Ch 14 - Misi Greed

Lich, Greed dan seluruh mayat hidup yang ada dikerajaan ketakutan saat tahu bahwa Raja mereka marah.

Aura yang dikeluarkan dari tubuh Ikki bisa hampir dirasakan oleh monster dan manusia yang dekat dengan keberadaannya.

Ikki sendiri tidak bisa mengontrol aura miliknya. Dari awal dia sama sekali tidak tahu aura itu seperti apa.

"Yang Mulia, maafkan saya karena tidak bisa menerima kekuatan yang begitu besar dari Yang Mulia!" Greed bersujud dan bersiap mati kapan saja.

"Saya pantas mati ditangan Yang Mulia karena tidak menerima semua kekuatan Yang Mulia berikan pada saya!"

Mayat hidup seharusnya tidak memiliki rasa takut. Tapi mereka merasakannya saat berhadapan dengan makhluk yang sedang marah tersebut.

Tidak peduli jika mereka hanya mayat hidup, ketakutan akan tetap ditanamkan oleh aura milik Ikki.

"Aku tidak marah padamu." Ikki menarik napas panjang.

Ikki mencoba tenang dengan cara memejamkan matanya. Ia menarik napas panjang-panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan.

"Manusia!"

Hanya dengan satu kata, pasukan mayat hidup langsung pergi kedesa yang dekat dengan kerajaan tersebut.

[+5 Point]

[+9 Point]

[+127 Point]

[+3 Point]

...

"..."

Ikki menatap notifikasi sistem yang muncul secara terus menerus. Ia sendiri tidak tahu akan mendapatkan banyak point saat suasana hatinya buruk.

Ikki sama sekali tidak tahu bahwa setiap dirinya marah, atau suasana hatinya sedang buruk. Aura dari pasifnya keluar dengan sangat mengerikan.

Ikki kembali masuk ke istana dan menunggu para pasukan mayat hidup membawa manusia. Lich sama sekali tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Rajanya.

'Kenapa Raja ingin membawa manusia yang masih hidup kemari?'

***

Pasukan mayat hidup yang dipimpin oleh Greed, sedang berjalan menuju desa terdekat yang ada disekitar sana.

Walaupun terbilang dekat, tapi dengan berjalan kaki setidaknya membutuhkan waktu lebih dari 3 hari. Mayat hidup tidak bisa merasakan lelah, jadi mereka bisa sampai lebih cepat, kurang dari 3 hari.

'Apa ini terlalu lama? Ini misi yang diberikan oleh Yang Mulia, aku tidak boleh mengecewakannya!"

Greed terus berjalan, dan akhirnya ia melihat dari kejauhan. Desa kecil dengan pagar disekelilingnya dan ada penjaga yang memegang tombak sambil mengobrol.

"Pertahanan mereka sangat lemah ... semuanya, jangan membunuh manusia satupun. Kita harus membawa manusia hidup kehadapan Yang Mulia!" Greed mengangkat pedangnya.

Pasukan mayat hidup berlari dengan cepat kearah desa kecil. Sekitar 1000 mayat hidup yang ikut dengan Greed untuk membawa manusia sebanyak mungkin.

"Apa itu!" teriak penjaga, menunjuk kearah pasukan mayat hidup yang berlarian.

"Sial, mana mungkin kita menang melawan mereka! ... Kabur!" Para penjaga kabur kedalam desa.

"Semuanya, lari dari desa ini cepat!" teriak penjaga yang masih berlari dengan ketakutan.

Pasukan mayat hidup yang berlari tanpa lelah menangkap manusia yang mencoba melarikan diri. Mereka juga menjaga jalan keluar agar tidak ada yang bisa melarikan diri.

"Kita dikepung!"

Didesa itu juga ada pensiunan petualang rank yang lumayan tinggi, C rank. Tapi mustahil bagi dirinya melawan banyak pasukan mayat hidup sendiri.

"Sebaiknya kalian ikuti kami dengan tenang," ucap Greed yang berjalan kearah manusia yang masih mencoba melawan.

Hanya dengan kehadiran Greed, para manusia yang tadinya ingin mati dengan cara melawan pasukan mayat hidup, kini langsung terdiam.

Greed yang tidak melakukan apapun sudah bisa menekan manusia dengan auranya yang sangat luar biasa. Para manusia yang bisa merasakan aura Greed bergetar ketakutan, sampai menjatuhkan senjata mereka sendiri.

"Aku anggap itu iya." Greed mengingat tangan semua manusia dengan skill [Chain of Drakness] dan membawa mereka keistana.

Tidak seperti mayat hidup yang tidak bisa lelah, para manusia harus beristirahat setelah berjalan lebih dari 6 jam tanpa henti.

"Apa yang kalian butuhkan?" tanya Greed yang melihat manusia kelelahan sampai-sampai napas mereka terdengar olehnya.

"Biarkan kami istirahat sebentar ... kami manusia tidak bisa terus berjalan ... kami merasa lelah dan lapar setelah berjalan cukup lama."

"Baiklah."

Greed harus menuruti perkataan manusia saat ini, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka terus berjalan 2 hari tanpa henti.

"Ambilkan beberapa buah dari dalam hutan." Greed menyuruh bawahannya untuk mencari buah.

Ada sekitar 80 orang yang Greed bawa dari desa itu. Desa kecil tidak memiliki banyak penduduk. Tapi setidaknya dengan ini misi Greed selesai.

Ketakutan bisa terlihat dari manusia. Mereka tidak bisa melawan Death Knight Greed yang memiliki aura mengerikan.

Beberapa menit berlalu, bawahan Greed kembali dengan buah ditangan mereka. Apel, Sunsettia, Berry.

"Bagikan ke manusia itu, dan jangan menakuti mereka."

Bahkan jika Greed memberi peringatan pada bawahannya. Tetap saja bentuk tubuh dan wajah mereka sudah hancur sedari awal mereka disummon.

Anak-anak yang ada disana menangis melihat wajah hancur dari mayat hidup, mereka mengerikan dan tidak memiliki perasaan. Para mayat hidup juga tidak tahu kenapa anak kecil menangis.

80 manusia yang dibawa oleh Greed dan pasukannya, sedang beristirahat. Mereka juga butuh tidur dan banyak keperluan lainnya.

Yang seharusnya dari awal bisa sampai ke istana dalam 3 hari. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu diluar.

4 hari berlalu dan mereka belum sampai juga ke istana.

'Ini terlalu lama, bagaimana jika Yang Mulia marah lagi padaku?'

Greed tidak dapat membayangkannya. Ia setidaknya harus membiarkan manusia hidup dan membawa mereka keistana.

Manusia banyak melakukan istirahat. 6 jam berjalan, 2 jam makan, 8 jam tidur. Sangat merepotkan, walaupun itu tidak semuanya, seperti orang tua yang sakit kakinya atau anak kecil yang menangis meminta kembali kedesa.

Greed bisa dibilang terlalu lembek pada mereka, ia tidak ingin melukai manusia. Misi yang diterimanya hanyalah membawa manusia hidup, seharusnya melukai sedikit tidak masalah.

Tapi Greed sama sekali tidak melakukanya. Dia takut terjadi kecacatan pada para manusia dan Raja tidak menyukainya.

***

Di istana. Ikki yang duduk di singgasana menunggu kembalinya Greed.

'Aneh, kenapa mereka lama sekali.'

Ikki melihat mapnya yang terbuka padahal hanya bawahannya yang pergi. Walaupun begitu, peta itu tidak menunjukan dimana bawahannya berada.

"Lich, apa desa manusia memang sejauh itu dari sini?"

"Tidak terlalu jauh Tuanku, setidaknya membutuhkan waktu 4 hari menggunakan kuda, dan itu sudah termasuk istirahat." jawab Lich, tunduk dihadapan Ikki

Ikki juga sudah jarang menerima notifikasi point yang muncul. Padahal 4 hari yang lalu banyak sekali notifikasi point yang masuk.

"Jadi, seberapa cepat mayat hidup bisa sampai kedesa?"

"Mayat hidup tidak bisa merasa lelah. 3 hari cukup untuk sampai kedesa dengan berjalan. Apa itu terlalu lama bagi anda?"

"Tidak, biarkan saja. Jika Greed bisa membawa manusia kesini, itu sudah bagus."

Ikki melihat sistemnya lagi dan mencoba untuk mencari skill yang berguna di toko. Skill yang tidak menggunakan MP sama sekali.

Ikki memiliki beberapa pasif skill, namun tidak memiliki satupun skill aktif. Ia setidaknya membutuhkan skill untuk terlihat kuat didunia ini.

Ikki terus mencari, ia tidak bisa menemukan skill tanpa MP secepat itu. Tidak ada filter untuk mencarinya dengan mudah.

"Sistem, apa tidak ada skill tanpa menggunakan MP sama sekali?"

[Ada. Monarch Authority. Skill itu tidak menggunakan MP sedikitpun. Tapi Tuan rumah perlu menjadi Raja sejati untuk mendapatkan itu.]

