Lich, Greed dan seluruh mayat hidup yang ada dikerajaan ketakutan saat tahu bahwa Raja mereka marah.
Aura yang dikeluarkan dari tubuh Ikki bisa hampir dirasakan oleh monster dan manusia yang dekat dengan keberadaannya.
Ikki sendiri tidak bisa mengontrol aura miliknya. Dari awal dia sama sekali tidak tahu aura itu seperti apa.
"Yang Mulia, maafkan saya karena tidak bisa menerima kekuatan yang begitu besar dari Yang Mulia!" Greed bersujud dan bersiap mati kapan saja.
"Saya pantas mati ditangan Yang Mulia karena tidak menerima semua kekuatan Yang Mulia berikan pada saya!"
Mayat hidup seharusnya tidak memiliki rasa takut. Tapi mereka merasakannya saat berhadapan dengan makhluk yang sedang marah tersebut.
Tidak peduli jika mereka hanya mayat hidup, ketakutan akan tetap ditanamkan oleh aura milik Ikki.
"Aku tidak marah padamu." Ikki menarik napas panjang.
Ikki mencoba tenang dengan cara memejamkan matanya. Ia menarik napas panjang-panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan.
"Manusia!"
Hanya dengan satu kata, pasukan mayat hidup langsung pergi kedesa yang dekat dengan kerajaan tersebut.
[+5 Point]
[+9 Point]
[+127 Point]
[+3 Point]
...
"..."
Ikki menatap notifikasi sistem yang muncul secara terus menerus. Ia sendiri tidak tahu akan mendapatkan banyak point saat suasana hatinya buruk.
Ikki sama sekali tidak tahu bahwa setiap dirinya marah, atau suasana hatinya sedang buruk. Aura dari pasifnya keluar dengan sangat mengerikan.
Ikki kembali masuk ke istana dan menunggu para pasukan mayat hidup membawa manusia. Lich sama sekali tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Rajanya.
'Kenapa Raja ingin membawa manusia yang masih hidup kemari?'
***
Pasukan mayat hidup yang dipimpin oleh Greed, sedang berjalan menuju desa terdekat yang ada disekitar sana.
Walaupun terbilang dekat, tapi dengan berjalan kaki setidaknya membutuhkan waktu lebih dari 3 hari. Mayat hidup tidak bisa merasakan lelah, jadi mereka bisa sampai lebih cepat, kurang dari 3 hari.
'Apa ini terlalu lama? Ini misi yang diberikan oleh Yang Mulia, aku tidak boleh mengecewakannya!"
Greed terus berjalan, dan akhirnya ia melihat dari kejauhan. Desa kecil dengan pagar disekelilingnya dan ada penjaga yang memegang tombak sambil mengobrol.
"Pertahanan mereka sangat lemah ... semuanya, jangan membunuh manusia satupun. Kita harus membawa manusia hidup kehadapan Yang Mulia!" Greed mengangkat pedangnya.
Pasukan mayat hidup berlari dengan cepat kearah desa kecil. Sekitar 1000 mayat hidup yang ikut dengan Greed untuk membawa manusia sebanyak mungkin.
"Apa itu!" teriak penjaga, menunjuk kearah pasukan mayat hidup yang berlarian.
"Sial, mana mungkin kita menang melawan mereka! ... Kabur!" Para penjaga kabur kedalam desa.
"Semuanya, lari dari desa ini cepat!" teriak penjaga yang masih berlari dengan ketakutan.
Pasukan mayat hidup yang berlari tanpa lelah menangkap manusia yang mencoba melarikan diri. Mereka juga menjaga jalan keluar agar tidak ada yang bisa melarikan diri.
"Kita dikepung!"
Didesa itu juga ada pensiunan petualang rank yang lumayan tinggi, C rank. Tapi mustahil bagi dirinya melawan banyak pasukan mayat hidup sendiri.
"Sebaiknya kalian ikuti kami dengan tenang," ucap Greed yang berjalan kearah manusia yang masih mencoba melawan.
Hanya dengan kehadiran Greed, para manusia yang tadinya ingin mati dengan cara melawan pasukan mayat hidup, kini langsung terdiam.
Greed yang tidak melakukan apapun sudah bisa menekan manusia dengan auranya yang sangat luar biasa. Para manusia yang bisa merasakan aura Greed bergetar ketakutan, sampai menjatuhkan senjata mereka sendiri.
"Aku anggap itu iya." Greed mengingat tangan semua manusia dengan skill [Chain of Drakness] dan membawa mereka keistana.
Tidak seperti mayat hidup yang tidak bisa lelah, para manusia harus beristirahat setelah berjalan lebih dari 6 jam tanpa henti.
"Apa yang kalian butuhkan?" tanya Greed yang melihat manusia kelelahan sampai-sampai napas mereka terdengar olehnya.
"Biarkan kami istirahat sebentar ... kami manusia tidak bisa terus berjalan ... kami merasa lelah dan lapar setelah berjalan cukup lama."
"Baiklah."
Greed harus menuruti perkataan manusia saat ini, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka terus berjalan 2 hari tanpa henti.
"Ambilkan beberapa buah dari dalam hutan." Greed menyuruh bawahannya untuk mencari buah.
Ada sekitar 80 orang yang Greed bawa dari desa itu. Desa kecil tidak memiliki banyak penduduk. Tapi setidaknya dengan ini misi Greed selesai.
Ketakutan bisa terlihat dari manusia. Mereka tidak bisa melawan Death Knight Greed yang memiliki aura mengerikan.
Beberapa menit berlalu, bawahan Greed kembali dengan buah ditangan mereka. Apel, Sunsettia, Berry.
"Bagikan ke manusia itu, dan jangan menakuti mereka."
Bahkan jika Greed memberi peringatan pada bawahannya. Tetap saja bentuk tubuh dan wajah mereka sudah hancur sedari awal mereka disummon.
Anak-anak yang ada disana menangis melihat wajah hancur dari mayat hidup, mereka mengerikan dan tidak memiliki perasaan. Para mayat hidup juga tidak tahu kenapa anak kecil menangis.
80 manusia yang dibawa oleh Greed dan pasukannya, sedang beristirahat. Mereka juga butuh tidur dan banyak keperluan lainnya.
Yang seharusnya dari awal bisa sampai ke istana dalam 3 hari. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu diluar.
4 hari berlalu dan mereka belum sampai juga ke istana.
'Ini terlalu lama, bagaimana jika Yang Mulia marah lagi padaku?'
Greed tidak dapat membayangkannya. Ia setidaknya harus membiarkan manusia hidup dan membawa mereka keistana.
Manusia banyak melakukan istirahat. 6 jam berjalan, 2 jam makan, 8 jam tidur. Sangat merepotkan, walaupun itu tidak semuanya, seperti orang tua yang sakit kakinya atau anak kecil yang menangis meminta kembali kedesa.
Greed bisa dibilang terlalu lembek pada mereka, ia tidak ingin melukai manusia. Misi yang diterimanya hanyalah membawa manusia hidup, seharusnya melukai sedikit tidak masalah.
Tapi Greed sama sekali tidak melakukanya. Dia takut terjadi kecacatan pada para manusia dan Raja tidak menyukainya.
***
Di istana. Ikki yang duduk di singgasana menunggu kembalinya Greed.
'Aneh, kenapa mereka lama sekali.'
Ikki melihat mapnya yang terbuka padahal hanya bawahannya yang pergi. Walaupun begitu, peta itu tidak menunjukan dimana bawahannya berada.
"Lich, apa desa manusia memang sejauh itu dari sini?"
"Tidak terlalu jauh Tuanku, setidaknya membutuhkan waktu 4 hari menggunakan kuda, dan itu sudah termasuk istirahat." jawab Lich, tunduk dihadapan Ikki
Ikki juga sudah jarang menerima notifikasi point yang muncul. Padahal 4 hari yang lalu banyak sekali notifikasi point yang masuk.
"Jadi, seberapa cepat mayat hidup bisa sampai kedesa?"
"Mayat hidup tidak bisa merasa lelah. 3 hari cukup untuk sampai kedesa dengan berjalan. Apa itu terlalu lama bagi anda?"
"Tidak, biarkan saja. Jika Greed bisa membawa manusia kesini, itu sudah bagus."
Ikki melihat sistemnya lagi dan mencoba untuk mencari skill yang berguna di toko. Skill yang tidak menggunakan MP sama sekali.
Ikki memiliki beberapa pasif skill, namun tidak memiliki satupun skill aktif. Ia setidaknya membutuhkan skill untuk terlihat kuat didunia ini.
Ikki terus mencari, ia tidak bisa menemukan skill tanpa MP secepat itu. Tidak ada filter untuk mencarinya dengan mudah.
"Sistem, apa tidak ada skill tanpa menggunakan MP sama sekali?"
[Ada. Monarch Authority. Skill itu tidak menggunakan MP sedikitpun. Tapi Tuan rumah perlu menjadi Raja sejati untuk mendapatkan itu.]
"Jangan membuat diriku report, aku bahkan tidak paham bagaimana caranya menjadi Raja!"
Ikki mengusap dagunya. Memikirkan bagaimana dirinya harus menjadi Raja untuk mendapatkan skill tanpa MP, membuatnya harus meniru Raja yang pernah dia lihat didalam komik.
"ughh ... aku merasa jijik!"
[Jika Tuan rumah tidak bisa menjadi Raja sejati. Tuan rumah setidaknya harus memiliki 100 ribu bawahan yang setiap pada anda.]
"Jika kesetiaan mereka menurun apa skillnya akan hilang?"
[Tidak!]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments