Ch 16 - Ketakutan luar biasa!

Diikuti dengan kepergian 5000 ribu pasukan mayat hidup. Greed dan pasukannya kembali dari misi setelah 5 hari lamanya.

Greed membawa manusia masuk kedalam istana yang terlihat tua, bahkan tiangnya sudah tidak kokoh lagi.

"Yang Mulia saya akan masuk!" Greed masuk membawa 80 manusia yang masih terikat dengan skillnya.

Saat melihat pria yang duduk disinggasa, mereka semua jatuh. Kaki mereka tidak mampu berdiri, ketakutan terlihat dari wajah mereka yang mulai pucat.

[+3 Point]

[+1024 Point]

[+89 Point]

[+167 Point]

[+238 Point]

...

Point yang didapat lebih besar saat dirinya sendiri yang turun tangan. Pria yang tadinya duduk dengan santai kini bangkit dari singgasana lalu berjalan maju.

Wajah ketakutan dari manusia bisa dilihatnya, mereka tidak bisa menatap makhluk yang sedang mendekat. Mereka ketakutan sampai tidak bisa berkata-kata ataupun lari dari sana.

Keringat dingin keluar dari tubuh mereka. Anak kecil yang biasanya menangis tidak bisa mengeluarkan air matanya. Yang ada dimata mereka saat ini adalah ketakutan.

[+302 Point]

[+782 Point]

[+888 Point]

[+25 Point]

[+91 Point]

...

Saat manusia yang tidak bisa berdiri melihatnya, mereka langsung pingsan setelah melihat senyuman makhluk itu.

Keheningan memenuhi ruangan, suara napas bahkan tidak terdengar disana ... yang manusia dengar saat ini hanyalah langkah kaki seseorang yang mendekat.

"Apa kalian takut mati?"

Pertanyaan yang tiba-tiba terdengar. Namun mereka tidak bisa menjawabnya saat ini. Mata mereka bergetar, bahkan tangan mereka yang menahan tubuhnya bergetar. Keringat dingin perlahan jatuh, air mata tapi tidak keluar suara tangisan keluar...

Takut akan kematian sampai tidak bisa membuat suara sedikitpun.

"Sistem, apa kau bisa menekan aura pasif itu?"

[Tidak. Mustahil, pasifnya lebih kuat dari pada kekuatan saya]

Ikki menghela napasnya dan berharap ada seseorang yang menjawab pertanyaannya itu.

'Ada orang pingsan, bahkan sampai mengompol ... Apa pasif ini tidak bisa ditekan dengan apapun?'

[Artefak bisa melakukanya.]

"!!!"

Ikki terkejut setelah melihat pesan sistem, padahal dia sedang berbicara dalam hati. Ia sendiri tidak tahu jika sistem bisa mengetahui apa yang dia katakan didalam hatinya.

'Tapi bukanya ini malah bagus?'

Ikki berbalik dan melihat kearah Lich.

"Apa ada artefak yang bisa menahan aura atau energi sihir?"

"Saya akan mencarinya terlebih dahulu." Lich bergegas pergi dari ruangan singgasana. Ia pergi keruang harta, dimana dia menyimpan banyak artefak dan emas.

Ikki tidak tahu harus diapakan manusia yang pingsan dan mengotori lantai didepan singgasananya. Ia juga tidak harus membunuh mereka.

"Bawa mereka keluar dari sini. Biarkan mereka hidup untuk saat ini."

Mendengar itu Greed langsung menarik rantai yang terhubung dengan rantai yang mengikat tangan manusia. Ia menyeret mereka untuk keluar dari ruangan singgasana dengan cepat.

Manusia yang masih sadar semakin takut. Mereka takut dibunuh oleh makhluk mengerikan, saat mendengar kata-katanya yang akan membiarkan mereka hidup lebih lama, ketakutan mereka malah semakin menjadi-jadi.

[+387 Point]

[+423 Point]

[+32 Point]

[+53 Point]

[+130 Point]

...

Ikki tidak bisa tidak tersenyum setelah melihat point yang didapatkannya. Ia sekarang memiliki lebih dari 5000 ribu point.

"Ayo kita lakukan gacha lagi!"

[Semoga Dewi Fortuna memberkati anda.]

"Luck miliku B, persetan dengan Dewi!"

Ikki kesal dengan pesan sistem saat dia ingin memulai gacha.

[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Sihir!]

[Selamat Tuan rumah mendapatkan Jubah Sihir!]

[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Biasa!]

[Selamat Tuan rumah mendapatkan Dagger Naga!]

[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Panjang!]

[Selamat Tuan rumah mendapatkan Roti Hangat!]

[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang berkarat!]

[Selamat Tuan rumah mendapatkan Pedang Iblis!]

[Selamat Tuan rumah mendapatkan Sabit Sihir!]

[Selamat Tuan rumah mendapatkan Kapak besi!]

"Lumayan." Ikki tersenyum.

Ikki melihat dagger yang terlihat bagus. Dagger Naga. Seperti namanya, Dagger Naga terbuat dari Naga.

[ Dagger Overlord ]

[ Ketajaman ??? ]

[ Daya tahan tidak terbatas ]

[ Dagger yang terbuat dari taring raja Naga, Sang Overlord. Semakin kuat magicnya, semakin kuat juga Daggernya ]

"Tch!" Ikki kesal dengan deskripsi sampah yang ada di dagger itu.

"Sihir? Jangan bercanda, aku sama sekali tidak bisa menggunakan sihir disini!" Ikki kesal, tapi auranya tidak keluar sebesar terakhir kali.

"Huft.. tenang-tenang." Ikki bernapas perlahan.

Ia sedang mencari senjata yang cocok dengannya, tanpa menggunakan sihir sama sekali.

"Walaupun ada kata sihirnya. Tapi apa salahnya." Ikki memerikas informasi tentang Sabit Sihir.

[ Sabit ]

[ Ketajaman +2500 ]

[ Daya tahan 100% ]

[ Sabit yang terbuat dari Kristal sihir. Kelebihan, Sabit ini dapat menebas apapun yang ada didepannya. Kelemahan, tidak dapat diperbaiki ]

"Ini bagus, tapi tidak bisa diperbaiki." Ikki mengangkat Sabit itu tinggi-tinggi dan mengayunkannya kearah tiang.

Woshh!

Tidak terasa berat. Tapi tiang itu terbelah dua setelah beberapa saat.

"Mengerikan. Rasanya seperti memotong tahu." Bibir Ikki berkedut, ia menghindari beton yang jatuh.

"Seharusnya aku tidak memotong istanaku." Ikki menatap tiang yang roboh dengan rasa bersalah.

"Yang Mulia!" teriak Greed, membuka pintu dengan kasar.

Pintu yang dibuka oleh Greed ikut rusak. Ikki hanya bisa tersenyum tipis, melihat bawahannya yang khawatir.

"Maafkan saya Yang Mulia! Saya pikir anda kenapa-napa!" Greed bersujud meminta maaf.

"Tidak apa ... Ini alasanku memintamu membawa manusia hidup."

Greed langsung melihat kearah Tuannya yang sedang memegang sabit.

"Apa Yang Mulia ingin mencoba sabit itu pada para manusia? Saya akan membawa mereka sekarang juga."

"Ha?"

Greed bergegas pergi, lalu kembali membawa satu manusia.

'Apa-apaan ini?'

"Tuanku! Maafkan saya karena terlalu lama." Lich memberikan sebuah anting pada Ikki.

"Hmm? Apa ini artefak yang aku minta?"

"Ya."

Wajah Ikki menjadi gelap setelah tahu bahwa dirinya harus ditindik untuk mengenakan artefak berbentuk anting.

"Greed, aku membiarkan manusia hidup agar mereka bisa memperbaiaki istana ini. Aku tidak berniat membunuh mereka ... Apa kau paham?" Ikki melihat kearah Greed yang membawa manusia dengan cara diseret.

Greed yang mendengar itu tunduk, ia meminta maaf atas tindakan bodohnya tersebut.

"Saya akan mulai berhati-hati untuk tidak langsung menyimpulkan apa yang anda katakan!" Greed kepalanya semakin tertunduk.

Ikki menghela nafas dengan berat, ia sekarang harus menghadapi sakitnya ditindik dengan jarum.

'Sialan, kenapa tidak berbentuk cincin saja?'

"Lich, ciptakan jarum dengan sihir es!"

Lich mengeluarkan lingkaran sihir berwarna biru. Hawa dingin menyelimuti tangannya dan sebuah jarum kecil tercipta.

"Ini Yang Mulia!" Lich memberikan jarum kecil tersebut pada Tuannya.

'Sebaiknya jangan disini. Akan tampak memalukan jika aku mengeluarkan air mata didepan bawahanku.'

Ikki juga tidak bisa melakukannya diruang singgasana. Ia pergi dari sana tanpa menghiraukan Lich dan Greed yang masih ada disana, bersama dengan manusia.

"Kemana Yang Mulia akan pergi?"

"Biarkan saja, jika kita mengikutinya dia pasti akan membunuh kita." Lich menahan Greed yang hendak pergi mengikuti Tuannya.

"..."

"Dari pada itu, ruangan ini jadi bau ..." Lich merapalkan sihir untuk membersihkan ruangan singgasana yang bau. "Clean!" Air bersih keluar dari lingkaran sihir dan membersihkan semua yang ada disana.

(Disini kata merapalkan sihir bukan berarti Lich mengeluarkan kata-kata aneh seperti penyihir dinovel lain. Disini Lich hanya membayangkan lingkaran sihir apa yang akan digunakannya lalu dikeluarkan dengan kata-kata yang sesuai dengan sihirnya...

Tapi kata-kata seperti, Clean, Fire Ball. Bisa diubah menjadi, Dor, Bang, Bam, dll.

Sihir seperti itu bisa disebut sihir tanpa rapalan. Dan hanya beberapa penyihir yang bisa melakukan hal tersebut.)

Episodes
1 Ch 1 - Reinkarnasi tanpa sihir
2 Ch 2 - Bertemu manusia setelah berjalan cukup lama
3 Ch 3 - Monster
4 Ch 4 - Bandit
5 Ch 5 - Putri kerajaan dan Ksatria
6 Ch 6 - Membunuh ksatria
7 Ch 7 - Rumah didesa mati
8 Ch 8 - Orc
9 Ch 9 - Ksatria kuat
10 Ch 10 - Orc vs Manusia
11 Ch 11 - Gepard
12 Ch 12 - Lich!
13 Ch 13 - Greed
14 Ch 14 - Misi Greed
15 Ch 15 - Pasukan mayat hidup
16 Ch 16 - Ketakutan luar biasa!
17 Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?
18 Ch 18 - Pekerja
19 Ch 19 - Rank
20 Ch 20 - Kehancuran kota perbatasan
21 Ch 21 - Iblis neraka
22 Ch 22 - Pahlawan
23 Ch 23 - Pahlawan II
24 Ch 24 - Pahlawan III
25 Ch 25 - Pahlawan IV
26 Ch 26 - Vs 3000 ribu iblis
27 Ch 27 - Aura Mengerikan
28 Ch 28 - Fin
29 Ch 29 - Kota Bloka
30 Ch 30 - Fin melawan petualang
31 Ch 31 - Sarapan
32 Ch 32 - Ujian Adventure Guild
33 Ch 33 - Misi Pertama
34 Ch 34 - Goblin Menculik Gadis Desa
35 Ch 35 - Pembantaian Goblin
36 Ch 36 - Mengawal Pedagang
37 Ch 37 - Medan Perang
38 Ch 38 - Medan Perang II
39 Ch 39 - Putri Kerajaan Bines
40 Ch 40 - Kutukan
41 Ch 41 - Ilusi si Penyihir
42 Ch 42 - Pasif Baru
43 Ch 43 - Mengikuti Iblis
44 Ch 44 - Kesepakatan
45 Ch 45 - Janji
46 Ch 46 - Iblis 100 tahun lalu
47 Ch 47 - Kerajaan Necros
48 Ch 48 - Undangan Pesta
49 Ch 49 - Pesta Kerajaan Bines
50 Ch 50 - Imbalan
51 Ch 51 - Introgasi
52 Ch 52 - Kehancuran Kerajaan Bhakta
53 Ch 53 - Festival Kerajaan Dorothy
54 Ch 54 - Sorcerer King
55 Ch 55 - Perjalanan menuju kerajaan Dorothy
56 Ch 56 - Kerajaan Dorothy
57 Ch 57 - Hati Nurani
58 Ch 58 - Festival Dimulai
59 Ch 59 - Ikki vs Arabela
60 Ch 60 - Zen vs Zion
61 Ch 61 - Zero vs Amon
62 Ch 62 - Iofi vs Rian
63 Ch 63 - Ratu Vampire
64 Ch 64 - Zero
65 Ch 65 - Ikki vs Iofi
66 Ch 66 - Zero vs Zen
67 Ch 67 - Dewa
68 Ch 68 - Penolakan
69 Ch 69 - Aturan
70 Ch 70 - Acara tambahan?
71 Ch 71 - Sifat asli
72 Ch 72 - Hari Pertandingan
73 Ch 73 - Ikki vs Kadal
74 Ch 74 - Bertemu dengan dewa
75 Ch 75 - Kebencian
76 Ch 76 - Penyamaran
77 Ch 77 - Kerajaan Zayeania
78 Ch 78 - Penginapan megah
79 Ch 79 - Pelelangan I
80 Ch 80 - Pelelangan II
81 Ch 81 - Menaikan tingkat kesan
82 Ch 82 - Menghapus perbudakan
83 Ch 83 - Ekonomi kerajaan
84 Ch 84 - Kerajaan Adarlan
85 Ch 85 - Benua Noros
86 Ch 86 - Ice Elf
87 Ch 87 - Ice Elf II
88 Ch 88 - Ice Elf III
89 Ch 89 - Cerita
90 Ch 90 - Hutan Roh
91 Ch 91 - Neraka
92 Ch 92 - Neraka II
93 Ch 93 - Misi Utama (Tamat)
94 Ch 94 - Extra
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Ch 1 - Reinkarnasi tanpa sihir
2
Ch 2 - Bertemu manusia setelah berjalan cukup lama
3
Ch 3 - Monster
4
Ch 4 - Bandit
5
Ch 5 - Putri kerajaan dan Ksatria
6
Ch 6 - Membunuh ksatria
7
Ch 7 - Rumah didesa mati
8
Ch 8 - Orc
9
Ch 9 - Ksatria kuat
10
Ch 10 - Orc vs Manusia
11
Ch 11 - Gepard
12
Ch 12 - Lich!
13
Ch 13 - Greed
14
Ch 14 - Misi Greed
15
Ch 15 - Pasukan mayat hidup
16
Ch 16 - Ketakutan luar biasa!
17
Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?
18
Ch 18 - Pekerja
19
Ch 19 - Rank
20
Ch 20 - Kehancuran kota perbatasan
21
Ch 21 - Iblis neraka
22
Ch 22 - Pahlawan
23
Ch 23 - Pahlawan II
24
Ch 24 - Pahlawan III
25
Ch 25 - Pahlawan IV
26
Ch 26 - Vs 3000 ribu iblis
27
Ch 27 - Aura Mengerikan
28
Ch 28 - Fin
29
Ch 29 - Kota Bloka
30
Ch 30 - Fin melawan petualang
31
Ch 31 - Sarapan
32
Ch 32 - Ujian Adventure Guild
33
Ch 33 - Misi Pertama
34
Ch 34 - Goblin Menculik Gadis Desa
35
Ch 35 - Pembantaian Goblin
36
Ch 36 - Mengawal Pedagang
37
Ch 37 - Medan Perang
38
Ch 38 - Medan Perang II
39
Ch 39 - Putri Kerajaan Bines
40
Ch 40 - Kutukan
41
Ch 41 - Ilusi si Penyihir
42
Ch 42 - Pasif Baru
43
Ch 43 - Mengikuti Iblis
44
Ch 44 - Kesepakatan
45
Ch 45 - Janji
46
Ch 46 - Iblis 100 tahun lalu
47
Ch 47 - Kerajaan Necros
48
Ch 48 - Undangan Pesta
49
Ch 49 - Pesta Kerajaan Bines
50
Ch 50 - Imbalan
51
Ch 51 - Introgasi
52
Ch 52 - Kehancuran Kerajaan Bhakta
53
Ch 53 - Festival Kerajaan Dorothy
54
Ch 54 - Sorcerer King
55
Ch 55 - Perjalanan menuju kerajaan Dorothy
56
Ch 56 - Kerajaan Dorothy
57
Ch 57 - Hati Nurani
58
Ch 58 - Festival Dimulai
59
Ch 59 - Ikki vs Arabela
60
Ch 60 - Zen vs Zion
61
Ch 61 - Zero vs Amon
62
Ch 62 - Iofi vs Rian
63
Ch 63 - Ratu Vampire
64
Ch 64 - Zero
65
Ch 65 - Ikki vs Iofi
66
Ch 66 - Zero vs Zen
67
Ch 67 - Dewa
68
Ch 68 - Penolakan
69
Ch 69 - Aturan
70
Ch 70 - Acara tambahan?
71
Ch 71 - Sifat asli
72
Ch 72 - Hari Pertandingan
73
Ch 73 - Ikki vs Kadal
74
Ch 74 - Bertemu dengan dewa
75
Ch 75 - Kebencian
76
Ch 76 - Penyamaran
77
Ch 77 - Kerajaan Zayeania
78
Ch 78 - Penginapan megah
79
Ch 79 - Pelelangan I
80
Ch 80 - Pelelangan II
81
Ch 81 - Menaikan tingkat kesan
82
Ch 82 - Menghapus perbudakan
83
Ch 83 - Ekonomi kerajaan
84
Ch 84 - Kerajaan Adarlan
85
Ch 85 - Benua Noros
86
Ch 86 - Ice Elf
87
Ch 87 - Ice Elf II
88
Ch 88 - Ice Elf III
89
Ch 89 - Cerita
90
Ch 90 - Hutan Roh
91
Ch 91 - Neraka
92
Ch 92 - Neraka II
93
Ch 93 - Misi Utama (Tamat)
94
Ch 94 - Extra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!