Senjata Makan Tuan?

Satu tamparan mendarat mulus dipipi kiri Lavina. Semua orang menatap terkejut dengan tindakan Albert tersebut, aura penuh amarah dengan tatapan tajam terlihat di wajahnya.

Air mata Lavina lolos disertai rasa sakit dan malu yang ia rasakan. Ia tahu, dirinya selalu dianggap tak berguna dan si pembuat onar di keluarganya. Dan hari ini, ia sudah membuat malu besar keluarganya setelah seseorang menjebaknya.

Lavina sudah mengenakan pakaiannya kembali meskipun sudah kusut dan rambut serta makeup-nya yang berantakan, mereka semua saat ini masih berada di kamar hotel yang sama dan dengan situasi yang mendebarkan.

Lavina berlutut di depan Ayahnya, ia tak bisa meminta maaf ataupun menjelaskan apapun saat ini karena dirinya sendiri juga tak tahu dengan apa yang terjadi padanya sampai bisa tertidur di ranjang tanpa busana bersama pria asing.

Saat ini, pria asing tersebut juga sedang disidang oleh keluarga Alexander yang tak kalah emosinya. Lavina bisa melihat bagaimana pria asing itu terus menunduk duduk di kursi rodanya.

Sebentar, pria yang tadi dipanggil Cedric tersebut duduk di kursi roda? Apakah ia lumpuh? Jika pria itu lumpuh bagaimana bisa mereka melakukan hal aneh sedangkan ia saja tak bisa menggerakkan kakinya?

“Jelaskan, kenapa kamu bisa bersama putra Alexander dan tidur bersama?” Albert menatap tajam.

Lavina tergugu, tak mampu mengeluarkan perkataan apapun untuk menjawab pertanyaan dari Ayahnya. Ia sempat menatap ke samping pada pria asing yang duduk di kursi roda tersebut. Ia justru ingin bertanya bagaimana bisa pria itu ada di kamar ini dan bersamanya?

“Lavina, cepat jawab. Mengapa kamu bisa tidur bersama putra Alexander? Apa kamu menggodanya?”

Lavina sudah terbiasa jika Ayahnya memarahinya, membandingkan dirinya dengan kakaknya, mengatakan dirinya payah tak berguna atau selalu mengatakan dirinya tukang buat onar. Tapi ia paling tak bisa terima jika Ayahnya merendahkan harga dirinya dan bahkan menuduhnya sebagai wanita penggoda, itu sangat menyakitkan.

Lavina menatap Ayahnya dengan mata yang sudah memerah dan air matanya yang sudah membasahi pipinya, “Bagaimana bisa Ayah menuduh Lavina menggoda? Pria itu saja tidak bisa berjalan, bagaimana bisa kami melakukan hal-hal lain.”

PLAKK!!

Tamparan kedua kembali mendarat di pipi Lavina, ia merasakan sudut bibirnya terasa perih dan bau anyir dari darah yang terasa asin di lidahnya. Meskipun tamparan kedua ini lebih keras, tapi menurutnya tidak sesakit yang ia rasakan pada hatinya dengan perkataan Ayahnya.

“Tuan Albert, jangan lakukan kekerasan pada putri anda. Di sini, anak saya juga melakukan kesalahan.” kali ini Tuan Alexander berbicara.

Meskipun berkata demikian, Lavina bisa melihat tatapan tajam mata Alexander padanya yang tampaknya juga marah dan sudah pasti tak menyukainya.

“Cedric, apa yang sebenarnya terjadi? Tolong jelaskan pada kami!” seru Alexander.

Cedric yang sempat tertunduk sejak tadi akhirnya menatap wajah sang Ayah, namun berbeda dengan Lavina yang sudah menangis sedu, pria itu justru tetap tenang dan menatap dingin pada Alexander.

Lavina berharap pria itu menjelaskan kejadiannya dan mengatakan jika mereka berdua dijebak. Hanya dengan ucapan dari pria itu, ia bisa lolos dan Ayahnya akan percaya.

“Cedric, tolong bicara.” Lavina menoleh ke sumber suara dari arah kanan. Suara yang tak asing ditelinganya dan paling ia rindukan. Bukankah itu kekasih hatinya, Peter?

Peter tampak mengkhawatirkan adiknya, Cedric apalagi melihat ekspresi Ayahnya yang penuh amarah dan malu dengan apa yang terjadi pada anaknya dan anak keluarga Albert yang akan menjadi besannya.

“Cedric, ayo kamu bicara apa yang terjadi dengan kalian?” bujuk Nyonya Amber.

Lavina masih menunggu pria itu berbicara, sejak tadi ia berdoa dan berharap pria itu bisa membantunya saat ini. Karena ia tak bisa membela diri, Ayahnya sudah terlihat semakin membencinya.

“Kami memang melakukannya, itu bukan kesengajaan.” Lavina menatap ke arah Cedric tak percaya, ia bahkan mendekat ke arah kursi roda pria itu.

“Kenapa anda berbohong? Bagaimana bisa kita melakukannya, anda saja tidak bisa bangkit dari kursi roda dan tidak mungkin kita melakukannya.”

“LAVINA!!” Albert kembali meneriaki namanya.

Tangis Lavina makin pecah, ia tak percaya jika Cedric akan mengatakan hal seperti itu yang membuat hidupnya makin diambang kehancuran. Lavina tak tahu siapa yang menjebaknya, ia menatap Eliza, Ibunya yang kini tak bisa melakukan apapun untuk membelanya. Ia sudah menangis dipeluk, Helena anak pertamanya.

Tubuh Lavina terasa lemas, kali ini tak akan ada yang menyelamatkanya. Apakah ini sebuah pembalasan yang ia terima setelah niat awalnya untuk mengagalkan pertunangan kakaknya?

Lavina menatap Helena dan bergantian pada Peter yang sedang menatap ke arahnya. Pesta pertunangan yang seharusnya dilaksanakan setengah jam lalu tersebut terpaksa ditunda sejenak karena permasalahannya. Padahal tamu undangan sudah banyak yang menunggu di sana dan semuanya adalah rekan bisnis dan juga beberapa keluarga terpandang.

“Mengapa kalian bisa melakukan hal memalukan seperti ini!” Alexander sudah bangkit dari kursinya dan melipat tangannya. Ia tak percaya apa yang dilakukan anaknya.

Albert memegang kepalanya yang terasa sakit karena ulah anak keduanya yang sudah kelewatan dan membuatnya malu.

Apa yang harus Lavina lakukan sekarang, hidupnya sudah berantakan dan hancur. Keluarganya sudah pasti akan membuangnya dan Lavina sudah pasrah. Hanya saja ia tak bisa berhadapan dengan Alexander, bisa saja pria itu akan membunuhnya untuk menghilangkan jejak dosa dari keluarganya. Lavina tahu jika Alexander memiliki kekuasaan tertinggi dan bisa melakukan apapun untuk membersihkan nama keluarganya.

“Aku akan tanggung jawab dan nikahi dia.” Cedric mengalihkan pandangan menatap ke arahnya.

Terpopuler

Comments

🤩😘wiexelsvan😘🤩

🤩😘wiexelsvan😘🤩

aduccch hukum karma lngsng terjadi,,,niat hati lavina ingin menjebak mlh ganti kena jebakan orng tak d kenal,,,siapa yg sdh menjebak bang cedric ma lavina ya,,,makin seru nich thorrr 😁😘😘

2023-07-08

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!