Ikki sudah selesai bercerita, dia benar-benar bosan tidak memiliki teman bicara sama sekali dan sudah dihutan cukup lama.
"Bagaimana dengan cerita itu sistem? bukannya sedikit tidak adil tidak memberiku Magic?" tanya Ikki pada sistem.
[Saya sudah tahu semua tentang masa lalu Host]
"Apa kau tidak merasa sedikit kasihan padaku?"
[Tidak]
"Oh gitu ya," balas Ikki dengan wajah datar.
Ikki terus berjalan, dia sebenarnya merasa aneh dengan hutan dari dunia lain ini. Seharusnya dihutan itu banyak monster kuat, tapi setelah 2 hari berjalan dia bahkan tidak menemukan monster dan binatang satupun.
"Satu pohon, dia pohon."
Ikki benar-benar bosan dan menghitung pohon yang dia lewati untuk menghilangkan kebosanannya itu.
[Host sebentar lagi anda akan melihat jalan keluar]
Ikki tidak membalasnya dia hanya mendengar dan terus berjalan, ia tahu sistem mencoba menghiburnya dengan mengatakan bahwa jalan keluar sudah dekat dari 2 hari yang lalu.
"Jam berapa sekarang? Aku sudah merasa sinar matahari masuk lewat dedaunan." Ikki melihat keatas, tapi semuanya tertutup oleh pohon yang tinggi dan juga daun.
"Apa hutan memang harus sejauh ini dari pemukiman? dihutan ini pohon buah saja tidak dapat tumbuh," gumam Ikki setelah berjalan selama 3 hari dan tidak menemukan pohon yang dapat menghasilkan buah.
"Kalau ini siang berarti aku sudah berjalan sekitar 3 hari, benar-benar melelahkan," Ikki mengeluh dengan perjalanan yang dia lakukan.
Ikki memejankan matanya dan terus berjalan, setelah beberapa menit dia merasa ada angin yang sejuk dan matahari yang menghangatkan.
Ikki sudah terbiasa jika angin bisa masuk kedalam hutan, tapi apa kehangatan matahari tidak bisa memasuki hutan.
Walau Ikki tidak dapat lelah ataupun lapar, ia tetap masih bisa merasa kedinginan sampai dia terbiasa oleh udara dingin.
Ikki membuka matanya dan melihat dataran dataran luas dengan rumput hijau, sejauh mata memandang lagi-lagi dia tidak menemukan pemukiman.
Tapi itu tidak masalah baginya, hanya dengan keluar dari hutan ia sudah sangat senang sampai berguling dirumput hijau yang indah.
"Ini enak, aku akhirnya bisa keluar dari sana." Ikki menutup matanya selama beberapa menit. "Sistem, bagaimana caranya agar aku bisa tidur?" tanya Ikki, dia masih memejankan matanya mencoba untuk tidur.
[Saya dapat mengatur Host kedalam mode tidur, apa Host menginginkannya?]
"Ya, tentu saja, aku sangat ingin sekali tidur saat ini ... " Ikki dengan suara kecil.
[Mengaktifkan mode tidur, Host akan bangun dalam 8 jam]
Ikki tertidur setelah mendengar kata-kata sistem, setelah 3 hari berjalan ia tidak beristirahat akhirnya sekarang dia benar-benar dapat tidur dihamparan rumput hijau yang indah.
8 jam berlalu.
[Mode tidur dinonaktifkan]
Ikki bangun tanpa merasa lelah atau lemas sama sekali, ia malah semakin semangat setelah bangun dari tidurnya.
"Kemana aku harus pergi?" tanya Ikki yang melihat kekanan dan kekiri, dia hanya melihat rumput hijau dan beberapa pohon yang tumbuh di luasanya hamparan tanah.
[Saya akan menyarankan Host untuk pergi kearah kiri]
"Berarti kekanan!" seru Ikki.
Ikki sekarang tidak percaya dengan sistem lagi setelah keluar dari dalam hutan. Saat ini dia hanya akan mengikuti instingnya untuk bertahan hidup didunia ini.
[Jika Host pergi kearah kiri saya akan menambahkan fitur gacha didalam sistem]
Ikki terhenti setelah mendengar tentang gacha yang akan ditambahkan kedalam fitur sistemnya.
Hanya dengan fitur baru Ikki benar-benar harus membuang instingnya dan mengikuti arahan sistem untuk pergi kearah kiri.
Ikki berjalan sudah cukup lama dan saat ini sudah malam, dia berjalan selama 3 jam tanpa henti dan tidak menemukan apapun selama perjalanan.
"Aneh sekali! memangnya hanya aku yang hidup didunia ini..!" Ikki memasang eksperesi kesal, dia mungkin akan sedikit tentang jika menemukan monster yang seharusnya ada didunia lain.
Tapi sudah sangat lama dia berada didunia lain, ia sama sekali tidak menemukan tanda-tandanya.
"Aaah lelah." Ikki berbaring melihat cahaya bulan. Malam itu benar-benar indah jika dia dapat melihat bulan dan bintang.
Sebelum keluar dari hutan, ia hanya merasakan dingin dan merinding. Ia saat itu sama sekali tidak dapat melihat cahaya bulan.
Didalam hutan saat sudah malam hanya ada kegelapan yang menyelimuti, bahkan Ikki tidak dapat melihat didalam kegelapan itu.
Walaupun begitu dia tetap berjalan tanpa henti, bahkan jika dia menendang akar pohon berkali-kali. Dan yang dia pikirkan saat itu adalah keluar dari dalam hutan.
"Aku akan berjalan saat matahari sudah terbit, malam ini aku ingin menikmati indahnya bulan dan bintang," Ikki bergumam.
[Apa Host tidak akan mengaktifkan mode tidur?]
"Apa kau tidak dengar, aku akan menikmati malam ini sampai matahari terbit, apa kau tidak dapat mendengar aku bergumam?"
[Tentu dengar, tapi saya hanya memastikan]
Setelah semua itu Ikki hanya mendengar kesunyian malam, dia terus melihat dan menghitung bintang yang ada dilangit.
***
Ikki melanjutkan perjalanannya setelah matahari terbit dan terus berjalan sampai siang. Sudah sekitar 6 jam dia berjalan sampai akhirnya menemukan tanah dibanyaknya rumput hijau.
"Ini tanah?" Ikki melihat kemana tanah itu mengarah. "Garis lurus! Pasti jalan ini sering dilewati oleh orang-orang." Ikki gembira setelah melihat jalan tanah.
"Mana yang harus aku pilih? kanan atau kiri?" tanya Ikki pada sistem.
[Host bisa memilih sendiri]
Ikki mengambil jalan kanan saat dia dapat memilih jalan sendiri. Menurutnya kanan adalah kebaikan dan kiri adalah jurang kematian.
Ikki tidak tahu jika dia mengambil jalur kiri dia akan melewati hutan dan sampai desbuah kota dalam beberapa jam berjalan.
Tapi dia lebih memilih jalan kekanan mengikuti panggilan angin. Angin berhembus kekanan saat ia masih memilih jalan mana yang harus dipilihnya.
Ikki terus berjalan sampai akhirnya dia menemukan sebuah kereta kuda jauh didepannya.
"Apa dia pedagang? Mungkin aku bisa menumpang dan akan sampai kota hanya dengan duduk di tempat barang bawaan." Ikki menunggu pedagang itu dekat dengannya dan akan menumpang menuju kota.
"Tapi kenapa pedagang itu mengambil arah berlawanan denganku ya, apa dibelakang ada kota?" tanya Ikki yang sudah berjalan selama 2 jam.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pedagang itu sudah dekat, tapi dia berhenti dan sekelompok orang turun dari gerbong belakang.
Orang-orang yang turun dari gerbong seperti bersiap untuk melawan monster, mereka memasang kuda-kuda dan siap menyerang kapan saja.
Ikki yang kebingungan mendekati mereka. Tapi itu malah membuat mereka semakin waspada.
"Apa mereka menganggap aku bandit?" Ikki bergumam.
Ikki mendekat lagi lalu mengatakan, "aku bukan bandit kok, kalain tidak perlu waspada." Ikki mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kepala. Ia ingin menunjukan bahwa dia ini adalah orang yang bersahabat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments