Usulan Peter

Jika ada satu kesempatan untuk bisa kembali ke masalalu, Lavina pasti sudah pasti ingin mencobanya agar bisa berkumpul bersama keluarganya lagi dan ia akan berubah menjadi anak berbakti dan penurut.

Sayangnya hal itu tak pernah bisa dia lakukan dan dapatkan, karena di dunia ini tidak akan pernah kembali hari yang telah berlalu dan Lavina hanya bisa menyesali segala hal yang terjadi dalam hidupnya dan kesalahan yang dilakukannya yang membuat hidupnya sekarang menjadi sulit dan hancur karena dirinya sendiri.

Sudah kehilangan keluarga, terpenjara dalam mansion megah, dan harus menikah dengan orang yang tidak dicintai. Lavina sudah begitu tersiksa menjalani hari-hari beratnya sekarang, seolah karma sedang datang untuk menertawainya sekarang.

Lavina menatap pria yang menghabiskan hari-harinya di kursi roda dan tak bisa melakukan apapun tanpa bantuan orang lain. Hidup pria itu hanya beruntung karena terlahir dengan sendok emas di mulutnya sehingga ia masih bisa menjalani hidupnya dengan aman-aman saja. Tapi bagaimana dengannya? Bagaimana dengan Lavina yang malah tersiksa setelah ditariknya masuk ke dalam kehidupan pria itu.

Pernikahan yang mereka lakukan tak lain hanya karena sebuah jebakan yang sampai sekarang pelakunya masih belum ditemukan dan mereka tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan, Lavina tidak bisa mencintai Cedric dan tak ada yang bisa diharapkan dalam pernikahan ini karena mereka juga tidak akan bisa dikaruniai keturunan karena kondisi Cedric. Atau mungkin saja mereka bisa memiliki anak dengan cara lain, tapi Lavina tidak mau memikirkan hal ini.

“Waktunya makan malam, kita turun.” Ajak Cedric yang baru saja menutup laptopnya.

“Aku tidak lapar.”

“Sejak tadi kamu belum memakan apapun.”

Lavina mengabaikan Cedric dan memilih fokus dengan komik yang sejak tadi dibacanya. Apakah Lavina sudah bilang jika ia kembali ke mode lamanya membenci Cedric? Baiklah, kali ini Lavina ingin mengatakannya jika sekarang ia kembali membenci Cedric setelah pria itu secara mendadak mempertemukannya dengan Albert—Ayahnya dan satu lagi, pria itu juga menolak keinginannya untuk bisa bertemu keluarganya.

“Keluarlah dari kamar, mereka akan menanyakanmu.” Pinta Cedric.

Lavina menutup komik yang dibacanya dan menatap ke arah Cedric dengan wajah sebalnya, “Apa kamu tidak mendengarnya? Aku tidak lapar jadi aku tidak ingin pergi keluar kamar. Dan berhentilah berbicara denganku, aku ingin istirahat!” dengus Lavina dengan kesal sebelum dirinya berbaring dan menarik selimutnya.

Melihat sikap Lavina yang kembali ketus dan kesal padanya, Cedric memilih untuk pergi meninggalkan wanita itu sendirian. Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk mereka berbicara dan Lavina juga tampak tak mau berdebat panjang dengannya.

...***...

Entah Lavina harus bersyukur atau malah tetap meratapi nasibnya. Dua pengawal yang sudah beberapa hari berjaga di depan pintu kamarnya dan Cedric sekarang sudah tidak ada lagi. Mungkin setelah kejadian pagi itu dan Peter juga sempat terlihat marah pada pengawalnya jadi Alexander melepaskan Lavina.

Saat ini, Lavina diam-diam kembali menyelinap keluar kamarnya untuk pergi ke taman belakang. Malam ini ia ingin menghabiskan waktunya di sana hanya untuk berdiam diri sebentar menenangkan dirinya.

“Kembali kabur ke taman dan menghindari makan malam, Nona?” sapa pria yang membuat Lavina terkejut karena dirinya kembali ketahuan.

Dan sudah ketiga kalinya Peter menemukan dirinya di taman dalam keadaan yang sama, selalu merenung menatap langit-langit yang sudah menggelap dan menikmati hembusan angin yang menerpa kulit.

“Sedang bertengkar lagi dengan Cedric?” tanya Peter yang sudah mengambil posisi duduk di samping Lavina.

Lavina mendadak gugup dan sedikit tak nyaman harus berdekatan dengan Peter seperti sekarang. Apalagi pria itu selalu lebih dulu menyapanya dengan ramah dan membuat hatinya tentu tak tenang karena status yang kini menjeratnya sedangkan hatinya masih menyematkan pria itu selama tujuh tahun ini.

“Aku hanya ingin menikmati angin malam.”

Peter mengangguk-ngangguk, mereka sama-sama terdiam menikmati suasana di taman. Lavina berulang kali menarik nafasnya karena gugup dengan Peter yang berada di sebelahnya.

Dulu ia selalu berharap bisa sedekat ini dan bisa berbicara banyak dengan pria yang dikaguminya saat masa remaja dulu. Tapi sekarang, setelah langkahnya sudah sedekat ini dan bahkan setiap hari bertemu dengan pria yang dicintainya dan sarapan di meja dengan menu yang sama, mengapa sekarang justru status yang menghalangi mereka?

“Apa yang sedang kau risaukan?” tanya Peter melihat Lavina yang tampak tak tenang.

“Tidak ada, aku hanya merasakan udara yang ku hirup di sini lebih sedikit.”

Peter tertawa pelan mendengar ucapan Lavina, wanita itu tidak pandai menyembunyikan keresahannya.

“Apa lagi yang sedang kau sesalkan selain pernikahan, Cedric dan juga peraturan keluarga ini?”

Tidak ada jawaban dari Lavina. Wanita itu menunduk lesu menatap kedua tangannya yang saling bertautan dan terasa mendingin karena tersapu angin malam ini juga kenangan tujuh tahun lalu saat pertama kali bertemu dengan Peter kini mulai berputar di ingatannya.

Tujuh tahun lalu, Lavina mengingat bagaimana tangannya pernah dipegang oleh pria yang saat ini duduk disampingnya dan membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

Saat itu, Lavina masih duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah atas. Ia mengingat jelas momen saat Peter berhasil meraih tangannya dan menariknya hingga terjatuh dipelukan pria itu setelah Lavina hampir saja tertabrak oleh pengendara motor yang sedang ngebut.

Kala itu, penampilan Peter sangat berbeda dengan sekarang. Pria itu hanya memakai celana levis dan jaket serta gitar yang digendongnya dibelakang pungung. Hari itu, pertama kalinya pertemuan mereka setelah Peter menyelamatkannya dan mereka sempat berbincang sebentar sebelum pria itu masuk ke dalam cafe dan mulai bernyanyi di sana dengan suara merdunya dan petikan gitarnya yang membuat suana sore yang kelabu menjadi debaran rindu.

“Apa kak Peter dekat dengan keluarga?” tanya Lavina.

“Kenapa? Apa kau rindu dengan keluargamu?” tebak Peter.

“Aku rindu Ibu dan kak Helena. Aku belum sempat meminta maaf setelah kejadian itu.” Mata Lavina sudah berkaca-kaca, air matanya sudah menumpuk di pelupuk matanya.

Peter terdiam beberapa saat menatap wanita berambut hitam panjang, dengan potongan poni yang menutupi keningnya dan bulu mata lentiknya yang berulang kali berayun. Wanita yang kini umurnya telah memasuki usia 25 tahun tersebut tidak mirip dengan kakaknya Helena.

Waktu pertama kali Peter datang ke kediaman keluarga Albert, ia sempat terpana melihat sosok Lavina karena gadis itu memiliki sikap yang berbeda. Helena adalah gadis yang lembut dan ramah, sedangkan Lavina sebaliknya. Wanita itu terlihat lebih dingin dan begitu tak tersentuh.

“Mintalah Cedric untuk mengantarmu pulang.”

Lavina menghela nafasnya, “Jika saja dia mengabulkannya, mungkin aku sudah pergi sejak awal.”

...***...

Cedric merasa bersalah pada Lavina karena telah membuat wanita itu bersedih setelah pertemuannya dengan Albert dan lagi, ia juga tak bisa mengabulkan keinginan istrinya itu untuk bisa pulang menemui keluarganya.

Dan karena itu, tadi malam wanita itu diam-diam kembali keluar kamar karena saat Cedric kembali ke kamar diantar pelayan, ia tak menemukan Lavina. Namun saat tengah malam, ia bisa merasakan kasurnya berdenyit dan wanita yang dicarinya itu sudah berbaring di sebelahnya.

Rencananya setelah sarapan, Cedric akan berbicara dengan Alexander untuk meminta izin agar Lavina bisa mengunjungi keluarganya bersamanya.

Lavina pagi ini juga sudah terlihat sedikit membaik dari sebelumnya, meskipun masih bersikap dingin pada Cedric. Namun wanita itu masih membantunya mendorong kursi roda saat mereka semua pergi sarapan.

Keadaan di ruang makan saat ini masih hening setelah mereka semua telah selesai menikmati sarapan. Cedric sudah meneguk air putih di gelasnya dan bersiap berbicara langsung dengan Alexander di depan keluarganya yang lain. Sepertinya ini kali pertamanya juga berbicara di tengah-tengah keluarganya.

“Pah--,” suara Cedric terpotong setelah Peter ikut berbicara dan membuatnya terkejut dengan yang dikatakan kakaknya tersebut.

“Bagaimana jika Lavina mengunjungi keluarganya bersama Cedric, mereka sudah menikah satu minggu lebih tapi Cedric belum bertemu dan berkenalan secara resmi dengan keluarga tuan Albert,” ujar Peter.

Lavina yang baru saja menaruh sendok dan garpu karena makan sedikit lebih lambat dari yang lainnya kini menatap Peter terkejut. Ia sempat merilik ke arah Cedric yang kini menatap tajam pada Peter dan ia juga beralih menatap Alexander yang sedang mengelap mulutnya.

“Bagaimana Cedric, apa kamu setuju dengan usulan kakakmu?” tanya Alexander menatap anak keduanya.

Lavina ikut melirik ke arah Cedric yang duduk di sampingnya, pria itu menunduk sedang memikirkan jawaban. Dan Lavina masih menanti cemas, berharap suaminya akan setuju dengan rencana yang dikatakan kakak iparnya itu.

“Ya, aku ingin pergi mengunjungi keluarga Lavina,” jawab Cedric melirik Lavina namun gadis itu justru sedang tersenyum melirik ke arah Peter yang juga membalas senyumannya.

Cedric yang melihat itu mengepalkan tangannya tak suka. Ia juga tak tahu mengapa Peter bisa tahu jika Lavina ingin bertemu keluarganya dan dia juga dengan berani mengusulkannya pada Alexander.

Kepalan di tangan Cedric mengendur karena kini ia merasakan tangan kirinya diraih Lavina yang kini sudah menatapnya sambil tersenyum.

“Terima kasih.” katanya pelan sambil mengenggam tangan Cedric yang membuat pria itu terdiam.

Terpopuler

Comments

🤩😘wiexelsvan😘🤩

🤩😘wiexelsvan😘🤩

lavina bukalah hatimu bwt bang cedric begitu pula bang cedric lupakan masalalumu,,,tatap masa depan bersama dan agar benih" cinta bermekaran d hati kalian ,,biarkanlah bang peter juga amber menjadi kenangan tersendiri d hati kalian 🤭😁😁😁

2023-07-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!