Para Orc beristirahat dekat dengan kota yang akan mereka serang. Para Orc sedang memulihkan stamina setelah berjalan seharian.
Semuanya sedang membicarakan manusia yang ada dikota, mereka sangat khawatir karena ada seorang ksatria wanita yang kuat.
"Hoi, apa kau tau dikota ini ada ksatria yang sangat kuat."
"Aku tau itu, dia wanita kan?"
"Bagaimana ini, apa kita benar-benar bisa memakan manusia hari ini?"
Semua Orc kecuali pemimpin Orc yang sedang melamun memikirkan tentang manusia yang ia temui beberapa waktu lalu dengan aura kuat.
Salah satu bawahan Pemimpin Orc mendekatinya, ia sedikit khawatir pada pemimpinnya yang selalu diam saat dalam perjalanan.
"Bos, kenapa kau diam saja. Apa yang kau pikirkan?"
Pemimpin Orc melihat kearah suara, ia menengok kebelakang.
"Aku masih memikirkan tentang manusia tadi, apa kau tidak merasa aneh dengannya?"
"Aneh kenapa, apa karena dia tidak membunuh kita?"
"Ya, aku pikir dia ingin melihat kita kalah, bisa saja dia sedang melihat kita sekarang. Dan lagi, apa kau tahu dengan aura yang sangat besar dan menakutkan saat itu?"
Orc yang mendengar perkataan pemimpin mereka mengangguk.
"Aura itu berasal dari dia. Saat aku berbicara dengannya aura yang dia keluarkan sama seperti saat itu."
"Kami tahu itu, apa kau melihat saat kau mengatakan ingin memakannya? Mata dia tiba-tiba berubah menjadi dingin dan aura yang dikeluarkannya sangat menusuk, saat itu aku merasa tubuhku hancur dan tidak dapat bergerak."
Para Orc tidak ingin mengingat kejadian yang mereka alami saat bertemu manusia itu. Mereka benar-benar ketakutan, tapi pemimpin mereka malah memancing kemarahan manusia itu dengan mengatakan akan memakannya, untung saja mereka semua tidak mati.
"Aku juga tahu, aku saat itu juga sangat ketakutan apalagi saat dia mengeluarkan sebuah pedang. Tapi disitu yang aneh, dia tidak memasukan sebuah sihir pada pedang dan langsung mengayunkan pedangnya keleherku."
Pemimpin diam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya, ia melihat kelangit berpikir jika manusia yang ia lawan mengeluarkan sebuah sihir.
"Jika saja manusia itu menggunakan sihir, mungkin kita semua sudah mati." Pemimpin Orc dengan eksperesi ketakutan hanya dengan membayangkannya.
"Bos, apa kau yakin jika makhluk itu adalah manusia? Aku sama sekali tidak menganggap ada manusia yang memiliki aura hitam menakutkan itu."
"Aku juga berpikiran begitu, mungkin saja dia tidak membunuh kita karena dia ingin melihat kita dikalahkan oleh manusia."
Pemimpin Orc menghela napas, ia akhirnya sedikit tahu kenapa dirinya dan para bawahanya dilepaskan oleh manusia itu.
***
Ibu Kota kerajaan Bines. Kota yang akan diserang oleh para Orc.
"Apa kalian semua sudah dengar tentang para Orc yang akan datang menyerang kesini?" tanya seorang ksatria berambut pirang.
"Tentu, kami sudah mendengarnya kapten!"
Kapten ksatria yang bernama Gepard sedang melakukan rapat strategi dengan semua bawahannya.
Para ksatria memang harus melakukan itu untuk menang dengan mudah melawan para Orc. Bertempur tanpa sebuah stratergi hanya akan ada kekalahan yang menunggu.
"Kapten, dari apa yang aku dengan dari para pengintai ada Raja Orc yang akan menyerang."
"Begitu ya." Gepard berpikir sejenak. Saat ia sedang berpikir pintu tempat rapat terbuka.
Gepard langsung melihat kearah pintu dan ada seorang wanita berambut putih perak panjang yang sangat cantik masuk.
"Arabela, apa yang kau lakukan kemari?" tanya Gepard.
"Aku? Tentu saja aku ingin membantu kalian melawan para Orc, kalian pikir kalian bisa menang hanya dengan beberapa orang kuat yang ada dikota ini?" tanya Arabela dengan senyuman.
Arabela adalah seorang ksatria yang kuat dari kerajaan Adarlan yang ada dibenua sebelah. Arabela ini berbeda dengan kebanyakan ksatria yang selalu diam dikerajaannya. Ia lebih suka berpetualang daripada harus diam.
Arabela tidak diizinkan oleh ayahnya yang merupakan komandan dari para ksatria yang ada di kerajaan Adarlan, untuk menjadi petualang dan dipaksa menjadi ksatria walau dirinya wanita.
Karena tidak memiliki sebuah pilihan Arabela menjadi ksatria menuruti apa kata ayahnya, tapi setelah ia menjadi ksatria selama beberapa bulan dirinya pergi berpetualang dengan alasan ingin menjadi lebih kuat dan membantu banyak orang.
Tentu saja dengan alasan seperti itu ayahnya setuju, karena ksatria memang harus membantu manusia yang kesulitan.
Gepard menghela napas pada jawaban yang ia dapat dari Arabela. "Apa kau tidak tahu para Orc itu berjumlah lebih dari 10,000?" tanya Gepard.
"Aku tidak tahu tentang jumlah mereka, memangnya kenapa, apa hanya karena jumlah aku tidak boleh ikut?"
"Aku hanya menghawatirkan dirimu, bagaimana aku akan mengatakan pada ayahmu jika kau mati?" tanya Gepard dengan nada sedikit bercanda.
Semua ksatria yang ada diruangan itu hanya mendengar mereka berdua berbicara satu sama lain.
"Memangnya kau siapa bisa mengaturku, aku akan ikut besok!" Arabela keluar dari ruangan lalu berjalan kembali ke penginapan.
"Memangnya kita tahu kapan para Orc akan menyerang?"
"Kita tidak tahu, tapi lebih baik kita selalu waspada dengan para Orc, mereka bisa menyerang kapan saja." Gepard mengakhiri rapatnya dan menyuruh semuanya beristirahat untuk malam ini.
Gepard berjalan dimalam hari kesebuah rumah besar. Rumah yang ditempati oleh putri kerajaan.
"Gepard kau sudah kembali, jadi bagaimana rapatnya?" tanya seorang pemimpin ksatria pelindung putri yang dulu pernah bertemu dengan Ikki.
"Apa kau yakin tidak ingin ikut melawan para Orc?" tanya Gepard.
Pemimpin penjaga putri menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin ikut dalam perang mealwan Orc. Apa lagi jumlahnya 10,000.
"Kenapa? Bukanya kau dulunya pernah perang melawan para iblis dan selamat? Tapi kenapa sekarang kau menjadi lemah begini, padahal aku menjadi ksatria ingin mengikuti jalanmu!" Gepard kecewa dengan orang yang disebut sebagai pahlawan perang melawan iblis.
Gepard benar-benar tidak habis pikir pada pahlawan perang yang tidak ingin ikut dalam mempertahankan Ibu Kota dari serangan para Orc.
"Apa karena iblis yang kau ceritakan beberapa bulan lalu sampai kau jadi seperti ini?" tanya Gepard.
"Mungkin saja. Asal kau tahu saja Gepard, jika kau bertemu dengan iblis itu aku sarankan kau untuk lari daripada harus melawannya."
Gepard hanya menatapnya, ia tidak mungkin lari dari iblis dan monster yang mebahayakan umat manusia. Ia menjadi ksatria karena ingin mengikuti pahlawan masa lalu yang sudah menjaga kedamaian umat manusia dari serangan para iblis.
Ia tidak mungkin lari saat bertemu iblis, tidak peduli sekuat apapun iblis atau monster yang dilawannya.
***
"Hacuh!" Ikki bersin. "Apa ada yang membicarankanku?" tanya Ikki setelah bersin.
[Itu mungkin karena anda kedinginan, naik kuda tanpa mengenakan baju]
"Mungkin saja, apa Oasis sudah lelah?"
Oasis mengangguk, ia mengerti apa yang dikatakan oleh masternya setelah dia diberinama oleh Ikki.
"Sepertinya hanya sistem dan Oasis yang mengerti bahasaku." Ikki dalam hati lalu turun dari Oasis.
Mereka berdua beristirahat diluar, tanpa rumah dan juga sebuah sihir yang dapat menerangi jalan yang mereka tempuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
calliga
Up
2023-07-15
0