Beruntung Dani bukan sejenis manusia dengan bibir lemesnya yang akan menggosipkan apapun yang terjadi di sekitarnya. Jika pun dia ingin bergosip, maka dia akan menggunakan dirinya sendiri untuk melakukannya. Entah itu kebaikannya maupun keburukannya, sehingga Dani memiliki banyak rekan dan juga pengagum rahasia.
Beralih pada Kiran yang akhirnya hanya duduk berdiam diri di ruangannya yang memang satu ruangan dengan Dani. Kiran ingin sekali menangis, tetapi dia sadar bahwa dia tidak bisa melakukannya di sana. Hingga pintu tiba-tiba terbuka dengan keras yang cukup untuk mengejutkan hatinya yang tengah gundah gulana.
“KAKAK IPAR!”
Siapa lagi pelakunya yang bisa sesuka hatinya membuka pintu manapun tanpa permisi kalau bukan Seno. Kiran hanya bisa menghela napas panjang ketika melihat kedatangan Seno yang terlihat dari raut wajahnya yang sangat kesal.
Sepertinya Seno sudah mengetahui bahwa dirinya baru saja di tolak makan siang bersama suaminya sendiri.
“Kakak Ipar kenapa selalu diam saja di perlakukan seperti ini oleh Kakakku? Seharusnya Kakak Ipar mengatakan semuanya pada Papah dan Mamah,” ujar Seno.
“Seno, tidak semua hal yang terjadi dalam rumah tangga Kakakmu ini harus di ikut sertakan orang lain di dalamnya! Selagi Mas Reksa tidak memukul atau menyakitiku secara fisik, aku tidak ingin ada orang lain yang terlibat dalam rumah tanggaku termasuk kamu,” jelas Kiran penuh penekanan.
“Tapi, Kak! Aku yang, _....”
“Seno tolong hargai kehidupan rumah tangga Kakakmu,” potong Kiran penuh penegasan.
“Baiklah, aku tidak akan ikut campur! Dan untuk malasah tadi pagi, aku juga tidak memberitahu siapapun termasuk Papah dan Mamah,” terang Seno dengan wajah cemberutnya.
“Kau memang adik yang baik! Mas Reksa pasti sangat bersyukur memiliki adik kandung sebaik dirimu,” puji Kiran dengan semburat senyuman manisnya.
“Kakak Ipar, ayo makan siang denganku! Aku akan membawa Kakak ke restaurant terbaik yang ada di sekitar sini,” ajak Seno untuk mengalihkan kesedihan Kakak Iparnya.
“Aku tidak ingin pergi kemanapun! Bagaimana kalau kita makan siang di kantin perusahaan saja, aku sudah lama tidak makan di sana lagi,” ujar Kiran yang berpura-pura untuk terlihat baik-baik saja.
“Okay, ayo pergi!”
Seno dengan senang hati mengulurkan lengannya untuk membantu Kiran beranjak dari tempat duduknya. Keduanya pun berjalan beriringan menuju ke kantin perusahaan yang ada di lantai satu. Dani yang dari kejauhan melihat kedatangan Nyonya mudanya, terlihat menatap Kiran dengan heran.
“Bagaimana ada wanita sekuat itu? Padahal tadi aku melihatnya seperti ingin menangis, siapa sangka Nyonya bisa tersenyum seolah tidak terjadi apapun,” batin Dani yang takjub dengan sosok Tangguh Nyonya mudanya.
“Dan, kau sedang melihat apa?” tanya salah satu rekannya.
“Tidak ada! Cepat habiskan saja makananmu,” ujar Dani yang segera mengalihkan perhatian rekan-rekannya.
Sementara di sebuah restaurant mewah, Reksa tengah menunggu kedatangan seseorang yang selama ini sangat dia rindukan. Siapa lagi kalau bukan Anya, sang mantan kekasih yang dia ingat masih menjadi wanita yang paling di cintainya di dunia ini.
“Sayang, aku merindukanmu!” ungkap Anya begitu melihat sosok Reksa yang kini tengah berdiri tepat di depannya.
“Aku juga sangat merindukanmu, sayang!” balas Reksa yang memeluk erat tubuh Anya.
“Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah lukanya masih ada yang terasa sakit?” tanya Anya dengan raut wajah khawatir, padahal semua itu hanya acting belaka.
“Aku sudah baik-baik saja sekarang! Maaf baru bisa menemuimu lagi,” ujar Reksa penuh penyesalan.
Siapa sangka pertemuan itu ternyata di perhatikan oleh salah satu pelayan yang bekerja di restaurant tersebut. Pelayan bernama Ladira yang merupakan satu-satunya sahabat yang Kiran miliki sebelum menikah dengan Reksa.
Belakangan ini Dira memang tidak pernah menghubungi Kiran, di karenakan pekerjaannya yang cukup membuatnya sangat sibuk.
“Tunggu! Bukankah itu Areksa, suaminya Kiran? Kenapa dia bisa berada di sini dengan wanita lain?” gumam Dira yang terus memperhatikan dari kejauhan.
“Ya benar! Itu memang suaminya Kiran, sebaiknya aku harus lebih memastikannya lagi dengan melihatnya lebih dari jarak yang lebih dekat!” lanjutnya yang masih tidak mempercayai penglihatannya sendiri.
Dira pun melihat sekelilingnya sembari memikirkan cara agar dia bisa lebih mendekati meja keduanya saat ini tengah bermesraan. Hingga Dira melihat seorang pelayan yang akan mengantarkan pesanan meja tersebut, Dira pun dengan cepat mengambil alih.
“Permisi, silahkan menikmati makannya!” ucap Dira seramah mungkin tapi matanya terus memastikan bahwa dia memang tidak salah lihat.
“Terima kasih,” balas Reksa yang tentunya tidak mengenali Dira, karena keduanya memang hanya beberapa kali bertemu.
“Sial! Bagaimana bisa bajingan ini menyelingkuhi Kiran seperti ini!” umpat Dira dalam hatinya.
“Aku harus segera memberitahu Kiran tentang ini!” sambungnya masih dalam hati.
Secara diam-diam Dira pun mengambil foto keduanya untuk di kirimkan kepada sahabatnya itu. Sebenarnya ingin sekali Dira menyiramkan sepanci soup panas pada Reksa dan wanita itu, tetapi akal sehatnya masih bisa di selamatkan. Sehingga Dira memilih untuk menahan diri saja untuk sementara ini sampai ada penjelasan nyata dari sahabatnya.
Ladira:
“Kiran kau ada dimana sekarang?”
^^^Kiran:^^^
^^^ ^^^
^^^“Aku sedang makan siang dengan Seno di perusahaan!”^^^
^^^“Memangnya ada apa?”^^^
^^^“Tumben kau ingat mengirimkan pesan padaku?”^^^
“Kau jangan terkejut dengan apa yang akan aku katakan padamu!”
^^^“Ada apa? jangan membuatku takut seperti ini!”^^^
“Sebenarnya aku baru saja bertemu dengan suamimu, …”
“Di restaurant tempatku bekerja dan, _...”
“Dia sedang bermesraan dengan wanita lain!”
“Aku ingin mengirim fotonya padamu, tapi aku takut kau akan sangat terkejut!”
“Bagaimana kalau nanti malam kita bertemu saja?”
“Aku juga ingin mendengar apa yang terjadi pada pernikahanmu.”
“Kiran!”
Seketika dunia Kiran seakan kembali runtuh melihat semua pesan chat yang di kirimkan oleh sahabatnya, tanpa perlu melihat foto yang di maksud sahabatnya, Kiran sudah bisa menebak dengan jelas bahwa wanita yang saat ini bersama dengan suaminya pasti Anya.
“Mas, kenapa kau begitu tega padaku!” batin Kiran yang bagaikan tersayat sembilu.
“Kakak Ipar, ada apa?” tanya Seno yang khawatir dengan perubahan wajah Kakak Iparnya.
“Maaf, Seno! Aku ingin ke kamar mandi sebentar,” ucapnya dengan suara bergetar dan berlalu pergi begitu saja sebelum mendapat jawaban dari Seno yang terus menatapnya dengan bingung.
Karena Kiran bukan pergi ke arah toilet berada, melainkan berjalan keluar dari perusahaan tersebut. Seno ingin sekali mengejarnya, tetapi sebuah panggilan masuk dari Papahnya membuat Seno harus menghentikan niatnya itu.
“Hallo, Pah!” sapa Seno begitu terhubung.
“Seno, apa kau bersama dengan Reksa dan Kakak Iparmu sekarang?” tanya Papah Ibnu langsung saja menanyakan maksud tujuannya menelpon. Sebab Papah Ibnu sudah mencoba menghubungi Reksa tetapi tidak di jawab.
Bersambung, .....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Fahmi Ardiansyah
reksa mkn siang bersama uler n semoga Kiran membasmi uler itu.supaya gak merusak rumah tangganya.
2024-12-11
0
𝐙⃝🦜𝐂umi🍊𒈒⃟LBC
kan kan aku udah mulai gak kuat ini kalau ikut alur beginian tapi seruuu Kalau gak di baca 😂😂🍊
2023-07-17
0
Yunia Afida
kiran semangat terus 💪💪💪💪💪💪💪
2023-07-17
0