Sang Penolong Kiran

Disisi lain, Kiran yang baru saja keluar dari hotel mulai kebingungan mencari keberadaan mobil Reksa. Kiran ingat dengan sangat jelas, bahwa tadi mobil Reksa sudah berada tepat di depan hotel karena mereka memang berniat untuk langsung kembali.

“Dimana Mas Reksa? Tidak mungkin dia meninggalkan aku sendirian di sini ‘kan?”

Kiran hanya bisa bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Dia juga mencoba untuk tetap berpikir positif, mungkin saja Reksa pergi sebentar karena ada urusan yang sangat penting.

Namun sudah hampir lima belas menit berlalu, Kiran menunggu di luar hotel seperti orang hilang. Reksa belum juga menunjukan tanda-tanda untuk kembali.

“Mas, kamu dimana sekarang? Kau tidak mungkin meninggalkan aku di sini dengan sengaja ‘kan?” gumam Kiran yang mulai panik, karena Reksa belum juga kembali.

“Kau tidak mungkin setega itu padaku ‘kan, Mas? Tas, ponsel dan semua barang-barangku ada di dalam mobil. Jika kau benar-benar meninggalkan aku di sini, bagaimana caranya aku bisa pulang! Bahkan untuk meminta bantuan pun aku tidak bisa.”

Kiran mulai meneteskan air matanya, sungguh dia sangat takut sekarang. Dia sendirian di luar kota yang tidak ada satu pun orang yang dia kenal dan bisa di mintai bantuan.

Kiran tetap mencoba untuk tegar, dia perlahan mulai menghapus sisa air matanya dan berjalan kembali ke hotel untuk bertanya pada resepsionis yang berjaga di lobi.

“Maaf, permisi! Apa kau melihat pria yang datang bersamaku pergi kemana?” tanya Kiran setenang mungkin.

“Aaah, … Tuan Areksa! Sepertinya dua puluh menit yang lalu dia sudah pergi, setelah mendapat telepon dari seseorang. Dia terlihat terburu-buru saat pergi,” terang Resepsionis itu yang memang melihat Reksa sedang menerima telepon dari seseorang dan setelah itu langsung bergegas pergi.

“Apa dia tidak meninggalkan pesan apapun untukku?” tanya Kiran yang sebenarnya tidak sanggup untuk mendengar jawaban yang sudah dapat dia perkirakan.

“Tidak, Nyonya! Tuan Reksa pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan apapun untuk anda.”

Benar saja, jawaban itu benar-benar menyakitkan untuk Kiran dengar secara langsung dari mulut orang lain. Tanpa mengatakan apapun, Kiran langsung membalikkan tubuhnya sambil membekap mulutnya sendiri agar suara tangisannya tidak di dengar oleh orang lain.

Kiran sungguh tidak menyangka bahwa suaminya akan setega itu meninggalkan dirinya sendirian berada di kota lain, tanpa kartu identitas uang dan ponselnya.

“A-apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana caranya aku bisa kembali? Hiks, …”

Kiran sudah mulai kehilangan arah, dia juga tidak bisa melakukan apapun. Hingga tiba-tiba sebuah tangan memegang pundaknya sampai membuat Kiran cukup terkejut dan langsung berbalik untuk melihat siapa pelaku yang berani menyentuhnya tanpa ijin.

Begitu berbalik Kiran dapat melihat dengan jelas seorang pria yang cukup tampan. Jujur saja, Kiran tidak mengenal sama sekali pria itu. Alhasil, Kiran menepis tangan yang masih berada di atas bahunya dengan sedikit kasar dan tatapan penuh menyelidik pada pria itu.

“Kiran? Apa yang sedang kau lakukan di sini? Bukankah kau tidak tinggal di kota ini ‘yah?”

Namun pertanyaan dari pria itu menunjukan seolah pria itu sangat mengenal Kiran sejak lama. Akan tetapi, Kiran sama sekali tidak bisa mengingat siapa pria di hadapannya saat itu. Sehingga yang bisa Kiran lakukan adalah tetap waspada pada pria yang selalu menunjukan senyuman ramahnya itu.

“Kau siapa? Apakah kita pernah saling mengenal?” tanya Kiran penuh tatapan kecurigaan.

“Ini aku Alka! Alkairo Alastar Malik, orang yang dulu pernah menyatakan cintanya padamu meski akhirnya di tolak tapi aku tidak menyesali,” ujar Alka kembali memperkenalkan dirinya.

“Aah, … Anak sekolah sebelah saat di SMA?” tanya Kiran memastikan karena dia tidak ingat jelas tentang pria yang ada di hadapannya saat ini. Sebab dulu banyak cowok yang menyatakan cinta kepadanya semasa sekolah.

“Tidak apa-apa, kalau kau sudah melupakannya setidaknya aku tidak begitu malu ketika bertemu denganmu lagi seperti ini,” jawab Alka yang bisa memaklumi Kiran.

“Ouhya, … Kenapa kau berada di kota ini? Dan kenapa kau menangis? Apakah ada orang yang menyakitimu?” cecar Alka begitu melihat sisa air mata di pipi Kiran.

“Tidak apa-apa! Aku hanya sedikit mengalami masalah,” ujar Kiran sebisa mungkin menyembunyikan kesedihannya.

“Ada apa? Kau bisa menceritakannya padaku dan kalau aku bisa membantu, maka dengan senang hati akan membantumu!” Alka tampak sangat mengkhawatirkan Kiran.

“Apa yang harus aku lakukan? Jika aku menolak bantuannya, maka aku tidak bisa pulang! Lalu aku harus tidur dimana di kota ini?” batin Kiran.

Dia yang ingin menolak niat baik dari orang yang pernah menyatakan cinta padanya dulu, tapi di sisi lain Kiran tidak ingin seperti gelandangan di kota yang asing itu.

“Kiran, katakan saja masalahmu! Aku akan dengan ikhlas menolongmu sebisa dan semampuku!” Suara Alka menyadarkan Kiran dari lamunannya.

“Emm, …. Sebenarnya aku ke tinggalan rombonganku!” dusta Kiran.

“Sedangkan tas, ponsel serta barang-barangku masih di dalam mobil itu. Jadi, aku tidak bisa kembali ke kota tanpa uang dan identitas apapun,” lanjut Kiran dengan wajah tertunduk, dia tidak ingin orang lain menatapnya kasihan.

“Kalau boleh, … Bisakah aku meminjam sedikit uangmu! Aku pasti akan mengembalikannya begitu aku sampai di rumah,” pinta Kiran dengan ragu-ragu.

“Tempat tinggalmu di Kota P, bukan? Ayo, aku antar saja kamu dengan selamat sampai tujuan,” ajak Alka yang mengerti maksud permintaan tolong Kiran.

“Aah, … Tidak perlu sampai mengantar langsung seperti ini, cukup pinjamkan aku sedikit uang saja untuk membayar kendaraan umum, _....”

“Jangan sungkan! Lagi pula aku juga ada keperluan penting di Kota P, jadi kita pergi bersama saja sekalian kau menjadi teman mengobrol selama perjalanan,” terang Alka yang tidak ingin Kiran salah paham ataupun berprasangka buruk tentang dirinya.

“Ta-tapi, _...”

“Sudah jangan menolak, lagi pula aku tidak sedang menyatakan perasaanku seperti dulu!” goda Alka dengan senyuman indahnya.

Alka sedikit memaksa, tetapi Kiran juga tidak merasa keberatan atasa tumpangan yang di tawarkan oleh Alka. Sebaliknya Kiran malah bersyukur bertemu Alka seperti ini di tengah masalah yang melandanya, Tuhan masih mengirimkan seorang penolong yang bagaikan malaikat seperti Alka.

Dulu maupun sekarang Kiran memang tidak terlalu dekat dengan Alka, tetapi Kiran bisa menilai bahwa Alka adalah pria yang sangat baik. Ketika dia menolak perasaan Alka, pria itu menerima dengan lapang dada tanpa menaruh dendam sedikitpun padanya.

Bahkan Alka memintanya untuk berteman saja, tetapi Kiran yang merasa tidak enak karena telah menolaknya dia malah selalu menghindarinya. Siapa sangka pria sebaik Alka yang dulu Kiran selalu hindari, kini malah menjadi penolongnya.

Bersambung, ....

Terpopuler

Comments

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

Nah akhirnya di kirim juga saingan areksa.kiran buat areksa cemburu n ingatannya kembali.ajaklah Alka untuk berpura pura jdi pacarmu Kiran.

2024-12-13

0

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

ganteng juga yg jadi alkairo.

2024-12-13

0

Mulaini

Mulaini

Untung ada yang menolong Kiran.

2023-07-24

2

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Hilang Ingatan
3 Membuat Perjanjian
4 Mengalah
5 Penyesalan
6 Akhirnya Pulang
7 Familiar
8 Hadirnya Pihak Ketiga
9 Pengenalan Tokoh
10 Tanpa Sepengetahuan
11 Kembali Bekerja
12 Menjadi Sekertaris
13 Penolakan
14 Pertemuan Reksa & Anya
15 Tetap Berjuang
16 Sebuah Peringatan
17 Diabaikan
18 Di Tinggalkan
19 Sang Penolong Kiran
20 Mulai Mengingat
21 Hukuman Tak Adil
22 Tidak Pulang
23 Tidak Sengaja Bertemu
24 Keputusan Bercerai
25 Kemarahan Keluarga
26 Menghargai Keputusan
27 Adanya Keraguan
28 Sebuah Permintaan Atau Syarat
29 Kembali Bekerja
30 Suasana Berbeda
31 Menuntut Penjelasan
32 Pertemuan Kembali
33 Sebuah Kejutan Untuk Anya
34 Perdebatan Sengit
35 Keputusan Kiran
36 Pertengkaran Reksa & Anya
37 Tidak Peduli Lagi
38 Janji Makan Malam
39 Perasaan Kesepian
40 Tampak Berbeda
41 (Masih) Tentang Reksa
42 Menyembunyikan Sesuatu
43 Bisakah Kita Perbaiki?
44 Masih Peduli
45 Diam-Diam Perhatian
46 Kembali Dengan Sebuah Tujuan
47 Sempat Berharap
48 Kebohongan Reksa
49 Muslihat Anya
50 Pelindung Kiran
51 Tidak Mempan
52 Memang Positif
53 Dibalik Kabar Bahagia
54 Meminta Bantuan Pihak Lain
55 Datangnya Surat Perceraian
56 Jebakan Jahat Anya
57 Para Pelindung Kiran
58 Adanya Keraguan
59 Kejutan Yang Sesungguhnya
60 Kekecewaan Kiran
61 Kegilaan Anya
62 Akhirnya Tanda Tangan
63 Terlambat Menyadari
64 Penyesalan Reksa
65 Lembaran Baru
66 Selepas Kepergian Kiran
67 Kebetulan Tak Terduga
68 Diluar Perkiraan
69 Harus Operasi
70 Queenesha Reana Damarwangsa
71 Belum Bisa Memaafkan
72 Waktu Yang Lama
73 Penantian Reksa
74 Rencana Rahasia
75 Bala Bantuan
76 Memilih Hadiah
77 Hadiah Dari Papa
78 Akhirnya Bertemu
79 Ulang Tahun Terbaik
80 Permintaan Maaf
81 Mundur Untuk Sementara
82 Ketakutan Baby Queen
83 Permintaan Putri Tercinta
84 Mendapatkan Ijin Menginap
85 Pamer Putri Tercinta
86 OTW Bertemu Cucu
87 Takdir Mengejutkan
88 Harus Kembali
89 Kembalinya Kiran Bersama Baby Queen
90 Bahaya Tengah Mengancam
91 Baby Queen Dalam Bahaya
92 Pengorbanan Reksa
93 Akhirnya Bersama Lagi
94 Pernikahan Seno & Zara
95 Jodohnya Dira
96 Happy Ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Kecelakaan
2
Hilang Ingatan
3
Membuat Perjanjian
4
Mengalah
5
Penyesalan
6
Akhirnya Pulang
7
Familiar
8
Hadirnya Pihak Ketiga
9
Pengenalan Tokoh
10
Tanpa Sepengetahuan
11
Kembali Bekerja
12
Menjadi Sekertaris
13
Penolakan
14
Pertemuan Reksa & Anya
15
Tetap Berjuang
16
Sebuah Peringatan
17
Diabaikan
18
Di Tinggalkan
19
Sang Penolong Kiran
20
Mulai Mengingat
21
Hukuman Tak Adil
22
Tidak Pulang
23
Tidak Sengaja Bertemu
24
Keputusan Bercerai
25
Kemarahan Keluarga
26
Menghargai Keputusan
27
Adanya Keraguan
28
Sebuah Permintaan Atau Syarat
29
Kembali Bekerja
30
Suasana Berbeda
31
Menuntut Penjelasan
32
Pertemuan Kembali
33
Sebuah Kejutan Untuk Anya
34
Perdebatan Sengit
35
Keputusan Kiran
36
Pertengkaran Reksa & Anya
37
Tidak Peduli Lagi
38
Janji Makan Malam
39
Perasaan Kesepian
40
Tampak Berbeda
41
(Masih) Tentang Reksa
42
Menyembunyikan Sesuatu
43
Bisakah Kita Perbaiki?
44
Masih Peduli
45
Diam-Diam Perhatian
46
Kembali Dengan Sebuah Tujuan
47
Sempat Berharap
48
Kebohongan Reksa
49
Muslihat Anya
50
Pelindung Kiran
51
Tidak Mempan
52
Memang Positif
53
Dibalik Kabar Bahagia
54
Meminta Bantuan Pihak Lain
55
Datangnya Surat Perceraian
56
Jebakan Jahat Anya
57
Para Pelindung Kiran
58
Adanya Keraguan
59
Kejutan Yang Sesungguhnya
60
Kekecewaan Kiran
61
Kegilaan Anya
62
Akhirnya Tanda Tangan
63
Terlambat Menyadari
64
Penyesalan Reksa
65
Lembaran Baru
66
Selepas Kepergian Kiran
67
Kebetulan Tak Terduga
68
Diluar Perkiraan
69
Harus Operasi
70
Queenesha Reana Damarwangsa
71
Belum Bisa Memaafkan
72
Waktu Yang Lama
73
Penantian Reksa
74
Rencana Rahasia
75
Bala Bantuan
76
Memilih Hadiah
77
Hadiah Dari Papa
78
Akhirnya Bertemu
79
Ulang Tahun Terbaik
80
Permintaan Maaf
81
Mundur Untuk Sementara
82
Ketakutan Baby Queen
83
Permintaan Putri Tercinta
84
Mendapatkan Ijin Menginap
85
Pamer Putri Tercinta
86
OTW Bertemu Cucu
87
Takdir Mengejutkan
88
Harus Kembali
89
Kembalinya Kiran Bersama Baby Queen
90
Bahaya Tengah Mengancam
91
Baby Queen Dalam Bahaya
92
Pengorbanan Reksa
93
Akhirnya Bersama Lagi
94
Pernikahan Seno & Zara
95
Jodohnya Dira
96
Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!