Andrew telah berhasil membawa istrinya masuk ke pintu rumah, hingga mereka berdua tidak melihat Dina menelepon dengan seseorang.
Dina dengan kedua matanya berkaca-kaca seraya berkata, "Lihat saja Intan, aku akan membuatmu bercerai dengan Andrew karena Intan telah membuat aku sakit hati, padahal Andrew dulu pernah berjanji mau menikahiku. Namun saat Intan hadir dalam hidupnya Andrew, ia malah meninggalkanku. Dina bersumpah akan membuat Andrew menceraikanmu."
Lalu, Dina dengan sikap jahatnya itu akan berniat menghancurkan rumah tangganya Andrew dan Intan.
Dengan air mata yang membasahi pipinya Dina, ia mengusapnya air mata dengan kedua tangannya sendiri.
Segera Dina membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju pintu rumah Andrew.
***
Di ruang keluarga Andrew mengatakan, "Gimana keadaan bayi dalam kandunganmu itu, Intan?"
Intan menjawabnya dengan singkat, "Alhamdulillah, sehat-sehat saja bayi dalam rahimku!"
Andrew memberikan senyuman pada istrinya seraya berkata, "Syukurlah, kalau rahimmu baik-baik saja."
Kedua mata Intan terasa sayu karena mengantuk dan meminta suaminya untuk mengantarkan Intan ke kamar tidur lalu, mereka berdua masuk ke kamar tidur.
"Andrew, kamu dimana?" ucap Dina saat sudah masuk ke rumah Andrew dan kebingungan melihat Intan dan Andrew tidak ada di sudut ruangan.
Saat di ruang kamar tidur, Andrew berkata, "Sudahlah sayang, Intan jangan banyak pikiran ya! Supaya kamu dan bayi dalam rahimmu sehat baik-baik saja."
"Iya Kak, good night." pungkas Intan, seraya ia menutupkan kedua matanya karena mengantuk.
"Ya sayang, good night." sahut Andrew seraya mencium kening istrinya.
***
Kemudian, Andrew segera berjalan ke arah pintu kamar dan menutupnya pintu itu.
"Ternyata Andrew disini, oh ya kemana ayahmu?" tanya Dina dengan hatinya penasaran.
"Ayahku lagi keluar kota karena sedang tugas dinas luar. Kamu mau antarkan Andrew pulang?" ucap Andrew dengan memberikan senyuman.
"Oh tidak, Dina mau menginap disini. Boleh ya, mumpung ayahmu sedang tidak ada dirumah." ungkap Dina dengan membalas senyuman Andrew.
"Maaf tidak bisa Dina, istriku sedang ada dirumah. Aku tak mau sampai ketahuan, kalau dulu aku sempat menjalin hubungan cinta denganmu!" ungkap Andrew dengan hatinya gelisah karena masa lalunya dengan Dina takut ketahuan oleh istrinya.
"Memang itu masa lalu dan kamu pernah berjanji mau menikahiku. Tapi kau malah berkhianat menikah kontrak dengan Intan dan setelah dia hamil malah kau tidak menceraikannya." ucap Dina dengan hatinya merasa sakit hati sampai ia mengeluarkan air mata.
"Iya itu dulu ... Intan sekarang sudah hamil dari anakku. Mana mungkin aku menceraikannya, lebih baik kita berteman saja ya, Dina!" jawab Andrew menatap matanya Dina.
"Tidak mau, Dina cinta sama Andrew dari dulu hingga sekarang dan aku tak mau kehilanganmu!" ungkap Dina dengan berjalan mendekati Andrew dan memeluknya.
"Tapi Dina, aku sudah menikah resmi dan resepsi pernikahannya telah dilaksanakan kemarin saat Dewi positif hamil dari anakku. Lebih baik kita berdua bersahabat saja, aku akan antarkan kamu pulang!"
"Andrew sayangku, jika itu keputusanmu menjadikanku sahabatmu, bolehkah aku menjadi istri keduamu?" tanya Dina dengan memeluk erat tubuh Andrew.
"Apa itu gila Dina. Bisa-bisa aku kena marah oleh ayahku dan aku pasti dipecat di perusahaan Akmelano!" ungkap Andrew dengan berusaha melepaskan pelukan Dina dari tubuhnya Andrew.
"Oh seperti itu, jadi kamu takut dipecat di perusahaan ayahmu? Tenang sayang, itu tidak akan terjadi karena kita akan menikah siri saja, tanpa sepengetahuan ayah dan istrimu itu!"
"Kamu ngomong apa Dina, soal menikah siri akan aku pikirkan nanti, memang dulu aku mencintaimu tapi itu dulu. Baik akan aku pertimbangkan soal itu, asal kamu tidak boleh menginap disini malam ini!" ungkap Andrew dengan membujuk Dina supaya mau pulang ke rumahnya dan memegang kedua tangannya Dina.
