Ikki berjalan sampai malam tiba dan tidak menemukan satu orang pun dalam perjalanannya, sekarang dia melewati hutan tapi dihutan itu jalan tanah masih ada jadi dia tidak akan tersesat jika mengikuti jalan tanah itu.
Dimalam yang gelap karena hutannya tidak terlalu lebat cahaya bulan masih bisa masuk kedalam hutan, cahaya bulan menerangi jalan yang ia lalui.
"Kemana kau akan pergi..!" Para bandit keluar mengahalangi jalan yang akan dilalui oleh Ikki.
Mereka belum melihat Ikki sama sekali jadi mereka tidak takut seperti para petualang sebelumnya.
"Apa kau pikir bisa pe-" ketua bandit tiba-tiba terhenti setelah melihat orang yang akan mereka ambil hartanya.
"Bos dia sepertinya bukan manusia," ucap bandit yang ketakutan melihat monster yang menjelma sebagai manusia.
Para bandit semua ketakutan hanya dengan kehadiran Ikki, mereka tidak bisa bergerak dan terus ditatap oleh mata dingin.
Hanya dengan sebuah tatapan, beberapa bandit lari menyelamatkan diri. Walau begitu masih banyak dari mereka tidak bergerak dan diam ditempat.
Ikki mendekati mereka, sampai membuat salah satu bandit jatuh ketakutan sampai mengompol. Ikki yang melihatnya, menatap bandit itu dengan jijik.
"Apa kalian bandit?" tanya Ikki masih dengan tatapan jijik.
Para bandit tidak mengerti dengan kata-kata yang Ikki ucapkan.
"A-apa itu bahasa monster?" bibisk bandit pada ketuanya.
"Sepertinya begitu."
Ikki bisa mendengar semua yang para bandit katakan dan paham apa yang mereka katakan. Ikki saat bertemu dengan para petualang juga paham dengan yang mereka katakan, tapi sepertinya mereka tidak mengerti perkataannya.
"Itu aneh, kenapa aku bisa mengerti bahasa mereka tapi mereka tidak mengerti bahasaku, bukanya seharusnya sistem menerjemahkan perkataanku juga pada mereka?" tanya Ikki pada sistem dalam hatinya.
[Host harus membeli sebuah pasif yang dapat menerjemahkan bahasa Host seperti didunia ini]
Ikki mengerutkan keningnya, seharusnya tidak memerlukan hal seperti itu untuk paham bahasa manusia didunia lain.
Kebanyakan orang yang breinkarnasi akan mengerti dengan bahasa yang diucapkan oleh orang-orang dari dunia lain tanpa harus mendapatkan atau membeli sebuah skill.
Tapi kenapa Ikki harus mendapatkan sebuah pasif dulu baru dia akan bisa berkomunikasi dengan manusia didunia ini.
"Dasar merepotkan, kalau tidak salah aku memiliki sistem point. Sistem bagaimana caranya untuk mendapatkan point?" Ikki pada sistem dalam hati.
[Membuat manusia takut ataupun kesal, point akan diberikan sebagaimana anda membuat mereka takut. Semakin mereka takut semakin besar point yang akan didapatkan]
[Saya juga akan sekalian menjelaskan tentang sistem karma milik anda, karma yang terkumpul bisa digunakan untuk menggantikan MP, tapi anda masih tidak akan bisa menggunakan sihir.
Karma bisa didapat jika anda berbuat jahat atau membunuh manusia, semakin kejam anda semakin banyak point karma yang didapat]
Ikki langsung mengeluarkan dagger dari inventorynya dan membunuh bandit yang mengompol tadi.
[Karma bertambah 33]
Sisa bandit lari ketakutan melihat temannya dibunuh oleh monster. Sementara bandit lain lari ketua dari para bandit masih ada disana memegang pedang.
Ketua bandit mengarahkan pedangnya pada monster yang membunuh temannya.
"Apa kau menganggap aku monster?" tanya Ikki, ia memegang rambut dari bandit yang ia bunuh.
Tidak ada jawaban dari ketua bandit. Ketua bandit itu langsung menyerang Ikki dan mengayunkan pedangnya menggunakan suatu teknik. Ikki terus menghindari serangan ketua bandit, dia ingin membuat ketua bandit itu kelelahan.
Ikki ingin menyiksa ketua bandit itu saat dia kelelahan, mencoba membuat permainan yang sedikit menyenangkan dan dapat menembah karmanya.
