Besoknya Ikki tetap berjalan bersama Oasis tanpa arah, mereka sama sekali tidak tahu ingin kemana setelah rumah mereka didatangi oleh Orc.
"Haa.. aku malas sekali, apa ada istana terbengkalai atau desa mati lagi disekitar sini?" tanya Ikki pada sistem.
[Apa yang akan host lakukan saat sudah menemukan tempat itu?]
"Bersantai."
[Jika itu yang host inginkan ada sebuah istana besar bekas perang dan tidak ditinggali oleh siapapun]
"Dimana itu?" tanya Ikki penasaran pada istana yang kosong.
Istana yang bekas perang juga akan luas seperti kerajaan pada umumnya, tapi semua tempat di istana itu sudah hancur akibat perang melawan iblis 300 tahun lalu dan sekarang Ikki akan pergi kesana.
Ikki hanya berjalan agar tidak terlalu melelahkan Oasis, ia tidak peduli akan sampai kapan dan berapa lama diperjalanan dengan kecepatan yang sangat pelan.
"Tenang saja Oasis, aku tidak akan memaksamu untuk berlari sejauh ribuan mil hanya untuk sampai kesana. Jadi kita akan berjalan dan nikmati pemandangan yang indah ini." Ikki tersenyum dan Oasis terus berjalan pelan.
***
Ibu Kota kerajaan Bines.
"Apa para Orc belum datang dan menyerang?"
"Sepertinya mereka sedang berjalan menuju kemari, membutuhkan waktu untuk sampai kesini dengan kecepatan para Orc yang membawa 10,000 pasukan."
Gepard berpikir apa jebakan yang dibuat oleh penyihir akan sempurna dan membunuh beberapa Orc dengan mudah. Gepard tahu jika mereka tidak akan bisa menang melawan banyak Orc sekaligus.
Jika saja mereka meminta bantuan pada seorang Kaisar Sihir yang menghentikan serangan raja iblis 300 tahun lalu, mungkin mereka akan menang dengan mudah.
Tapi Gepard tahu meminta bantuan pada orang kuat akan sulit dan membutuhkan sesuatu yang dapat menarik perhatiannya.
Gepard mengepalkan tangannya, ia harus yakin dengan rencana dan penyihir yang sudah susah payah membantunya.
"Kapten Gepard..! Kita terkena sedikit masalah!" Teriak seorang ksatria yang masuk kedalam ruangan Gepard.
"Apa itu?"
"Para Orc, mereka menggunakan goblin untuk memancing jebakan sihir!"
Gepard terkejut dengan cara Orc, ia tidak tahu jika para Orc memiliki kepintaran seperti manusia. Tapi hanya ada satu jawaban untuk itu.
"Apa ada Orc Lord?" tanya Gepard dengan tatapan serius.
Gepard tahu hanya Orc Lord yang memiliki kepintaran diatas rata-rata dan lebih pintar dari Orc lainnya.
"Sepertinya ada, kami tidak dapat melihatnya, ada 10,000 Orc dan ribuan goblin yang dijadikan tumbal."
"Baiklah ayo pergi kesana, aku ingin melihatnya sendiri..!" Gepard dipimpin oleh ksatria yang datang keruangannya.
Gepard memasang wajah serius, ia takut dirinya tidak dapat menghentikan bencana ini dengan kekuatan para ksatria dan penyihir yang ada di Kota ini.
***
Pasukan Orc.
"Haha.. benar kata Bos, manusia memasang jebakan untuk membunuh kita."
"Hehe.. ya, untung saja kita disuruh berburu goblin untuk dijadikan tumbal."
Para Orc senang melihat jebakan yang dibuat oleh manusia hancur hanya dengan beberapa goblin yang datang.
"Bos, dengan ini manusia akan ketakutan pada kita!"
"Kau benar. Tapi jangan lengah, masih ada dua orang yang kuat dikota ini..!"
Para Orc masih harus waspada pada 2 orang yang kuat, yaitu Gepard dan Arabela. 2 manusia yang sangat diwaspadai oleh Orc Lord, mereka berdua dapat membunuhnya.
Semua jebakan yang dibuat oleh penyihir manusia hampir habis, dan para Orc terus menyuruh goblin memeriksanya. Tapi para goblin ditembaki oleh panah dan tidak dapat memeriksa jebakan lagi.
"Dasar goblin lemah, mereka mati hanya karena anak panah!" teriak Orc yang kesal pada para goblin.
"Majulah!" seru Orc Lord.
"Bos?"
Para Orc tidak memiliki pilihan, mereka juga tidak akan mati hanya karena beberapa anak panah kecil.
Semua orc lari dengan cepat, mereka seperti semut jika dilihat dari atas, beberapa orc ada yang terkena jebakan dan mati.
"Hati-hati penyihir sudah mulai menyerang!" Teriak Orc yang lari paling depan.
Mungkin mereka tidak akan mati hanya karena beberapa anak panah karena tubuh mereka yang besar dan kulit yang tebal. Tapi dengan sebuah sihir yang kuat mereka akan sangat mudah dibuat cacat dan tidak dapat berdiri.
Sihir es yang menyerupai tombak menusuk para Orc. Walau mereka tidak mati saat terkena tusukan pertama, tapi mereka akan merasa kesakitan dan sulit untuk bergerak.
Para Orc mencoba untuk menarik es yang menyerupai tombak itu, tapi semakin lama tombak es itu malah membekukan tubuh mereka.
Penyihir juga menembakan sebuah sihir es yang dapat meledak saat mengenai musuh atau mengenai tanah.
Walaupun sihir itu sangat luar biasa para penyihir sama sekali tidak bisa terus menerus menggunakan sihir kuat tersebut karena mana mereka yang berkurang sangat banyak.
Para Orc masih sangat banyak bahkan setelah sihir yang sangat besar dilancarkan pada mereka.
"Serang! Para penyihir manusia sudah tidak akan mengeluarkan sihir seperti itu lagi..!" teriak Orc Lord.
Semua Orc langsung berlarian menuju pintu utama tanpa ada sihir yang menyerang, mereka semua hanya diserang menggunakan sebuah anak panah.
"Ini menggelitik sekali.."
"Haha.. aku pikir ini adalah akhir bagi mereka..!"
Para Orc yang sudah dekat dengan gerbang besar untuk masuk kedalam Ibu Kota, tubuhnya langsung terbelah dua.
Seorang pria dengan mudahnya melakukan itu dan menyuruh semua ksatria maju untuk melawan Orc.
"Apa manusia yang baru saja membunuh Orc yang masuk kedalam gerbang adalah Gepard?"
"Ya, kita sudah banyak sekali kehabisan pasukan."
Para Orc sedikit terdiam saat melihat Gepard dengan mudahnya membunuh Orc.
"Maju saja, para manusia yang lainnya tidak akan kuat melawan kita!"
Orc maju lagi, kini dengan jumlah yang lebih besar tanpa menahan-nahan. Dengan jumlah yang masih banyak itu mereka dapat menakuti manusia dengan mudah.
Satu orc sudah dapat membunuh puluhan ksatria dengan mudah, tapi ada beberapa orc juga yang kesulitan saat melawan ksatria.
Semakin banyak ksatria yang maju, gerbang kota tidak terlindungi dan membuat orc berlarian kearah sana untuk mengacau kedalam.
Tapi saat para orc sudah menemukan celah agar mereka dapat memakan semua manusia yang ada didalam mereka semua mati tanpa rasa sakit.
"Arabela!"
Seorang wanita dengan pedang ringan, dengan mudah membunuh banyak orc. Arabela bertarung menggunakan pedang dengan teknik yang berbeda. Ia lebih seperti menari dengan pedang dibandingkan melakukan teknik pedang.
Gerakan yang dikeluarkannya sangat indah, dan darah yang menyebar membuat gerakannya semakin elegan.
Hanya dengan kedatangan wanita itu manusia kini menang dalam hal kekuatan, tapi jumlahnya tetap saja kurang. Mereka masih tetap harus membunuh orc yang jumlahnya masih lebih dari 5,000.
Walaupun begitu Arabela bisa membunuh mereka dengan cepat dan mudah tanpa sebuah suara seperti assassin.
"Arabela menyingkir lah!" teriak Gepard.
Arabela mengikuti apa yang dikatakan Gepard dan mundur, ia kembali dan berada di belakang Gepard.
Gepard mengeluarkan sebuah sihir besar diatas langit dengan lingkaran berwarna biru. Bongkahan es besar jatuh menghantam tanah seperti meteor.
Ledakan es yang dibuatnya dapat membekukan banyak sekali orc hanya dari serangan itu, orc yang langsung terkena dengan bongkahan besar itu langsung mati dan yang tidak terkena menjadi beku.
Radiusnya sangat jauh dan tekanan yang diberikan ya sangat kuat. Tapi orang-orang yang ada dibelakangnya akan selamat tanpa menjadi beku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments