Dengan rasa khawatir Desi mengatakan, "Gimana Kak, bisa kan? Membayar buat operasi donor ginjal ayah, Kakak pasti punya tabungan dan semoga sampai 200 juta punya simpanan uangnya!"
"Tidak Desi, Kakak hanya punya simpanan uangnya hanya 50 juta saja!" jawab Intan dengan kedua matanya berkaca-kaca karena hatinya sedang bersedih.
"Masih belum cukup untuk melunasi administrasi pembayaran operasi donor ginjal buat ayah. Kakak masih kurang, bingung mau pinjam ke siapa? Ditambah lagi, kalau misalkan ada orang berbaik hati mau mengasih pinjam 150 juta ... bagaimana Kakak buat mengembalikan uang pinjaman itu?" ucap Intan.
"Kan Desi tahu sendiri, kalau Kak Intan tidak bekerja dan tidak punya penghasilan tiap bulan. Kakak hanya bisa pasrah, ingin minta bantuan ke teman-temanku tapi Kakak juga takut merepotkan mereka. Apa mungkin mereka teman-teman dekatku bisa mengumpuli uang 150 juta buat memberi pinjaman uang? Kan belum tentu Desi, kalau pinjam ke bank harus ada jaminannya!" ungkap Intan.
Desi hatinya dengan bersedih mengatakan, "Terus bagaimana Kak, kalau ayah tidak selamat sedangkan kata Pak Dokter tadi, harus secepatnya di operasi donor ginjal. Kalau tidak tertolong ayah mungkin meninggal!"
Intan pun menjawabnya, "Iya pokoknya sekarang bayar administrasi dulu. Tenang saja Kakak usahakan, jangan cemas ya!"
Lalu, segeralah Intan berjalan mendatangi administrasi untuk segera membayar operasi donor ginjal buat ayahnya.
Intan menyatakan, "Ibu ini Intan, mau bayar administrasi operasi donor ginjal ayahku!"
Ibu Staf Administrasi mengatakan, "Boleh silakan! Atas nama siapa? Dan nama ayahnya siapa?"
Intan menjawab dengan suara lugas, "Nama saya Intan, umur 20 tahun. Nama ayahku Jamaludin, umurnya 49 tahun."
Kemudian, Ibu Staf Administrasi menulis di buku daftar administrasi dan mengatakan, "Pembayarannya tunai dan bisa transfer lewat ATM ataupun transfer melalui ponsel seluler."
Intan menjawabnya, "Transfer saja melalui ponsel melalui aplikasi one mobile ... saya transfernya 50 juta dulu ya! Gimana bisa kan? Karena uang dalam rekening saya, tidak mencukupi untuk mentransfer hingga 200 juta."
Lalu, Ibu Staf Administrasi menjawabnya, "Oh boleh Kak, 50 juta dulu dan ini nomor rekeningnya! Transferkan sesuai nomor rekening ini, atas nama Wahyudi ya!"
"Baik," pungkas Intan seraya mengetik nomor rekening atas nama Bapak tersebut.
"Sudah Bu, berhasil ditransferkan!" ucap Intan.
"Oh ya, Kak Intan mohon untuk secepatnya hari ini juga lunasi pembayaran operasi donor ginjal buat ayahnya Intan dan kami tunggu satu jam ya!" ungkap Ibu Staf Administrasi dengan memberikan senyuman.
"Siap, Bu!" pungkas Intan.
Intan pun, dalam hatinya merasa bingung harus mencari uang pinjaman kemana. Intan merasa tertekan dengan keadaan yang dihadapinya sekarang. Dia hanya bisa tersenyum dikala sedang berduka.
Intan baru teringat kalau teman dekatnya bernama Bayu, ingin memperkenalkan Intan pada seorang pengusaha yang menawarkan kawin kontrak. Yang dimana seorang pengusaha properti itu, menginginkan seorang istri hanya untuk sebagai lambang mempertahankan jabatannya dan kariernya di perusahaan.
Lalu, Intan pun meminta ijin ke Desi bahwa dia akan menemui teman dekatnya bernama Bayu. Dalam hatinya sungguh bersedih dan bergumam, "Ya sudahlah, Intan ambil saja kawin kontrak dengan pengusaha temannya Bayu itu."
Ayah Intan takut tidak tertolong untuk operasi donor ginjalnya. Karena dikasih waktu satu jam lagi, oleh pihak rumah sakitnya untuk melunasi administrasinya.
Maka Intan mengambil keputusan kalau dirinya akan menyetujui kawin kontrak dan segera menelepon Bayu, untuk menceritakan kejadiannya kepada Bayu dan juga meminta bertemu di kantin kampus.
