Setelah Ikki menggunakan cincin di jempol kirinya. Aura dari pasif yang begitu besar dan kuat, bahkan auranya lebih mengerikan dari Raja Iblis 100 tahun lalu. Ditekan begitu saja sampai tersisa 10%.
"Ayo kita temui orc!"
Lich tunduk dan siap untuk pergi menggunakan teleport bersama Tuannya.
'Apa ini lingkaran sihir teleport?'
Pandangan sementara menjadi putih, setelah beberapa detik. Pintu kayu besar dengan pagar tinggi yang terbuat dari pohon.
Mereka berdua akhirnya sampai didepan pintu kayu besar dengan gagang pintu yang terbuat dari tulang serigala.
'Teleport? Apa teleport memang harus ada jedanya?'
Ikki kebingungan karena dia hanya melihat warna putih selama beberapa detik saat melakukan teleport.
Pintu yang sangat besar itu didukung dengan pagar yang terbuat dari pohon yang tinggi. Panggar pohon yang mengelilingi pintu masuk goa. Tempat Raja Orc berada.
"Lich?" tanya orc yang sedang menjaga pintu depan.
"Biarkan aku dan Tuanku masuk untuk bertemu dengan raja kalian!" Lich jadi tidak sabaran jika itu bersangkutan dengan Tuannya.
Orc melihat kebelakang Lich. Manusia dengan aura yang lebih kuat dari komandan Iblis berada dibelakangnya.
"Apa dia Tuan yang kau maksud?" tanya orc yang masih tidak percaya.
Orc sama sekali tidak percaya dengan Lich yang akan tunduk pada Iblis. Walaupun Lich dulu pernah diundang oleh raja iblis untuk menjadi komandannya, tapi dia menolaknya dengan mudah.
Orc memiliki umur yang lumayan panjang, jadi mereka bisa tahu tentang Lich yang pernah menolak posisi komandan dari raja iblis.
"Apa makhluk yang dibelakang mu itu manusia, atau iblis?"
"Lancang! ... Tuanku adalah Tuanku! Ia tidak masuk kedalam ras manusia maupun iblis!" Lich marah setelah mendengar Tuannya disetarakan dengan makhluk rendahan (menurutnya).
Energi sihir Lich melonjak saat Tuannya disetarakan dengan manusia dan juga iblis yang kalah dalam peperangan.
Orc yang sedang berjaga dan juga yang ada didalam ketakutan saat energi sihir milik Lich bocor keluar tak beraturan. Energi sihir yang besar dan dapat membuat siapa saja takut.
Grttt!
Pintu tiba-tiba terbuka dengan Raja Orc yang bergegas kesana setelah merasakan lonjakan energi sihir.
Raja Orc dan komandan Orc lari kedepan pintu dengan cepat, mereka tidak bisa membiarkan Lich menghancurkan tempat mereka dengan mudah.
"Kenapa kau begitu marah Lich?" tanya Raja Orc dengan wajah pucat setelah berlari cukup jauh kepintu masuk.
"Itu salah bawahan anda yang lancang. Menyamakan Tuannku dengan makhluk rendahan." Lich dengan angkuh. Energi sihirnya masih mencekam beberapa makhluk level rendah yang ada disekitar kerajaan Orc.
"Tuanku?" Raja Orc melihat kebelakang Lich. Ia melihat keberadaan yang setara, atau bahkan lebih dengan komandan iblis.
'Sebaiknya jangan buat masalah lagi. Aku takut dibunuh olehnya.'
"B-baiklah, jadi apa yang membuatmu dan Tuanmu datang kemari?" tanya Raja Orc dengan senyum canggung.
Ikki terus melihat pertengkaran kata-kata antara Orc dan Lich, ia bahkan bosan karena terlalu lama. Ikki bahkan tidak bisa merasakan lonjakan energi sihir yang besar dari Lich. Ia malah menyilangkan tangannya saat Lich sedang marah.
"Akan aku tunjukan." Ikki melepas cincinnya secara perlahan.
[Cincin Hitam telah dilepas, kekuatan yang ditahannya akan keluar.]
Aura yang besar langsung menghantam mental para Orc, wajah mereka jadi pucat setelah merasakan aura yang begitu besar.
Semua Orc yang ada disana takut dan jatuh kedalam keputusasaan, mereka tidak bisa melawan makhluk yang ada didepannya. Auranya sangat kuat, terlalu kuat sampai membuat kepala para Orc berat.
"Kenapa?" tanya Ikki dengan kilatan dimatanya.
'Sayang sekali aku tidak bisa mengontorl pasif ini. Aku juga tidak bisa merasakan apa-apa sih.'
Ikki menghela napas panjang lalu menyelipkan lagi cincin hitam dijempol kirinya.
[Cincin Hitam digunakan, aura yang besar telah ditekan olehnya.]
'Pasif ini terbaca aura oleh cincinnya?'
Ikki tidak terlalu memperdulikanya, ia menatap Raja Orc yang duduk ditanah dengan wajah yang masih pucat.
Misi awal Yu Xuan hanya membawa Orc kekerajaannya dan membangun ulang kerajaannya yang sudah hancur. Tidak peduli dengan omong kosong lainnya, yang memperlambat pembangunan.
"Aku menginginkan kalian menjadi pekerjaku. Tentu saja aku inginnya gratis," ucap Ikki sambil tersenyum pada mereka.
"B-baiklah, tempatnya masih yang dulu, kan?" tanya Raja Orc pada Lich.
Lich menjawab Raja Orc dengan anggukan kecil, ia mengagumi kekuatan yang dimiliki oleh Tuannya. Ia seketika tidak peduli dengan Orc yang bisa dibunuh olehnya kapan saja.
'Tuan begitu hebat, dengan aura sebesar itu siapapun akan tunduk.'
Lich menatap Tuannya dengan mata yang bersinar-sinar.
'Tolong, jangan tatap aku seperti itu!'
Ikki yang muak dan juga jijik dengan tatapan Lich, tidak bisa mengatakanya langsung pada Lich.
***
Greed yang sedang membagikan makanan pada manusia yang ada diruang bawah tanah.
'Ini merepotkan, aku harus mencari makanan keluar dan memberikannya pada manusia ... Tidak ... tidak boleh seperti ini. Yang Mulia ingin membuat mereka jadi pekerja!'
Greed melihat semua manusia yang dibawanya tidak memakan makanan yang sudah ia dapatkan.
"Kenapa? Aku tidak akan membunuh kalian selama Tuannku mengizinkan kalian hidup." Greed menatap mereka.
Orang-orang yang dibawa oleh Greed juga tidak bisa menolak makanan itu, mereka sudah lama tidak makan, saat Greed mulai terburu-buru untuk sampai kekerajaan.
Greed menoleh dengan cepat saat merasakan Tuannya sudah kembali. Ia sudah menunggu cukup lama saat Tuannya pergi meninggalkannya sendiri di penjara bawah tanah.
Greed bergegas berlari menaiki tangga untuk bertemu dengan Tuannya. Tidak disangka ia malah melihat 400 Orc menghalangi jalannya untuk bertemu.
"Minggir!" Greed dengan tegas kepada para Orc yang menghalangi jalannya.
Para Orc memberi jalan pada Greed, mereka merasa takut dengan aura yang dimiliki oleh Greed.
'Apa disini memang ada Death Knight sekuat itu?'
Para Orc heran dengan kekuatan yang dimiliki oleh Death Knight milik Lich bisa sekuat itu.
"Yang Mulia!" Greed tunduk dihadapan Tuannya.
'Auranya menurun? Apa Yang Mulia menurunkan auranya agar makhluk lemah tidak terintimidasi?'
Ikki melihat Greed yang tunduk dengan perasaan senang, ia lebih suka dengan Greed yang tidak terlalu mengangguminya seperti yang Lich lakukan.
"Aku lebih suka dipanggil Tuan daripada Yang Mulia," ucap Ikki setelah mendengar dirinya dipanggil 'Yang Mulia' oleh Greed.
Ikki sama sekali tidak suka dipanggil Yang Mulia atau bahkan Raja oleh mayat hidup. Itu juga berlalu untuk semua makhluk yang akan tunduk padanya nanti.
Ikki tertawa girang setelah membayangkan dirinya akan menjadi pemimpin seluruh ras.
Tawa dari Ikki membuat orc yang dibawa oleh Lich menggunakan teleport, ketakutan. Mereka tidak tahu apa hanya pekerja yang dibutuhkan oleh makhluk mengerikan yang ada didepannya.
"Suruh manusia kesini," ucap Ikki pada Greed.
Greed menundukkan sedikit tubuhnya lalu pergi kepenjara bawah tanah untuk membawa 80 manusia yang sudah dibawanya.
"Kalian jangan coba-coba memakan manusia," ucap Ikki, melirik pada para Orc yang ada.
"B-baik." Raja Orc berkeringat hanya dengan tatapan Ikki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments