Tapi mereka malah semakin waspada dan mundur beberapa langkah, wajah mereka terlihat ketakutan seperti melihat monster kuat ada dihadapan mereka.
Ikki tahu wajah ketakutan itu, jadi dia pikir ada monster menakutkan dibelakang. Tapi saat ia berbalik dia tidak menemukan apapun dibelakangnya.
"Tidak ada monster? tapi kenapa mereka terlihat ketakutan begitu?"
Ikki mendekati mereka, dia terus berjalan beberapa langkah sampai salah satu dari rombangan itu mengeluarkan sihir dan menembakan bola api kearahnya.
"Wah!" Ikki menghindari serangannya itu dengan terkejut.
"Woi, kenapa kalian menyerangku?!"
Rombongan itu hanya diam dengan wajah ketakutan, karena meraka melihat seorang monster yang menyamar sebagai manusia dengan aura mengerikan.
"Apa yang dia bicarakan?" bisik salah satu orang dari rombongan itu.
Mereka adalah petualang yang menerima misi melindungi kereta kuda pedagang dan melindunginya dari segala serangan monster dan bandit.
Tapi mereka tidak menyangka akan menemukan monster kuat didepan mereka, apalagi monster yang mereka lawan mengambil wujud manusia.
"Aku pikir dia tidak akan menyerang sebelum kita menyerangnya," ucap wanita mage yang menyerang Ikki dengan sihir api.
"Aku pikir juga begitu, pakaian yang dia kenakan saja aneh, apa ada orang yang menggunakan pakaian seperti itu didunia ini?" tanya seorang pria yang terlihat sudah berumur lebih dari 30 tahun.
Monster yang mereka temuai saat ini menggunakan pakaian yang sangat rapih dan mereka berpikir hanya monster tingkat tinggi yang menggunakan pakaian itu.
"Ini mengerikan, bagaimana caranya agar dia tidak membunuh kita?" tanya pemuda dengan rambut pirang.
Saat para petualang itu sedang berdiskusi bagaimana caranya agar mereka tetap hidup melawan monster yang ada didepan mereka, tiba-tiba mereka mendengar suara marah seseorang.
"Apa yang kalian lakukan hanya diam disana?! Lawan monster itu dan biarkan aku pergi, karena itu aku membayar kalian!"
Pedagang yang menyewa mereka marah dan menyuruh para petualang itu membereskan monster agar dia bisa pergi kekota.
Para petualang itu tidak memiliki pilihan, bahkan jika mereka mati, pedagang itu juga akan mati oleh monster yang akan segera mereka lawan.
"SERANG!"
Sihir dilancarkan menyerang monster itu, dua orang pria diberi sebuah sihir peningkatan dan maju kedepan untuk melawan monster digaris depan.
Tapi sayangnya serangan yang mereka lakukan justru tidak berguna, monster itu bergerak dengan gerakan yang aneh dan memukul dua orang pria dengan mudah.
"Seharusnya ada tiga pria, dimana satu lagi?" tanya Ikki yang melihat mage dan support dibelakang kedua pria yang menyerangnya secara bersamaan.
Saat Ikki mencoba mencari pria dengan rambut pirang tiba-tiba dia merasakan kehadiran yang akan membunuhnya dari belakang, hanya dengan putaran tubuh sederhana pria berambut pirang ditendang dan jatuh ketanah.
"Assassin kah, pantas saja dia bisa menghilang dan muncul secara tiba-tiba." Ikki dalam hati.
Ikki mengambil senjata dagger yang dijatuhkan oleh assassin tadi saat dia terkena tendangannya.
Ikki melihat daggernya dengan perasaan senang, senjata pertama dia didunia lain.
"Lightning!"
Sihir petir yang cepat mengarah padanya, ia terkena sihir petir itu karena sangat sihirnya sangat cepat.
Ikki merasa kesemutan setelah terkena sihir petir.
[Pasif self healing aktif]
Tubuh Ikki kembali normal setelah menerima self healing, dia sendiri tidak tahu bahwa dirinya memiliki pasif seperti itu.
"Tidak mempan sama sekali?" Mage wanita ketakutan setelah menyerang monster itu.
Mage itu takut dibunuh karena telah menyerangnya, monster itu menatapnya dengan tatapan niat membunuh.
Tapi itu hanya dari sudut pandang mage itu, sebenarnya Ikki menyanjung sihir yang dikeluarkan oleh mage tadi dan menatap tongkat sihir.
"Coba aku bisa menggunakan sihir, mungkin aku lebih baik dari dia," Ikki dalam hati, menatap mage wanita dengan senyuman.
Mage wanita itu semakin takut dan takut, monster yang tadinya memasang wajah datar kini tersenyum mengerikan.
"Aku akan mencoba melindungimu," ucap support lalu berdiri didepan mage.
Support itu merapal sebuah sihir suci dan akan diarahkan pada Ikki. Setelah selesai sihir suci yang dapat menghilangkan banyak undead muncul dan mengenai Ikki.
Sihir undead hanya sihir suci cahaya yang dapat melenyapkan undead, tapi Ikki adalah manusia murni.
"Apa tadi itu sihir suci? Kenapa dia menggunakan sihir suci saat melawanku?" tanya Ikki.
Assassin yang tadi sudah tumbang kini bangun lagi, dia mengambil pedang milik kedua orang yang dibuat pingsan oleh Ikki.
Ikki membuat pingsan kedua orang itu dengan hanya memukul beberapa bagian yang dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran.
"Beri aku buff!" teriak assassin pada mage dan support.
Ikki hanya diam tidak peduli, dia masih memikirkan tentang support itu biasanya dipanggil apa didunia lain.
"Prist, prin, priest, apalah! Sistem, kenapa mereka masih menyerangku, memangnya aku buat masalah dengan mereka?"
[Saya tidak tahu Host, mungkin karena pasif tanda tanya milik Host mereka bertingkah seperti itu]
"Matilah monster!" Teriak assassin tadi yang sudah diberi banyak buff oleh mage dan support.
"Monster? Aku?" Ikki penuh dengan tanda tanya saat manusia mengatakan itu padanya.
Assassin itu menyerang Ikki dengan gerakan yang dapat dihindari olehnya dengan mudah. Assassin itu mengayunkan pedangnya keatas lalu kebawah untuk membelah Ikki menjadi dua.
Ikki menghindarinya namun tanah disekitarnya terkena dampak dari serangan assassin itu dan membuatnya kesulitan menjaga keseimbangan karena tanah yang tidak rata.
Ikki terjatuh dan sebuah sihir mengunci kedua kakinya agar dia tidak dapat menghindari serangan selanjutnya.
"Tangan dari tanah? apa ada orang yang dapat menciptakan golem?" tanya Ikki, kini seharusnya assassin itu bisa membunuh makhluk yang tidak dapat bergerak dengan mudah.
Serangan yang akan dilancarkan oleh assassin itu terlihat jelas oleh Ikki, assassin itu benar-benar menunjukan gerakan pedang yang akan dia keluarkan selanjutnya.
Assassin mengayunkan pedangnya kekanan lalu mengayunkannya lagi kearah kiri dengan sangat kuat.
Ikki hanya perlu berjongkok untuk menghindarinya dan dia terlepas dari sihir yang membatasi pergerakannya.
Ikki melihat kearah mage dan support yang sudah kelelahan mereka sepertinya sudah kehabisan MP karena sudah menggunakan banyak sihir dan juga buff yang banyak pada teman-temannya.
"Jika dari awal kalian tidak menyerang aku juga tidak akan melakukannya." Ikki menendang tulung rusuk kiri assassin dan membuat assassin itu terpental kebelakang beberapa meter.
Tulang rusuk assassin yang ditendang olehnya patah dan dia kesakitan.
"Da-dasar monster ..." Assassin memegangi bagian tulangnya yang patah.
Ikki juga merasa kesal dirinya sepenuhnya dianggap monster oleh manusia, tapi dia masih belum percaya jadi dia akan memastikannya lagi saat bertemu manusia lain.
Ikki pergi meninggalkan para petualang, dia tetap pergi kekanan jalan yang sudah dia ambil. Ia juga mengambil senjata milik assassin untuk bertahan hidup.
"Para petualang dan pedagang berasal dari arah sini dan mau kesana, berarti aku akan segera kedesa maupun kota." Ikki terus berjalan mengikuti bekas tapak kuda.
[Host, anda harusnya membunuh mereka, dengan anda membiarkan mereka hidup, mereka akan membuat sebuah poster buronan untuk anda dan itu akan mebahayakan nyawa anda]
"Apa akan seburuk itu? aku akan bertahan sesuai dengan kemampuanku saja, jadi diam." Ikki terus berjalan dalam diam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Gabutdramon
jadi ini cerita fantasy rpg? aku kira fantasy timur /kultivator
2023-12-22
1
calliga
Semangat thor
2023-07-11
1