***
Saat di kampus Intan merasa nyenyat (sunyi) karena menunggu kedatangan Bayu hingga satu jam lamanya. Tiba-tiba Bayu datang dengan temannya, untuk menawarkan kawin kontrak ke Intan.
Turun dari mobil kedua laki-laki calak (menawan) itu, berjalan ke kantin menyapa Intan sedang duduk di kantin sendirian.
"Hai, apa kabar hari ini?" tanya Bayu sambil bersalaman dengan Intan dan juga temannya Bayu bernama Andrew, yang berkarier pengusaha.
Intan menjawabnya, "Eh Bayu dan Kak Andrew, kabarku sekarang lagi kurang baik nih. Ayahku sedang membutuhkan pertolongan secepatnya untuk operasi donor ginjal hari ini juga!"
Bayu dan Andrew langsung cokol (duduk berkumpul) dengan Intan, "Siap jangan khawatir, Bayu dan Andrew sudah tahu ceritanya darimu. Saat Intan memberi kabar lewat telepon dan Andrew pun, sudah merasa iba padamu. Hari ini juga, Andrew siap mentransfer uang 150 juta untuk operasi donor ginjal ayahmu!" ungkap Bayu dengan memberikan senyuman.
Lalu, Andrew meminta nomor rekening Intan namun ia malah memberikan nomor rekening atas nama Bapak Wahyudi karena atas nama Bapak tersebut ialah orang yang menerima administrasi rumah sakit.
"Tuh lihatlah berhasil ya, sudah Andrew transfer uang 150 juta ke nomor rekening tersebut!" ucap Andrew dengan memperlihatkan layar teleponnya ke Intan.
Intan pun menjawabnya, "Ya sudah Kak Andrew, terima kasih ya!"
Lalu, Intan menelepon Ibu Staf Administrasi rumah sakit bahwa ia telah mentransfer dan melunasi pembayaran operasi donor ginjal ayahnya. Agar operasinya bisa segera dilakukan oleh Pak Dokter hari ini juga.
Intan pun, tak lupa menelepon Desi untuk memberitahukan kalau uang 150 juta sudah ia lunasi. Kemudian, Andrew membuka tasnya dan memberikan kertas perjanjian di atas materai, kalau kawin kontraknya selama 3 tahun.
Dan kalau sudah 3 tahun lamanya kawin kontrak, jika Intan sampai hamil dari anaknya Andrew maka kawin kontrak pun akan dihapus. Serta akan menjadi kawin resmi menurut agama dan pengadilan.
Intan pun menyetujuinya dan menandatangani kontrak perjanjian itu. Lalu, segera Intan kembali lagi ke rumah sakit. Sedangkan Bayu dan Andrew tidak ikut ke rumah sakit.
***
Saat di rumah sakit, Pak Dokter memberitahukan kalau ayahnya Intan sudah tidak tertolong karena ajal kematiannya sudah menjemput. Desi dan Intan pun, menangis sedih hatinya sangat terpukul karena melihat ayahnya menutup mata selamanya.
Kini hidupnya Desi menjadi mandiri, walaupun di rumahnya tinggal sendirian tanpa sosok ayahnya lagi. Dan Desi menyelesaikan studinya sampai SMA dengan bantuan biaya sekolahnya dari kiriman Kak Intan.
Intan saat kawin kontrak dengan Andrew, sebelum menjelang 3 tahun menikah, ia sudah lulus dari kuliahnya.
Intan sudah lulus kuliah dengan predikat baik di perguruan tingginya.
Dan sebelum menginjak kawin kontrak 3 tahun, ternyata Intan sudah mengandung hamil anak dari Andrew.
Otomatis sistem kawin kontrak pun, menjadi gagal dan tidak berarti lagi.
Kini hidup Intan menjadi lebih bermakna, karena dipersunting oleh pengusaha muda dan Intan bisa bekerja berkarier di tempat perusahaan suaminya bekerja.
Hingga hatinya Intan sungguh terharu, dengan ia memberikan senyuman tulus kepada orang-orang yang ditemuinya walaupun sedang dikala duka. Alhasil Intan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya dengan menebar senyum hangat kepada siapa pun, karena senyum itu adalah ibadah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
Rapa Rasha
bagus kak seru keren lanjut
2022-12-25
0
Nuca Idol 20
Ini Novel Cewe Inspirasi layak di jadikan adaptasi ke buku cetak dan Komik karena bagus ceritanya unik dan sangat menarik dan susah di tebak tiap episodenya, colek tim mangatoon ok
2021-09-01
7
ferdyan
Perlu diadaptasi jadi audiobook ini novel keren banget dan populer.
2021-03-27
8