“Lupakan saja! Dani bisa mengantarku atau aku bisa mengurusnya sendiri. Sebaiknya kau kejar saja kekasihmu itu,” tolak Kiran yang sudah terlanjur kecewa karena Reksa sempat memilih untuk mengejar Anya di bandingkan memperhatikan dirinya.
“Ran, _...”
Reksa hampir habis kesabaran menghadapi Kiran yang tidak pernah dia duga akan bersikap seperti ini. Dia sudah terlanjur memilih untuk mengantar Kiran pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka di tangannya. Reksa yang tidak ingin keputusan berakhir dengan sia-sia, akhirnya menarik paksa Kiran untuk pergi ke rumah sakit.
...****************...
Beberapa hari setelah kejadian pertengkaran Kiran dengan Anya di kantor, Reksa sama sekali tidak bisa menghubungi Anya maupun menemuinya. Meski Reksa tampak uring-uringan karena kekasihnya tidak mau memberikan kesempatan untuk dirinya menjelaskan.
Akan tetapi, bagi Kiran semua itu malah hal bagus. Mungkin Anya takut akan peringatan darinya untuk tidak mengganggu hubungan rumah tangganya.
Lain halnya dengan Anya sendiri yang merasa tidak terima. Walaupun dia memang berhasil menampar Kiran, akan tetapi Reksa malah tidak mengejarnya dan lebih memilih bersama Kiran.
Itulah yang membuat Anya marah dan tidak mau membalas pesan ataupun menerima telepon dari Reksa selama beberapa hari terakhir setelah kejadian itu.
Hingga sang managernya yang bernama Lisa kembali memprovokasi Anya agar tidak melepaskan Reksa begitu saja.
“Hay, ada apa dengan hubunganmu dengan Ceo DWS Group itu? Kenapa akhir-akhir ini sepertinya kau tidak menghubunginya?” tanya Lisa sembari memeriksa jadwal pemotretan Anya untuk besok.
“Ceo DWS Group? Siapa lagi itu? Apakah aku pernah berkenalan dengannya?” tanya Anya yang tidak tahu maksud dari pembicaraan yang tengah di bahas oleh managernya itu.
“Haish, … Kau ini! Tuan Reksa yang sedang aku bicarakan denganmu, Ceo dari Damarwangsa Group!” terang Lisa yang harus bersabar menghadapi kebodohan atau kepolosan dari modelnya itu.
“Ouh, … Dia! Aku sedang tidak ingin membahasnya,” jawab Anya dengan malas.
“Kau sedang bertengkar dengannya?” tanya Lisa dengan tatapan penuh menyelidik.
“Bukan dengan dia, tapi istrinya!” jawab Anya masih dengan sifat malasnya.
“Kau bertengkar dengan Kiran?” Lisa memastikan pendengarannya tidak salah.
“Emm, … Dia wanita yang sangat gila! Aku memang menamparnya, tapi dia malah memegang mata pisau dengan tangan kosong! Dan kau tahu selanjutnya, Reksa malah menatapku dengan tatapan menuduh seolah aku sedang menyiksa istrinya. Menyebalkan sekali!” curhat Anya yang kembali merasa kesal jika mengingatnya.
“Lalu kau mengabaikan Reksa begitu?” tanya Lisa dengan tatapan tak percaya.
“Tentu saja! Aku merasa sangat marah karena dia tidak mengejarku dan malah memilih bersama istrinya itu,” jawab Anya dengan raut wajah kesalnya.
“Kau bodoh! Seharusnya kau malah semakin mendekati dia, bukan malah menjauhinya seperti ini! ingatlah, dia bisa kita manfaatkan untuk menaikan popularitas mu di dunia entertainment. Istrinya melakukan semua itu hanya karena dia ingin kau menjauhi suaminya seperti sekarang,” jelas Lisa semakin memprovokasi Anya.
“Benar juga apa yang kau katakan barusan! Aku seharusnya lebih mendekati Reksa, kalau bisa sekalian saja aku buat rumah tangga mereka hancur tak tersisa,” ujar Anya yang menaruh dendam pada Kiran.
“Bagus! Segera hubungi dia dan minta untuk bertemu, taklukan dia dengan pesona seorang Anya Priscilia!” bisik Lisa bagaikan iblis yang menjelma sebagi manusia.
...****************...
Namun siapa sangka semua itu hanya harapan Kiran semata, sebab ketika Reksa dan dirinya sedang pergi menghadiri pertemuan di kota lain. Awalnya Kiran sangat bahagia, karena dirinya yang di ajak oleh Reksa untuk menemaninya melakukan pertemuan di luar kota meski hanya selama satu hari.
“Kita tidak akan menginap di kota ini karena banyak pekerjaannya yang akan kita urus selama beberapa hari ke depan,” ujar Reksa begitu tiba di sebuah hotel mewah yang ada di kota tersebut.
“Baiklah, aku mengerti!” sahut Kiran yang dapat memahami betapa sibuknya sang suami memimpin perusahaan besar.
“Kita akan langsung kembali, begitu pertemuannya selesai,” ujar Reksa lagi sembari focus menatap layar ponselnya berharap ada balasan pesan dari Anya.
“Iya, Mas! Aku tahu,” sahut Kiran yang berhasil membuat Reksa menatapnya.
“Kita sedang bekerja, Kiran!” Reksa mengingatkan.
“Ya, kita sedang bekerja! Jadi, bisakah anda focus dengan meeting nya dan berhentilah terus memeriksa pesan dari kekasih anda,” balas Kiran yang juga mengingatkan akan sikap Reksa.
Reksa hanya bisa terdiam tanpa bisa mengatakan apapun lagi. Dia cukup sadar diri bahwa dirinya memang selalu memikirkan tentang Anya. Pertemuan pun berakhir dengan baik, Reksa dan Kiran berhasil mendapatkan kesepakatan yang bagus untuk kerjasama mereka.
“Kita langsung pulang,” ujar Reksa kembali mengingatkan.
“Bisakah aku pergi ke toilet sebentar! Hanya sebentar saja,” pinta Kiran yang mendapat panggilan alam, ketika keduanya sudah sampai di depan mobil.
“Jangan lama-lama, karena aku tidak suka menunggu!” sahut Reksa menekankan.
“Iya, aku akan menaruh semua dokumen ini ke dalam mobil lebih dulu!” ujar Kiran yang membuka pintu mobil belakang dan meletakan semua barang-barangnya mulai dari berkas penting, tas dan barang-barang pribadinya.
Setelah meletakan semuanya, Kiran pun berjalan masuk lagi ke dalam hotel untuk menumpang ke kamar mandi yang ada di sekitar lobi.
Baru beberapa menit Kiran pergi, iba-tiba Anya kembali memberikan kabar pada Reksa dan menyuruhnya untuk segera bertemu di apartemennya.
“Sayang, kenapa kau mengabaikan aku selama beberapa hari ini? Apa kau tahu betapa cemas dan rindunya aku selama ini menunggu kabarmu?” cecar Reksa begitu menerima telepon dari Anya yang selama ini sangat dia tunggu-tunggu.
“Jika kau memang merasa bersalah padaku, maka segera temui aku di apartemen untuk meminta maaf padaku secara langsung,” desak Anya dengan nada suara seperti sedang merengek.
“Tapi aku sedang berada diluar kota, Sayang!” jelas Reksa berharap Anya akan mengerti posisinya.
“Datang sekarang atau kita akhiri hubungan ini!” ancam Anya penuh penegasan.
“Ba-baiklah! Aku akan ke apartemen mu sekarang juga! Tolong berikan aku waktu dua jam untuk sampai di sana,” pinta Reksa yang tidak mau hubungan dengan Anya berakhir.
“Okay, aku tunggu! Dua jam di mulai dari sekarang,” sahut Anya yang tersenyum puas dan langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
“Bodoh sekali kau, Areksa! Istri yang sangat mencintaimu dan berusaha melindungi mu malah kau abaikan dan lebih memilihku yang hanya ingin memanfaatkan harta yang saat ini kau miliki!” Anya menyeringai puas.
“Aish, … Sialan! Dimana Kiran? Kenapa dia lama sekali?” umpat Reksa yang menjadi gelisah karena waktu terus berjalan.
“Sudahlah, aku tinggalkan saja Kiran di sini! Setidaknya dia bisa kembali dengan menyewa mobil atau minta di jemput pada Seno atau temannya,” gumam Reksa yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan hotel begitu saja.
Bersambung, ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Fahmi Ardiansyah
Kiran aku harap kalian ini kamu harus jdi istri yg kuat n lebih berani LG jgn biarkan ulet itu menguasai suamimu n beri tindakan yg tegas pada reksa n kasih pelajaran pada reksa biar gak seenaknya jidatnya
2024-12-13
0
Fahmi Ardiansyah
dasar suami g....a kli ninggalin istri cuma karna perempuan uler.lihat aja nanti kmu akan nyesel reksa setelah ninggalin Kiran sendirian di luar kota.
2024-12-13
0
Fahmi Ardiansyah
biarin aja gak bisa di hubungi ngapain kmu uring2 an reksa sia sia juga kmu belain akhirnya Anya juga memanfaatkan mu.
2024-12-12
0