Buah Hati dan terjadi Kebakaran

Setelah Intan menikah kontrak dengan Andrew dan dinyatakan kalau Intan positif hamil, mengandung anaknya dari Andrew.

Maka pernikahan kontrak pun, menjadi batal dan Andrew mengakui kepada semua rekan-rekan kerjanya di perusahaan, kalau Andrew selama ini telah berbohong kepada semuanya termasuk ke media elektronik mengenai pernikahannya dengan Intan itu hanya kawin kontrak tidak didasarkan cinta.

Namun dari rasa empati Andrew kepada Intan, dirinya merasa iba kasihan untuk menolong ayahnya Intan yang sakit ginjal.

Yang membutuhkan pertolongan darurat untuk biaya operasi ginjal ayahnya Intan yang bersifat mendesak.

Andrew menjelaskan semuanya di hadapan wartawan. Perjanjian menikah kontrak selama tiga tahun Andrew dengan Intan, saat setahun menikah mereka berdua tinggal di rumah orang tuanya Andrew.

Setelah menginjak dua tahun menikah kontrak, Intan menamatkan pendidikan di kampusnya dengan nilai yang memuaskan dan saat beres wisuda sebulan kemudian, Intan meminta suaminya untuk memasukkan Intan bekerja di perusahaan ayahnya.

Intan dikatakan positif hamil oleh dokter, saat pernikahan kontraknya dengan Andrew yang menginjak 2 tahun sembilan bulan.

Hingga Andrew terkejut mendengar berita tersebut, kalau Intan memang betul hamil dari hubungan pernikahan kontraknya itu.

Dan saat menginjak pas tiga tahun menikah, Andrew memutuskan kepada orang tuanya dan juga Intan untuk melangsungkan resepsi pernikahannya di gedung kesenian di dekat perusahaan milik ayahnya Andrew.

Sebelumnya Andrew dan Dewi hanya kawin kontrak, mereka berdua menikah dirumah kedua orang tuanya Andrew.

Hanya akad menikah saja, karena Andrew tidak mengadakan acara resepsi pernikahan.

Lantaran Andrew sendiri tak mau mengadakan acara resepsi, "Lagi pula kan itu, awalnya cuman pernikahan setingan atau kawin kontrak!" ungkapnya Andrew memberitahukan kepada semua wartawan.

"Pak Andrew, apakah sekarang Bapak sudah mencintai istrimu, Intan?" tanya Wartawan yang menanyakan hal itu, saat Andrew berdiri dari tempat duduknya di aula perusahaan.

"Ya tentu, karena Intan istriku sekarang sedang hamil mengandung anakku!" jawab Andrew dengan segera ia berjalan keluar pintu aula.

Mendengar hal itu, para wartawan langsung mengejar mengikuti langkah kaki Andrew yang berjalan keluar.

"Pak Andrew, mohon maaf sebelumnya. Kenapa sekarang, Intan istrimu tidak masuk kerja?" tanya Wartawan dengan hatinya penasaran.

"Oh istriku, sedang hamil muda dan ia lagi periksa kehamilannya ke dokter! Sudah ya, saya mau menjenguk istriku yang berada di rumah sakit." jawab Andrew dengan bicara lugas dan segera ia berjalan menuju mobilnya.

"Oke baik, Pak Andrew. Kami tunggu sesi tanya jawab selanjutnya, setelah istri Bapak masuk kerja ke kantor lagi ya." pungkas Wartawan dengan memberikan senyuman pada Andrew.

Andrew pun, segera masuk ke mobil pribadinya dan segera menyalakan mobil hingga mulailah ia menyetir mobilnya.

Dalam mobil Andrew, melambaikan tangannya pada wartawan dengan memberikan senyuman.

Melajulah mobil yang disetir Andrew dan keluar dari pintu gerbang, hingga mobilnya sampailah di jalan raya.

Saat mobil Andrew sedang dikemudikan, saat itu juga Andrew melihat jam tangan, "Wah ternyata sudah jam 10 malam dan aku harus telepon dulu istriku, apakah dia masih ada di dokter kandungan?" ucap Andrew.

Lalu, Andrew segera mengambil handphone dalam saku celananya dan langsung mencari nomor kontak istrinya untuk di telepon, "Nah ketemu ini nomor kontaknya Intan, Halo sayang ... kamu masih di rumah sakit sekarang?" tanya Andrew saat menanyakan kabar istrinya di telepon.

"Halo, iya ini Intan lagi sedang ada di taksi, baru saja pulang dari rumah sakit. Dan ini mau perjalanan menuju pulang ke rumah, memang kenapa?" ungkap Intan dengan hatinya penasaran.