"Baik sayang, kau antarkanku pulang sampai ke rumah ya!" ujar Dina dengan mencium pipi wajah Andrew.
"Baik," pungkas Andrew dengan memegang tangannya Dina untuk berjalan menuju pintu keluar rumah.
Dina diantarkan pulang oleh Andrew dengan menggunakan mobil pribadinya Andrew.
Saat di dalam mobil, Andrew bertanya, "Apakah kamu serius ingin menikah siri denganku?"
"Tentu saja sayang, Dina mau kita berdua mewujudkan mimpi kita dulu dan hidup bersama dengan penuh cinta!" jawab Dina dengan hatinya riang.
"Tapi itu hanya mimpi Dina, karena sampai kapan pun jika aku menikah siri denganmu. Pasti lama kelamaan akan ketahuan kalau kita berselingkuh di belakang ayah dan istriku!" ucap Andrew dengan menyetir mobilnya.
"Lalu, jika Andrew tidak mau menikah siri denganku, Dina akan bongkar hubungan masa lalu kita pada ayah dan istrimu!" ungkap Dina dengan mengancam Andrew.
"Oke, jika itu kemauanmu. Silakan saja, aku tidak takut karena itu hanya masa lalu!" jawab Andrew dengan tegasnya ia berkata seperti itu.
"Ya sudah lihat saja nanti di kantor, aku akan beritahukan pada istri dan ayahmu!" sahut Dina dengan ekspresi wajahnya marah.
"Silakan, Dina!" pungkas Andrew dengan menatap wajah Dina.
Dina dalam hatinya kesal dan sakit hati mendengar perkataan kalau Andrew berbohong ingin menikah siri dengannya.
Dan Dina akan berusaha untuk membuat Intan dan Andrew berpisah dengan membuat Intan sakit hati dengan ulah sikap suaminya nanti.
Hingga Andrew nantinya bisa jatuh dalam pelukan Dina dan bisa hidup bersama dalam ikatan pernikahan yang sah.
Itulah mimpinya Dina semenjak ia masih menjadi kekasihnya Andrew dulu, Dina akan terus menggoda Andrew sampai berhasil.
"Ini sudah sampai depan rumahmu!" ucap Andrew dengan mobilnya berhenti di depan pagar rumah Dina.
"Baik terima kasih sayang, sudah antarkanku pulang sampai depan rumah!" jawab Dina dengan memegang tangan kanan Andrew.
Lalu, Dina turun dari mobilnya Andrew dan Dina melambaikan tangannya ke Andrew, "Oke sampai ketemu besok di kantor!"
"Iya, Dina!" sahut Andrew dengan segera ia menyetir mobilnya kembali, untuk segera pulang ke rumahnya.
***
Dalam kamar tidur, Intan sudah tertidur lelap, sedangkan ponsel milik Intan berdering terus karena ada panggilan telepon entah dari siapa yang menelepon.
Intan tertidur pulas karena sudah meminum obat hamil dari dokter hingga ia tak mendengar ada bunyi suara dari handphone miliknya.
Sedangkan Andrew sedang menyetir mobilnya, ia mengingat dengan ucapan Dina yang akan membongkar hubungan cintanya di masa lalu.
Karena sejak berpacaran dengan Dina, Andrew tidak memberitahukan pada ayahnya dan juga Intan, kalau dirinya sudah memiliki kekasih.
"Tapi kan, aku sebelum menikah kontrak dengan Intan. Aku sudah putus cinta dengan Dina dan antara aku dengannya telah membuat kesepakatan, kalau saja selama kawin kontrak 3 tahun, Intan tidak hamil mengandung anak dariku. Sudah pasti aku ceraikan dia, sesuai dengan perjanjian kawin kontrak yang tertulis di atas hitam putih. Dan Dina pun, sudah setuju dengan keputusanku tersebut lalu, kenapa dia tidak mengerti juga dengan keadaan saat ini yang telah terjadi. Dasar wanita naif!" ungkap Andrew dengan hatinya yang kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
Rapa Rasha
hati2 Andrew jika kau sakiti intan saat hamil gpp intan adalah wanita kuat dan hebat tpi malah kamu yg nyesel telah melakukan itu ke intan lanjut
2022-12-25
0
Novia Bachmid Idol
Wajib layak sangat rekomendasi utk di adaptasi ke Buku Cetak Dan Komit ceritanya menarik dan unik.
2021-09-01
8
IG: gabriella_mgd
Like mendaraat lagiii 👍👍😁✨
2021-01-06
17