Selagi Ikki membersihkan dirinya dia juga mencoba menangkap beberapa ikan. Tidak seperti manusia, ikan tidak kabur hanya dengan keberadaannya.
Walau begitu menangkap ikan dengan tangan kosong tidak mudah, ia sudah mencoba lebih dari 5 kali dan tidak mendapatkan satu ikan pun.
"Kenapa sulit sekali, aku ingin makan ikan bahkan jika aku tidak merasa lapar." Ikki naik kedarat dan menunggu ikan berkumpul lagi.
Jika seseorang melihatnya sekarang, dia naik dan menunggu ikan tanpa dengan keadaan telanjang, tanpa mengenakan apapun ditubuhnya.
Ikki sebenarnya tidak terlalu peduli jika tubuhnya dilihat oleh orang lain, memangnya apa yang membuatnya harus menutupinya tubuhnya saat dia sedang berada dihutan.
Jika ia dikota tidak mungkin dia akan telanjang dada ditengah-tengah kota, dia bisa dianggap kriminal atau orang gila.
Ikki sudah menunggu cukup lama dan ikan kembali lagi, dia bersiap sebelum mulai menangkap ikan. Sekarang dia tidak lagi menggunakan tangan kosong untuk menangkapnya.
Ikan sangat licin saat didalam air, menangkap dengan tangan kosong tanpa sebuah alat akan sangat sulit.
"Dengan pedang ini, aku akan menusuk para ikan," ucap Ikki tersenyum kejam.
Ikki melemparkan pedang kedalam air dan berteriak, "perse*tan dengan ekosistem laut!"
Pedang yang ia kempar mengenai beberapa ikan dan melukainya dengan begitu parah. Dengan luka yang sangat besar disebabkan oleh pedang dagingnya pun menjadi sedikit.
"Uhhh.. lain kali aku akan menangkapnya menggunakan sebuah tombak..." Ikki mengambil pedangnya dan dia mendapatkan 3 ekor ikan.
Ikki sekarang harus mencari kayu untuk membuat api dan membakar ikan-ikan yang sudah dia dapatkan. Ia mencari kayu Masih dengan keadaan tidak memakai pakaian.
"Sistem sihir api!" Ikki menunjuk pada sebuah ranting yang sudah dia kumpulkan dan ditata untuk memulai pembakaran.
[Host, anda tidak memiliki sihir sama sekali, lebih baik buat dengan cara tradisional]
Ikki mengumpat dia benar-benar marah, apa ada manusia yang bahkan harus menggunakan cara dari era purba didunia lain.
[Host bisa menggunakan 100 karma untuk membuat api]
"Mahal! karma lumayan sulit didapat loh!"
[Ini karena anda masih diawal, jika tidak mau anda tetap harus menggunakan cara purba untuk menyalakan api]
Ikki sendiri tidak pernah mempelajari cara menyalakan Pai dengan cara purba, jadi ia lebih memilih menggunakan karma untuk menyalakan api.
"Hah, apaan ini?!"
[Itu api]
"Kau serius, ini cuma api yang sama besarnya dengan korek api..!" Ikki melihat api yang muncul dijari telunjuk.
Ikki menghela napasnya lalu membakar ranting yang sudah ia kumpulkan.
Hari itu adalah hari pertama Ikki makan. Walaupun dia tidak memerlukan makan sama sekali, tapi makan adalah sebuah kenikmatan tersendiri.
***
Disebrang sungai yang Ikki tempati ada sebuah pasukan ksatria yang sedang membawa putri kerajaan.
Tapi untuk bertemu dengannya, para ksatria harus masuk dulu kedalam hutan dan menemukan sungai yang kini ditempati oleh Ikki.
Mereka sedang mengistirahatkan kuda yang sudah berjalan selama 2 hari. Semua ksatria juga membutuhkan istirahat, siapa yang mau terus menunggangi kuda selama 2 hari tanpa henti.
"Sebaiknya kita cari air, menggunakan air dari sihir kurang menyegarkan," ucap seorang pemimpin yang memimpin ksatria untuk melindungi putri kerajaan.
"Kau benar, kita juga harus mengambil beberapa buah dari hutan dan memberi kuda makan."
"Bolehkah aku ikut?" tanya putri berjalan mendekati para ksatria yang sedang mengurus kuda.
"Tuan putri? Tapi ini sangat berbahaya, kita tidak tahu monster apa yang menunggu didalam hutan," ucap salah satu ksatria.
Pemimpin ksatria itu mendekati putri dan berjongkok dihadapannya. "Jika itu yang anda inginkan saya secara pribadi akan ikut untuk melindungi anda."
Pemimpin ksatria itu berdiri lalu berkata pada bawahannya, "aku dan tuan putri akan masuk kedalam hutan ikut dengan kalian. Tenang saja aku akan selalu berada disamping tuan putri dan menjaganya."
Para ksatria sekarang sedikit tenang jika ada pemimpin mereka yang kuat melindungi putri secara pribadi.
Pemimpin ksatria adalah seorang veteran perang yang pernah melawan pasukan iblis bersama teman-teman ksatrianya.
Tapi yang selamat dan berhasil menghentikan invasi iblis untuk menjajah sebuah kota di wilayah kerajaan hanya sedikit, sisanya mati dan menjadi pahlawan yang akan selalu dikenang oleh masyarakat.
Kekuatan pemimpin juga sekarang bertambah kuat walau dia terlihat tua dengan rambut putih dan ada bekas luka dari pipi sampai leher.
Umurnya sekarang sudah menyentuh 48 tahun dan memiliki cucu yang masih berumur 7 tahun. Pria yang disebut-sebut veteran perang saat didepan cucunya dia tetap lah kakek tua, kakek tua yang hanya bermain dengan cucunya.
Para ksatria masuk kedalam hutan, mereka tahu didalam hutan ada sungai yang sangat deras karena mereka memang sudah membuat kamp dari kemarin.
Mereka masuk dengan hati-hati untuk mencegah serangan dari monster maupun bandit.
Setelah mereka sampai ditepi sungai mereka melihat seorang pria dengan aura yang sangat mengerikan disebrang.
Para ksatria waspada dengan tubuh sedikit bergetar ketakutan. Hanya dengan aura yang dihasilkan oleh pria itu sudah dapat membuat ksatria ketakutan, mereka berpikir bahwa pria yang ada dihadapan mereka adalah iblis.
"Berlindung lah dibelakang saya!" Pemimpin ksatria melindungi putri dengan tubuhnya.
Pria yang ada disebrang melihat kebelakang dan bertemu dengan sangat banyak ksatria yang sudah menghunuskan pedang kearahnya.
"Apa aku sebaiknya kabur saja, orang tua itu terlihat kuat," Ikki dalam hati saat melihat pemimpin ksatria.
Hanya dengan tatapan dari iblis yang ada didepannya pemimpin ksatria tidak dapat bergerak, dia ketakutan dan seperti dibawa ketempat yang sangat gelap.
Keringat para ksatria bercucuran, mereka benar-benar takut pada iblis yang ada didepan mereka.
"Tuan iblis yang baik, bisakah kau membiarkan kami mengambil air ini?" tanya putri yang berada dibelakang tubuh pemimpin ksatria.
"Tuan putri, apa yang kau-"
"Silahkan." Ikki memotong ucapan panik dari pemimpin ksatria.
Walaupun begitu para ksatria tidak paham dengan perkataan Ikki jadi dia menggunakan isarat yang mudah dimengerti. Mengangguk dan mempersilahkan mereka mangambil air sungai.
Ikki sekarang hanya mengenakan celana panjang yang satu set dengan jas yang sedang ia jemur.
"Mereka benar-benar hanya mengambil air, apa mereka tidak takut padaku? Tidak wajah mereka seperti orang yang melihat makhluk kuat, dan lagi aku dipanggil iblis oleh gadis itu."
Ikki melihat gadis dengan rambut pirang panjang dan mata biru yang cerah, dia terlihat cantik seperti seorang bangsawan kelas atas.
"Aku ingin pakaian yang lain, memangnya aku akan memakan pakaian kantor terus apa? Aku kan sudah reinkarnasi kedunia lain." Ikki dalam hati sambil melihat pakaiannya yang digantung.
"Terima kasih tuan," ucap pemimpin ksatria berterima kasih pada Ikki.
Ikki mengikuti mereka.keluar dari hutan, para ksatria sadar diri mereka sedang diikuti dan tidak berani menatap langsung. Mereka hanya meliriknya kadang-kadang, dengan pikiran yang dipenuhi dengan ketakutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments