Terjadilah sesuatu yang tak terduga

Dari Bandung menuju perjalanan ke Jakarta melewati jalan tol, Andrew menyetir mobilnya dengan cepat. Hingga tak terasa sampai juga ke depan rumahnya Andrew.

Mobil yang ditumpangi Intan dan juga Andrew langsung turun mereka berdua dari dalam mobil.

Kedua mata Andrew dan Intan melihat ke taman depan rumah, ada seorang wanita misterius yang sedang duduk dengan memakai baju putih serta berambut panjang.

Intan pun, langsung merinding ketakutan melihatnya, "Kak itu siapa yang duduk?" tanya Intan dengan memegang tangan kanan Andrew.

"Tak tahu sayang, ayo kita datangi!" ucap Andrew dengan menarik tangan Intan untuk segera berjalan mendekati taman depan rumahnya.

"Takut Kak, semoga itu bukan ... yang menyeramkan." sahut Intan dengan menutup kedua matanya dan berjalan menuju ke depan taman rumah.

Saat mereka berdua mendekati taman tersebut, tiba-tiba sosok wanita misterius itu berdiri dan membalikkan tubuhnya.

Dengan keadaan rumah Andrew yang belum di hidupkan lampu, membuat area taman rumah dan sekelilingnya menjadi gelap.

"Hai kalian berdua, aku disini menunggu kalian. Ini aku sahabatmu, Andrew!" ucap Dina dengan kedua matanya menatap Andrew dan Intan.

"Kamu ternyata Dina, bikin aku kaget saja!" jawab Andrew dengan ekspresi wajahnya terkejut.

"Dikira tuh siapa, Dina kenapa membuat kami merasa curiga dengan tingkah konyolmu itu!" ujar Intan dengan hatinya kesal.

"Ini adalah kejutan untuk kalian berdua, ini bukan tingkah yang konyol Dewi, melainkan aku akan membuatmu penasaran denganku!" ungkap Dina dengan tatapan matanya menatap wajah Intan.

"Kamu sudah lama menunggu disini?" tanya Andrew dengan hatinya penasaran.

"Sudah cukup lama aku menunggu kehadiranmu. Intan, aku turut berduka cita atas rumahmu yang kebakaran itu!" jawab Dina.

"Iya terima kasih, aku sudah tahu soal hubunganmu dulu dengan Andrew, bahwa kau ini adalah mantan kekasihnya!" ungkap Intan dengan meninggalkan mereka berdua dan segera berjalan ke arah pintu rumah.

Intan pun, tangannya mengambil kunci rumah dari dalam tasnya dan membuka pintu rumah sampai terbuka serta menutup kembali pintu rumahnya Andrew.

Sedangkan Dina dan Andrew merasa heran dengan sikap Intan yang tak menyuruh Dina untuk masuk ke dalam rumah.

"Andrew, ternyata dirimu tak di sangka memberitahukan hubungan kita di masa lalu kepada istrimu itu!" ucap Dina dengan tersenyum sinis.

"Ya karena saat di mobil, dia mendengar percakapanku dengan Bima lewat telepon!" jawab Andrew dengan tegasnya.

"Bagus itu artinya, aku tak perlu memberitahukannya soal hubungan kita dulu!" ujar Dina.

"Aku rasa Intan sekarang ... cemburu denganmu!" ucap Andrew.

"Tentu karena aku lebih cantik dari pada Intan. Dan mungkin karena dia lagi hamil." ungkap Dina dengan ekspresi wajahnya tersenyum.

"Lalu, bagaimana rapat tadi dengan klien, Dina?" tanya Andrew dengan tersenyum.

"Tentu berjalan lancar dan ada beberapa klien yang ingin bergabung dengan perusahaan Akmelano, namun mereka ingin bertemu dulu denganmu!" jawab Dina dengan hatinya riang.

"Wah, syukurlah kalau begitu. Ayo kamu mau masuk ke dalam rumahku?" ucap Andrew.

"Sejujurnya aku mau masuk ke dalam rumahmu, namun aku tak enak dengan istrimu yang sedang hamil itu." ungkap Dina.

"Ya sudah, apakah sekarang mau antarkan aku pulang ke rumahmu?" tanya Andrew.

"Tentu mau, Andrew." jawab Dina dengan ekspresi wajahnya senang.

"Baik, aku minta izin dulu pada istriku!" sahut Andrew dengan berjalan menuju pintu rumah.

"Tak usah Andrew, pasti dia tidak akan mengizinkan. Kalau tetap begitu Andrew, apa aku pulang sendirian saja?" ucap Dina dengan berjalan menuju pagar rumah yang telah ia buka tadi, saat Andrew belum datang.

"Baik, aku tidak akan meminta izin pada istriku. Ya sudah, aku antarkan sekarang!" jawab Andrew dengan berjalan menyusul Dina yang telah keluar pagar rumah.

Dina pun, saat ia berjalan keluar pagar dihentikan oleh Andrew. Dan meminta Dina untuk masuk ke dalam mobil Andrew karena mau di antarkan pulang.

Sedangkan Intan telah mendengar percakapan mereka berdua di balik pintu rumah. Lalu, ia segera membuka pintu berjalan keluar dan Intan tak lupa mengunci dulu rumahnya Andrew.

Intan dengan hatinya penasaran, Dia ingin mengetahui suaminya apakah benar mau mengantarkan Dina ke rumahnya.

Intan berjalan cepat keluar perumahan asri dan menunggu taksi yang lewat di jalan. Hingga saat mobil Andrew keluar dari gapura perumahan.

Tiba-tiba ada taksi yang lewat dan Dina pun, menghentikan taksi tersebut serta naik ke dalam taksi.

"Pak, tolong kejar mobil hitam itu ya! Awas jangan sampai hilang jejak, Pak!" pinta Intan dengan ekspresi wajahnya panik.

***

Saat mobil Andrew sampai ke depan rumahnya Dina, di dalam taksi Intan melihat mobil Andrew yang sudah berhenti.

Lalu, Intan turun dari taksi dan saat taksi tersebut melaju kembali. Intan langsung berjalan menghampiri mobil Andrew, namun saat sebelum Intan sampai ke depan mobil suaminya.

Tiba-tiba ada orang misterius yang membekam mulutnya Intan dengan sapu tangan yang dibawa penjahat tersebut.

Intan pun, tak berdaya melawan aksi penjahat tersebut karena ia sudah terbius sampai akhirnya pingsan. Dan orang misterius itu, membawa Intan ke rumah kosan yang berdekatan dengan perusahaan Akmelano.

***

Sedangkan di depan rumahnya Dina, suaminya Intan merasa senang dengan sikap Dina yang telah berhasil membuat rapat dengan klien di perusahaannya berjalan lancar.

"Terima kasih sayang, telah mengantarkanku ke depan rumah!" ucap Dina dengan tersenyum melihat wajahnya Andrew.

"Justru, aku yang berterima kasih padamu. Karena Dina telah berhasil memimpin rapat dengan baik kepada semua klien yang hadir tadi ke perusahaan ayahku!" ungkap Andrew dengan membalas senyuman kepada Dina.

"Ya tentu, terima kasih kembali. Karena aku melakukan pekerjaanku lantaran Dina mencintaimu, Andrew!" ujar Dina dengan memeluk tubuh Andrew.

"Memang aku juga, masih mencintaimu. Tapi aku sudah menikah dengan Intan dan ia telah hamil anakku!" sahut Andrew dengan memeluk erat tubuh Dina.

"Aku akan merebutmu dari Intan dan Andrew harus menikahiku nanti," ucap Dina dalam hatinya saat memeluk tubuh Andrew.

"Maafkan aku, semoga kamu mendapatkan yang lebih baik dariku!" ungkap Andrew dengan melepaskan pelukannya dari Dina.

"Ya semoga saja," jawab Dina dengan kedua matanya berkaca-kaca.

"Andrew pulang dulu ya, sampai ketemu besok di kantor!" sahut Andrew dengan ia segera berjalan dan masuk ke dalam mobilnya.

"Tentu, sampai ketemu besok sayang!" pungkas Dina dengan melambaikan tangan kanannya pada Andrew.

"Ya selamat malam, Dina!" ujar Andrew dengan segera ia menyetir dan menjalankan mobilnya.

***

Saat Andrew telah sampai di rumah, ternyata ada sebuah mobil berwarna merah di depan rumahnya itu.

"Sepertinya ayah sudah pulang dari tugas dinasnya di luar kota," ucap Andrew dengan memasukkan mobilnya ke garasi rumahnya.

Lalu, Andrew setelah memasukkan mobilnya ke garasi rumah, ia langsung berjalan menuju pintu rumah dan mengetuk pintu, yang ternyata pas membukakan pintu rumah adalah ayahnya sendiri.

Terpopuler

Comments

Rapa Rasha

Rapa Rasha

lanjut dah kak

2023-01-02

0

Nuca Idol 20

Nuca Idol 20

Ini Novel Cewe Inspirasi layak di jadikan adaptasi ke buku cetak dan Komik karena bagus ceritanya unik dan sangat menarik dan susah di tebak tiap episodenya, colek tim mangatoon.

2021-09-01

7

ferdyan

ferdyan

Ceritanya sangat menarik dan susah di tebak tiap episodenya.

2021-03-27

11

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!