Para ksatria sudah kembali ke kamp dan keluar dari hutan, tetap saja mereka terus diikuti oleh Ikki sampai kembali ke kamp.
Ksatria yang melihat sosok pria dengan aura hitam disekujur tubuhnya takut, mereka tidak bisa mengeluarkan pedang mereka saat melihatnya.
Para penyihir yang hendak merapalkan mantra juga tidak bisa saat mereka dilirik oleh pria dengan kekuatan yang lebih kuat dari iblis.
Para ksatria dan penyihir yang ada disana sudah sering melawan iblis saat perjalanan, maupun saat mereka hanya berjaga dikerajaan.
Tapi ini adalah pertama kalinya mereka melihat iblis dengan kekuatan yang sangat kuat sampai membuat buku kuduk mereka berdiri.
"Sistem, kau bilang kemarin jika manusia takut padaku akan ada point yang bertambah. Tapi aku tidak melihat notifikasinya?" tanya Ikki dalam hati pada sistem.
[Apa host yakin ingin melihat notifikasi yang tidak berguna seperti itu?]
"Aku hanya ingin melihatnya sekali, coba tunjukan."
[+1]
[+1]
[+1]
[+12]
[+32]
[+1]
[+11]
[+8]
[+9]
"Stop! ... Apa-apaan itu, kenapa point yang aku dapat sangat sedikit?"
[Host harus membuat mereka sangat takut atau kesal untuk menghasilkan point yang lebih]
Ikki hanya diam melihat banyak ksatria yang sangat waspada, ia ingin tahu apa yang dikatakan oleh pak tua itu saat ini.
Pak tua atau pemimpin ksatria, dia sekarang sedang berbicara dengan para ksatria dan penyihir, mereka sedang mendiskusikan tentang bagaimana melawan iblis.
"Pemimpin, aku sekarang sangat ketakutan, apa kita bisa membunuhnya?"
"Kita harus membuatnya pergi, prioritas utama kita adalah melindungi tuan putri." Pemimpin ksatria melirik kearah putri.
"Aku akan melindunginya dan membawa kabur tuan putri dengan kuda, beberapa orang bisa ikut untuk melindungi."
"Aku akan terus ada disini untuk menahannya, aku cukup kuat untuk menahan dia sampai kalian kekota," ucap pemimpin ksatria, ia sangat percaya diri dengan kemampuannya yang sekarang.
Ikki berjalan mendekati seorang ksatria yang memegang tombak, ia ingin mencoba untuk membuat orang itu takut agar menghasilkan banyak point untuknya.
"Apa yang akan dia lakukan padaku? Kenapa dia menghampirinya ku?" Ksatria pemegang tombak dengan ketakutan.
Ikki meminta sesuatu dengan tangan kanannya, ia tahu tidak ada orang yang paham dengan bahasanya jadi dia hanya bisa meminta.
Ksatria itu melihat kearah tombaknya dan langsung memberikanya pada Ikki. Dia sangat ketakutan awalnya sampai tangannya berkeringat.
[Host, sepertinya para manusia itu memiliki niat jahat pada anda]
"Memangnya itu akan terjadi? Sebelum itu terjadi biar aku yang menyerang duluan!" Ikki menusuk ksatria yang memberinya tombak dan berlari kearah para penyihir.
Ikki menghabisi beberapa penyihir terlebih dulu karena mereka yang akan paling merepotkan nantinya. Walau begitu banyak penyihir yang dibawa oleh kerajaan dan Ikki hanya berhasil membunuh 2 dari mereka.
"Serang!" teriak pemimpin ksatria.
"Ikut aku putri!" Seorang ksatria membawa putri naik keatas kuda dan pergi dari sana.
Kuda yang putri itu tunggangi sudah diberi banyak sihir kecepatan agar larinya tidak terkejar oleh siapapun dan cepat sampai kota.
[Apa saya harus menunjukan point karma yang anda dapat dari membunuh manusia ini?]
"Tidak perlu, apa semakin takut manusia yang aku bunuh, semakin banyak pula point karma yang aku dapat?"
[Ya, anda juga harus sedikit kejam pada mereka untuk menambah beberapa point karma. Tapi hati-hati pada pak tua dengan rambut putih itu, dia sangat kuat]
"Fire ball!"
Ikki diserang oleh banyak sihir api yang menuju kearahnya, ia harus lari dan menghindari semua serangan sihir.
Para ksatria sekarang tidak dapat bertarung dengan benar saat tubuh mereka bergetar ketakutan, keteguhan mereka benar-benar hilang saat bertemu dengan Ikki.
[Hati-hati sihir selanjutnya sudah selesai dirapal]
Sistem memberi tahu Ikki tentang sihir yang akan muncul dan itu membuatnya sedikit lebih mudah saat bertarung, tapi walaupun begitu ia tetap kesulitan untuk mendekat ke para penyihir untuk membunuhnya.
Ikki harus membunuh banyak ksatria dulu yang menghalangi para penyihir. Tapi ia melakukan pertarungan dengan cara yang sedikit berbeda.
Ia melemparkan tombak kearah penyihir, hanya dengan satu lemparan dia membunuh satu penyihir dengan tombak.
Ia tetap bertarung dan bertahan, ia menghindari pertarungan langsung melawan pak tua yang kuat dan dapat mebahayakan nyawanya.
"Kabur saja ini sudah tidak bisa ku menangkan!" Walaupun Ikki tidak merasa kelelahan, tapi ia tahu kapan harus kabur saat pertarungan yang ia lakukan tidak dapat dimenangkan.
Ikki menahan serangan kuat pak tua lalu kabur saat dirinya terpental kebelakang oleh kekuatannya itu. Dengan sebuah kesempatan yang bagus dia mengambil salah satu kuda mereka dan lari menggunakan kudanya.
"Kejar!"
"Jangan, kita tidak perlu mengejar dia," ucap pemimpin ksatria atau pak tua.
"Tapi kenapa pemimpin? Dia sudah kelihatan tidak bisa bertarung lagi mangkanya dia lari dari kita!"
"Tidak perlu mengejarnya, kita sudah banyak korban dan lagi, dia sama sekali belum serius," ucap pemimpin ksatria, ia melihat kesekitarnya yang banyak dengan mayat ksatria yang mati.
Ada 3 penyihir yang mati dan lebih dari 15 ksatria mati dengan sangat sadis. Mereka yang bertarung didepan dibunuh dengan sangat sadis dan membuat beberapa ksatria yang ada dibelakang kabur.
"Apa maksud pemimpin?"
"Pemimpin benar, dia, bukan, iblis itu tidak bertarung dengan serius saat melawan kita," ucap penyihir.
"Kenapa kau bilang begitu, dia sudah terlihat menggunakan semua kemampuannya tadi..!"
"Kau masih sangat naif nak. Iblis itu kekuatan utamanya adalah sihir dan dari tadi dia hanya menggunakan kekuatan fisik untuk melawan kita, padahal dia memiliki aura yang sangat menyeramkan.."
"Jadi maksud kalian dia hanya bermain-main dengan kita?"
Para penyihir dan pemimpin ksatria mengangguk, mereka seperti sedang dipermainkan saat melawan iblis itu.
Iblis yang kemampuan utamanya adalah sihir, tapi iblis yang mereka lawan hanya menggunakan kekuatan fisik dan menang melawan mereka.
Para ksatria menganggap ini adalah kekalahan mereka, bahkan iblis yang sangat kuat saat tidak serius mereka tetap kuat. Apalagi jika iblis tadi serius saat bertarung melawan mereka.
Para ksatria tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka saat iblis yang mereka lawan tadi benar-benar serius dan membunuh mereka dengan sangat kejam.
***
Ikki yang masih terus kabur menggunakan kuda, ia sudah berlari sangat jauh dengan kuda itu sampai masuk kedalam hutan lagi.
"Kenapa aku selalu bertemu dengan hutan?" tanya Ikki lalu melambatkan laju kudanya.
[Kita semakin jauh dari kota ataupun kerajaan. Tapi didepan sana ada sebuah desa mati]
"Desa mati? Apa itu?" Ikki yang kebingungan dengan kata-kata 'desa mati'
[Desa yang sudah lama ditinggal. Manusia yang tinggal didesa sudah pindah karena beberapa penyerang yang terus datang pada desanya, mereka sampai tidak mau menyewa para petualang karena menghabiskan banyak koin emas]
"Jadi hanya karena itu mereka semua pindah? Penyerangan apa yang terjadi disini sampai membuat warga desa pindah?"
[Menurut saya itu tidak penting]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
calliga
Next thor
2023-07-12
1