"Oh lagi ada di taksi, tadinya Andrew mau menjemput kamu kesana. Ya sudahlah kalau kamu lagi perjalanan menuju pulang, kita ketemu di rumah saja!" jawab Andrew dengan segera ia menutup teleponnya.

"Oke baik Kak, sampai ketemu dirumah!" pungkas Intan.

Dalam perjalanan pulang, Intan melamun sampai ia mau kelewat rumah suaminya dan berkata, "Pak sudah turun disini, ini depan rumah suamiku!"

"Oh ini rumahnya, Bu silakan turun!" sahut Sopir Taksi.

Kemudian, Intan membayar ongkosnya ke sopir taksi dengan segera ia turun dari taksi dan langsung berjalan ke pintu pagar rumah suaminya.

Saat mau membuka pintu pagar rumah, ternyata suaminya telah sampai dirumah dan melihat Andrew sedang berpelukan dengan teman kerjanya yang bernama Dina di taman rumah.

Dengan ekspresi kaget, Intan langsung membuka pagar rumah yang tidak terkunci dan segera berjalan cepat menghampiri mereka berdua yang sedang berpelukan di taman itu.

"Hai, kalian berdua lagi apa disini?" tanya Intan dengan wajahnya memerah karena cemburu melihat suaminya berpelukan sama teman kerjanya itu.

"Oh ternyata kamu sudah pulang, maaf tadi tuh Dina sahabatku sedang bersedih karena dirinya lagi sakit demam!" jawab Andrew dengan ekspresi wajahnya malu.

"Benarkah itu, Dina?" tanya Intan dengan tatapan matanya yang tajam.

"Tentu benar, Intan tak usah khawatir, kami berdua bersahabat dari kecil ya kan, Andrew?" ucap Dina dengan ekspresi wajahnya meyakinkan.

"Ya betul itu, Intan ayo masuk ke rumah!" ungkap Andrew dengan memegang tangan istrinya untuk segera masuk rumah.

Dina pun, merasa sakit hati terhadap sikap Andrew yang membohongi perasaannya kalau antara berdua sebenarnya sudah menjalin cinta, bahkan sebelum Andrew kawin kontrak dengan Intan.

Dina bersumpah, ingin merebut kembali kekasihnya dari tangan Intan. Dalam tasnya Dina, ia segera mengambil handphone dan segera menyuruh orang suruhannya, dengan meminta orang tersebut untuk mengerjakan sesuatu.

"Halo, segera cepat laksanakan tugasku! Ini sudah malam, kerjakan yang baik ya!" ucap Dina di telepon.

"Baik, segera saya laksanakan komandan!" pungkas Bima (teman kerjanya Dina).

"Bagus, jangan sampai salah ya!" sahut Dina dengan segera ia menutup telepon selulernya.

"Siap bos tenang saja," pungkas Bima dengan menutup telepon dari Dina.

***

Sedangkan dirumah adiknya Intan di Bandung, ada orang yang tega menyiram pintu rumah dan juga jendela rumah Desi dengan cairan minyak tanah yang dibawanya sama orang misterius itu.

Kemudian, orang itu segera menyalakan api melalui korek api dan langsung ia melempar batang korek api itu, ke depan pintu rumah Desi.

Sampai akhirnya, api menyala-nyala hingga membesar api itu menghancurkan seluruh isi rumah Desi dengan lahapnya oleh si jago merah.

Adik Intan bernama Desi sedang tertidur lelap hingga ia tak sadarkan diri, namun asap panas dari kobaran api itu bisa membangunkan Desi yang tertidur.

Sampai Desi sadar terbangun dari tidurnya dan berusaha menyelamatkan dirinya dari kobaran api yang sedang membakar rumahnya itu.

Warga setempat pun sangat panik, melihat kobaran api yang melahap-lahap oleh si jago merah yang membakar seluruh isi rumah Desi sampai api tersebut, susah di padamkan oleh semburan air yang di siram sama warga setempat melalui ember berisi air yang dibawa oleh mereka.

Terpopuler

Comments

Rapa Rasha

Rapa Rasha

jahat itu Dina lanjut kak

2022-12-25

0

Novia Bachmid Idol

Novia Bachmid Idol

Wajib layak sangat rekomendasi utk di adaptasi ke Buku Cetak Dan Komit ceritanya menarik dan sangat unik.

2021-09-01

8

ferdyan

ferdyan

Perlu diadaptasi jadi audiobook ini novel keren banget, Ceritanya sangat menarik.

2021-03-27

10

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!