Ada beberapa pohon yang tumbang saat mereka bertarung, ketua bandit itu dapat menggunakan sebuah skill mempertajam pedang. Dengan skill itu dia dapat dengan mudah memotong pohon yang ada disekitarnya.
"Bukanya kau lebih cocok menjadi penenang kayu?" tanya Ikki dengan senyuman meledek.
Ketua bandit sudah mulai kelelahan, dia sudah banyak menggunakan MP untuk skillnya dan tidak ada satu serangannya yang mengenai monster yang dia hadapi.
Walaupun begitu bandit itu masih memiliki sembgat hidup dan terus bertarung bahkan jika dia mati.
Ikki terus menghindari serangan itu dengan senyuman meledek, dia sama sekali tidak lelah dan senang melihat eksperesi lawannya yang sudah kelelahan.
Ketua bandit terjatuh, dia benar-benar kelelahan sekarang, napasnya juga sangat berat.
"Hee.. sepertinya kau sudah tidak dapat bertarung." Ikki mendekati ketua bandit yang kelelahan. Dia tersenyum puas pada ketua bandit itu.
"Aku akan memberimu sebuah kesempatan, larilah keluar dari hutan ini sebelum matahari terbit, dengan begitu aku akan mengampunimu." Ikki tahu bandit itu tidak akan mengerti jadi dia menggunakan bahasa isarat yang simple. "Disini, pergi."
Ketua bandit sedikit paham dengan isarat yang digunakan oleh monster yang ada dihadapannya. Ia pun berdiri dan mulai berjalan pergi.
Ikki terus mengikuti ketua bandit itu dari belakang, dia benar-benar mengikuti ketua bandit sampai keluar dari hutan.
"Sayang sekali kau gagal, matahari sudah terbit sebelum kau keluar," ucap Ikki. Dia meminta pedang milik ketua bandit.
Ketua bandit melihat kebelakang mendengar kata-kata yang tidak dia mengerti, tapi tangan monster itu seperti meminta sebuah barang.
"Apa dia menginginkan pedang ini?" tanya Ketua bandit dalam hati. Dia memberikan pedang miliknya pada monster itu tanpa tahu apa yang akan terjadi.
"Karena kau tidak mengerti ucapanku ini jadi tidak seru, padahal aku sangat menantikan kau berusaha keluar dari hutan ini menggunakan seluruh tenaga terakhirmu dan mati ditanganku." Ikki menarik pedang dari sarungnya dan menusuk ketua bandit.
Ikki tersenyum. "Aah, maaf tanganku kepeleset." Senyumannya semakin lebar. Wajahnya yang terkena cipratan darah saat tersenyum sungguh mengerikan.
[Karma bertambah 73]
Ikki menarik pedangnya dari tubuh ketua bandit setelah dia tergeletak tidak bernyawa lalu memasukanya kedalam inventory.
"Pakaianku jadi Kotor kan, haa..."
Pakaian Ikki terkena darah yang muncrat saat dia menusuk tubuh ketua bandit, kini dia harus mencari sumber air untuk membersihkan dirinya setelah beberapa hari tidak mandi.
Ikki sekarang tidak akan mencari manusia lagi jika mereka menganggap dirinya adalah monster, dia sekarang tidak memiliki tujuan yang jelas.
"Sistem, cari air disekitar sini," ucap Ikki pada sistem.
[Mencari...]
Sistem selesai mencari dan sebuah map terbuat, map itu tidak menunjukan semua tempat yang ada, map yang dibuat oleh sistem hanya sampai menunjukan sebuah aliran air yang ada dan tempat Ikki kini berdiri.
"Yang hijau-hijau kehitaman ini apa, apa itu hutan?"
[Ya]
"Sistem, bisakah kau membuat map yang dapat bergerak seperti di game MMORPG? dengan adanya itu perjalananku akan jauh lebih mudah."
[Sistem akan membuatnya setelah anda memiliki 1000 bawahan]
"Jangan beri aku misi yang mustahil seperti itu," ucap Ikki yang menyerah sebelum mencobanya.
Setelah berjalan cukup lama dia akhirnya sampai di sebuah sungai yang alirannya sangat deras.
"Kenapa tidak ada air terjunya disini? biarlah aku akan langsung nyebur." Ikki melepas pakaiannya lalu pergi masuk kedalam air dan membersihkan tubuhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Gabutdramon
tsuki ga michibiki isekai
2023-12-22
1