Penolakan

“Dan, siapa yang menaruh foto ini di mejaku?” tanya Areksa sebelum Dani ingin kembali ke ruangannya.

“Bukankah anda sendiri yang meletakkannya di sana, Tuan! Saat itu anda mengatakan tidak akan semangat dalam bekerja jika tidak melihat wajah istri anda,” jelas Dani dnegan jujur yang membuat Areksa seketika terkejut dan kembali tak ingin mempercayai fakta yang dia dapatkan lagi.

“Jadi, dia benar-benar istriku?” tanya Areksa tanpa sadar.

“Tentu saja, Tuan! Beberapa minggu yang lalu anda bahkan menyiapkan sebuah kejutan yang sangat special untuk merayakan hari pernikahan anda dengan Nyonya Kiran yang ke lima di salah satu hotel paling mewah di daerah ini.” Penjelasan Dani semakin membuat Areksa tercengang.

“Apa katamu? Jadi, aku dan Kiran sudah menikah selama 5 tahun lamanya?” tanya Areksa tak percaya.

“Iya, Tuan! Karena saya waktu itu juga hadir saat pernikahan anda! Bukan saya saja, tapi para karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan ini,” terang Dani dengan polosnya.

“Yang benar saja, …! Aku pikir Papah dan yang lainnya hanya membual saja, karena ingin menjodohkan aku dengan Kiran. Sebab mereka tidak menyukai Anya, tapi siapa sangka kalau aku sudah benar-benar menikahinya dan sudah berjalan lima tahun pula,” gumam Areksa yang masih tidak mempercayai semua fakta yang di hadapkan.

“Tuan, apa anda akan baik-baik saja?” tanya Dani ketika melihat perubahan raut wajah pimpinannya itu.

“Kau boleh keluar sekarang!” usir Areksa yang tak mau menjawab pertanyaan dari sekretarisnya itu.

“Jika pernikahan kami sudah berjalan lima tahun, tapi kenapa tidak ada anak dalam pernikahan ini! Jangan-jangan benar dugaanku, kalau pernikahan ini terjadi karena bukan keinginanku!” ujar Areksa menyimpulkan sendiri, meski sudah di jelaskan berulang kali kebenarannya.

Tok, … Tok, ….

Tiba-tiba suara ketukan terdengar di balik pintu ruangannya. Belum sempat Areksa menyuruh orang itu untuk masuk, pintu sudah terbuka lebar oleh adik laki-lakinya sambil tersenyum bahagia melihat Kakaknya sudah mengambil alih pekerjaan yang sempat membuatnya terus lembur.

(Author mulai dari sini akan memanggil Areksa dengan Reksa dan Arseno dengan Seno saja ‘yah untuk menghemat kata}.

“Welcome back, Brother!” seru Seno sembari merentangkan kedua tangannya berniat memeluk sang Kakak.

“Apa yang kau lakukan? Apakah Mamah dan Papah tidak mengajarimu sopan santun selama ini, hingga kau masuk begitu saja ke ruangan orang lain sebelum di ijinkan.”

Bukannya menerima pelukan sang adik, Reksa malah mengabaikan dan menghindarinya sambil menyampaikan protesnya atas sikap tidak sopan Seno yang main masuk saja ke ruangannya.

“Kau ini sama sekali tidak berubah! Dengan adik sendiri tetap saja kejam, seperti kakak tiri!” gerutu Seno dengan wajah cemberutnya.

“Katakan saja apa mau mu hingga mendatangi ruanganku?” tanya Reksa yang tidak tahan melihat sikap adiknya.

“Ck, … Menyebalkan sekali!” Seno hanya bisa berdecak kesal akan kelakuan Kakaknya yang tidak ada manis-manisnya.

“Papah menyuruhku untuk memperkenalkan sekretaris baru untukmu! Kau pasti akan sangat menyukainya,” ujar Seno langsung pada tujuan kedatangan ketika melihat raut wajah Reksa yang berubah tidak bersahabat lagi seperti sebelumnya.

“Sekretaris baru untukku lagi? Bukankah sudah ada Dani di sini,” ujar Reksa yang sedikit menatap curiga pada adiknya.

“Papah menunjuk sekertaris ini khusus untukmu! Tenang saja kau pasti akan sangat menyukainya.”

Seno tidak peduli, dia tidak akan menjelaskan apapun pada Kakaknya karena tugasnya hanya mengantar dan memperkenalkan sekertaris baru itu pada Kakaknya tidak lebih dan tidak kurang.

“Masuklah dan perkenalkan dirimu dengan baik!” Panggil Seno pada seseorang yang tengah menunggu di luar ruangan itu.

Pintu perlahan terbuka, seketika kedua bola mata Reksa membulat sempurna ketika melihat sosok Kiran yang perlahan berjalan masuk dengan pakaian formalnya. Sekarang Reksa mengerti maksud perkataan adiknya sejak tadi dan tujuan Papahnya menunjukkan Kiran untuk menjadi sekretarisnya.

“Apa ini rencanamu?” tanya Reksa dengan raut wajah dinginnya.

“Mas, a-aku, _...”

“Jangan panggil aku seperti itu ketika berada di kantor! Bukankah kau di sini untuk bekerja sebagai sekretaris ku, maka lakukan saja tugasmu di sini dengan baik,” potong Reksa yang tidak ingin mendengar apapun lagi.

Kehadiran Kiran sebagai sekretarisnya sudah cukup untuk menjelaskan semuanya dengan sangat jelas.

“Kak, kenapa kau bersikap begitu dingin pada Kakak Ipar!” protes Seno yang tidak terima akan sikap Kakaknya kepada istrinya sendiri.

“Berisik! Kembali sana keruanganmu, kalau kau tidak terima jadikan saja dia sebagai sekertaris mu,” bentak Reksa dengan tatapan tajamnya.

“Okay, Fine! Aku akan laporkan sikap Kakak ini pada Papah dan Mamah sekarang juga!” seru Seno yang berjalan keluar dari ruangan itu dnegan perasaan kesal. Kiran ingin menghentikan Seno, tetapi perkataan Reksa seketika menghentikan niatnya.

“Dasar pengadu! Apa kau mendapatkan posisi ini juga karena mengadu pada orang tuaku,” tuduh Reksa pada Kiran.

“Mas, _....”

“Keluar! Aku tidak ingin mendengar apapun lagi darimu,” usir Reksa dengan tatapan dinginnya, setelah itu dia memilih focus untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sudah sangat menumpuk.

“Mas, kenapa kau menjadi seperti ini? Mengapa apapun yang coba aku lakukan selalu adalah di matamu?” batin Kiran yang berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah.

Dengan terpaksa Kiran pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan suaminya itu. Begitu terdengar suara pintu tertutup,

Reksa pun mengalihkan tatapannya dan bergumam, “Bukankah semalam dia merasa tidak enak badan! Lalu kenapa dia harus bekerja di sini hanya untuk mengawasi ku?”

...****************...

Waktu dengan cepat berlalu, tibalah waktunya untuk semua karyawan yang bekerja untuk makan siang. Kiran yang memang sengaja tidak membawa bekal makan siang agar bisa mengajak Reksa untuk makan siang di luar, lagi-lagi harus menelan pahitnya penolakan dari suaminya itu.

Ketika Kiran ingin masuk ke dalam ruangan Ceo, tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan Reksa yang sudah berpenampilan rapi seperti sudah bersiap untuk pergi. Sejenak Reksa dan Kiran saling bertukar pandangan satu sama lain.

“Mau apalagi?” tanya Reksa dengan dingin.

“A-aku hanya ingin mengajak Mas Reksa untuk makan siang bersama di luar,” jawab Kiran sembari menundukkan pandangannya.

“Aku sudah ada janji! Makan saja dengan karyawan yang lainnya, kalau perlu dengan si tukang pengadu itu,” tolak Reksa yang berjalan melewati Kiran begitu saja.

“Mas, _...”

Kiran ingin sekali berteriak dan menghentikan kepergian suaminya. Namun suaranya harus tertahan, karena Kiran tidak ingin melihat lagi tatapan asing yang Reksa tunjukan hanya kepada dirinya.

Dani yang kembali untuk mengambil barangnya yang tertinggal harus berpura-pura tidak melihat kejadian apapun dan mengurungkan niatnya.

Dia tidak ingin Nyonya mudanya merasa lebih buruk lagi ketika mengetahui ada orang lainnya yang melihat ketika dirinya di tolak oleh suaminya sendiri.

Bersambung, .....

Terpopuler

Comments

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

kasihan kamu Kiran knpa gak ada mantannya Kiran ya.bikin mantan Kiran untuk bertemu n berjln berdua bikin areksa cemburu gitu biar kapok.

2024-12-11

0

Fahmi Ardiansyah

Fahmi Ardiansyah

ok

2024-12-11

0

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

kasian Kiran

2023-12-05

0

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Hilang Ingatan
3 Membuat Perjanjian
4 Mengalah
5 Penyesalan
6 Akhirnya Pulang
7 Familiar
8 Hadirnya Pihak Ketiga
9 Pengenalan Tokoh
10 Tanpa Sepengetahuan
11 Kembali Bekerja
12 Menjadi Sekertaris
13 Penolakan
14 Pertemuan Reksa & Anya
15 Tetap Berjuang
16 Sebuah Peringatan
17 Diabaikan
18 Di Tinggalkan
19 Sang Penolong Kiran
20 Mulai Mengingat
21 Hukuman Tak Adil
22 Tidak Pulang
23 Tidak Sengaja Bertemu
24 Keputusan Bercerai
25 Kemarahan Keluarga
26 Menghargai Keputusan
27 Adanya Keraguan
28 Sebuah Permintaan Atau Syarat
29 Kembali Bekerja
30 Suasana Berbeda
31 Menuntut Penjelasan
32 Pertemuan Kembali
33 Sebuah Kejutan Untuk Anya
34 Perdebatan Sengit
35 Keputusan Kiran
36 Pertengkaran Reksa & Anya
37 Tidak Peduli Lagi
38 Janji Makan Malam
39 Perasaan Kesepian
40 Tampak Berbeda
41 (Masih) Tentang Reksa
42 Menyembunyikan Sesuatu
43 Bisakah Kita Perbaiki?
44 Masih Peduli
45 Diam-Diam Perhatian
46 Kembali Dengan Sebuah Tujuan
47 Sempat Berharap
48 Kebohongan Reksa
49 Muslihat Anya
50 Pelindung Kiran
51 Tidak Mempan
52 Memang Positif
53 Dibalik Kabar Bahagia
54 Meminta Bantuan Pihak Lain
55 Datangnya Surat Perceraian
56 Jebakan Jahat Anya
57 Para Pelindung Kiran
58 Adanya Keraguan
59 Kejutan Yang Sesungguhnya
60 Kekecewaan Kiran
61 Kegilaan Anya
62 Akhirnya Tanda Tangan
63 Terlambat Menyadari
64 Penyesalan Reksa
65 Lembaran Baru
66 Selepas Kepergian Kiran
67 Kebetulan Tak Terduga
68 Diluar Perkiraan
69 Harus Operasi
70 Queenesha Reana Damarwangsa
71 Belum Bisa Memaafkan
72 Waktu Yang Lama
73 Penantian Reksa
74 Rencana Rahasia
75 Bala Bantuan
76 Memilih Hadiah
77 Hadiah Dari Papa
78 Akhirnya Bertemu
79 Ulang Tahun Terbaik
80 Permintaan Maaf
81 Mundur Untuk Sementara
82 Ketakutan Baby Queen
83 Permintaan Putri Tercinta
84 Mendapatkan Ijin Menginap
85 Pamer Putri Tercinta
86 OTW Bertemu Cucu
87 Takdir Mengejutkan
88 Harus Kembali
89 Kembalinya Kiran Bersama Baby Queen
90 Bahaya Tengah Mengancam
91 Baby Queen Dalam Bahaya
92 Pengorbanan Reksa
93 Akhirnya Bersama Lagi
94 Pernikahan Seno & Zara
95 Jodohnya Dira
96 Happy Ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Kecelakaan
2
Hilang Ingatan
3
Membuat Perjanjian
4
Mengalah
5
Penyesalan
6
Akhirnya Pulang
7
Familiar
8
Hadirnya Pihak Ketiga
9
Pengenalan Tokoh
10
Tanpa Sepengetahuan
11
Kembali Bekerja
12
Menjadi Sekertaris
13
Penolakan
14
Pertemuan Reksa & Anya
15
Tetap Berjuang
16
Sebuah Peringatan
17
Diabaikan
18
Di Tinggalkan
19
Sang Penolong Kiran
20
Mulai Mengingat
21
Hukuman Tak Adil
22
Tidak Pulang
23
Tidak Sengaja Bertemu
24
Keputusan Bercerai
25
Kemarahan Keluarga
26
Menghargai Keputusan
27
Adanya Keraguan
28
Sebuah Permintaan Atau Syarat
29
Kembali Bekerja
30
Suasana Berbeda
31
Menuntut Penjelasan
32
Pertemuan Kembali
33
Sebuah Kejutan Untuk Anya
34
Perdebatan Sengit
35
Keputusan Kiran
36
Pertengkaran Reksa & Anya
37
Tidak Peduli Lagi
38
Janji Makan Malam
39
Perasaan Kesepian
40
Tampak Berbeda
41
(Masih) Tentang Reksa
42
Menyembunyikan Sesuatu
43
Bisakah Kita Perbaiki?
44
Masih Peduli
45
Diam-Diam Perhatian
46
Kembali Dengan Sebuah Tujuan
47
Sempat Berharap
48
Kebohongan Reksa
49
Muslihat Anya
50
Pelindung Kiran
51
Tidak Mempan
52
Memang Positif
53
Dibalik Kabar Bahagia
54
Meminta Bantuan Pihak Lain
55
Datangnya Surat Perceraian
56
Jebakan Jahat Anya
57
Para Pelindung Kiran
58
Adanya Keraguan
59
Kejutan Yang Sesungguhnya
60
Kekecewaan Kiran
61
Kegilaan Anya
62
Akhirnya Tanda Tangan
63
Terlambat Menyadari
64
Penyesalan Reksa
65
Lembaran Baru
66
Selepas Kepergian Kiran
67
Kebetulan Tak Terduga
68
Diluar Perkiraan
69
Harus Operasi
70
Queenesha Reana Damarwangsa
71
Belum Bisa Memaafkan
72
Waktu Yang Lama
73
Penantian Reksa
74
Rencana Rahasia
75
Bala Bantuan
76
Memilih Hadiah
77
Hadiah Dari Papa
78
Akhirnya Bertemu
79
Ulang Tahun Terbaik
80
Permintaan Maaf
81
Mundur Untuk Sementara
82
Ketakutan Baby Queen
83
Permintaan Putri Tercinta
84
Mendapatkan Ijin Menginap
85
Pamer Putri Tercinta
86
OTW Bertemu Cucu
87
Takdir Mengejutkan
88
Harus Kembali
89
Kembalinya Kiran Bersama Baby Queen
90
Bahaya Tengah Mengancam
91
Baby Queen Dalam Bahaya
92
Pengorbanan Reksa
93
Akhirnya Bersama Lagi
94
Pernikahan Seno & Zara
95
Jodohnya Dira
96
Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!