Udara yang ada disekitar mereka sekarang menjadi sangat sejuk, dan matahari tidak dapat melelehkan es yang dibuat oleh Gepard.
"Dingin sekali ... "
Gepard tidak lengah, ia masih bisa merasakan bahwa Orc Lord Masih hidup. Orc Lord sama sekali tidak terkena oleh ledakan es miliknya.
"Bos, sepertinya kita akan kalah oleh para manusia ... "
"Maju, manusia yang bernama Gepard itu pasti sedang kelelahan karena menggunakan sihir yang sangat besar!" Orc Lord langsung maju, ia tidak peduli dengan bawahanya mengikutinya atau tidak.
Ia terus maju dan menghancurkan beberapa patung es bawahannya.
"Hati-hati!" Gepard memasang kuda-kuda, ia bersiap untuk bertarung melawan Orc Lord.
Orc Lord berbeda dengan kebanyakan orc dia tidak langsung maju melainkan melempar beberapa bongkahan es bawahannya pada para ksatria.
"Menghindari!" Gepard dengan mudah menghindari bongkahan es yang dilempar.
Tapi saat satu lemparan selesai, lemparan lain yang diikuti oleh bawahan Orc Lord bisa membunuh banyak ksatria. Walau lemparan yang dilakukan oleh orc hanya asal lempar dan tidak peduli kena atau tidak.
Tapi mereka dapat dengan mudah membunuh ksatria yang lari, atau bahkan penyihir yang ada diatasa tembok.
"Sial, jika begini terus kita akan kalah!"
Gepard maju, ia melawan beberapa orc dengan pedangnya.
Orc yang ia lawan sekarang berbeda dengan orc lainnya, mereka lebih kuat dan dapat menggunakan senjata dengan lebih leluasa seperti sudah terbiasa.
Walaupun orc kuat dan dapat menggunakan senjata, tapi Gepard dengan mudah melampaui mereka. Bahkan saat senjata para orc mengenai armor yang dikenalkan olehnya. Gepard sama sekali tidak merasa sakit dan terus menyerang.
Arabela membantu Gepard yang kesulitan melawan beberapa orc, bahkan saat mereka berdua bertarung. Orc yang ada dibelakang tetap melemparkan bongkahan es secara terus menerus.
"Ahh ... kenapa orc-orc ini!" teriak Arabela yang sudah lelah menghindari bongkahan es sambil bertarung.
"Haa, haa, haa." Gepard juga sudah mulai kelelahan, kepalanya sudah mulai sakit setelah melakukan sihir besar tadi.
Tapi karena dirinya keras kepala dan juga ingin menjadi pahlawan seperti orang-orang dari 300 tahun yang lalu, atau pahlawan yang menghentikan invasi iblis 10 tahun lalu dikerajaan Bines.
Ia akan terus berjuang bahkan jika tangan atau kakinya hilang. Ia benar-benar bertarung seperti pejuang tangguh, ia sama sekali tidak jatuh bahkan saat diserang oleh orc.
Setelah bertarung cukup lama Gepard dan Arabela kelelahan. Mereka sampai tidak bisa berdiri dengan kedua kakinya.
Para ksatria juga sudah tinggal sedikit, di Ibu Kota ini hanya ada sekitar 5,000 ksatria dan mereka sekarang tersisa kurang lebih 2,000.
Walaupun lebih dari setengah orc sudah mati, Orc Lord yang masih hidup dapat mengancam manusia yang masih hidup. Pihak manusia juga sudah mulai lelah setelah bertempur dengan banyaknya orc.
"Berdiri! berdiri! berdiri!" Gepard dalam hati sambil memukuli kakinya dengan keras.
Ia memaksakan dirinya sampai melampaui batas untuk melawan para orc. Walaupun dirinya tidak akan menang ia akan tetap berdiri dan melindungi keyakinannya.
Gepard memaksakan dirinya untuk berjalan, ia berjalan dengan sangat pelan dan terlihat kesulitan untuk mengangkat kakinya.
Pandangannya juga sudah mulai kabur, mana miliknya sangat tipis. Bahkan ia sama sekali tidak dapat menggunakan sihir sekarang.
Ayunan pelan diarahkan pada Orc Lord. Serangan tanpa sihir tidak akan melukai tubuh Orc Lord. Orc Lord hanya menatap manusia yang sangat kelelahan dan langsung memukulnnya tanpa peringatan.
Pukulan yang dilancarkan oleh Orc Lord sangat keras dan menghancurkan armor yang digunakan oleh Gepard.
"Padahal hanya sebuah pukulan pelan, aku tidak mengira akan membuatmu terbang lumayan jauh," ucap Orc Lord dengan senyum jahat diwajahnya.
"Kapten Gepard!"
"Gepard!!"
Para ksatria dan Arabela hanya dapat melihat Gepard yang terpental jauh dengan armor yang berserakan. Mereka tidak dapat bertarung, bahkan untuk berdiri saja sulit.
Gepard mengeluarkan banyak dari dari beberapa bagian tubuhnya. Pukulan yang diarahkan padanya langsung membuatnya tidak sadarkan diri.
Gepard sekarang sudah tidak dapat melakukan apa-apa lagi setelah pingsan dimedan perang dengan darah yang keluar, sulit baginya untuk bengkit dengan kondisi kekurangan darah.
"Aku harap organ dalam dia baik-baik saja ... " Arabela dalam hati berdoa melihat Gepard yang terkapar tidak sadarkan diri.
Manusia yang sudah mati dimakan oleh Orc Lord didepan ksatria yang masih hidup. Arabela yang melihat itu merasa marah dan juga mual melihat darah dan tulang yang dimakan oleh Orc Lord.
Krauk, Krauk.
Suara tulang manusia yang dimakan oleh Orc Lord.
Arabaela tidak tahan melihat sesamanya dimakan, ia menutup matanya dan memiliki sedikit ketakutan dihatinya.
Kekuatan yang sudah digunakan oleh Orc Lord langsung pulih setelah memakan beberapa manusia.
"Hidangan pembuka sudah selesai." Orc Lord menjilat bibirnya dengan lidah yang panjang. "Sekrang tinggal hidangan utamanya..." Orc Lord melihat Arabela yang ketakutan.
Arabela yang tahu dirinya akan dimakan wajahnya berubah menjadi ketakutan luar biasa, ia sangat takut sampai wajahnya pucat.
Arabela hanya bisa melihat Orc Lord yang semakin dekat dengan dirinya. Bahkan Orc Lord tersenyum padanya sampai membuat Arabaela tidak bisa bergerak dan hanya menunggu ajalnya.
Saat Arabela memejamkan matanya untuk dimakan oleh Orc Lord, tiba-tiba Gepard yang tanpa kesadaran sama sekali muncul dihadapannya.
"Gepard?!" tanya Arabela, menaikan alisnya dengan terkejut melihat Gepard ada didepannya.
Gepard sama sekali tidak dapat membalas perkataan Arabela karena dari awal dia tidak memiliki kesadaran. Tapi dirinya tetap bertarung melawan Orc Lord.
Gepard hanya dapat berjalan kearah Orc Lord dan bertarung dengan cara yang berbeda, ia tidak seperti dirinya saat sadar.
Armor yang menempel ditubuh Gepard terlepas dengan sendirinya dan membuatnya pergerakannya lebih enteng dan leluasa.
Gerakan yang dilakukannya sekarang berbeda dengan gerakan yang sebelumnya. Teknik pedang yang digunakannya saja berbeda.
"Apa dia benar-benar Gepard?" tanya Arabela yang semakin terkejut setelah melihat pertarungan Gepard dengan tekniknya yang sama sekali berbeda.
Gepard dapat mengibangi Orc Lord dengan mudah. Walau begitu tubuhnya tidak dapat bertahan karena luka yang dia terima.
Orc Lord akan melemparkan tinjunya lagi kearah Gepard dan dipastikan dengan tinjunya yang sekarang Gepard akan mati dengan keadaan organ dalam dan tulang yang hancur berantakan.
Gepard sekarang tidak dapat menghindarinya karena tubuhnya sudah mencapai batas.
Pukulan dilancarkan dan!
"Hampir saja, kau sangat kuat nak," ucap seorang pria dengan rambut putih menahan tinju Orc Lord dengan jarinya.
Pria berambut putih itu menarik Gepard kebelakang, dan menyembuhkan ksatria yang terluka lalu menaruh Gepard kehadapan Arabela.
"Apa dia punyamu? Akan aku mengembalikannya." Gepard terbang oleh sihir milik pria berambut putih dan ditaruh dihadapan Arabela.
Orc Lord merasa ketakutan saat melihat pria dengan rambut putih itu, ia seperti melawan manusia yang sebelumnya pernah ia temui.
"Si-siapa kau?" tanya Orc Lord pada pria rambut putih dengan wajah ketakutan.
Pria rambut putih itu hanya tersenyum manis sebelum membakar Orc Lord dengan api merah kehitaman yang sangat panas. Hanya dengan satu sihir Orc Lord lenyap tanpa mayat.
Pria itu juga membantu membunuh sisa-sisa orc yang masih hidup dengan sebuah panah sihir. Jentikan jari dari pria itu langsung menerbangkan panah sihir dan membunuh sisa orc yang masih hidup.
Tidak ada orc yang bisa lari dihadapannya. Pria itu membunuh orc seperti bermain dengan anak-anak.
Setelah mengalahkan Orc Lord pria itu pergi terbang dengan sangat cepat tanpa meninggalkan apapun.
"Siapa dia?" Arabela dengan suara kecil.
***
"Tadi aku melihat bongkahan es yang sangat besar jatuh. Apa itu tidak apa-apa?"
Ikki yang masih terus berjalan mengikuti arahan sistem. Dalam perjalan ia selalu berbicara dengan sistem agar tidak merasa bosan.
"Kita istirahat disini Oasis," ucap Ikki setelah melihat sebuah air terjun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments