"woo ... sistem gacha!" Ikki bersemangat sampai berdiri diatas singgasana.
Lich terkejut dengan tindakan yang tiba-tiba dari rajanya.
"Raja?!"
Ikki turun dari singgasana lalu pura-pura batuk. Ia kembali duduk dan terus memperhatikan sistem.
'Kenapa aku melakukan hal bodoh karena terlalu senang?'
[Karena pencapaian luar biasa yang Tuan rumah dapatkan. Tuan rumah mendapatkan 10,000 point.]
"Beli bahasa dunia ini."
[Membeli pasif mempelajari semua bahasa.]
"Tingkatan menjadi level maks!"
[Meningkatkan pasif bahasa menjadi level maks. 3,000 point digunakan.]
[Sisa point yang anda Tuan rumah miliki 5,685 point.]
"Berapa harga untuk 10 kali melakukan gacha?"
[5,000 point]
Ikki pikir-pikir dulu sebelum mulai menggunakan pointnya lagi. Dengan poinnya yang sedikit mustahil baginya mendapatkan item yang bagus.
"Lakukan gacha ... point bisa didapatkan lain kali." Ikki tersenyum bodoh.
[Semoga Dewi Fortuna memberkati Tuan rumah.]
Ikki mengacungkan jari tengah. Ia tahu bahwa gacha diatur oleh algoritma, bukan oleh dewa, dewi.
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Roti Hangat!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Berkarat!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Roti Hangat!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Air Mineral!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Air Mineral!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Dagger Baru!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Suci Patah!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Panjang Baru!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Tongkat Sihir Naga!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Iblis!]
Ikki menatap hadiah-hadiah dengan wajah datar. Hampir dari setengahnya adalah barang yang tidak berguna.
"Untuk apa pedang berkarat dan pedang patah!" Ikki berteriak kesal.
Ikki membuka info tentang tongkat sihir yang memiliki batu merah diatasnya.
[Tongkat Sihir Naga]
[MP Regen +200 perdetik]
[Menambah 5000 MP]
[Meningkatkan sihir sebesar 10 kali lipat]
[Tongkat Sihir Naga. Tongkat yang dibuat dari darah Naga yang dibekukan dan memiliki kayu sihir kualitas tinggi sebagai tumpuan darah Naga.]
'Tidak berguna untukku!'
Ikki mengeluarkan Tongkat Sihir itu, lalu melemparkanya pada Lich yang masih diam, duduk dihadapannya.
"Hadiah karena sudah menjadi bawahanku." Ikki dengan wajah dingin.
Karena Lich adalah tengkorang, Ikki sama sekali tidak tahu eksperesi apa yang dibuat oleh tengkorak yang ada didepannya itu.
"Saya sangat senang mendapatkan hadiah ini dari Raja!"
Lich mengambil tingkat itu dan merasakan energi yang sangat besar memenuhi tubuhnya.
'Raja tidak membutuhkan tongkat sihir yang sangat kuat ini? Ada di tingkat apa sebenarnya, Raja?'
Lich, mengagumi Ikki dengan level kekuatan yang tidak bisa dia ukur hanya dengan matanya sendiri.
'Tidak salah menjadikannya Rajaku.'
Lich semakin lama semakin kagum dengan kehadiran makhluk yang ada didepannya.
"Lanjut, coba pedang iblis ini."
Ikki melihat info pedang iblis.
[Pedang Iblis]
[Ketajaman +1500]
[Daya tahan 100%]
[Luka yang dihasilkan menggunakan pedang ini tidak dapat langsung disembuhkan bahkan jika menggunakan sihir tingkat tinggi sekalipun.]
"Pedang yang berguna." Ikki tersenyum lalu melihat info pedang suci.
[Pedang Suci Patah]
[Ketajaman -]
[Daya tahan 3%]
[Luka yang disebabkan oleh pedang ini akan terus bertambah sakit jika tidak disembuhkan dengan sihir tingkat tinggi.]
[Pedang yang terbuat dari sayap malaikat. Pedang ini sangat ampuh pada monster tipe iblis]
Ikki hanya bisa melihat info yang berguna dan sangat bagus itu. Namun apa yang bisa dilakukan oleh pedang yang sudah patah.
Ikki menghela napasnya dan sedikit kesal saat dirinya mendapatkan barang bagus namun tidak bisa digunakan olehnya.
'Tunggu ... bukankah pedang patah daya tahanya seharusnya bread di 0%, kenapa ini bisa ada di 3%?'
Ikki yang merasa ada kejanggalan dari info sebuah pedang langsung memanggil sistem.
"Sistem, bagaimana jika daya tahan senjata mencapai nol?"
Saat Ikki berbicara pada sistem, bahasanya tidak dapat dimengerti oleh siapapun kecuali dirinya dan sistem.
[Barang yang daya tahanya menjadi nol tidak bisa diperbaiki.]
Ikki tersenyum. Baginya angka yang sangat kecil saja bisa berguna disaat-saat seperti ini ...
'Tapi bagaimana cara memperbaiaki pedang yang terbuat dari sayap malaikat?'
Ikki tidak tahu harus apa. Bahkan jika dia bertanya pada sistem, pasti materialnya sangat tidak masuk akal dan sulit didapat.
Apalagi pedangnya terbuat dari sayap malaikat.
"Merepotkan!" Ikki bersandar di singgasana.
Bahkan jika dirinya tidak bisa lelah, tapi tetap saja eksperesi kelelahan tidak bisa disembunyikannya.
'Aku tidak merasa lelah. Tapi kenapa aku bisa memasang eksperesi seperti ini?'
Ikki tidak bisa melihat ekpersinya, tapi dia dapat merasakannya. Ia tahu jika lelah harus memasang eksperesi seperti apa.
"Raja, apa ada yang kurang memuaskan?" tanya Lich.
"Apa kau bisa membawa beberapa manusia yang masih hidup kesini?"
"Selama itu yang anda inginkan, saya akan mencobanya ... Kalau begitu saya pamit."
Lich berjalan keluar dari istana dan menyuruh semua bawahannya membawa manusia hidup-hidup.
"Ini adalah keinginan Raja! Jika kita bisa menyelesaikannya. Raja akan senang!" Lich mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
Ikki juga ikut keluar. Ia berjalan dan tiba-tiba berbicara.
"Death Knight, kemarilah."
Death Knight tanpa nama, makhluk summon Lich, ada banyak dari mereka. Ikki menunjuk salah satu dari mereka dan menyuruhnya maju kehadapannya.
Death Knight yang dipanggil berjalan kehadapan Ikki lalu tunduk.
[ Death Knight ]
[ Level 35 ]
"Aku akan memberimu nama ... Greed! ... Gunakan 1000 karma!"
[Death Knight menerima nama Greed. Levelnya akan meningkat sesuai jumlah karma yang dikonsumsi]
[1000 karma digunakan untuk memberi kekuatan pada Greed]
Death Knight yang diberikan nama oleh Ikki berevolusi. Yang tadi armor miliknya lumayan usang, kini berubah menjadi sangat bagus dan seperti baru.
Armor berwarna hitam, dan aura yang dihasilkan oleh death knight juga meningkatkan seiring berjalannya waktu.
[ Death Knight Greed ]
[ Level 70 ]
[ Stats ]
[ Strength : B]
[ Agility : B]
[ Vitality : C]
[ Endurance : A]
[ Magic : C ]
[ Skill ]
[Chains of darkness]
[Telekinesis]
[Sword Aura]
"Dengan begini seharusnya tidak sulit menangkap seorang manusia, kan?"
Greed tunduk dihadapan Ikki. Setelah diberi nama Greed akhirnya memiliki kesadaran dan kecerdasan sendiri.
"Maafkan aku Tuan. Kekuatan yang anda berikan pada saya begitu besar. Tapi saya hanya sanggup menerima kekuatan tersebut setengahnya."
"..?!.."
Ikki kebingungan dengan Greed yang tiba-tiba bilang bahwa dia hanya menerima setengah kekuatan dari 1000 point karma.
"Sistem, apa setengah karmaku dikembalikan?"
[Tidak, anda memang menggunakan 1000 point karma untuk Death Knight.]
"Tapi dia bilang sendiri hanya bisa menerima setengah kekuatannya."
[...]
"Apa kau memeras ku?!"
Ikki lumayan kesal setelah tahu karma miliknya tidak dikembalikan setengahnya. Padahal jelas-jelas Greed bilang hanya mampu menerima setengah kekuatannya.
Ikki juga mulai kesal setelah tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari sistem.
"Hoo, jadi gitu cara mainnya."
Tatapan Ikki berubah menjadi dingin. Aura miliknya keluar dari tubuh secara paksa karena suasana hatinya yang buruk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments