"Masih gagal paham sama sistem rank aku." Ikki kebingungan dan tidak ingin mendengarkan penjelasan sistem lagi.
***
15 hari, tepat dimana para petualang siap melawan pasukan mayat hidup yang akan datang kekota.
500 petualang dan 500 ksatria yang disiapkan bangsawan. 1000 pasukan yang siap untuk perang melawan mayat hidup.
"Apa memang harus sebanyak ini?"
"Aku petualang A rank, mana mungkin akan mati hanya dengan mayat hidup rendahan."
Para ksatria bersiap, tidak seperti para petualang yang masih santai sambil menunggu kehadiran para mayat hidup.
'Jika sebanyak ini mana mungkin mayat hidup bisa menembus kota.'
Petualang terlalu pede dengan kekuatan yang mereka miliki, apalagi dengan jumlah yang banyak. Melawan pasukan mayat hidup hanya tinggal menunggu waktu.
30 menit berlalu.
Pasukan mayat hidup terlihat, tapi anehnya jumlah mereka berkurang dari yang dirumorkan dan juga kekuatan tempur mereka malah meningkat dengan pesat.
***
Tempat tinggal bangsawan dikota perbatasan.
"Bukanya 5000 pasukan yang dirumorkan? Kenapa sekarang jadi 2000!" Bangsawan marah.
'Jika hanya jumlah sedikit seperti itu, mana bisa membunuh petualang rank tinggi.'
Bangsawan itu menggertakan giginya, marah pada orang yang menyebarkan rumor.
"Tenang Tuan, ini seharusnya sangat biasa. Pasukan mayat hidup tidak mungkin bisa berregenerasi jika tidak dekat dengan Lich.
Kemungkinan besar mereka menyerang seluruh petualang yang mereka lewati dan jumlah mereka berkurang karena para petualang atau monster yang menyerang mereka."
"Itu tidak menutup kemungkinan pasukan mayat hidup, tidak akan bisa membunuh siapapun." Bangsawan dengan percaya diri.
Pasukan mayat hidup tanpa Lich berada didekatnya, sama saja dengan monster lemah tanpa tuan. Bahkan jika mereka lebih ganas, mereka tidak akan bisa membunuh petualang rank rendah sekalipun.
Bangsawan menghela nafas panjang dan pergi dari ruang kerjanya.
'Aku membuang 500,000 ribu emas hanya untuk 2000 ribu mayat hidup? Jangan bercanda!'
Bangsawan semakin kesal dan kesal dengan mayat hidup yang lemah.
Brak!
Bangsawan menendang pintu kamarnya dengan keras untuk melampiaskan amarahnya.
"Huh? Kenapa ada api disana?" tanya bangsawan yang kebingungan, melihat api dari dalam jendela rumahnya.
"Apa ada kebakaran?"
Brak!
"Tuan!" Pelayan mendobrak pintu kamar dan berteriak.
"Ada ap-"
"Larilah! Pasukan mayat hidup sangat kuat, mereka sudah menembus pintu masuk!" Pelayan itu panik dan menyuruh Tuannya untuk pergi dari kota perbatasan.
Bangsawan itu bingung, ia tidak bisa menyimpulkan secara langsung kejadian yang tiba-tiba ini.
'Apa? Apa mayat hidup memang sekuat itu?'
Bangsawan kebingungan, 1000 pasukan yang ada didepan habis begitu saja tanpa sisa, sampai-sampai para mayat hidup bisa masuk kedalam kota.
Suara triakan warga kota perbatasan terdengar dari rumahnya. Mereka berteriak ketakutan dan meminta tolong.
"Tuan, saya sudah menyiapkan kereta kuda. Ayo lari dari sini!"
Seorang ksatria penjaga pintu rumah masuk kedalam kamar dan berteriak.
"Ba-baiklah."
Bangsawan, pelayan dan ksatria yang masih selamat mencoba kabur dari kota perbatasan dengan kereta kuda.
Ksatria tentu harus dibawa untuk melindungi bangsawan selamat sampai tujuan. Tapi tetap saja, ksatria kesulitan untuk melawan satu mayat hidup.
***
Sebelum mayat hidup masuk kedalam kota.
"Itu mereka!"
Saat salah satu petualang berteriak begitu, para petualang lain melihat kearah dimana seharusnya para pasukan mayat hidup itu muncul.
Tapi setelah melihat kehadiran mayat hidup yang jumlahnya jelas-jelas berkurang, seperti yang mereka prediksi beberapa hari sebelumnya...
Mereka malah ketakutan melihat mayat hidup.
"Apa itu? Kenapa ada boss zombie!"
"Bukan itu saja, bahkan ada Death Knight dan Ghoul."
Para petualang dan ksatria berakhir dengan wajah pucat setelah melihat banyak sekali mayat hidup yang seharusnya melindungi Lich.
Atau mungkin yang seharusnya berada dekat dengan Lich.
"Jangan bercanda, jika Ghoulnya hanya ada satu sih, mungkin saja. Tapi ini ada banyak!"
Mereka tidak bisa menang, mereka semua tahu itu. Boss zombie sangat kuat, zombie yang dipanggil boss zombie mereka sangat kuat dan gerakkannya juga cepat.
Zombie berwarna merah kehitaman, dengan punggug yang dipenuhi duri kecil itulah, boss zombie.
"Bukannya seharusnya sekeleton lawan kita itu? Kenapa jadi Death Knight?"
Petualang sudah menyerah, bahkan sebelum bertarung. 200 Death Knight sangat kuat, bahkan untuk petualang rank A sekalipun.
Boss zombie berlari dengan cepat, dan itu bukan hanya satu. Ada 500 dari mereka sedang berlari dengan sangat cepat menuju para petualang.
Panah ditembakkan oleh ksatria yang ada didinding kota.
Pasukan mayat hidup juga menembakan panah dan juga sihir kearah kota dengan niat untuk menghancurkan mereka.
Panah yang ditembakkan oleh Archer mayat hidup ditambahkan kekuatannya dan juga diberi ability angin agar lebih cepat.
Kecepatan panah milik Archer mayat hidup lebih cepat sampai ketanah dari pada para ksatria.
Panah ksatria juga dihindari oleh para zombie yang berlari. Dan dihadang oleh Death Knight yang memegang prisai.
Para Death Knight tidak sekuat Greed, tapi tetap saja mereka bisa mengancam kehidupan manusia dengan levelnya yang sekarang.
[ Death Knight ]
[ Rank F ]
[ Level 40 ]
[ Boss Zombie ]
[ Rank F ]
[ Level 30 ]
[ Witch ]
[ Rank F ]
[ Level 40 ]
[ Archer ]
[ Rank F ]
[ Level 35 ]
(Rank petualang dan Rank perbedaan tingkat berbeda!)
Petualang yang berada di A rank setara dengan level 70 bahkan lebih. Tapi jika lawan mereka ada 200 level 40, sama saja mereka akan kewalahan.
Bola api yang ditembakkan oleh para Witch menghancurkan tembok kota dan juga membunuh para ksatria.
Para petualang dengan kelas penyihir tidak bisa berkutik, sihir mereka semua selalu dihalangi oleh pelindung para Witch.
Death Knight, Boss Zombie, dan Ghoul yang ada dibarisan depan selalu dilindungi oleh sihir para Witch.
Walaupun pasukan mayat hidup terus berkurang, tapi manusia yang mati lebih banyak.
"Se-mua man-usia y-ang ber-ada dilu-ar k-ota sud-ah m-ati ... ay-o masu-k kedal-am!" Witch, walaupun cara bicaranya masih aneh. Tapi tetap saja sekarang Witch bisa berbicara.
Tidak seperti Greed dan Lich yang bisa lancar berbicara, mereka pasukan mayat hidup yang belum berevolusi seperti Greed kesulitan dalam berbicara, bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.
Semua mayat hidup menyerang kota, mereka tidak peduli dengan manusia yang memohon ampun.
"To-tolong jangan bunuh sa-"
Sebelum manusia memohon ampun untuk nyawanya, kepalanya terbang dan melihat tubuhnya sendiri dalam keadaan terbalik.
"Kenapa Death Knight bisa menggunakan teknik pedang kerajaan!"
Para ksatria terkejut dengan Death Knight yang bisa menggunakan teknik pedang yang sama.
"Ka-mi m-m-nir-u kal-i-an," ucap Death Knight.
Para ksatria tidak bisa melawan makhluk yang tidak takut akan kematian, mereka tidak bisa menang melawan mereka.
"Tolong!"
"Aghh!"
"To-tolong aku!"
Semua manusia, tidak peduli ksatria atau bukan, para mayat hidup membunuh mereka.
Para mayat hidup diberi misi oleh Raja.
'Berikan terror yang menakutkan pada para manusia.'
"Ke-ban-gaan unt-uk kera-jaa-an!" Para Death Knight mengangkat pedang mereka dan terus mengejar manusia yang mencoba kabur.
Pasukan mayat hidup sudah berkurang lagi, sekarang hanya terisasa sekitar 600 mayat hidup yang masih ada disana.
Walaupun pasukan mayat hidup kuat dan juga tidak takut akan kematian. Mereka juga pasti kesulitan melawan para petualang rank tinggi dan juga ksatria.
"Ma-nu-nusi-a!" Death Knight mengejar pasukan ksatria yang menjaga kereta kuda.
Fushh!
Api biru membakar Death Knight yang hendak menyerang kereta kuda.
"Mm ... kemarin orc dan sekarang mayat hidup... Maaf untuk keterlambatanku."
Tak!
Jentikan jari dari pria berambut putih yang tiba-tiba datang entah dari mana, membuat para mayat hidup merasakan ketakutan.
"In-i."
Ketakutan yang mereka rasakan rasanya sangat tidak asing. Mereka pernah merasakan ketakutan ini saat bertemu Raja mereka yang baru.
"Menarik, mereka sudah berevolusi cukup banyak." Pria berambut putih tersenyum hangat pada mayat hidup.
"Keta-ku-tan."
Para mayat hidup tidak bisa melawan pria berambut putih. Mereka ketakutan pada kehadiran yang sama seperti Raja mereka.
Pria berambut putih menjentikan jarinya.
Cahaya putih tiba-tiba muncul dan membunuh mayat hidup yang ada dikota perbatasan. Walaupun para mayat hidup sudah lenyap dari kota, tidak bisa dipungkiri bahwa kota sudah setengahnya hancur.
***
"!?"
Zax terkejut dengan hilangnya kontak dengan sisa pasukan yang dia kirim untuk menyebarkan terror.
"Tuanku, sepertinya semua bawahan yang saya kirim semuanya sudah mati," ucap Zax, tunduk pada Ikki yang duduk disinggasa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments