Setelah melakukan pengumpulan pekeraja. Ada sekitar 400 orc dan 80 manusia. Tapi manusia yang bisa bekerja berat hanya sekitar 30 orang.
"8 jam kerja, tentu saja ada istirahatnya selama 2 jam ... Kalian akan bekerja selama 4 jam lalu beristirahat 2 dan bekerja kembali selama 4 jam ... Begitu kira-kira," ucap Ikki yang berada didepan banyak orc.
Raja Orc mengangkat tangannya dan bertanya.
"Apa pasukan mayat hidup membantu dalam bekerja?"
"Tentu. Mereka juga akan membantu kalian."
"Apa yang harus dilakukan orang tua?" tanya seorang pria tua pada Ikki.
Ikki tersenyum lembut, ternyata diantara para manusia ada yang berani bertanya padanya.
"Untuk orang tua bisa menanam padi disana." Ikki menunjuk kearah kincir angin yang sudah rusak.
"30 manusia akan memperbaiaki istana dan orc akan memperbaiaki dinding." Ikki melihat dinding kerajaan yang sudah tidak kokoh dan banyak lumut.
Ikki mengarahkan orang tua dan anak-anak untuk pergi kekincir angin yang rusak, ia juga membawa beberapa orc untuk membangun kembali kincir tersebut.
"Setelah kalian membersihkan rumput yang tumbuh, aku akan memberikan tanamannya." Ikki menunjuk kearah rumput yang sudah tinggi.
"Tuan, apa tidak masalah jika kita tidak bekerja sekarang?" tanya orc yang mendapatkan giliran jam malam untuk bekerja.
Ikki membagi 200 orc untuk bekerja disiang hari dan 200 orc lagi bekerja dimalam hari, mungkin dengan begitu dinding yang melingkari kerajaan akan lebih cepat selesai.
"Tidak masalah, kalian kan dapat jam malam. Dan juga kalian akan libur selama 1 hari setelah bekerja selama 6 hari."
'Sebaiaknya 1 hari saja liburnya, tidak perlu lama-lama.'
"Baiklah," ucap orc yang bertanya tadi.
Orc yang dikhususkan untuk berburu malah mendapatkan pekerjaan menjadi kuli bangunan. Mereka yang memiliki insting kuat dalam berburu malah menjadi pekerja gratis.
***
10 hari berlalu.
"Senang rasanya setelah istana ini diperbaiki. Dinding akan selesai dalam 1 bulan kata Raja Orc ... Mm. Apa mungkin karena kerajaan ini terlalu besar?"
Ikki berjalan-jalan didalam istana, ia juga sudah memberi bibit tanaman dan padi pada orang tua dan anak-anak. Ikki menyuruh mereka menumbuhkannya dengan sangat hati-hati.
Ikki tidak bisa, tidak tersenyum lebar saat mendapatkan banyak point dan juga karma. 5000 ribu mayat hidup yang dikirim oleh Lich untuk menyebarkan terror sangan berguna untuknya.
[ Point : 48,556 ]
[ Karma : 6,778 ]
"Apa aku harus membeli kasur untuk tidur? ... Huft ... Aku sudah membeli bibit tanaman dan itu lumayan memakan point," gumam Ikki yang sedang berjalan menuju ruangan singgasana.
Ikki sampai diruang singgasana dan duduk disana. Ikki benar-benar merasa tenang setelah mendapatkan begitu banyak point dan karma. Apalagi sekarang dia memiliki senjata yang bagus.
"Ahh ... Aku harus memberi nama pada Lich ...
Tapi apa ya? Aku tidak pandai dalam memberi orang nama."
Ikki memikirkan sebuah nama sebelum memanggil Lich. Ikki selalu mendesah setelah mendapatkan nama yang jelek.
'Apa mencari nama memang sesulit ini?'
Ikki memijat keningnya, ia pusing setelah memikirkan begitu banyak nama yang terlintas.
'Apa aku namai dia Lich saja? ... Itu terlalu biasa.'
Ikki duduk secara terbalik, kepala dia berada dibawah singgasana dan kakinya berada diatas.
"Lich." Ikki memanggil Lich dengan suara kecil.
Lich langsung datang dengan teleportnya dan tunduk dihadapan Ikki yang masih dalam keadaan terbalik.
"Ada perlu apa Tuan memanggil saya?" tanya Lich yang tunduk tanpa memperdulikan apa yang sedang dilakukan oleh Tuannya.
Ikki bangun dan berjalan mendekati Lich dengan perlahan.
"Aku akan menamaimu." Ikki menatap Lich yang masih tunduk.
Lich yang tahu dirinya akan diberi nama langsung menatap Tuannya kembali. Ia terkejut dengan perkataan Tuannya yang tiba-tiba.
'Ini terlalu cepat, aku pikir akan membutuhkan waktu lama ... Tapi ini adalah kabar baik.'
"Saya akan menerima nama pemberian Tuan!" Lich tunduk dengan sungguh-sungguh.
Ia sudah membulatkan tekadnya dan akan menerima nama apa saja yang diberikan oleh Tuannya, bahkan jika nama yang diberikan oleh Tuannya jelek sekalipun.
"Zax."
Lich memejamkan matanya dan menerima nama yang diberikan oleh Tuannya.
'Gunakan 5000 ribu karma pada evolusi Zax.'
[5000 ribu karma digunakan untuk mengevolisikan Zax.]
Aura hitam dari tubuh Ikki bergerak menuju Zax. Aura hitam itu membungkus Zax sampai tidak terlihat.
[5000 ribu karma telah digunakan, Zax berhasil berevolusi menjadi Rank E.]
"?"
Ikki kebingungan dengan Rank yang tiba-tiba muncul saat Lich diberikan evolusi olehnya.
Zax yang tadinya dibungkus oleh aura hitam. Ia menyerap semua aura itu dan naik tingkat menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
'Penampilannya juga berubah?'
Ikki semakin kebingungan dengan penampilan yang berubah derastis dari Lich. Yang awalanya dia adalah tengkorang dengan jubah sihir, kini makhluk itu berubah menjadi bentuk menyerupai manusia.
Mata biru, rambut hitam, wajah tampan, dan tinggi yang sempurna. Dia bukan lagi Lich yang dulu, dia sekarang malah menjadi seperti seorang bangsawan dari suatu kerajaan.
[ Lich Zax ]
[ Rank E ]
[ Level 1 ]
[ Stats ]
[ Strength : C ]
[ Agility : B+ ]
[ Vitality : C ]
[ Endurance : C ]
[ Magic : A+ ]
[ Skill ]
[ Chains of Drakness ]
[ Aura Despair ]
[ Telekinesis ]
[ Abyss Breath ]
Zax tunduk dengan tubuh manusianya. Ia semakin kagum dan juga berterima kasih pada Tuannya.
"Maaf jika saya mengambil bentuk ini." Zax semakin menunduk untuk meminta maaf.
"Tidak masalah ... Apa itu bentuk dirimu saat kamu masih menjadi manusia?" tanya Ikki, tersenyum sederhana pada Zax.
"Ya." Zax masih menundukan kepalanya, tidak berani melihat Tuannya dengan bentuk tubuh manusia.
"Gunakan ini." Ikki memberi sebuah jubah yang ia dapatkan dari gacha.
[Jubah sihir]
[Grade C]
[Efek: Regenerasi Mana pengguna akan meningkat 2 kali lipat dari biasanya.]
Zax mengambil jubah sihir dengan kedua tangannya, ia masih duduk ditanah sebagai manusia.
"Aku pergi dulu ... Aku tidak kecewa padamu, jadi tenang saja, malah aku senang melihatmu yang sekarang," ucap Ikki lalu pergi meninggalkan ruang singgasana.
'Jelaskan padaku tentang Rank.'
[Rank adalah tingkatan yang tidak bisa dilihat oleh makhluk dunia ini. Ini adalah kemampuan yang tidak bisa dilihat atau bahkan dimiliki oleh siapapun.]
'Maksudmu dapat meningkatkan Rank? Atau Rank itu sendiri?'
[Peningkatan yang tidak bisa ditiru oleh makhluk dunia ini.]
'Dewa masih bisa melakukanya?'
[Terbatas.]
'Lanjutkan, jelaskan apa untungnya memiliki Rank tinggi?'
[Semakin tinggi Rank yang dimiliki, tidak mungkin bagi dirinya bisa dilukai oleh orang yang Ranknya lebih rendah.]
[ Makhluk dengan Rank tertinggi yang ada didunia ini C. Seorang Naga, Overload saja yang ada dirank ini. Pahlawan dan Raja Iblis berada di Rank D.]
'Bukanya Overload sudah lama mati?'
[Tentu, tapi saya hanya memberi tahu bahwa dia adalah makhluk yang kuat. Bahkan jika anda memiliki Kekuatan tingkat S. Anda akan mudah dikalahkan oleh Rank E yang hanya tingkat kekuatannya ada di F.]
'Intinya perbedaan Rank sangat berpengaruh.'
[Ya.]
Ikki sampai dihalaman depan istana. Karena istana ada diatas, jadi dia dengan mudah bisa melihat semuanya dari atas sana.
'Kalau begitu mustahil bagi diriku membunuh E Rank diatasnya.'
[Tidak juga, walaupun sekarang anda ada di Rank F. Anda memiliki senjata yang terbuat dari taring overload.]
"Butuh sihir untuk itu," gumam Ikki dengan perasaan kesal.
[Sihir hanya memperkuatnya. Karena dari awal Overload itu Rank C, jadi anda bisa membunuh makhluk yang berada di Rank C juga.]
[Semua makhluk summon Lich berhasil berevolusi.]
"Mereka ikut berevolusi?" Ikki memiringkan kepalanya karena bingung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments