Layaknya seorang istri

Sudah beberapa hari sejak kepulangan Adrian, Elena masih saja bersikap acuh kepada pria itu. Adrian bahkan sampai uring-uringan karena tak bisa menyalurkan h*sratnya.

Tapi semua itu tersamarkan karena kesibukan yang merkea lakukan akhir-akhir ini. Perusahaan Adrian sedikit mengalami masalah karena proyek yang ia tangani mengalami sedikit kendala di lapangan. Kerugian yang perusahaan Adrian terima tidak sedikit karena hal itu. Belum lagi kliennya yang menuntut proyek itu harus segera selesai tepat waktu tanpa memikirkan kendala yang sedang di alami Adrian.

Adrian telah menghabiskan banyak waktu dan tenaganya untuk menyelesaikan proyeknya itu. Bahkan Elena harus menemani Adrian yang lembur hingga tengah malam di kantornya.

Namun malam ini Elena sengaja meminta Adrian untuk mengerjakan semua pekerjaannya di apartemen saja. Karena dengan begitu, Elena bisa menyuruh Adrian agar beristirahat lebih awal dari biasanya.

"Sudahlah ayo istirahat dulu, besok bisa kau lanjutkan lagi. Makan malam dulu ya??" Meski Elena mengacuhkan Adrian namun akhirnya dia tidak tega juga melihat Adrian seperti itu. Bekerja terlalu keras sampai melupakan waktu makannya.

"Sebentar El, aku belum lapar" Tolak Adrian masih tetap fokus pada layar laptopnya. Kaca mata yang kenakannya bahkan ia biarkan melorot sampai ke ujung hidung mancungnya.

"Belum lapar bagiamana?? Ini sudah jam sembilan malam dan terakhir kau makan itu tadi siang!!" Omel Elena.

Wanita itu mengambil makanan yang sudah di abaikan oleh Adrian itu. Jika saja makanan itu wanita, pasti tidak akan tercampakan seperti itu.

"Ayo buka mulutmu!!" Ucap Elena dengan menyodorkan sendok ke depan mulut Adrian.

"Apa??" Tantang Elena saat Adrian justru membalasnya dengan tatapan tajam.

Hilang sudah wibawa Adrian sebagai seorang CEO yang terkenal dingin itu. Semua runtuh di hadapan Elena. Dia sudah seperti anak kecil yang patuh pada ibunya saat ini. Memang begitulah sikap Adrian di depan Elena jika wanita itu sudah memaksanya seperti itu.

Adrian menerima suapan demi suapan dari Elena dengan diam. Meski dia masih fokus pada pekerjaannya, Adrian tetap mengunyah makanan sampai habis.

"Sudah selesai, minumlah" Elena menyodorkan segelas air putih untuk pria yang dicintainya itu.

Sebenarnya Elena begitu khawatir dengan kesehatan Adrian akhir-akhir ini. Pria itu terlalu mementingkan pekerjaannya daripada mengistirahatkan tubuhnya sejenak.

"Besok pagi sepertinya aku harus datang ke lapangan lagi El" Ucap Adrian setelah meneguk minumannya.

"Tapi butuh waktu tiga jam untuk sampai di sana, sedangkan saat ini kau belum istirahat sama sekali"

"Lalu harus bagaimana, aku perlu melihat sendiri keadaan di sana saat ini. Setelah itu aku baru bisa melihat perkembangannya bagaimana setelah terakhir kita ke sana beberapa hari yang lalu. Dengan begitu aku bisa menafsirkan lagi kerugiannya tambahannya berapa. Belum lagi masalah korban-korbannya. Kalau keluarga mereka tetap menolak uang kompensasi, pasti semua akan berbuntut panjang" Adrian menyandarkan kepalanya ke belakang sesungguhnya kepalanya sangat pening saat ini. Dia tidak menyangka jika proyeknya akan bermasalah seperti ini.

"Baiklah, tapi kau harus membawaku!!" Elena tak mau di bantah saat ini. Biar saja Adrian Bosnya tapi dia yang menentukan saat ini.

"Tentu saja aku mengajakmu. Kalau tidak, siapa yang akan mengurusku di sana nantinya??"

"Dasar bocah. Memangnya aku pengasuh mu!!" Gerutu Elena karena Adrian hanya menganggapnya sebatas pelayannya saja.

"Tidak udah menggerutu seperti itu. Nanti ku berikan bonus yang banyak setelah masalah ini selesai"

Sesungguhnya bukan itu yang Elena inginkan. Bukan uang atau segala macam hadiah dari Adrian sebagai upah untuk Elena. Dia bahkan rela tak di bayar mengikuti Adrian kemanapun dan mengurus Adrian kapanpun. Asalkan Elena bisa terus di sisi pria itu.

Tapi Adrian sudah terlanjur menganggap Elena yang haus akan uang. Sepetinya pandangan sebelah mata itu telah melekat pada Elena saat ini. Mau membantah atau mengelaknya sudah tak mungkin lagi bagi Elena. Dia hanya bisa diam menerima semua yang Adrian katakan.

Mata bening bulat milik Elena itu memasang Adrian penuh dengan perasaan yang begitu dalam. Ingin rasanya dia mengurangi beban yang di pikul Adrian saat ini. Ribuan karyawan menggantungkan hidup di perusahaannya. Tentu saja Adrian harus bekerja begitu keras agar Karyawannya tidak terkena dampak akibat masalah yang sedang menimpa perusahaannya kali ini.

"Kenapa melihatku seperti itu??" Elena terkesiap karena tidak tau kalau Adrian sadar di perhatikan sejak tadi.

"Aku akan menemani mu ke luar kota. Tapi sekarang kau harus istirahat dulu" Elena meraih tangan Adrian untuk berhenti menari di atas keyboardnya.

"Sebentar El, ini tanggung sekali" Adrian menatap memelas pada Elena. Dia belum rela melepaskan pekerjaannya saat ini.

"Ayo Adrian!! Aku akan menemanimu" Ucap Elena untuk merayu Adrian. Elena akhirnya meruntuhkan benteng pertahanannya sendiri setelah kepulangan Adrian waktu itu. Baru kali ini Elena mau tidur bersama Adrian lagi. Itupun karena dia begitu tak tega melihat pria itu terus saja bekerja tanpa henti.

"Kau tidak mau??" Tanya Elena karena Adrian masih belum beranjak dari kursinya.

"Aku mandi dulu"

Tanpa jawaban ya atau tidak, Adrian meninggalkan laptopnya yang masih menyala begitu saja. Bagi Elena, itu sudah menjadi jawaban dari Adrian.

Wanita cantik itu tersenyum bahagia karena sebenarnya dia juga sangat merindukan pelukan Adrian beberapa hari ini. Elena segera mematikan laptop Adrian sebelum menyimpan terlebih dahulu file yang telah di kerjakan Adrian.

"Biar saja aku menjadi murahan di matamu Adrian. Hanya dengan begini aku bisa merasakan menjadi wanita yang dibutuhkan mu meski tak pernah bisa memasuki hatimu"

Elena menunggu Adrian di atas ranjang. Dia kembali ke kamar Adrian yang sudah beberapa hari ini ia tinggalkan.

Cklek...

Elena menoleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuka itu. Adrian yang sudah terlihat segar dengan celana training dan kaos tanpa lengan yang memperlihatkan otot lengan yang begitu pas dengan tubuh tinggi bak model itu.

Adrian sedikit mengulas senyumnya karena Elena yang telah kembali ke kamarnya. Akhirnya dia tidak akan lagi merasa dingin di tengah malam karena tidur sendirian.

"Kemarilah" Elena menepuk bantal di sampingnya.

Adrian yang memang sudah begitu lelah, baik tubuh maupun pikirannya hanya menuruti Elena tanpa bantahan sekalipun.

Adrian berbaring di sisi Elena yang masih duduk bersandar dengan kaki yang diluruskan.

"Tidurlah, setelah ini aku masih harus menyiapkan semua keperluan mu untuk besok" Elena mengusap lembut rambut Adrian yang kini berbaring tengkurap itu.

"Apa tidak bisa besok saja?? Kau juga butuh istirahat. Kau juga sudah bilang ingin menemaniku tidur" Kali ini yang di maksud Adrian adalah tidur yang benar-benar tidur. Bukan tidur yang saling mengeluarkan teriakan ken*kmatan.

Entah apa jadinya Adrian jika saat ini tak ada Elena di sisinya. Semua kebutuhannya di persiapkan dengan baik oleh Elena. Elena sudah selayaknya seorang istri yang melayani suaminya sendiri.

"Baiklah, jika itu mau mu" Elena bergerak membaringkan tubuhnya tepat di sisi Adrian.

Belum juga Elena mendapatkan posisi yang nyaman untuk mengantarkannya ke dalam mimpi. Adrian sudah meringsek masuk ke dalam pelukannya. Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Elena. Membelit pinggang Elena dengan lengan kekarnya.

"Biarkan seperti ini El. Aku lelah sekali"

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

seandainya Elena pergi entah seperti apa kehidupan Adrian,,, apakah happy atau sebaliknya