"Jangan membuat diriku report, aku bahkan tidak paham bagaimana caranya menjadi Raja!"

Ikki mengusap dagunya. Memikirkan bagaimana dirinya harus menjadi Raja untuk mendapatkan skill tanpa MP, membuatnya harus meniru Raja yang pernah dia lihat didalam komik.

"ughh ... aku merasa jijik!"

[Jika Tuan rumah tidak bisa menjadi Raja sejati. Tuan rumah setidaknya harus memiliki 100 ribu bawahan yang setiap pada anda.]

"Jika kesetiaan mereka menurun apa skillnya akan hilang?"

[Tidak!]

Episodes
1 Ch 1 - Reinkarnasi tanpa sihir
2 Ch 2 - Bertemu manusia setelah berjalan cukup lama
3 Ch 3 - Monster
4 Ch 4 - Bandit
5 Ch 5 - Putri kerajaan dan Ksatria
6 Ch 6 - Membunuh ksatria
7 Ch 7 - Rumah didesa mati
8 Ch 8 - Orc
9 Ch 9 - Ksatria kuat
10 Ch 10 - Orc vs Manusia
11 Ch 11 - Gepard
12 Ch 12 - Lich!
13 Ch 13 - Greed
14 Ch 14 - Misi Greed
15 Ch 15 - Pasukan mayat hidup
16 Ch 16 - Ketakutan luar biasa!
17 Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?
18 Ch 18 - Pekerja
19 Ch 19 - Rank
20 Ch 20 - Kehancuran kota perbatasan
21 Ch 21 - Iblis neraka
22 Ch 22 - Pahlawan
23 Ch 23 - Pahlawan II
24 Ch 24 - Pahlawan III
25 Ch 25 - Pahlawan IV
26 Ch 26 - Vs 3000 ribu iblis
27 Ch 27 - Aura Mengerikan
28 Ch 28 - Fin
29 Ch 29 - Kota Bloka
30 Ch 30 - Fin melawan petualang
31 Ch 31 - Sarapan
32 Ch 32 - Ujian Adventure Guild
33 Ch 33 - Misi Pertama
34 Ch 34 - Goblin Menculik Gadis Desa
35 Ch 35 - Pembantaian Goblin
36 Ch 36 - Mengawal Pedagang
37 Ch 37 - Medan Perang
38 Ch 38 - Medan Perang II
39 Ch 39 - Putri Kerajaan Bines
40 Ch 40 - Kutukan
41 Ch 41 - Ilusi si Penyihir
42 Ch 42 - Pasif Baru
43 Ch 43 - Mengikuti Iblis
44 Ch 44 - Kesepakatan
45 Ch 45 - Janji
46 Ch 46 - Iblis 100 tahun lalu
47 Ch 47 - Kerajaan Necros
48 Ch 48 - Undangan Pesta
49 Ch 49 - Pesta Kerajaan Bines
50 Ch 50 - Imbalan
51 Ch 51 - Introgasi
52 Ch 52 - Kehancuran Kerajaan Bhakta
53 Ch 53 - Festival Kerajaan Dorothy
54 Ch 54 - Sorcerer King
55 Ch 55 - Perjalanan menuju kerajaan Dorothy
56 Ch 56 - Kerajaan Dorothy
57 Ch 57 - Hati Nurani
58 Ch 58 - Festival Dimulai
59 Ch 59 - Ikki vs Arabela
60 Ch 60 - Zen vs Zion
61 Ch 61 - Zero vs Amon
62 Ch 62 - Iofi vs Rian
63 Ch 63 - Ratu Vampire
64 Ch 64 - Zero
65 Ch 65 - Ikki vs Iofi
66 Ch 66 - Zero vs Zen
67 Ch 67 - Dewa
68 Ch 68 - Penolakan
69 Ch 69 - Aturan
70 Ch 70 - Acara tambahan?
71 Ch 71 - Sifat asli
72 Ch 72 - Hari Pertandingan
73 Ch 73 - Ikki vs Kadal
74 Ch 74 - Bertemu dengan dewa
75 Ch 75 - Kebencian
76 Ch 76 - Penyamaran
77 Ch 77 - Kerajaan Zayeania
78 Ch 78 - Penginapan megah
79 Ch 79 - Pelelangan I
80 Ch 80 - Pelelangan II
81 Ch 81 - Menaikan tingkat kesan
82 Ch 82 - Menghapus perbudakan
83 Ch 83 - Ekonomi kerajaan
84 Ch 84 - Kerajaan Adarlan
85 Ch 85 - Benua Noros
86 Ch 86 - Ice Elf
87 Ch 87 - Ice Elf II
88 Ch 88 - Ice Elf III
89 Ch 89 - Cerita
90 Ch 90 - Hutan Roh
91 Ch 91 - Neraka
92 Ch 92 - Neraka II
93 Ch 93 - Misi Utama (Tamat)
94 Ch 94 - Extra
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Ch 1 - Reinkarnasi tanpa sihir
2
Ch 2 - Bertemu manusia setelah berjalan cukup lama
3
Ch 3 - Monster
4
Ch 4 - Bandit
5
Ch 5 - Putri kerajaan dan Ksatria
6
Ch 6 - Membunuh ksatria
7
Ch 7 - Rumah didesa mati
8
Ch 8 - Orc
9
Ch 9 - Ksatria kuat
10
Ch 10 - Orc vs Manusia
11
Ch 11 - Gepard
12
Ch 12 - Lich!
13
Ch 13 - Greed
14
Ch 14 - Misi Greed
15
Ch 15 - Pasukan mayat hidup
16
Ch 16 - Ketakutan luar biasa!
17
Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?
18
Ch 18 - Pekerja
19
Ch 19 - Rank
20
Ch 20 - Kehancuran kota perbatasan
21
Ch 21 - Iblis neraka
22
Ch 22 - Pahlawan
23
Ch 23 - Pahlawan II
24
Ch 24 - Pahlawan III
25
Ch 25 - Pahlawan IV
26
Ch 26 - Vs 3000 ribu iblis
27
Ch 27 - Aura Mengerikan
28
Ch 28 - Fin
29
Ch 29 - Kota Bloka
30
Ch 30 - Fin melawan petualang
31
Ch 31 - Sarapan
32
Ch 32 - Ujian Adventure Guild
33
Ch 33 - Misi Pertama
34
Ch 34 - Goblin Menculik Gadis Desa
35
Ch 35 - Pembantaian Goblin
36
Ch 36 - Mengawal Pedagang
37
Ch 37 - Medan Perang
38
Ch 38 - Medan Perang II
39
Ch 39 - Putri Kerajaan Bines
40
Ch 40 - Kutukan
41
Ch 41 - Ilusi si Penyihir
42
Ch 42 - Pasif Baru
43
Ch 43 - Mengikuti Iblis
44
Ch 44 - Kesepakatan
45
Ch 45 - Janji
46
Ch 46 - Iblis 100 tahun lalu
47
Ch 47 - Kerajaan Necros
48
Ch 48 - Undangan Pesta
49
Ch 49 - Pesta Kerajaan Bines
50
Ch 50 - Imbalan
51
Ch 51 - Introgasi
52
Ch 52 - Kehancuran Kerajaan Bhakta
53
Ch 53 - Festival Kerajaan Dorothy
54
Ch 54 - Sorcerer King
55
Ch 55 - Perjalanan menuju kerajaan Dorothy
56
Ch 56 - Kerajaan Dorothy
57
Ch 57 - Hati Nurani
58
Ch 58 - Festival Dimulai
59
Ch 59 - Ikki vs Arabela
60
Ch 60 - Zen vs Zion
61
Ch 61 - Zero vs Amon
62
Ch 62 - Iofi vs Rian
63
Ch 63 - Ratu Vampire
64
Ch 64 - Zero
65
Ch 65 - Ikki vs Iofi
66
Ch 66 - Zero vs Zen
67
Ch 67 - Dewa
68
Ch 68 - Penolakan
69
Ch 69 - Aturan
70
Ch 70 - Acara tambahan?
71
Ch 71 - Sifat asli
72
Ch 72 - Hari Pertandingan
73
Ch 73 - Ikki vs Kadal
74
Ch 74 - Bertemu dengan dewa
75
Ch 75 - Kebencian
76
Ch 76 - Penyamaran
77
Ch 77 - Kerajaan Zayeania
78
Ch 78 - Penginapan megah
79
Ch 79 - Pelelangan I
80
Ch 80 - Pelelangan II
81
Ch 81 - Menaikan tingkat kesan
82
Ch 82 - Menghapus perbudakan
83
Ch 83 - Ekonomi kerajaan
84
Ch 84 - Kerajaan Adarlan
85
Ch 85 - Benua Noros
86
Ch 86 - Ice Elf
87
Ch 87 - Ice Elf II
88
Ch 88 - Ice Elf III
89
Ch 89 - Cerita
90
Ch 90 - Hutan Roh
91
Ch 91 - Neraka
92
Ch 92 - Neraka II
93
Ch 93 - Misi Utama (Tamat)
94
Ch 94 - Extra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!