Ch 3 - Monster

Tapi mereka malah semakin waspada dan mundur beberapa langkah, wajah mereka terlihat ketakutan seperti melihat monster kuat ada dihadapan mereka.

Ikki tahu wajah ketakutan itu, jadi dia pikir ada monster menakutkan dibelakang. Tapi saat ia berbalik dia tidak menemukan apapun dibelakangnya.

"Tidak ada monster? tapi kenapa mereka terlihat ketakutan begitu?"

Ikki mendekati mereka, dia terus berjalan beberapa langkah sampai salah satu dari rombangan itu mengeluarkan sihir dan menembakan bola api kearahnya.

"Wah!" Ikki menghindari serangannya itu dengan terkejut.

"Woi, kenapa kalian menyerangku?!"

Rombongan itu hanya diam dengan wajah ketakutan, karena meraka melihat seorang monster yang menyamar sebagai manusia dengan aura mengerikan.

"Apa yang dia bicarakan?" bisik salah satu orang dari rombongan itu.

Mereka adalah petualang yang menerima misi melindungi kereta kuda pedagang dan melindunginya dari segala serangan monster dan bandit.

Tapi mereka tidak menyangka akan menemukan monster kuat didepan mereka, apalagi monster yang mereka lawan mengambil wujud manusia.

"Aku pikir dia tidak akan menyerang sebelum kita menyerangnya," ucap wanita mage yang menyerang Ikki dengan sihir api.

"Aku pikir juga begitu, pakaian yang dia kenakan saja aneh, apa ada orang yang menggunakan pakaian seperti itu didunia ini?" tanya seorang pria yang terlihat sudah berumur lebih dari 30 tahun.

Monster yang mereka temuai saat ini menggunakan pakaian yang sangat rapih dan mereka berpikir hanya monster tingkat tinggi yang menggunakan pakaian itu.

"Ini mengerikan, bagaimana caranya agar dia tidak membunuh kita?" tanya pemuda dengan rambut pirang.

Saat para petualang itu sedang berdiskusi bagaimana caranya agar mereka tetap hidup melawan monster yang ada didepan mereka, tiba-tiba mereka mendengar suara marah seseorang.

"Apa yang kalian lakukan hanya diam disana?! Lawan monster itu dan biarkan aku pergi, karena itu aku membayar kalian!"

Pedagang yang menyewa mereka marah dan menyuruh para petualang itu membereskan monster agar dia bisa pergi kekota.

Para petualang itu tidak memiliki pilihan, bahkan jika mereka mati, pedagang itu juga akan mati oleh monster yang akan segera mereka lawan.

"SERANG!"

Sihir dilancarkan menyerang monster itu, dua orang pria diberi sebuah sihir peningkatan dan maju kedepan untuk melawan monster digaris depan.

Tapi sayangnya serangan yang mereka lakukan justru tidak berguna, monster itu bergerak dengan gerakan yang aneh dan memukul dua orang pria dengan mudah.

"Seharusnya ada tiga pria, dimana satu lagi?" tanya Ikki yang melihat mage dan support dibelakang kedua pria yang menyerangnya secara bersamaan.

Saat Ikki mencoba mencari pria dengan rambut pirang tiba-tiba dia merasakan kehadiran yang akan membunuhnya dari belakang, hanya dengan putaran tubuh sederhana pria berambut pirang ditendang dan jatuh ketanah.

"Assassin kah, pantas saja dia bisa menghilang dan muncul secara tiba-tiba." Ikki dalam hati.

Ikki mengambil senjata dagger yang dijatuhkan oleh assassin tadi saat dia terkena tendangannya.

Ikki melihat daggernya dengan perasaan senang, senjata pertama dia didunia lain.

"Lightning!"

Sihir petir yang cepat mengarah padanya, ia terkena sihir petir itu karena sangat sihirnya sangat cepat.

Ikki merasa kesemutan setelah terkena sihir petir.

[Pasif self healing aktif]

Tubuh Ikki kembali normal setelah menerima self healing, dia sendiri tidak tahu bahwa dirinya memiliki pasif seperti itu.

"Tidak mempan sama sekali?" Mage wanita ketakutan setelah menyerang monster itu.

Mage itu takut dibunuh karena telah menyerangnya, monster itu menatapnya dengan tatapan niat membunuh.

Tapi itu hanya dari sudut pandang mage itu, sebenarnya Ikki menyanjung sihir yang dikeluarkan oleh mage tadi dan menatap tongkat sihir.

"Coba aku bisa menggunakan sihir, mungkin aku lebih baik dari dia," Ikki dalam hati, menatap mage wanita dengan senyuman.

Mage wanita itu semakin takut dan takut, monster yang tadinya memasang wajah datar kini tersenyum mengerikan.

"Aku akan mencoba melindungimu," ucap support lalu berdiri didepan mage.

Support itu merapal sebuah sihir suci dan akan diarahkan pada Ikki. Setelah selesai sihir suci yang dapat menghilangkan banyak undead muncul dan mengenai Ikki.

Sihir undead hanya sihir suci cahaya yang dapat melenyapkan undead, tapi Ikki adalah manusia murni.

"Apa tadi itu sihir suci? Kenapa dia menggunakan sihir suci saat melawanku?" tanya Ikki.

Assassin yang tadi sudah tumbang kini bangun lagi, dia mengambil pedang milik kedua orang yang dibuat pingsan oleh Ikki.

Ikki membuat pingsan kedua orang itu dengan hanya memukul beberapa bagian yang dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran.

"Beri aku buff!" teriak assassin pada mage dan support.

Ikki hanya diam tidak peduli, dia masih memikirkan tentang support itu biasanya dipanggil apa didunia lain.

"Prist, prin, priest, apalah! Sistem, kenapa mereka masih menyerangku, memangnya aku buat masalah dengan mereka?"

[Saya tidak tahu Host, mungkin karena pasif tanda tanya milik Host mereka bertingkah seperti itu]

"Matilah monster!" Teriak assassin tadi yang sudah diberi banyak buff oleh mage dan support.

"Monster? Aku?" Ikki penuh dengan tanda tanya saat manusia mengatakan itu padanya.

Assassin itu menyerang Ikki dengan gerakan yang dapat dihindari olehnya dengan mudah. Assassin itu mengayunkan pedangnya keatas lalu kebawah untuk membelah Ikki menjadi dua.

Ikki menghindarinya namun tanah disekitarnya terkena dampak dari serangan assassin itu dan membuatnya kesulitan menjaga keseimbangan karena tanah yang tidak rata.

Ikki terjatuh dan sebuah sihir mengunci kedua kakinya agar dia tidak dapat menghindari serangan selanjutnya.

"Tangan dari tanah? apa ada orang yang dapat menciptakan golem?" tanya Ikki, kini seharusnya assassin itu bisa membunuh makhluk yang tidak dapat bergerak dengan mudah.

Serangan yang akan dilancarkan oleh assassin itu terlihat jelas oleh Ikki, assassin itu benar-benar menunjukan gerakan pedang yang akan dia keluarkan selanjutnya.

Assassin mengayunkan pedangnya kekanan lalu mengayunkannya lagi kearah kiri dengan sangat kuat.

Ikki hanya perlu berjongkok untuk menghindarinya dan dia terlepas dari sihir yang membatasi pergerakannya.

Ikki melihat kearah mage dan support yang sudah kelelahan mereka sepertinya sudah kehabisan MP karena sudah menggunakan banyak sihir dan juga buff yang banyak pada teman-temannya.

"Jika dari awal kalian tidak menyerang aku juga tidak akan melakukannya." Ikki menendang tulung rusuk kiri assassin dan membuat assassin itu terpental kebelakang beberapa meter.

Tulang rusuk assassin yang ditendang olehnya patah dan dia kesakitan.

"Da-dasar monster ..." Assassin memegangi bagian tulangnya yang patah.

Ikki juga merasa kesal dirinya sepenuhnya dianggap monster oleh manusia, tapi dia masih belum percaya jadi dia akan memastikannya lagi saat bertemu manusia lain.

Ikki pergi meninggalkan para petualang, dia tetap pergi kekanan jalan yang sudah dia ambil. Ia juga mengambil senjata milik assassin untuk bertahan hidup.

"Para petualang dan pedagang berasal dari arah sini dan mau kesana, berarti aku akan segera kedesa maupun kota." Ikki terus berjalan mengikuti bekas tapak kuda.

[Host, anda harusnya membunuh mereka, dengan anda membiarkan mereka hidup, mereka akan membuat sebuah poster buronan untuk anda dan itu akan mebahayakan nyawa anda]

"Apa akan seburuk itu? aku akan bertahan sesuai dengan kemampuanku saja, jadi diam." Ikki terus berjalan dalam diam.

Terpopuler

Comments

Gabutdramon

Gabutdramon

jadi ini cerita fantasy rpg? aku kira fantasy timur /kultivator

2023-12-22

1

calliga

calliga

Semangat thor

2023-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 Ch 1 - Reinkarnasi tanpa sihir
2 Ch 2 - Bertemu manusia setelah berjalan cukup lama
3 Ch 3 - Monster
4 Ch 4 - Bandit
5 Ch 5 - Putri kerajaan dan Ksatria
6 Ch 6 - Membunuh ksatria
7 Ch 7 - Rumah didesa mati
8 Ch 8 - Orc
9 Ch 9 - Ksatria kuat
10 Ch 10 - Orc vs Manusia
11 Ch 11 - Gepard
12 Ch 12 - Lich!
13 Ch 13 - Greed
14 Ch 14 - Misi Greed
15 Ch 15 - Pasukan mayat hidup
16 Ch 16 - Ketakutan luar biasa!
17 Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?
18 Ch 18 - Pekerja
19 Ch 19 - Rank
20 Ch 20 - Kehancuran kota perbatasan
21 Ch 21 - Iblis neraka
22 Ch 22 - Pahlawan
23 Ch 23 - Pahlawan II
24 Ch 24 - Pahlawan III
25 Ch 25 - Pahlawan IV
26 Ch 26 - Vs 3000 ribu iblis
27 Ch 27 - Aura Mengerikan
28 Ch 28 - Fin
29 Ch 29 - Kota Bloka
30 Ch 30 - Fin melawan petualang
31 Ch 31 - Sarapan
32 Ch 32 - Ujian Adventure Guild
33 Ch 33 - Misi Pertama
34 Ch 34 - Goblin Menculik Gadis Desa
35 Ch 35 - Pembantaian Goblin
36 Ch 36 - Mengawal Pedagang
37 Ch 37 - Medan Perang
38 Ch 38 - Medan Perang II
39 Ch 39 - Putri Kerajaan Bines
40 Ch 40 - Kutukan
41 Ch 41 - Ilusi si Penyihir
42 Ch 42 - Pasif Baru
43 Ch 43 - Mengikuti Iblis
44 Ch 44 - Kesepakatan
45 Ch 45 - Janji
46 Ch 46 - Iblis 100 tahun lalu
47 Ch 47 - Kerajaan Necros
48 Ch 48 - Undangan Pesta
49 Ch 49 - Pesta Kerajaan Bines
50 Ch 50 - Imbalan
51 Ch 51 - Introgasi
52 Ch 52 - Kehancuran Kerajaan Bhakta
53 Ch 53 - Festival Kerajaan Dorothy
54 Ch 54 - Sorcerer King
55 Ch 55 - Perjalanan menuju kerajaan Dorothy
56 Ch 56 - Kerajaan Dorothy
57 Ch 57 - Hati Nurani
58 Ch 58 - Festival Dimulai
59 Ch 59 - Ikki vs Arabela
60 Ch 60 - Zen vs Zion
61 Ch 61 - Zero vs Amon
62 Ch 62 - Iofi vs Rian
63 Ch 63 - Ratu Vampire
64 Ch 64 - Zero
65 Ch 65 - Ikki vs Iofi
66 Ch 66 - Zero vs Zen
67 Ch 67 - Dewa
68 Ch 68 - Penolakan
69 Ch 69 - Aturan
70 Ch 70 - Acara tambahan?
71 Ch 71 - Sifat asli
72 Ch 72 - Hari Pertandingan
73 Ch 73 - Ikki vs Kadal
74 Ch 74 - Bertemu dengan dewa
75 Ch 75 - Kebencian
76 Ch 76 - Penyamaran
77 Ch 77 - Kerajaan Zayeania
78 Ch 78 - Penginapan megah
79 Ch 79 - Pelelangan I
80 Ch 80 - Pelelangan II
81 Ch 81 - Menaikan tingkat kesan
82 Ch 82 - Menghapus perbudakan
83 Ch 83 - Ekonomi kerajaan
84 Ch 84 - Kerajaan Adarlan
85 Ch 85 - Benua Noros
86 Ch 86 - Ice Elf
87 Ch 87 - Ice Elf II
88 Ch 88 - Ice Elf III
89 Ch 89 - Cerita
90 Ch 90 - Hutan Roh
91 Ch 91 - Neraka
92 Ch 92 - Neraka II
93 Ch 93 - Misi Utama (Tamat)
94 Ch 94 - Extra
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Ch 1 - Reinkarnasi tanpa sihir
2
Ch 2 - Bertemu manusia setelah berjalan cukup lama
3
Ch 3 - Monster
4
Ch 4 - Bandit
5
Ch 5 - Putri kerajaan dan Ksatria
6
Ch 6 - Membunuh ksatria
7
Ch 7 - Rumah didesa mati
8
Ch 8 - Orc
9
Ch 9 - Ksatria kuat
10
Ch 10 - Orc vs Manusia
11
Ch 11 - Gepard
12
Ch 12 - Lich!
13
Ch 13 - Greed
14
Ch 14 - Misi Greed
15
Ch 15 - Pasukan mayat hidup
16
Ch 16 - Ketakutan luar biasa!
17
Ch 17 - Pasif tak bernama hilang?
18
Ch 18 - Pekerja
19
Ch 19 - Rank
20
Ch 20 - Kehancuran kota perbatasan
21
Ch 21 - Iblis neraka
22
Ch 22 - Pahlawan
23
Ch 23 - Pahlawan II
24
Ch 24 - Pahlawan III
25
Ch 25 - Pahlawan IV
26
Ch 26 - Vs 3000 ribu iblis
27
Ch 27 - Aura Mengerikan
28
Ch 28 - Fin
29
Ch 29 - Kota Bloka
30
Ch 30 - Fin melawan petualang
31
Ch 31 - Sarapan
32
Ch 32 - Ujian Adventure Guild
33
Ch 33 - Misi Pertama
34
Ch 34 - Goblin Menculik Gadis Desa
35
Ch 35 - Pembantaian Goblin
36
Ch 36 - Mengawal Pedagang
37
Ch 37 - Medan Perang
38
Ch 38 - Medan Perang II
39
Ch 39 - Putri Kerajaan Bines
40
Ch 40 - Kutukan
41
Ch 41 - Ilusi si Penyihir
42
Ch 42 - Pasif Baru
43
Ch 43 - Mengikuti Iblis
44
Ch 44 - Kesepakatan
45
Ch 45 - Janji
46
Ch 46 - Iblis 100 tahun lalu
47
Ch 47 - Kerajaan Necros
48
Ch 48 - Undangan Pesta
49
Ch 49 - Pesta Kerajaan Bines
50
Ch 50 - Imbalan
51
Ch 51 - Introgasi
52
Ch 52 - Kehancuran Kerajaan Bhakta
53
Ch 53 - Festival Kerajaan Dorothy
54
Ch 54 - Sorcerer King
55
Ch 55 - Perjalanan menuju kerajaan Dorothy
56
Ch 56 - Kerajaan Dorothy
57
Ch 57 - Hati Nurani
58
Ch 58 - Festival Dimulai
59
Ch 59 - Ikki vs Arabela
60
Ch 60 - Zen vs Zion
61
Ch 61 - Zero vs Amon
62
Ch 62 - Iofi vs Rian
63
Ch 63 - Ratu Vampire
64
Ch 64 - Zero
65
Ch 65 - Ikki vs Iofi
66
Ch 66 - Zero vs Zen
67
Ch 67 - Dewa
68
Ch 68 - Penolakan
69
Ch 69 - Aturan
70
Ch 70 - Acara tambahan?
71
Ch 71 - Sifat asli
72
Ch 72 - Hari Pertandingan
73
Ch 73 - Ikki vs Kadal
74
Ch 74 - Bertemu dengan dewa
75
Ch 75 - Kebencian
76
Ch 76 - Penyamaran
77
Ch 77 - Kerajaan Zayeania
78
Ch 78 - Penginapan megah
79
Ch 79 - Pelelangan I
80
Ch 80 - Pelelangan II
81
Ch 81 - Menaikan tingkat kesan
82
Ch 82 - Menghapus perbudakan
83
Ch 83 - Ekonomi kerajaan
84
Ch 84 - Kerajaan Adarlan
85
Ch 85 - Benua Noros
86
Ch 86 - Ice Elf
87
Ch 87 - Ice Elf II
88
Ch 88 - Ice Elf III
89
Ch 89 - Cerita
90
Ch 90 - Hutan Roh
91
Ch 91 - Neraka
92
Ch 92 - Neraka II
93
Ch 93 - Misi Utama (Tamat)
94
Ch 94 - Extra

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!