Andrew semalaman tak bisa tidur tenang, selalu memikirkan istrinya yang menghilang tanpa kabar.
Keesokan harinya, Pak Andi memberikan penjelasan pada Andrew kalau istrinya mungkin pergi ke suatu tempat untuk meredakan rasa sedihnya karena kejadian yang menimpa rumahnya Intan kebakaran.
Andrew pun, dalam hatinya merasa kebingungan dengan sikap Intan yang pergi menghilang tanpa jejak dan tanpa pemberitahuan kepada suaminya. Andrew merasa khawatir dengan kondisi Intan yang sekarang sedang hamil.
"Andrew, kamu sudah mandi pagi?" tanya Pak Andi yang melihat Andrew keluar dari kamarnya.
"Belum Pak, ini Andrew mau segera pergi ke kamar mandi!" jawab Andrew dengan ekspresi wajahnya bersedih.
"Sudahlah jangan bersedih, nanti pihak polisi akan mengabarkan dimana istrimu berada sekarang!" ucap Pak Andi dengan tersenyum.
"Ya semoga saja," sahut Andrew dengan segera berjalan menuju kamar mandi.
Pak Andi merasa khawatir juga dengan menantunya yang pergi tanpa sepengetahuan suaminya.
Lalu, Pak Andi segera menelepon pihak polisi untuk menanyakan apakah Intan sekarang sudah ditemukan, apa belum.
Namun sayangnya, pihak polisi belum menemukan Intan sekarang ada dimana. Masih sedang terus melakukan pencarian.
Tak lama kemudian, Andrew keluar dari kamar mandi, "Bapak sekarang aku tidak akan pergi ke kantor mau mencari istriku!" ungkap Andrew dengan berjalan menuju ayahnya yang sedang sarapan di meja makan.
"Kamu harus masuk ke kantor, Bapak sudah telepon pihak polisi kalau mereka sedang terus berusaha mencari Intan sampai ketemu. Jadi tenang saja, Andrew!" ucap Pak Andi dengan berusaha menenangkan hati anaknya itu.
"Bagaimana Andrew bisa tenang, sedangkan istriku itu sedang hamil. Maaf Pak, hari ini tetap Andrew tidak akan pergi ke kantor!" ujar Andrew dengan ia berjalan masuk ke kamarnya.
"Oke jika itu kemauanmu, silakan saja! Asal kamu harus sarapan dulu, Andrew!" sahut Pak Andi dengan meminta anaknya untuk sarapan dulu, sebelum mencari menantunya yang hilang.
"Siap," pungkas Andrew dengan menutup pintu kamarnya.
Di kamar, Andrew segera memakai baju kemeja dan celana panjang dan tak lupa dia salat subuh serta berdoa untuk keselamatan istrinya yang pergi tanpa sepengetahuan Andrew.
Lalu, Andrew setelah beres salat dan berdoa. Andrew segera keluar kamar berjalan menuju kursi untuk duduk bersama ayahnya yang berada di ruang makan.
"Ayo duduklah Andrew, sarapan dulu ya!" pinta Pak Andi dengan tersenyum pada anaknya itu.
"Baiklah," jawab Andrew dengan tersenyum walau hatinya sedang bersedih.
"Kamu mau mencari istrimu kemana?" tanya Pak Andi dengan hatinya penasaran.
"Aku juga bingung mau mencari istriku kemana, Pak!" jawab Andrew dengan ekspresi wajahnya kebingungan.
"Ya sudah, daripada kamu merasa bingung tak tahu arah tujuan mencari istrimu kemana. Solusinya mendingan kamu sekarang kerja ya!" ungkap Pak Andi dengan memberikan solusi pada anaknya.
"Tapi, Pak?" ujar Andrew.
"Pasti istrimu itu ketemu. Bapak mohon, kamu jangan khawatir!" sahut Pak Andi dengan menenangkan anaknya yang sedang dilanda keresahan.
"Oke baiklah," pungkas Andrew dengan sarapan memakan roti dan meminum susu di ruang makan.
Setelah Andrew dan juga ayahnya sarapan pagi, mereka berdua langsung bergegas ke garasi rumah dengan segera menjalankan mobil Andrew untuk pergi ke kantor berdua bersama ayahnya.
***
Sedangkan Intan masih berjalan pelan, ia tak tahu arah mau pergi kemana. Yang ada dalam benak Intan ingin pulang ke rumahnya Andrew.
Namun perjalanan masih sangat jauh harus menggunakan taksi untuk sampai ke rumah suaminya.
Intan dengan wajah pucatnya karena kelelahan berjalan dari tempat kosan menuju arah tujuan yang tidak akan mungkin ia gapai.
Intan berjalan terus ke pinggir jalan dan ternyata saat ia mau menyeberang, Intan melihat di depan adalah kantor perusahaan Akmelano.
Lalu, Intan menyeberang jalan dengan hati-hati sampai ia tak menyangka akan sampai ke depan perusahaan, tempat dia bekerja.
"Aku harus masuk ke dalam kantor dan harus mengabarkan kalau Intan tak pulang semalam karena aku di culik sama orang jahat!" ungkap Intan sambil ia masuk ke pintu masuk perusahaan Akmelano.
Saat sudah sampai masuk ke dalam kantor, Intan melihat ke tempat bagian penerimaan tamu ternyata keadaan kantor masih terlihat sepi belum ditemukan orang-orang kantor yang masuk kerja.
Kemudian, Intan berjalan menuju tempat bagian penerimaan tamu untuk menelepon Andrew melalui telepon kantor.
Namun saat Intan hampir sampai ke tempat tersebut, tiba-tiba ada suara orang misterius memanggil namanya.
"Intan, ayo sini!" ucap Orang Misterius memanggil jelas nama Intan.
"Iya," jawab Intan dengan menengok ke belakang.
Orang misterius itu, tiba-tiba menghilang saat Intan mau melihat rupanya orang yang telah memanggil namanya itu.
"Kok, kemana orang yang memanggilku tadi?" ucap Intan dengan hatinya kebingungan dan merinding bulu kuduknya.
Intan pun, langsung segera membalikkan tubuhnya kembali ke depan dan berjalan menuju tempat penerimaan tamu.
Hingga ia berhasil sampai ke tempat tersebut, serta Intan mulai mencari telepon ada dimana. Sayangnya, ia tak menemukannya.
Intan merasa aneh dan heran, kenapa tidak ada telepon di meja penerimaan tamu.
Lalu, Intan langsung berjalan menuju ke anak tangga untuk naik ke lantai tiga. Intan memberanikan diri untuk ke ruangan tempat ia bekerja yang berada di lantai tiga.
Dan Intan ingin memastikan siapa wanita misterius yang telah memanggil namanya tadi.
Karena ia merasa yakin, kalau wanita tersebut adalah teman kerjanya di perusahaan Akmelano.
Intan dengan sikap tenang mulai menaiki anak tangga, walau badannya sudah mulai lemas karena kondisinya telah kelelahan dan sedang hamil.
Dia tetap memaksakan naik anak tangga sampai berhasil menaiki anak tangga terakhir, namun tiba-tiba orang misterius itu menampakkan dirinya dengan rupa wajahnya di tutupi oleh kedok hitam dan berpakaian hitam dengan memakai sarung tangan.
Intan sungguh terkejut saat melihatnya seraya berkata, "Siapa kamu?" tanya Intan dengan hatinya merasa ketakutan.
"Tak usah banyak bicara!" jawab Orang Misterius itu dengan mendorong tubuhnya Intan oleh kedua tangan.
"Ah ... tolong," ucap Intan dengan tubuhnya tersungkur jatuh ke bawah.
Orang misterius itu, setelah berhasil mendorong tubuh Intan sampai jatuh ke bawah anak tangga.
Orang tersebut merasa riang hatinya dan ia mulai turun ke bawah anak tangga.
Melihat tubuh Intan yang sudah terbaring ke lantai dalam keadaan pingsan. Lalu, orang tersebut segera memastikan kalau Intan itu, hanya pingsan saja tidak sampai meninggal dunia.
Dan tak lama orang tersebut, pergi meninggalkan Intan yang telah pingsan. Lari dengan cepat orang jahat itu, tanpa merasa bersalah atas apa yang telah di perbuatnya pada Intan.
Namun saat orang jahat itu, berjalan cepat ke pintu keluar kantor. Tiba-tiba ada Pak Satpam kantor yang baru datang.
Orang misterius itu, menabrak Pak Satpam hingga keduanya jatuh ke lantai.
Mereka berdua merasa kaget dan terkejut atas kecelakaan yang menimpanya itu.
Lalu, orang jahat tersebut segera bangun, berdiri dan lari cepat supaya menghindari Pak Satpam untuk tidak mengejar menyusulnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
Rapa Rasha
siapa sih kak
2023-01-02
0
ferdyan
Perlu diadaptasi jadi audiobook ini novel keren banget dan populer ya.
2021-03-27
9