Ikki berjalan didalam istana yang setengahnya rusak, ia bisa merasakan matahari dari dalam istana.
"Apa bisa memperbaiaki istana ini hanya dengan tenaga manusia?" tanya Ikki yang melihat seberapa parah kerusakan istana tersebut.
Ikki masuk kedalam kamar tidur yang atapnya sudah roboh dan merusak kasur yang ada didalam sana, ia bahkan bisa melihat bulan saat malam dari dalam kamar.
"... Disini saja."
Ikki memejamkan matanya dan mengatur napas. Ia benar-benar takut untuk ditindik.
'Aku tidak bisa lapar, haus bahkan lelah. Tapi rasa sakit tetap bisa dirasakan.'
Ikki langsung menusukan jarum es kedaun telinganya, sedikit darah meneteskan dari telinga kirinya.
"Rasanya seperti disuntik. Aku membencinya!" gumam Ikki.
Saat ia hendak mengenakan anting ketelinga kirinya. Tiba-tiba pesan sistem muncul.
[Luka anda telah disembuhkan. Lain kali berhati-hati lah!]
"..." Ikki menatap pesan sistem dengan eksperesi datar.
"Apa Self Healing tidak bisa dimatikan?"
[Skill pasif tidak bisa dinonaktifkan. Tuan rumah tidak bisa melukai diri sendiri ataupun dilukai oleh orang lain.]
Ikki membantung anting itu kelantai dan menginjaknya berkali-kali sampai hancur. Ia kesal dengan pasifnya dan juga sistem yang tidak membantu sama sekali.
[Bahkan jika Tuan rumah marah itu tidak dapat menyelesaikan masalah. Artefak yang Tuan rusak hanya dapat menahan 5% pasif tak bernama.]
Ikki hanya diam tidak membalas sistem yang sedang mengoceh tentang artefak.
[Saya telah meneliti pasif tersebut, namun tidak dapat menemukan apa-apa. Jadi saya telah menambahkan item yang bisa menahan pasif itu ditoko.]
"Harganya?"
[10,000 ribu point, untuk pembelian pertama item sihir ditoko. Harganya aslinya 100,000 ribu point.]
Ikki duduk dilantai dan menghela napasnya dengan berat, ia benar-benar kekurangan point saat ini. Ia berbaring di lantai lalu memejamkan matanya.
"Apa ada cara mengumpulkan point dengan cepat?"
[Tuan rumah bisa menjual artefak atau senjata sihir ketoko untuk mendapatkan tambahan point. Drop item dari monster juga termasuk. Semakin kuat monsternya, semakin banyak juga point yang dapat Tuan kumpulkan.]
Ikki membuka matanya dengan terkejut setelah mendengar itu.
"Kenapa kau tidak memberi tahu itu dari dulu?"
[Tuan tidak bertanya.]
"..."
Ikki membuka inventory lalu menjual beberapa barang yang jelek dan menurutnya tidak berguna.
'Barang yang bagus, sebaiknya jangan.'
[Apa anda yakin ingin menjual. Pedang suci patah, Dagger, 2 pedang berkarat, pedang logam biasa, dan pedang panjang?]
"Ya."
[Selamat Tuan rumah mendapatkan 1500 point dari menjual item.]
[Karena ini pertama kalinya Tuan rumah menjual item ditoko, Tuan rumah mendapatkan point 1000 point sebagai tambahan dan pencapaian baru.]
Ikki melihat point miliknya yang sudah berada di 3,556 point.
"Masih sedikit, tapi tak apa." Ikki bangun dan berjalan kembali kesinggasan untuk bertemu dengan Lich.
***
Lich dan Greed yang sudah keluar dari istana. Mereka berdua sekarang berada dipenjara bawah tanah.
"Greed, kenapa kau lama sekali untuk kembali kesini? Seharusnya 4 sampai 5 hari kau sudah kembali ke istana."
Greed menoleh kearah Lich.
"Aku harus memperlakukan manusia sebaik mungkin. Jika aku membuat cacat manusia yang sudah dibawa dan Yang Mulia marah, sama saja aku akan mati."
"... Tapi setidaknya kau bisa lebih cepat. 7 hari diluar, apa kau tidak tahu bahwa Yang Mulia juga kesal?"
Greed tertegun setelah tahu bahwa dirinya membuat tuannya menunggu lama. Greed yang mencoba menyelesaikan misinya sesempurna mungkin agar dipuji oleh tuannya. Ia mencoba menyelesaikan misi dengan tenang dan terus menjaga manusia agar tidak terluka.
Tapi setelah tahu kenyataan bahwa raja juga menunggu kedatangannya, ia merasa bersalah karena dirinya yang tidak cepat-cepat kembali.
"Kenapa kalian bisa ada disini?"
Lich dan Greed terkejut setelah mendengar suara Ikki. Mereka berdua langsung tunduk dengan cepat.
Ikki melihat kedalam penjara di isi oleh manusia yang ditangkap oleh Greed. Ia melihat dengan seksama manusia yang ada dan dapat bekerja dengan benar.
'Hanya 30 dari 80 yang bisa bekerja berat ... untuk orang tua aku suruh menanam padi saja, kalau tidak salah disini ada kincir angin.'
Ikki tidak memperdulikan anak-anak sama sekali. Tapi dengan sedikit yang bisa bekerja untuk memperbaiaki istana, tidak tahu berapa lama dia bisa membangun seluruh istana itu kembali seperti sedia kala.
"Lich, dimana kau menyimpan semua artefak?"
"Saya akan menunjukan jalannya, ikuti saya." Lich jalan menaiki tangga, ia menjadi pemandu untuk Ikki sampai diruang harta.
"Greed, jangan lupa memberi mereka makan," ucap Ikki sambil berjalan mengikuti Lich.
Greed tidak bisa membalas perkataan tuannya, ia hanya bisa melihat punggu tuannya yang pergi meninggalkannya sendiri, bersama dengan manusia didalam penjara bawah tanah.
"Lich, apa ada monster yang bisa membantu kita membangun kerajaan ini?"
Lich berhenti setelah mendengar pertanyaan tuannya. Ia berbalik dan bertanya pada tuannya.
"Apa Tuan berencana membangun kembali kerajaan ini?"
Ikki membalas perkataan Lich hanya dengan anggukan sederhana.
"Orc bisa membantu pekerjaan berat seperti itu. Namun orc tidak akan membantu kita jika kita tidak memberikan apapun pada mereka."
Ikki mendesah. Lalu mereka lanjut berjalan sampai keruangan harta, tempat Lich menyimpan banyak sekali emsa dan juga artefak.
"Saya menaruh beberapa artefak yang bagus disini." Lich menunjukan artefak yang dia simpan didalam kotak besar.
Lich membuka kotak itu, menunjukan isi kota tersebut pada tuannya. Kebanyakan dari artefak didalam kotak besar itu adalah artefak yang berguna untuk penyihir.
'Aku tidak bisa menggunakan sihir.'
Ikki mengambil semua artefak yang ada didalam ruang harta dan memasukan semuanya dalam inventory. Mencari artefak yang tertimbun koin emas memakan banyak waktu.
30 menit kemudian, artefak yang tadinya ada banyak diruangan harta, kini kosong. Yang ada didalam ruang harta sekarang hanya tumpukan emas dan lukisan yang bernila.
'Jual semua artefak yang baru saja aku dapatkan'
[Selamat Tuan rumah mendapatkan 35,000 point.]
[Point anda saat ini 38,556.]
Ikki membuka toko sistem dan mencari item sihir yang dikatakan oleh sistemnya.
'Apa yang ini?'
[Cincin hitam] [10,000 point]
[Menahan seluruh aura atau energi sihir yang dimiliki sebanyak 90%]
Ikki setuju membelinya dan langsung menggunakan cincin hitam tersebut. Saat ia memegang cincin hitam itu kabut hitam yang terus keluar dari cincin seperti memanggilnya.
'Cincin ini sepertinya meminta aku mengenakannya. Padahal sudah aku gunakan tapi aku belum merasakan sensasinya.'
[Pasif anda sedang ditekan, membutuhkan waktu sekitar 1 menit untuk menekan semua pasif tak bernama.]
[Proses 3%]
[Proses 10%]
[Proses 22%]
[Proses 53%]
...
[Proses 99%]
[Proses menekan pasif tak bernama selesai.]
Aura mengerikan yang terus keluar dari tubuh Ikki kini menghilang, namun ada sedikit aura yang masih tersisa ditubuhnya.
"Aura disekitar tubuh tuan sudah menipis ... Apa tuan menciptakan artefak luar biasa ini dengan beberapa artefak sampah yang saya kumpulkan?"
Ikki menatap Lich dengan eksperesi tak bersalah. Ia tidak bisa memberi tahu bahwa semua artefak yang Lich kumpulkan selama ini dia jula untuk membeli artefak cincin seharga 10 ribu point.
"Ya." Ikki berbohong, wajahnya jelas-jelas menampakan pembohong besar...
Tapi disisi lain Lich malah kagum dengan kehebatan tuannya tersebut.
'Menciptakan artefak dengan kekuatannya. Aura yang tadinya sangat mengintimidasi kini hilang, walaupun masih ada, tapi itu hanya setara dengan komandan iblis.'
Lich tersenyum pada tuannya, ia benar-benar kagum dan menganggap bahwa tuannya tidak terkalahkan didunia ini.
'Aku berharap bisa melihat dengan mataku sendiri saat tuan menciptakan artefak.'
Ikki merasa dirinya sedang ditatap dengan aneh. Tatapan kagum dari Lich membuatnya tidak nyaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments