Ch 11 - Gepard

Udara yang ada disekitar mereka sekarang menjadi sangat sejuk, dan matahari tidak dapat melelehkan es yang dibuat oleh Gepard.

"Dingin sekali ... "

Gepard tidak lengah, ia masih bisa merasakan bahwa Orc Lord Masih hidup. Orc Lord sama sekali tidak terkena oleh ledakan es miliknya.

"Bos, sepertinya kita akan kalah oleh para manusia ... "

"Maju, manusia yang bernama Gepard itu pasti sedang kelelahan karena menggunakan sihir yang sangat besar!" Orc Lord langsung maju, ia tidak peduli dengan bawahanya mengikutinya atau tidak.

Ia terus maju dan menghancurkan beberapa patung es bawahannya.

"Hati-hati!" Gepard memasang kuda-kuda, ia bersiap untuk bertarung melawan Orc Lord.

Orc Lord berbeda dengan kebanyakan orc dia tidak langsung maju melainkan melempar beberapa bongkahan es bawahannya pada para ksatria.

"Menghindari!" Gepard dengan mudah menghindari bongkahan es yang dilempar.

Tapi saat satu lemparan selesai, lemparan lain yang diikuti oleh bawahan Orc Lord bisa membunuh banyak ksatria. Walau lemparan yang dilakukan oleh orc hanya asal lempar dan tidak peduli kena atau tidak.

Tapi mereka dapat dengan mudah membunuh ksatria yang lari, atau bahkan penyihir yang ada diatasa tembok.

"Sial, jika begini terus kita akan kalah!"

Gepard maju, ia melawan beberapa orc dengan pedangnya.

Orc yang ia lawan sekarang berbeda dengan orc lainnya, mereka lebih kuat dan dapat menggunakan senjata dengan lebih leluasa seperti sudah terbiasa.

Walaupun orc kuat dan dapat menggunakan senjata, tapi Gepard dengan mudah melampaui mereka. Bahkan saat senjata para orc mengenai armor yang dikenalkan olehnya. Gepard sama sekali tidak merasa sakit dan terus menyerang.

Arabela membantu Gepard yang kesulitan melawan beberapa orc, bahkan saat mereka berdua bertarung. Orc yang ada dibelakang tetap melemparkan bongkahan es secara terus menerus.

"Ahh ... kenapa orc-orc ini!" teriak Arabela yang sudah lelah menghindari bongkahan es sambil bertarung.

"Haa, haa, haa." Gepard juga sudah mulai kelelahan, kepalanya sudah mulai sakit setelah melakukan sihir besar tadi.

Tapi karena dirinya keras kepala dan juga ingin menjadi pahlawan seperti orang-orang dari 300 tahun yang lalu, atau pahlawan yang menghentikan invasi iblis 10 tahun lalu dikerajaan Bines.

Ia akan terus berjuang bahkan jika tangan atau kakinya hilang. Ia benar-benar bertarung seperti pejuang tangguh, ia sama sekali tidak jatuh bahkan saat diserang oleh orc.

Setelah bertarung cukup lama Gepard dan Arabela kelelahan. Mereka sampai tidak bisa berdiri dengan kedua kakinya.

Para ksatria juga sudah tinggal sedikit, di Ibu Kota ini hanya ada sekitar 5,000 ksatria dan mereka sekarang tersisa kurang lebih 2,000.

Walaupun lebih dari setengah orc sudah mati, Orc Lord yang masih hidup dapat mengancam manusia yang masih hidup. Pihak manusia juga sudah mulai lelah setelah bertempur dengan banyaknya orc.

"Berdiri! berdiri! berdiri!" Gepard dalam hati sambil memukuli kakinya dengan keras.

Ia memaksakan dirinya sampai melampaui batas untuk melawan para orc. Walaupun dirinya tidak akan menang ia akan tetap berdiri dan melindungi keyakinannya.

Gepard memaksakan dirinya untuk berjalan, ia berjalan dengan sangat pelan dan terlihat kesulitan untuk mengangkat kakinya.

Pandangannya juga sudah mulai kabur, mana miliknya sangat tipis. Bahkan ia sama sekali tidak dapat menggunakan sihir sekarang.

Ayunan pelan diarahkan pada Orc Lord. Serangan tanpa sihir tidak akan melukai tubuh Orc Lord. Orc Lord hanya menatap manusia yang sangat kelelahan dan langsung memukulnnya tanpa peringatan.

Pukulan yang dilancarkan oleh Orc Lord sangat keras dan menghancurkan armor yang digunakan oleh Gepard.

"Padahal hanya sebuah pukulan pelan, aku tidak mengira akan membuatmu terbang lumayan jauh," ucap Orc Lord dengan senyum jahat diwajahnya.

"Kapten Gepard!"

"Gepard!!"

Para ksatria dan Arabela hanya dapat melihat Gepard yang terpental jauh dengan armor yang berserakan. Mereka tidak dapat bertarung, bahkan untuk berdiri saja sulit.

Gepard mengeluarkan banyak dari dari beberapa bagian tubuhnya. Pukulan yang diarahkan padanya langsung membuatnya tidak sadarkan diri.

Gepard sekarang sudah tidak dapat melakukan apa-apa lagi setelah pingsan dimedan perang dengan darah yang keluar, sulit baginya untuk bengkit dengan kondisi kekurangan darah.

"Aku harap organ dalam dia baik-baik saja ... " Arabela dalam hati berdoa melihat Gepard yang terkapar tidak sadarkan diri.

Manusia yang sudah mati dimakan oleh Orc Lord didepan ksatria yang masih hidup. Arabela yang melihat itu merasa marah dan juga mual melihat darah dan tulang yang dimakan oleh Orc Lord.

Krauk, Krauk.

Suara tulang manusia yang dimakan oleh Orc Lord.

Arabaela tidak tahan melihat sesamanya dimakan, ia menutup matanya dan memiliki sedikit ketakutan dihatinya.

Kekuatan yang sudah digunakan oleh Orc Lord langsung pulih setelah memakan beberapa manusia.

"Hidangan pembuka sudah selesai." Orc Lord menjilat bibirnya dengan lidah yang panjang. "Sekrang tinggal hidangan utamanya..." Orc Lord melihat Arabela yang ketakutan.

Arabela yang tahu dirinya akan dimakan wajahnya berubah menjadi ketakutan luar biasa, ia sangat takut sampai wajahnya pucat.

Arabela hanya bisa melihat Orc Lord yang semakin dekat dengan dirinya. Bahkan Orc Lord tersenyum padanya sampai membuat Arabaela tidak bisa bergerak dan hanya menunggu ajalnya.

Saat Arabela memejamkan matanya untuk dimakan oleh Orc Lord, tiba-tiba Gepard yang tanpa kesadaran sama sekali muncul dihadapannya.

"Gepard?!" tanya Arabela, menaikan alisnya dengan terkejut melihat Gepard ada didepannya.

Gepard sama sekali tidak dapat membalas perkataan Arabela karena dari awal dia tidak memiliki kesadaran. Tapi dirinya tetap bertarung melawan Orc Lord.

Gepard hanya dapat berjalan kearah Orc Lord dan bertarung dengan cara yang berbeda, ia tidak seperti dirinya saat sadar.

Armor yang menempel ditubuh Gepard terlepas dengan sendirinya dan membuatnya pergerakannya lebih enteng dan leluasa.

Gerakan yang dilakukannya sekarang berbeda dengan gerakan yang sebelumnya. Teknik pedang yang digunakannya saja berbeda.

"Apa dia benar-benar Gepard?" tanya Arabela yang semakin terkejut setelah melihat pertarungan Gepard dengan tekniknya yang sama sekali berbeda.

Gepard dapat mengibangi Orc Lord dengan mudah. Walau begitu tubuhnya tidak dapat bertahan karena luka yang dia terima.

Orc Lord akan melemparkan tinjunya lagi kearah Gepard dan dipastikan dengan tinjunya yang sekarang Gepard akan mati dengan keadaan organ dalam dan tulang yang hancur berantakan.

Gepard sekarang tidak dapat menghindarinya karena tubuhnya sudah mencapai batas.

Pukulan dilancarkan dan!

"Hampir saja, kau sangat kuat nak," ucap seorang pria dengan rambut putih menahan tinju Orc Lord dengan jarinya.

Pria berambut putih itu menarik Gepard kebelakang, dan menyembuhkan ksatria yang terluka lalu menaruh Gepard kehadapan Arabela.

"Apa dia punyamu? Akan aku mengembalikannya." Gepard terbang oleh sihir milik pria berambut putih dan ditaruh dihadapan Arabela.

Orc Lord merasa ketakutan saat melihat pria dengan rambut putih itu, ia seperti melawan manusia yang sebelumnya pernah ia temui.

"Si-siapa kau?" tanya Orc Lord pada pria rambut putih dengan wajah ketakutan.

Pria rambut putih itu hanya tersenyum manis sebelum membakar Orc Lord dengan api merah kehitaman yang sangat panas. Hanya dengan satu sihir Orc Lord lenyap tanpa mayat.

Pria itu juga membantu membunuh sisa-sisa orc yang masih hidup dengan sebuah panah sihir. Jentikan jari dari pria itu langsung menerbangkan panah sihir dan membunuh sisa orc yang masih hidup.

Tidak ada orc yang bisa lari dihadapannya. Pria itu membunuh orc seperti bermain dengan anak-anak.

Setelah mengalahkan Orc Lord pria itu pergi terbang dengan sangat cepat tanpa meninggalkan apapun.

"Siapa dia?" Arabela dengan suara kecil.

***

"Tadi aku melihat bongkahan es yang sangat besar jatuh. Apa itu tidak apa-apa?"

Ikki yang masih terus berjalan mengikuti arahan sistem. Dalam perjalan ia selalu berbicara dengan sistem agar tidak merasa bosan.

"Kita istirahat disini Oasis," ucap Ikki setelah melihat sebuah air terjun.

Episodes
1 Ch 1 - Reinkarnasi tanpa sihir
2 Ch 2 - Bertemu manusia setelah berjalan cukup lama
3 Ch 3 - Monster
4 Ch 4 - Bandit
5 Ch 5 - Putri kerajaan dan Ksatria
6 Ch 6 - Membunuh ksatria
7 Ch 7 - Rumah didesa mati
8 Ch 8 - Orc
9 Ch 9 - Ksatria kuat
10 Ch 10 - Orc vs Manusia
11 Ch 11 - Gepard
12 Ch 12 - Lich!
13 Ch 13 - Greed
14 Ch 14 - Misi Greed
15 Ch 15 - Pasukan mayat hidup
16 Ch 16 - Ketakutan luar biasa!
17 Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?
18 Ch 18 - Pekerja
19 Ch 19 - Rank
20 Ch 20 - Kehancuran kota perbatasan
21 Ch 21 - Iblis neraka
22 Ch 22 - Pahlawan
23 Ch 23 - Pahlawan II
24 Ch 24 - Pahlawan III
25 Ch 25 - Pahlawan IV
26 Ch 26 - Vs 3000 ribu iblis
27 Ch 27 - Aura Mengerikan
28 Ch 28 - Fin
29 Ch 29 - Kota Bloka
30 Ch 30 - Fin melawan petualang
31 Ch 31 - Sarapan
32 Ch 32 - Ujian Adventure Guild
33 Ch 33 - Misi Pertama
34 Ch 34 - Goblin Menculik Gadis Desa
35 Ch 35 - Pembantaian Goblin
36 Ch 36 - Mengawal Pedagang
37 Ch 37 - Medan Perang
38 Ch 38 - Medan Perang II
39 Ch 39 - Putri Kerajaan Bines
40 Ch 40 - Kutukan
41 Ch 41 - Ilusi si Penyihir
42 Ch 42 - Pasif Baru
43 Ch 43 - Mengikuti Iblis
44 Ch 44 - Kesepakatan
45 Ch 45 - Janji
46 Ch 46 - Iblis 100 tahun lalu
47 Ch 47 - Kerajaan Necros
48 Ch 48 - Undangan Pesta
49 Ch 49 - Pesta Kerajaan Bines
50 Ch 50 - Imbalan
51 Ch 51 - Introgasi
52 Ch 52 - Kehancuran Kerajaan Bhakta
53 Ch 53 - Festival Kerajaan Dorothy
54 Ch 54 - Sorcerer King
55 Ch 55 - Perjalanan menuju kerajaan Dorothy
56 Ch 56 - Kerajaan Dorothy
57 Ch 57 - Hati Nurani
58 Ch 58 - Festival Dimulai
59 Ch 59 - Ikki vs Arabela
60 Ch 60 - Zen vs Zion
61 Ch 61 - Zero vs Amon
62 Ch 62 - Iofi vs Rian
63 Ch 63 - Ratu Vampire
64 Ch 64 - Zero
65 Ch 65 - Ikki vs Iofi
66 Ch 66 - Zero vs Zen
67 Ch 67 - Dewa
68 Ch 68 - Penolakan
69 Ch 69 - Aturan
70 Ch 70 - Acara tambahan?
71 Ch 71 - Sifat asli
72 Ch 72 - Hari Pertandingan
73 Ch 73 - Ikki vs Kadal
74 Ch 74 - Bertemu dengan dewa
75 Ch 75 - Kebencian
76 Ch 76 - Penyamaran
77 Ch 77 - Kerajaan Zayeania
78 Ch 78 - Penginapan megah
79 Ch 79 - Pelelangan I
80 Ch 80 - Pelelangan II
81 Ch 81 - Menaikan tingkat kesan
82 Ch 82 - Menghapus perbudakan
83 Ch 83 - Ekonomi kerajaan
84 Ch 84 - Kerajaan Adarlan
85 Ch 85 - Benua Noros
86 Ch 86 - Ice Elf
87 Ch 87 - Ice Elf II
88 Ch 88 - Ice Elf III
89 Ch 89 - Cerita
90 Ch 90 - Hutan Roh
91 Ch 91 - Neraka
92 Ch 92 - Neraka II
93 Ch 93 - Misi Utama (Tamat)
94 Ch 94 - Extra
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Ch 1 - Reinkarnasi tanpa sihir
2
Ch 2 - Bertemu manusia setelah berjalan cukup lama
3
Ch 3 - Monster
4
Ch 4 - Bandit
5
Ch 5 - Putri kerajaan dan Ksatria
6
Ch 6 - Membunuh ksatria
7
Ch 7 - Rumah didesa mati
8
Ch 8 - Orc
9
Ch 9 - Ksatria kuat
10
Ch 10 - Orc vs Manusia
11
Ch 11 - Gepard
12
Ch 12 - Lich!
13
Ch 13 - Greed
14
Ch 14 - Misi Greed
15
Ch 15 - Pasukan mayat hidup
16
Ch 16 - Ketakutan luar biasa!
17
Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?
18
Ch 18 - Pekerja
19
Ch 19 - Rank
20
Ch 20 - Kehancuran kota perbatasan
21
Ch 21 - Iblis neraka
22
Ch 22 - Pahlawan
23
Ch 23 - Pahlawan II
24
Ch 24 - Pahlawan III
25
Ch 25 - Pahlawan IV
26
Ch 26 - Vs 3000 ribu iblis
27
Ch 27 - Aura Mengerikan
28
Ch 28 - Fin
29
Ch 29 - Kota Bloka
30
Ch 30 - Fin melawan petualang
31
Ch 31 - Sarapan
32
Ch 32 - Ujian Adventure Guild
33
Ch 33 - Misi Pertama
34
Ch 34 - Goblin Menculik Gadis Desa
35
Ch 35 - Pembantaian Goblin
36
Ch 36 - Mengawal Pedagang
37
Ch 37 - Medan Perang
38
Ch 38 - Medan Perang II
39
Ch 39 - Putri Kerajaan Bines
40
Ch 40 - Kutukan
41
Ch 41 - Ilusi si Penyihir
42
Ch 42 - Pasif Baru
43
Ch 43 - Mengikuti Iblis
44
Ch 44 - Kesepakatan
45
Ch 45 - Janji
46
Ch 46 - Iblis 100 tahun lalu
47
Ch 47 - Kerajaan Necros
48
Ch 48 - Undangan Pesta
49
Ch 49 - Pesta Kerajaan Bines
50
Ch 50 - Imbalan
51
Ch 51 - Introgasi
52
Ch 52 - Kehancuran Kerajaan Bhakta
53
Ch 53 - Festival Kerajaan Dorothy
54
Ch 54 - Sorcerer King
55
Ch 55 - Perjalanan menuju kerajaan Dorothy
56
Ch 56 - Kerajaan Dorothy
57
Ch 57 - Hati Nurani
58
Ch 58 - Festival Dimulai
59
Ch 59 - Ikki vs Arabela
60
Ch 60 - Zen vs Zion
61
Ch 61 - Zero vs Amon
62
Ch 62 - Iofi vs Rian
63
Ch 63 - Ratu Vampire
64
Ch 64 - Zero
65
Ch 65 - Ikki vs Iofi
66
Ch 66 - Zero vs Zen
67
Ch 67 - Dewa
68
Ch 68 - Penolakan
69
Ch 69 - Aturan
70
Ch 70 - Acara tambahan?
71
Ch 71 - Sifat asli
72
Ch 72 - Hari Pertandingan
73
Ch 73 - Ikki vs Kadal
74
Ch 74 - Bertemu dengan dewa
75
Ch 75 - Kebencian
76
Ch 76 - Penyamaran
77
Ch 77 - Kerajaan Zayeania
78
Ch 78 - Penginapan megah
79
Ch 79 - Pelelangan I
80
Ch 80 - Pelelangan II
81
Ch 81 - Menaikan tingkat kesan
82
Ch 82 - Menghapus perbudakan
83
Ch 83 - Ekonomi kerajaan
84
Ch 84 - Kerajaan Adarlan
85
Ch 85 - Benua Noros
86
Ch 86 - Ice Elf
87
Ch 87 - Ice Elf II
88
Ch 88 - Ice Elf III
89
Ch 89 - Cerita
90
Ch 90 - Hutan Roh
91
Ch 91 - Neraka
92
Ch 92 - Neraka II
93
Ch 93 - Misi Utama (Tamat)
94
Ch 94 - Extra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!