2024-06-28

0

Nailott

Nailott

itu karma adrean,kamu berzina terus ,2an hngga proyekmu bernasalah

2023-12-01

0

Enung Samsiah

Enung Samsiah

ian ketergantungan nggk sadar itu lebih dri cinta,,,,

2023-11-04

3

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3 Aku milikmu
4 Bantu aku menidurkannya
5 Memabukkan
6 Merayu
7 Nyonya besar
8 Maniak
9 Harga diri
10 Kejutan
11 Bertemu pasangan romantis
12 Kemarahan tanpa penjelasan
13 Rahasia
14 Marah
15 Kepulangan Adrian
16 Tamu tak di undang
17 Wanita asing
18 Kecurangan
19 Sama-sama gila
20 Layaknya seorang istri
21 Masalah
22 Lelah
23 Sarapan
24 Saling merindukan
25 Seperti nenek-nenek
26 Menolak
27 Menagih janji
28 Tamu tak terduga
29 Seperti balita
30 Kamila yang aneh
31 Tujuan rahasia
32 Merindukanmu
33 Kedatangan Adrian
34 Rahasia yang bukan rahasia
35 Bersikap aneh
36 Cinta sepihak
37 Peringatan
38 Harapan
39 Kabar membahagiakan
40 Bertemu Aura
41 Alasan Aura
42 Membiasakan diri
43 Sudah waktunya
44 Tiba saatnya
45 Selembar surat perpisahan
46 Apakah itu aku??
47 Kamila benar-benar kembali
48 Penolakan
49 Pernikahan
50 Pria dingin
51 Rencana Kamila
52 Ancaman
53 Pertemuan pertama
54 Bertemu CEO baru
55 Dua bocah kecil
56 Sahabat lama
57 Bukan lagi rahasia
58 Musibah
59 Kembali ke sisiku
60 Tak ada lagi rahasia
61 Maafkan Mama
62 Hari pertama
63 Dua bocah menggemaskan
64 Ikatan batin
65 Alasan yang sebenarnya
66 Beruang kutub
67 Siapa Daren
68 Sikap yang aneh
69 Mengikis jarak
70 Hal yang tak mungkin
71 Perasaan Adrian
72 Mabuk-mabukan
73 Sudah tak sanggup
74 Mengakui
75 Awal perpisahan
76 Perpisahan Adrian
77 Masih ragu
78 Kehancuran keluarga Lewis
79 Satu ranjang lagi
80 Ketakutan terbesar
81 Takdir
82 Kembaran versi lite
83 Fernando Lewis
84 Mirip
85 Seperti Ayah dan Anak
86 Terungkap
87 Anak-anakku
88 Alasan
89 Aku mencintaimu
90 Dia Papaku
91 Kemarahan Hary
92 Calon suami
93 Cemburu
94 Makan siang
95 Wanita tua
96 Nyonya besar
97 Permintaan maaf
98 Tak punya alasan
99 Melepas kerinduan
100 Rasa bersalah
101 Cucu-cucuku
102 Keponakan yang menggemaskan
103 Berita besar
104 Gosip
105 Pelajaran
106 Keputusan berat
107 Penolakan
108 Terjaga sampai pagi
109 Akhir
110 TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Perjanjian
2
Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3
Aku milikmu
4
Bantu aku menidurkannya
5
Memabukkan
6
Merayu
7
Nyonya besar
8
Maniak
9
Harga diri
10
Kejutan
11
Bertemu pasangan romantis
12
Kemarahan tanpa penjelasan
13
Rahasia
14
Marah
15
Kepulangan Adrian
16
Tamu tak di undang
17
Wanita asing
18
Kecurangan
19
Sama-sama gila
20
Layaknya seorang istri
21
Masalah
22
Lelah
23
Sarapan
24
Saling merindukan
25
Seperti nenek-nenek
26
Menolak
27
Menagih janji
28
Tamu tak terduga
29
Seperti balita
30
Kamila yang aneh
31
Tujuan rahasia
32
Merindukanmu
33
Kedatangan Adrian
34
Rahasia yang bukan rahasia
35
Bersikap aneh
36
Cinta sepihak
37
Peringatan
38
Harapan
39
Kabar membahagiakan
40
Bertemu Aura
41
Alasan Aura
42
Membiasakan diri
43
Sudah waktunya
44
Tiba saatnya
45
Selembar surat perpisahan
46
Apakah itu aku??
47
Kamila benar-benar kembali
48
Penolakan
49
Pernikahan
50
Pria dingin
51
Rencana Kamila
52
Ancaman
53
Pertemuan pertama
54
Bertemu CEO baru
55
Dua bocah kecil
56
Sahabat lama
57
Bukan lagi rahasia
58
Musibah
59
Kembali ke sisiku
60
Tak ada lagi rahasia
61
Maafkan Mama
62
Hari pertama
63
Dua bocah menggemaskan
64
Ikatan batin
65
Alasan yang sebenarnya
66
Beruang kutub
67
Siapa Daren
68
Sikap yang aneh
69
Mengikis jarak
70
Hal yang tak mungkin
71
Perasaan Adrian
72
Mabuk-mabukan
73
Sudah tak sanggup
74
Mengakui
75
Awal perpisahan
76
Perpisahan Adrian
77
Masih ragu
78
Kehancuran keluarga Lewis
79
Satu ranjang lagi
80
Ketakutan terbesar
81
Takdir
82
Kembaran versi lite
83
Fernando Lewis
84
Mirip
85
Seperti Ayah dan Anak
86
Terungkap
87
Anak-anakku
88
Alasan
89
Aku mencintaimu
90
Dia Papaku
91
Kemarahan Hary
92
Calon suami
93
Cemburu
94
Makan siang
95
Wanita tua
96
Nyonya besar
97
Permintaan maaf
98
Tak punya alasan
99
Melepas kerinduan
100
Rasa bersalah
101
Cucu-cucuku
102
Keponakan yang menggemaskan
103
Berita besar
104
Gosip
105
Pelajaran
106
Keputusan berat
107
Penolakan
108
Terjaga sampai pagi
109
Akhir
110
TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!