Sebuah Perjanjian

Di rumah sakit, semua keluarga Alexander terlihat cemas menunggu di luar ruangan untuk memastikan kondisi Cedric yang sedang ditangani oleh Dokter saat ini.

Alexander masih memasang wajah dinginnya namun Lavina bisa melihat ada ketegangan dan kekhawatiran dari raut wajahnya meskipun ia tengah duduk dengan tenang. Berbeda dengan Amber yang sejak tadi tampak begitu tak tenang, entah mengkhawatirkan kondisi Cedric dan cidera yang dialaminya atau karena takut Peter akan mendapat hukuman berat setelah ini dari Alexander.

Pintu ruangan Cedric sudah terbuka, dan dokter Arnold yang menanganinya juga muncul dibalik pintu dan menjelaskan kondisi dari Cedric. Meski tidak ada luka cukup serius saat ini, namun mereka tengah menunggu hasil CT Scan yang di minta oleh Alexander sebelumnya.

Padahal melihat luka yang didapat Cedric sebenarnya tidak begitu terlalu parah dan ia hanya pingsan. Namun Alexander masih ingin memastikan kondisi anak keduanya yang membuat Amber tak tenang dan berharap tidak ada hal serius yang terjadi pada anak tirinya.

Setelah mendengar perjelasan dari dokter Arnold, kini Lavina dan Alexander masuk ke dalam ruangan lebih dulu sedangkan Amber tampak ragu hanya berdiri di ambang pintu bersama Eleanor yang mencoba menenangi ke khawatiran ibunya.

Cedric sudah sadar, lukanya juga sudah di obati meskipun masih meninggalkan memar sedikit keunguan. Tatapan Cedric langsung menatap tajam dan dingin setelah melihat Alexander menghampirinya.

“Bisa tinggalkan kami berdua?” kata Cedric pada Lavina yang belum sempat menyapanya langsung dipinta pergi begitu saja.

Merasa ada masalah cukup serius yang akan mereka bicarakan, Lavina menurut saja meninggalkan Cedric yang baru tersadar tersebut bersama mertuanya. Entah apa yang akan mereka bicarakan, apakah ini soal masalah dengan Peter tadi, ataukah Cedric akan membicarakan soal perjanjian yang diajukannya tadi pada Alexander.

...***...

Beberapa menit Lavina masih menunggu ayah dan anak itu selesai berbicara di dalam, tampaknya memang ada hal serius yang tengah mereka bicarakan hingga dalam keadaan tengah sakit sekarang, Cedric ingin berbicara langsung dengan Alexander.

Amber tampak makin tak nyaman dan penuh ketakutan apalagi setelah Cedric meminta untuk berbicara empat mata dengan Alexander membuatnya khawatir anak pertamanya akan mendapat masalah besar.

Penantian mereka berakhir setelah perawat datang dan masuk ke dalam ruangan Cedric tanpa bisa di cegah oleh mereka dan bertepatan dengan itupula, Lavina langsung berdiri untuk mengintip apa yang tengah dibicarakan oleh keduanya di dalam.

“URUSI SAJA ANAK DAN ISTRIMU DAN PERGILAH DARI HIDUPKU!” kata Cedric dengan penuh amarah pada Alexander yang didengar oleh Lavina juga Amber dan Eleanor dari pintu.

Alexander menyadari kedatangan perawat langsung pergi meninggalkan Cedric tanpa menjawab ataupun menanggapi ucapan anaknya itu.

Raut wajahnya tak kalah memerah menahan amarahnya saat berjalan keluar meninggalkan ruangan Cedric. Sebelum pergi, Alexander berjalan ke arah Lavina yang berdiri di depan pintu ruangan.

“Tolong jaga Cedric,” pintanya pada Lavina dengan nada yang terkesan memohon yang langsung diangguki Lavina.

Lavina akhirnya masuk ke dalam ruangan suaminya itu sedangkan Alexander sudah pergi meninggalkan rumah sakit bersama Amber dan Eleanor yang hanya mengikutinya.

...***...

Keadaan mendadak menjadi canggung untuk Lavina yang saat ini sudah masuk ke ruangan inap Cedric. Dan sejak masuk, Lavina hanya bertanya tentang kondisi pria itu dan apa yang dirasakannya saat ini yang hanya di balas singkat oleh Cedric.

Lavina tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya pada Cedric dan Peter sebelumnya. Ia ingin sekali bertanya tapi saat ini sepertinya bukan waktu yang tepat untuknya.

“Lebih baik kamu juga pulang dan istirahat. Kondisiku sudah membaik dan aku bisa panggil perawat jika membutuhkan bantuan,” ucap Cedric setelah sejak tadi keheningan tercipta diantara keduanya.

“Aku akan menemanimu di sini, tuan Alexander juga memintaku untuk menjagamu.”

“Tidak perlu dengarkan permintaannya. Kamu bisa pulang sekarang dan istirahatlah di rumah, ini sudah malam.”

Cedric bukan ingin mengusir istrinya, tapi ia hanya tak ingin Lavina kelelahan karena sore tadi wanita itu pasti letih karena dipinta Amber membantu memasak di dapur untuk acara pertunangan Peter.

Tapi, Cedric lupa jika Lavina memiliki sifat keras kepala yang sangat membatu. Lavina tentu tidak mau mengikuti permintaan Cedric begitu saja apalagi disaat dirinya sedang khawatir.

“Aku tidak ingin pulang jika kamu juga tidak pulang. Jadi biarkan aku tetap di sini menemanimu,” tolak Lavina dengan keras kepalanya.

Cedric tak ingin berdebat panjang dengan Lavina karena sudah jelas ia akan kalah dengan sifat keras kepalanya. Sebenarnya jika Lavina berada di sini juga sudah membuatnya tenang dibandingkan wanita itu berada di mansion bak penjara milik Alexander itu sendirian tanpanya.

“Aku akan pinta perawat untuk memberimu selimut,” kata Cedric mengalah.

...***...

Hari sudah berganti pagi dan Lavina baru terbangun setelah mendengar suara asing di telinganya yang sedang berbicara dengan Cedric saat ini.

Lavina melepaskan selimut yang menutupi tubuhnya. Seingatnya, semalam ia langsung tertidur bersandar di sofa karena kelelahan dan memang sebelumnya Cedric bilang akan meminta perawat untuk membawakan selimut untuknya dan mungkin Cedric yang meminta perawat tersebut untuk menyelimutinya yang tertidur lelap lebih dulu.

Lavina merasa menyesal karena tertidur lebih dulu semalam, padahal ia berjanji akan menjaga Cedric yang tengah sakit tapi justru dirinya teledor dan tertidur begitu saja.

Dokter yang menangani Cedric telah pergi saat Lavina berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, dan perawat juga sudah pergi setelah Cedric selesai menghabiskan sarapannya.

“Aku sudah memesan bubur untukmu, makanlah,” ujar Cedric menunjuk kantung plastik berisi bubur yang tadi di pesannya.

Lavina menurut tanpa berkomentar apapun, ia fokus menikmati sarapannya tanpa menyadari jika sejak tadi Cedric menatapnya.

“Aku sudah meminta Luke untuk menjemputmu. Pulanglah setelah ini, sore nanti aku juga sudah boleh pulang,” ujar Cedric.

“Kalau begitu aku pulang bersamamu saja nanti,” jawab Lavina.

“Tidak perlu, aku sudah meminta Luke untuk membantuku.”

Mendengar penolakan dari Cedric kali ini membuat Lavina akhirnya mengalah saja meskipun sebenarnya ia tidak ingin pulang lebih dulu namun Cedric tampak tidak menginginkan bantuan darinya.

Padahal Lavina hanya sedang mencoba besikap baik dan peduli padanya, tapi mengapa Cedric tampak tak mempedulikannya? Apakah karena soal perjanjian yang kemarin dia ajukan yang membuat Cedric juga ikut berubah?

Tapi, pria itu bahkan belum memberi jawaban soal perjanjian yang di mintanya. Apakah ia harus kembali bertanya lagi? Namun sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertanya pendapat Cedric.

“Lavina,” panggil Cedric saat Lavina baru saja berdiri membuang sampah bekas sarapannya yang membuatnya menoleh pada sumber suara yang memanggilnya dan menatapnya penuh tanya. “Aku ingin bicara soal perjanjian kemarin,” lanjut Cedric.

Lavina berjalan mendekati Cedric, dengan perasaan cemas yang dia rasakan menunggu ucapan yang akan keluar dari bibir suaminya itu.

“Kondisimu belum membaik, kita bisa bicarakan soal perjanjian itu lain kali,” ujar Lavina.

“Sekarang ataupun lain kali bukankah tetap sama saja jawabannya?” jawab Cedric menatap Lavina.

Sebenarnya Lavina sendiri merasakan dilema dan bingung sendiri dengan perjanjian yang diajukannya pada Cedric kemarin sore. Ia juga tak tahu mengapa dirinya begitu berani ingin membuat perjanjian dengan pria itu.

Dan sekarang setelah perjanjian yang diajukannya pada Cedric akan dijawab pria itu, Lavina justru merasa cemas sendiri dan juga takut.

“Aku menyetujui perjanjian yang kamu ajukan,” jawab Cedric yang membuat Lavina menatapnya dengan terkejut dan juga bingung sendiri.

“Cedric, apa kamu yakin?” tanya Lavina.

“Ya, kamu benar. Tidak ada yang bisa kita harapkan dari pernikahan terpaksa ini dan kamu juga bilang sudah mencintai pria lain dan tidak bisa menerima pernikahan ini,” Cedric menatap Lavina dengan tatapan tenangnya seolah semua jawabannya sudah ia pertimbangkan dengan matang, “Jadi, mari kita bercerai setelah tiga bulan pernikahan ini. Waktu kita masih ada 2 bulan dan mulai saat ini kamu tidak perlu merasa terikat lagi padaku, kita hanya perlu berakting sebagai pasangan di depan keluarga dan orang-orang yang di kenal saja. Di luar itu, kita jalani kehidupan masing-masing,” lanjut Cedric yang membuat Lavina bingung dengan perasaannya saat ini.

Apakah dirinya senang karena Cedric menyetujui permintaannya untuk bercerai setelah tiga bulan pernikahan mereka ataukah dirinya juga menjadi ragu dengan perjanjian yang ia ajukan sebelumnya?

Padahal sudah jelas sekali Lavina tidak mencintai Cedric dan dia juga tak merasa bahagia dengan pernikahannya saat ini apalagi ia merasa begitu tersiksa karena terpenjara di mansion megah milik Alexander. Tapi mengapa dia juga merasa tak senang, apakah dia sedang memikirkan soal Cedric nantinya setelah mereka benar-benar berpisah?

Terpopuler

Comments

Mully Augustine

Mully Augustine

next thor

2023-08-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!