam sebuah kosan kecil sampai akhirnya aku bisa lolos dari kosan tersebut hingga memutuskan berjalan pergi ke kantor karena ingin menelepon Andrew lewat telepon kantor. Eh ... ternyata ada suara yang memanggilku hingga aku penasaran menaiki anak tangga ke atas lantai tiga dan orang jahat berkedok itu langsung mendorongku sampai jatuh!" ucap Intan dengan air matanya berlinang karena sedih menceritakan kejadiannya itu.

"Tenang saja ... aku pasti membantumu mencari tahu orang jahat itu dan jika Intan bercerai ataupun sampai di usir dari rumahnya Andrew. Intan bisa tinggal di rumahku, mumpung Widya belum punya suami!" ungkap Widya dengan tersenyum.

"Widya ... terima kasih," pungkas Intan dengan membalas senyuman pada Widya.

Seketika ada yang mengetuk pintu dari luar kamar melati hingga membuat mereka berdua terkejut.

"Iya siapa itu, boleh silakan masuk!" ucap Widya dengan kedua matanya melihat ke arah pintu kamar.

"Ya ... oh ternyata ada Widya kemari. Intan ini surat hasil tes DNA dari dokter, kalau Kevin benar adalah anak kandungku dari Dina dan ini surat perjanjian kontrak selama tiga tahun telah usai, kamu harus tanda tangan. Kita resmi bercerai hari ini!" ungkap Andrew dengan menatap wajahnya Intan yang sedang dilanda kebingungan.

"Apa ... jadi kamu ingin bercerai denganku sekarang, teganya dirimu!" jawab Intan dengan bersedih dan meneteskan air mata.

"Benar ... kamu sungguh tega menceraikan Intan dalam keadaan dia yang baru saja keguguran!" ujar Widya dengan ekspresi wajahnya marah.

"Maaf aku tak punya urusan denganmu Widya. Bukannya tidak tega, untuk apa mempertahankan pernikahan kontrak yang tidak di dasarkan cinta dan ini koper baju-bajumu. Jadi besok tak usah kembali lagi ke rumahku serta ini uang untukmu. Kamu bisa tinggal di apartemen dekat perusahaan Akmelano!" ucap Andrew dengan berbicara lugas dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua di dalam kamar melati.

"Andrew ... kamu tega sekali," ungkap Intan dengan berteriak dan menangis.

"Kamu tak punya perasaan," pungkas Widya dengan berteriak.

Namun Andrew tak mendengarkan perkataan mereka berdua, malah berjalan cepat keluar pintu kamar dan menutup pintu kamar dengan keras.

"Kamu yang sabar ya, Intan!" ucap Widya dengan merangkul dan memeluk tubuhnya Intan.

"Bagaimana ini, kok jadi seperti ini jadinya?" tanya Intan dengan menangis terisak-isak.

"Kamu tenang saja ... biarkan Widya yang merawatmu sampai sembuh masa pemulihan dan kamu boleh tinggal di rumahku!" ungkap Widya dengan hatinya bersedih.

"Terima kasih sahabatku," pungkas Intan.

"Jadi sekarang ... istirahatlah disini dan Pak Dokter mengatakan apa tadi?" tanya Widya dengan melepaskan pelukannya dari Dewi dan menatap wajah Intan.

"Baik, ia mengatakan kalau aku disini sampai hari besok!" jawab Intan dengan menghapus air mata di pipi wajahnya.

"Aku akan menginap di rumah sakit ini sampai besok dan setelah membawamu ke rumahku, maka Widya akan pergi ke kantor untuk bekerja!" sahut Widya dengan tersenyum.

"Oke," pungkas Intan.

"Setahuku kalau cuti keguguran tuh sampai satu bulan setengah ya?" tanya Widya.

"Iya benar," jawab Intan dengan menghela nafas.

***

Sedangkan di rumahnya Andrew, Dina merasa lega karena telah berhasil menghasut dan membujuk Andrew untuk bercerai secepatnya.

Andrew kembali dari rumah sakit dan datang ke rumahnya dengan membawa kabar, kalau ia telah berhasil memberikan surat cerai pada Intan.

Dan kini mereka berdua, akan segera merencanakan pernikahan Andrew dengan Dina.

Hatinya Dina sungguh riang karena mimpinya dulu untuk hidup bersama orang yang di cintainya itu, sebentar lagi akan terwujud.

Andrew dan Dina bersenang-senang dengan anaknya bernama Kevin di dalam rumah, sambil bermain mainan anak-anak dan bercanda ria sampai waktu tak terasa sudah menjelang sore.

Dina pergi ke dapur untuk memasak dan menyiapkan dinner bersama dengan Andrew, serta menunggu kedatangan Pak Andi pulang dari kantor.

Setelah beres dinner, Dina membawa Kevin yang sedang tertidur di sofa keluarga di bawa ke kamar Intan. Dan Dina terasa mengantuk hingga akhirnya, tertidur pulas di kasur yang empuk bersama anaknya itu.

Sedangkan Andrew sedang asyik menonton TV, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam dan dalam hatinya Andrew ingin berniat untuk keluar rumah karena mau membeli pulsa. Segeralah Andrew berjalan keluar dari rumah melihat suasana perumahan asri di malam hari.

"Wah suasana perumahan asri sudah sepi sepertinya, eh tunggu ini di saku celana dompetku ketinggalan di sofa. Ya sudah aku balik lagi ke dalam rumah, ambil dulu dompet!" ungkap Andrew dengan membalikan tubuhnya ke arah rumahnya.

Saat sampai di dalam rumah, Andrew segera mengambil dompetnya yang ada di sofa. Lalu, Andrew berjalan ke arah depan pintu rumah. Namun, tak di sangka Pak Andi pulang dengan membawa seorang wanita misterius, saat Andrew melihatnya dari jendela rumah dan ia membukakan pintu rumahnya.

Pak Andi dan seorang wanita misterius turun dari dalam mobil setelah menyimpan mobilnya di garasi rumah. Sungguh membuat jantung Andrew mau copot, ternyata wanita itu adalah Intan.

"Andrew ... sini kamu!" panggil Pak Andi dengan hatinya merasa jengkel pada anaknya itu.

"Iya ada apa?" tanya Andrew dengan ekspresi wajahnya panik.

"Berani sekali, kamu menceraikan istrimu yang baru saja keguguran. Sedangkan anak yang di kandung Intan itu sebelum ia kecelakaan adalah anak yang sah dari pernikahanmu dan bukan anak haram seperti, Kevin!" ungkap Pak Andi dengan berbicara lantang.

"Mohon maaf, Andrew juga tahu itu. Tapi, ini demi masa depan anakku dan cucu Bapak juga. Lagi pula, Intan sudah tak punya anak dariku dan aku berhak menceraikannya karena aku menikah kontrak dengan Intan bukan karena cinta!" ucap Andrew dengan berbicara lugas pada ayahnya.

Spontan Pak Andi menampar wajah anaknya itu, dengan perkataan yang mungkin tak seharusnya di ucapkan di depan Intan.

Terpopuler

Comments

Rapa Rasha

Rapa Rasha

he laki punya hati gk kmu

2023-01-02

0

ferdyan

ferdyan

life and dream come true sungguh novel yang keren banget dan populer, ceritanya sumpah susah di tebak.

2021-03-27

9

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!