Diikuti dengan kepergian 5000 ribu pasukan mayat hidup. Greed dan pasukannya kembali dari misi setelah 5 hari lamanya.
Greed membawa manusia masuk kedalam istana yang terlihat tua, bahkan tiangnya sudah tidak kokoh lagi.
"Yang Mulia saya akan masuk!" Greed masuk membawa 80 manusia yang masih terikat dengan skillnya.
Saat melihat pria yang duduk disinggasa, mereka semua jatuh. Kaki mereka tidak mampu berdiri, ketakutan terlihat dari wajah mereka yang mulai pucat.
[+3 Point]
[+1024 Point]
[+89 Point]
[+167 Point]
[+238 Point]
...
Point yang didapat lebih besar saat dirinya sendiri yang turun tangan. Pria yang tadinya duduk dengan santai kini bangkit dari singgasana lalu berjalan maju.
Wajah ketakutan dari manusia bisa dilihatnya, mereka tidak bisa menatap makhluk yang sedang mendekat. Mereka ketakutan sampai tidak bisa berkata-kata ataupun lari dari sana.
Keringat dingin keluar dari tubuh mereka. Anak kecil yang biasanya menangis tidak bisa mengeluarkan air matanya. Yang ada dimata mereka saat ini adalah ketakutan.
[+302 Point]
[+782 Point]
[+888 Point]
[+25 Point]
[+91 Point]
...
Saat manusia yang tidak bisa berdiri melihatnya, mereka langsung pingsan setelah melihat senyuman makhluk itu.
Keheningan memenuhi ruangan, suara napas bahkan tidak terdengar disana ... yang manusia dengar saat ini hanyalah langkah kaki seseorang yang mendekat.
"Apa kalian takut mati?"
Pertanyaan yang tiba-tiba terdengar. Namun mereka tidak bisa menjawabnya saat ini. Mata mereka bergetar, bahkan tangan mereka yang menahan tubuhnya bergetar. Keringat dingin perlahan jatuh, air mata tapi tidak keluar suara tangisan keluar...
Takut akan kematian sampai tidak bisa membuat suara sedikitpun.
"Sistem, apa kau bisa menekan aura pasif itu?"
[Tidak. Mustahil, pasifnya lebih kuat dari pada kekuatan saya]
Ikki menghela napasnya dan berharap ada seseorang yang menjawab pertanyaannya itu.
'Ada orang pingsan, bahkan sampai mengompol ... Apa pasif ini tidak bisa ditekan dengan apapun?'
[Artefak bisa melakukanya.]
"!!!"
Ikki terkejut setelah melihat pesan sistem, padahal dia sedang berbicara dalam hati. Ia sendiri tidak tahu jika sistem bisa mengetahui apa yang dia katakan didalam hatinya.
'Tapi bukanya ini malah bagus?'
Ikki berbalik dan melihat kearah Lich.
"Apa ada artefak yang bisa menahan aura atau energi sihir?"
"Saya akan mencarinya terlebih dahulu." Lich bergegas pergi dari ruangan singgasana. Ia pergi keruang harta, dimana dia menyimpan banyak artefak dan emas.
Ikki tidak tahu harus diapakan manusia yang pingsan dan mengotori lantai didepan singgasananya. Ia juga tidak harus membunuh mereka.
"Bawa mereka keluar dari sini. Biarkan mereka hidup untuk saat ini."
Mendengar itu Greed langsung menarik rantai yang terhubung dengan rantai yang mengikat tangan manusia. Ia menyeret mereka untuk keluar dari ruangan singgasana dengan cepat.
Manusia yang masih sadar semakin takut. Mereka takut dibunuh oleh makhluk mengerikan, saat mendengar kata-katanya yang akan membiarkan mereka hidup lebih lama, ketakutan mereka malah semakin menjadi-jadi.
[+387 Point]
[+423 Point]
[+32 Point]
[+53 Point]
[+130 Point]
...
Ikki tidak bisa tidak tersenyum setelah melihat point yang didapatkannya. Ia sekarang memiliki lebih dari 5000 ribu point.
"Ayo kita lakukan gacha lagi!"
[Semoga Dewi Fortuna memberkati anda.]
"Luck miliku B, persetan dengan Dewi!"
Ikki kesal dengan pesan sistem saat dia ingin memulai gacha.
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Sihir!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Jubah Sihir!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Biasa!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Dagger Naga!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Panjang!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Roti Hangat!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang berkarat!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Iblis!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Sabit Sihir!]
[Selamat Tuan rumah mendapatkan Kapak besi!]
"Lumayan." Ikki tersenyum.
Ikki melihat dagger yang terlihat bagus. Dagger Naga. Seperti namanya, Dagger Naga terbuat dari Naga.
[ Dagger Overlord ]
[ Ketajaman ??? ]
[ Daya tahan tidak terbatas ]
[ Dagger yang terbuat dari taring raja Naga, Sang Overlord. Semakin kuat magicnya, semakin kuat juga Daggernya ]
"Tch!" Ikki kesal dengan deskripsi sampah yang ada di dagger itu.
"Sihir? Jangan bercanda, aku sama sekali tidak bisa menggunakan sihir disini!" Ikki kesal, tapi auranya tidak keluar sebesar terakhir kali.
"Huft.. tenang-tenang." Ikki bernapas perlahan.
Ia sedang mencari senjata yang cocok dengannya, tanpa menggunakan sihir sama sekali.
"Walaupun ada kata sihirnya. Tapi apa salahnya." Ikki memerikas informasi tentang Sabit Sihir.
[ Sabit ]
[ Ketajaman +2500 ]
[ Daya tahan 100% ]
[ Sabit yang terbuat dari Kristal sihir. Kelebihan, Sabit ini dapat menebas apapun yang ada didepannya. Kelemahan, tidak dapat diperbaiki ]
"Ini bagus, tapi tidak bisa diperbaiki." Ikki mengangkat Sabit itu tinggi-tinggi dan mengayunkannya kearah tiang.
Woshh!
Tidak terasa berat. Tapi tiang itu terbelah dua setelah beberapa saat.
"Mengerikan. Rasanya seperti memotong tahu." Bibir Ikki berkedut, ia menghindari beton yang jatuh.
"Seharusnya aku tidak memotong istanaku." Ikki menatap tiang yang roboh dengan rasa bersalah.
"Yang Mulia!" teriak Greed, membuka pintu dengan kasar.
Pintu yang dibuka oleh Greed ikut rusak. Ikki hanya bisa tersenyum tipis, melihat bawahannya yang khawatir.
"Maafkan saya Yang Mulia! Saya pikir anda kenapa-napa!" Greed bersujud meminta maaf.
"Tidak apa ... Ini alasanku memintamu membawa manusia hidup."
Greed langsung melihat kearah Tuannya yang sedang memegang sabit.
"Apa Yang Mulia ingin mencoba sabit itu pada para manusia? Saya akan membawa mereka sekarang juga."
"Ha?"
Greed bergegas pergi, lalu kembali membawa satu manusia.
'Apa-apaan ini?'
"Tuanku! Maafkan saya karena terlalu lama." Lich memberikan sebuah anting pada Ikki.
"Hmm? Apa ini artefak yang aku minta?"
"Ya."
Wajah Ikki menjadi gelap setelah tahu bahwa dirinya harus ditindik untuk mengenakan artefak berbentuk anting.
"Greed, aku membiarkan manusia hidup agar mereka bisa memperbaiaki istana ini. Aku tidak berniat membunuh mereka ... Apa kau paham?" Ikki melihat kearah Greed yang membawa manusia dengan cara diseret.
Greed yang mendengar itu tunduk, ia meminta maaf atas tindakan bodohnya tersebut.
"Saya akan mulai berhati-hati untuk tidak langsung menyimpulkan apa yang anda katakan!" Greed kepalanya semakin tertunduk.
Ikki menghela nafas dengan berat, ia sekarang harus menghadapi sakitnya ditindik dengan jarum.
'Sialan, kenapa tidak berbentuk cincin saja?'
"Lich, ciptakan jarum dengan sihir es!"
Lich mengeluarkan lingkaran sihir berwarna biru. Hawa dingin menyelimuti tangannya dan sebuah jarum kecil tercipta.
"Ini Yang Mulia!" Lich memberikan jarum kecil tersebut pada Tuannya.
'Sebaiknya jangan disini. Akan tampak memalukan jika aku mengeluarkan air mata didepan bawahanku.'
Ikki juga tidak bisa melakukannya diruang singgasana. Ia pergi dari sana tanpa menghiraukan Lich dan Greed yang masih ada disana, bersama dengan manusia.
"Kemana Yang Mulia akan pergi?"
"Biarkan saja, jika kita mengikutinya dia pasti akan membunuh kita." Lich menahan Greed yang hendak pergi mengikuti Tuannya.
"..."
"Dari pada itu, ruangan ini jadi bau ..." Lich merapalkan sihir untuk membersihkan ruangan singgasana yang bau. "Clean!" Air bersih keluar dari lingkaran sihir dan membersihkan semua yang ada disana.
(Disini kata merapalkan sihir bukan berarti Lich mengeluarkan kata-kata aneh seperti penyihir dinovel lain. Disini Lich hanya membayangkan lingkaran sihir apa yang akan digunakannya lalu dikeluarkan dengan kata-kata yang sesuai dengan sihirnya...
Tapi kata-kata seperti, Clean, Fire Ball. Bisa diubah menjadi, Dor, Bang, Bam, dll.
Sihir seperti itu bisa disebut sihir tanpa rapalan. Dan hanya beberapa penyihir yang bisa melakukan hal tersebut.)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments