Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?

Ikki berjalan didalam istana yang setengahnya rusak, ia bisa merasakan matahari dari dalam istana.

"Apa bisa memperbaiaki istana ini hanya dengan tenaga manusia?" tanya Ikki yang melihat seberapa parah kerusakan istana tersebut.

Ikki masuk kedalam kamar tidur yang atapnya sudah roboh dan merusak kasur yang ada didalam sana, ia bahkan bisa melihat bulan saat malam dari dalam kamar.

"... Disini saja."

Ikki memejamkan matanya dan mengatur napas. Ia benar-benar takut untuk ditindik.

'Aku tidak bisa lapar, haus bahkan lelah. Tapi rasa sakit tetap bisa dirasakan.'

Ikki langsung menusukan jarum es kedaun telinganya, sedikit darah meneteskan dari telinga kirinya.

"Rasanya seperti disuntik. Aku membencinya!" gumam Ikki.

Saat ia hendak mengenakan anting ketelinga kirinya. Tiba-tiba pesan sistem muncul.

[Luka anda telah disembuhkan. Lain kali berhati-hati lah!]

"..." Ikki menatap pesan sistem dengan eksperesi datar.

"Apa Self Healing tidak bisa dimatikan?"

[Skill pasif tidak bisa dinonaktifkan. Tuan rumah tidak bisa melukai diri sendiri ataupun dilukai oleh orang lain.]

Ikki membantung anting itu kelantai dan menginjaknya berkali-kali sampai hancur. Ia kesal dengan pasifnya dan juga sistem yang tidak membantu sama sekali.

[Bahkan jika Tuan rumah marah itu tidak dapat menyelesaikan masalah. Artefak yang Tuan rusak hanya dapat menahan 5% pasif tak bernama.]

Ikki hanya diam tidak membalas sistem yang sedang mengoceh tentang artefak.

[Saya telah meneliti pasif tersebut, namun tidak dapat menemukan apa-apa. Jadi saya telah menambahkan item yang bisa menahan pasif itu ditoko.]

"Harganya?"

[10,000 ribu point, untuk pembelian pertama item sihir ditoko. Harganya aslinya 100,000 ribu point.]

Ikki duduk dilantai dan menghela napasnya dengan berat, ia benar-benar kekurangan point saat ini. Ia berbaring di lantai lalu memejamkan matanya.

"Apa ada cara mengumpulkan point dengan cepat?"

[Tuan rumah bisa menjual artefak atau senjata sihir ketoko untuk mendapatkan tambahan point. Drop item dari monster juga termasuk. Semakin kuat monsternya, semakin banyak juga point yang dapat Tuan kumpulkan.]

Ikki membuka matanya dengan terkejut setelah mendengar itu.

"Kenapa kau tidak memberi tahu itu dari dulu?"

[Tuan tidak bertanya.]

"..."

Ikki membuka inventory lalu menjual beberapa barang yang jelek dan menurutnya tidak berguna.

'Barang yang bagus, sebaiknya jangan.'

[Apa anda yakin ingin menjual. Pedang suci patah, Dagger, 2 pedang berkarat, pedang logam biasa, dan pedang panjang?]

"Ya."

[Selamat Tuan rumah mendapatkan 1500 point dari menjual item.]

[Karena ini pertama kalinya Tuan rumah menjual item ditoko, Tuan rumah mendapatkan point 1000 point sebagai tambahan dan pencapaian baru.]

Ikki melihat point miliknya yang sudah berada di 3,556 point.

"Masih sedikit, tapi tak apa." Ikki bangun dan berjalan kembali kesinggasan untuk bertemu dengan Lich.

***

Lich dan Greed yang sudah keluar dari istana. Mereka berdua sekarang berada dipenjara bawah tanah.

"Greed, kenapa kau lama sekali untuk kembali kesini? Seharusnya 4 sampai 5 hari kau sudah kembali ke istana."

Greed menoleh kearah Lich.

"Aku harus memperlakukan manusia sebaik mungkin. Jika aku membuat cacat manusia yang sudah dibawa dan Yang Mulia marah, sama saja aku akan mati."

"... Tapi setidaknya kau bisa lebih cepat. 7 hari diluar, apa kau tidak tahu bahwa Yang Mulia juga kesal?"

Greed tertegun setelah tahu bahwa dirinya membuat tuannya menunggu lama. Greed yang mencoba menyelesaikan misinya sesempurna mungkin agar dipuji oleh tuannya. Ia mencoba menyelesaikan misi dengan tenang dan terus menjaga manusia agar tidak terluka.

Tapi setelah tahu kenyataan bahwa raja juga menunggu kedatangannya, ia merasa bersalah karena dirinya yang tidak cepat-cepat kembali.

"Kenapa kalian bisa ada disini?"

Lich dan Greed terkejut setelah mendengar suara Ikki. Mereka berdua langsung tunduk dengan cepat.

Ikki melihat kedalam penjara di isi oleh manusia yang ditangkap oleh Greed. Ia melihat dengan seksama manusia yang ada dan dapat bekerja dengan benar.

'Hanya 30 dari 80 yang bisa bekerja berat ... untuk orang tua aku suruh menanam padi saja, kalau tidak salah disini ada kincir angin.'

Ikki tidak memperdulikan anak-anak sama sekali. Tapi dengan sedikit yang bisa bekerja untuk memperbaiaki istana, tidak tahu berapa lama dia bisa membangun seluruh istana itu kembali seperti sedia kala.

"Lich, dimana kau menyimpan semua artefak?"

"Saya akan menunjukan jalannya, ikuti saya." Lich jalan menaiki tangga, ia menjadi pemandu untuk Ikki sampai diruang harta.

"Greed, jangan lupa memberi mereka makan," ucap Ikki sambil berjalan mengikuti Lich.

Greed tidak bisa membalas perkataan tuannya, ia hanya bisa melihat punggu tuannya yang pergi meninggalkannya sendiri, bersama dengan manusia didalam penjara bawah tanah.

"Lich, apa ada monster yang bisa membantu kita membangun kerajaan ini?"

Lich berhenti setelah mendengar pertanyaan tuannya. Ia berbalik dan bertanya pada tuannya.

"Apa Tuan berencana membangun kembali kerajaan ini?"

Ikki membalas perkataan Lich hanya dengan anggukan sederhana.

"Orc bisa membantu pekerjaan berat seperti itu. Namun orc tidak akan membantu kita jika kita tidak memberikan apapun pada mereka."

Ikki mendesah. Lalu mereka lanjut berjalan sampai keruangan harta, tempat Lich menyimpan banyak sekali emsa dan juga artefak.

"Saya menaruh beberapa artefak yang bagus disini." Lich menunjukan artefak yang dia simpan didalam kotak besar.

Lich membuka kotak itu, menunjukan isi kota tersebut pada tuannya. Kebanyakan dari artefak didalam kotak besar itu adalah artefak yang berguna untuk penyihir.

'Aku tidak bisa menggunakan sihir.'

Ikki mengambil semua artefak yang ada didalam ruang harta dan memasukan semuanya dalam inventory. Mencari artefak yang tertimbun koin emas memakan banyak waktu.

30 menit kemudian, artefak yang tadinya ada banyak diruangan harta, kini kosong. Yang ada didalam ruang harta sekarang hanya tumpukan emas dan lukisan yang bernila.

'Jual semua artefak yang baru saja aku dapatkan'

[Selamat Tuan rumah mendapatkan 35,000 point.]

[Point anda saat ini 38,556.]

Ikki membuka toko sistem dan mencari item sihir yang dikatakan oleh sistemnya.

'Apa yang ini?'

[Cincin hitam] [10,000 point]

[Menahan seluruh aura atau energi sihir yang dimiliki sebanyak 90%]

Ikki setuju membelinya dan langsung menggunakan cincin hitam tersebut. Saat ia memegang cincin hitam itu kabut hitam yang terus keluar dari cincin seperti memanggilnya.

'Cincin ini sepertinya meminta aku mengenakannya. Padahal sudah aku gunakan tapi aku belum merasakan sensasinya.'

[Pasif anda sedang ditekan, membutuhkan waktu sekitar 1 menit untuk menekan semua pasif tak bernama.]

[Proses 3%]

[Proses 10%]

[Proses 22%]

[Proses 53%]

...

[Proses 99%]

[Proses menekan pasif tak bernama selesai.]

Aura mengerikan yang terus keluar dari tubuh Ikki kini menghilang, namun ada sedikit aura yang masih tersisa ditubuhnya.

"Aura disekitar tubuh tuan sudah menipis ... Apa tuan menciptakan artefak luar biasa ini dengan beberapa artefak sampah yang saya kumpulkan?"

Ikki menatap Lich dengan eksperesi tak bersalah. Ia tidak bisa memberi tahu bahwa semua artefak yang Lich kumpulkan selama ini dia jula untuk membeli artefak cincin seharga 10 ribu point.

"Ya." Ikki berbohong, wajahnya jelas-jelas menampakan pembohong besar...

Tapi disisi lain Lich malah kagum dengan kehebatan tuannya tersebut.

'Menciptakan artefak dengan kekuatannya. Aura yang tadinya sangat mengintimidasi kini hilang, walaupun masih ada, tapi itu hanya setara dengan komandan iblis.'

Lich tersenyum pada tuannya, ia benar-benar kagum dan menganggap bahwa tuannya tidak terkalahkan didunia ini.

'Aku berharap bisa melihat dengan mataku sendiri saat tuan menciptakan artefak.'

Ikki merasa dirinya sedang ditatap dengan aneh. Tatapan kagum dari Lich membuatnya tidak nyaman.

Episodes
1 Ch 1 - Reinkarnasi tanpa sihir
2 Ch 2 - Bertemu manusia setelah berjalan cukup lama
3 Ch 3 - Monster
4 Ch 4 - Bandit
5 Ch 5 - Putri kerajaan dan Ksatria
6 Ch 6 - Membunuh ksatria
7 Ch 7 - Rumah didesa mati
8 Ch 8 - Orc
9 Ch 9 - Ksatria kuat
10 Ch 10 - Orc vs Manusia
11 Ch 11 - Gepard
12 Ch 12 - Lich!
13 Ch 13 - Greed
14 Ch 14 - Misi Greed
15 Ch 15 - Pasukan mayat hidup
16 Ch 16 - Ketakutan luar biasa!
17 Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?
18 Ch 18 - Pekerja
19 Ch 19 - Rank
20 Ch 20 - Kehancuran kota perbatasan
21 Ch 21 - Iblis neraka
22 Ch 22 - Pahlawan
23 Ch 23 - Pahlawan II
24 Ch 24 - Pahlawan III
25 Ch 25 - Pahlawan IV
26 Ch 26 - Vs 3000 ribu iblis
27 Ch 27 - Aura Mengerikan
28 Ch 28 - Fin
29 Ch 29 - Kota Bloka
30 Ch 30 - Fin melawan petualang
31 Ch 31 - Sarapan
32 Ch 32 - Ujian Adventure Guild
33 Ch 33 - Misi Pertama
34 Ch 34 - Goblin Menculik Gadis Desa
35 Ch 35 - Pembantaian Goblin
36 Ch 36 - Mengawal Pedagang
37 Ch 37 - Medan Perang
38 Ch 38 - Medan Perang II
39 Ch 39 - Putri Kerajaan Bines
40 Ch 40 - Kutukan
41 Ch 41 - Ilusi si Penyihir
42 Ch 42 - Pasif Baru
43 Ch 43 - Mengikuti Iblis
44 Ch 44 - Kesepakatan
45 Ch 45 - Janji
46 Ch 46 - Iblis 100 tahun lalu
47 Ch 47 - Kerajaan Necros
48 Ch 48 - Undangan Pesta
49 Ch 49 - Pesta Kerajaan Bines
50 Ch 50 - Imbalan
51 Ch 51 - Introgasi
52 Ch 52 - Kehancuran Kerajaan Bhakta
53 Ch 53 - Festival Kerajaan Dorothy
54 Ch 54 - Sorcerer King
55 Ch 55 - Perjalanan menuju kerajaan Dorothy
56 Ch 56 - Kerajaan Dorothy
57 Ch 57 - Hati Nurani
58 Ch 58 - Festival Dimulai
59 Ch 59 - Ikki vs Arabela
60 Ch 60 - Zen vs Zion
61 Ch 61 - Zero vs Amon
62 Ch 62 - Iofi vs Rian
63 Ch 63 - Ratu Vampire
64 Ch 64 - Zero
65 Ch 65 - Ikki vs Iofi
66 Ch 66 - Zero vs Zen
67 Ch 67 - Dewa
68 Ch 68 - Penolakan
69 Ch 69 - Aturan
70 Ch 70 - Acara tambahan?
71 Ch 71 - Sifat asli
72 Ch 72 - Hari Pertandingan
73 Ch 73 - Ikki vs Kadal
74 Ch 74 - Bertemu dengan dewa
75 Ch 75 - Kebencian
76 Ch 76 - Penyamaran
77 Ch 77 - Kerajaan Zayeania
78 Ch 78 - Penginapan megah
79 Ch 79 - Pelelangan I
80 Ch 80 - Pelelangan II
81 Ch 81 - Menaikan tingkat kesan
82 Ch 82 - Menghapus perbudakan
83 Ch 83 - Ekonomi kerajaan
84 Ch 84 - Kerajaan Adarlan
85 Ch 85 - Benua Noros
86 Ch 86 - Ice Elf
87 Ch 87 - Ice Elf II
88 Ch 88 - Ice Elf III
89 Ch 89 - Cerita
90 Ch 90 - Hutan Roh
91 Ch 91 - Neraka
92 Ch 92 - Neraka II
93 Ch 93 - Misi Utama (Tamat)
94 Ch 94 - Extra
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Ch 1 - Reinkarnasi tanpa sihir
2
Ch 2 - Bertemu manusia setelah berjalan cukup lama
3
Ch 3 - Monster
4
Ch 4 - Bandit
5
Ch 5 - Putri kerajaan dan Ksatria
6
Ch 6 - Membunuh ksatria
7
Ch 7 - Rumah didesa mati
8
Ch 8 - Orc
9
Ch 9 - Ksatria kuat
10
Ch 10 - Orc vs Manusia
11
Ch 11 - Gepard
12
Ch 12 - Lich!
13
Ch 13 - Greed
14
Ch 14 - Misi Greed
15
Ch 15 - Pasukan mayat hidup
16
Ch 16 - Ketakutan luar biasa!
17
Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?
18
Ch 18 - Pekerja
19
Ch 19 - Rank
20
Ch 20 - Kehancuran kota perbatasan
21
Ch 21 - Iblis neraka
22
Ch 22 - Pahlawan
23
Ch 23 - Pahlawan II
24
Ch 24 - Pahlawan III
25
Ch 25 - Pahlawan IV
26
Ch 26 - Vs 3000 ribu iblis
27
Ch 27 - Aura Mengerikan
28
Ch 28 - Fin
29
Ch 29 - Kota Bloka
30
Ch 30 - Fin melawan petualang
31
Ch 31 - Sarapan
32
Ch 32 - Ujian Adventure Guild
33
Ch 33 - Misi Pertama
34
Ch 34 - Goblin Menculik Gadis Desa
35
Ch 35 - Pembantaian Goblin
36
Ch 36 - Mengawal Pedagang
37
Ch 37 - Medan Perang
38
Ch 38 - Medan Perang II
39
Ch 39 - Putri Kerajaan Bines
40
Ch 40 - Kutukan
41
Ch 41 - Ilusi si Penyihir
42
Ch 42 - Pasif Baru
43
Ch 43 - Mengikuti Iblis
44
Ch 44 - Kesepakatan
45
Ch 45 - Janji
46
Ch 46 - Iblis 100 tahun lalu
47
Ch 47 - Kerajaan Necros
48
Ch 48 - Undangan Pesta
49
Ch 49 - Pesta Kerajaan Bines
50
Ch 50 - Imbalan
51
Ch 51 - Introgasi
52
Ch 52 - Kehancuran Kerajaan Bhakta
53
Ch 53 - Festival Kerajaan Dorothy
54
Ch 54 - Sorcerer King
55
Ch 55 - Perjalanan menuju kerajaan Dorothy
56
Ch 56 - Kerajaan Dorothy
57
Ch 57 - Hati Nurani
58
Ch 58 - Festival Dimulai
59
Ch 59 - Ikki vs Arabela
60
Ch 60 - Zen vs Zion
61
Ch 61 - Zero vs Amon
62
Ch 62 - Iofi vs Rian
63
Ch 63 - Ratu Vampire
64
Ch 64 - Zero
65
Ch 65 - Ikki vs Iofi
66
Ch 66 - Zero vs Zen
67
Ch 67 - Dewa
68
Ch 68 - Penolakan
69
Ch 69 - Aturan
70
Ch 70 - Acara tambahan?
71
Ch 71 - Sifat asli
72
Ch 72 - Hari Pertandingan
73
Ch 73 - Ikki vs Kadal
74
Ch 74 - Bertemu dengan dewa
75
Ch 75 - Kebencian
76
Ch 76 - Penyamaran
77
Ch 77 - Kerajaan Zayeania
78
Ch 78 - Penginapan megah
79
Ch 79 - Pelelangan I
80
Ch 80 - Pelelangan II
81
Ch 81 - Menaikan tingkat kesan
82
Ch 82 - Menghapus perbudakan
83
Ch 83 - Ekonomi kerajaan
84
Ch 84 - Kerajaan Adarlan
85
Ch 85 - Benua Noros
86
Ch 86 - Ice Elf
87
Ch 87 - Ice Elf II
88
Ch 88 - Ice Elf III
89
Ch 89 - Cerita
90
Ch 90 - Hutan Roh
91
Ch 91 - Neraka
92
Ch 92 - Neraka II
93
Ch 93 - Misi Utama (Tamat)
94
Ch 94 - Extra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!