Maniak

Malam harinya Elena kembali ke apartemen tanpa menunggu Adrian. Lantaran masih kesal dengan pria itu, Elena membiarkan Adrian lembur sendirian di kantor.

Ketika pintu apartemen terbuka, Elena sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Meski dia begitu kesal, tapi dia tidak mungkin mengabaikan urusan perut Adrian

Elena berusaha acuh saat Adrian berjalan mendekat ke arahnya. Biar pria itu tau kalau Elena sedang kesal saat ini.

Seperti anak kecil yang sedang merajuk. Elena justru berbalik menuju ke pantry saat Adrian sampai ke meja makan.

Greepp...

Elena tersentak karena sebuah pelukan dari belakang. Tentu saja Elena tau siapa pelakunya makanya dia begitu terkejut.

"Kenapa pulang duluan??" Adrian mengendus tengkuk Elena yang tak terhalang rambut itu. Karena saat ini Elena tengah mencepol rambut sebahunya.

"Marah??" Tanya Adrian lagi karena Elena masih bungkam.

"Tidak!!" Jawab Elena ketus.

"Lalu kenapa??" Adrian si otak paling m*sum itu justru menyusupkan tangannya ke dalam baju Elena. Mencari benda yang begitu pas di tangannya.

"Aku hanya kesal dengan mu. Urusan menemui Kamila itu adalah urusan mu. Kenapa juga harus mengajakku ke sana!!" Ungkap Elena dengan menggebu-gebu. Pastinya itu bukan alasan elena satu-satunya. Yang lainnya adalah, mana sanggup dia menemani Adrian menemui wanita lain sementara dirinya saja sangat mendambakan Adrian.

Adrian terkekeh di belakang punggung Elena karena menerima kekesalan dari Elena. Tadi dia sempat terkejut saat keluar dari ruangannya karena tak menemukan Elena di mejanya. Tapi Adrian sudah menduga kalau wanita seksi itu pasti marah kepadanya.

"Kalau kau tidak ikut, lalu siapa yang akan mengurus keperluanku di sana"

"Ckk..." Elena tak percaya jika Adrian masih minta di urus keperluannya saat pergi sejauh itu.

"Memangnya kau itu anak kecil yang harus di urus segala sesuatunya?? Memangnya aku pengasuh mu??" Elena semakin kesal dengan Adrian saat ini. Berbeda jika Adrian mengatakan jika dia tidak bisa jauh dengan Elena maka dengan senang hati Elena akan mengikutinya ke mana pun.

Adrian juga tidak tau kenapa dia ingin sekali mengajak Elena. Menurutnya jika ada Elena semuanya akan berjalan dengan lancar. Seperti semua pekerjaannya yang selalu berjalan dengan lancar akibat ketelitian Elena dalam bekerja.

"Ayolah El. Jangan menolak, aku juga butuh bantuan mu di sana"

"Aku tidakkaahhhh...." Suara menggelikan itu keluar dari bibir Elena karena Adira sengaja memainkan dua bulatan kecil milik Elena.

"Mau menolak??" Adrian menyusuri pundak Elena dengan bibirnya.

"Iaaannn..." Sungguh Elena sudah tidak bisa mengontrol t*buhnya lagi.

"Ya sayang??" Adrian tersenyum penuh kemenangan di belakang Elena.

Adrian lantas membalik Elena agar menghadap ke arahnya. Wajah Elena yang sudah memerah semakin membuat Adrian tertantang.

Hap...

Adrian mengangkat Elena hingga wanita itu kini duduk di atas meja dapur.

Cup..

Adrian mengecup bibir Elena sekilas karena tak tahan dengan bibir menggemaskan itu.

"Aku ingin melakukannya di sini El" Adrian sudah membenamkan wajahnya di leher Elena.

Jika sudah begini, Elena tidak bisa menolaknya. Apalagi Adrian selalu memimpin permainan dengan begitu lembut. Membuat Elena melayang tinggi bagaikan di atas awan. Elena membenarkan jika hal seperti itu memang surga dunia.

Elena berkali-kali menjambak rambut Adrian untuk menyalurkan sensasi yang begitu meledak-ledak dalam tubuhnya.

"Panggil namaku sayang, jangan di tahan. Aku menyukainya" Bisik Adrian di sela permainannya.

"Akhhh Iaaann" Di sela kesadarannya Elena sadar jika Adrian memanggilnya begitu mesra. Tentu saja itu membuat hati Elena semakin berbunga-bunga. Meski Adrian hanya akan memanggilnya seperti itu saat Elena menyerahkan tubuhnya. Tapi Elena tidak mempermasalahkannya sedikitpun.

Nafas mereka saling beradu di dalam apartemen yang hening itu. Adrian masih menyandarkan kepalanya di bahu Elena setelah mereka mencapai puncak permainan mereka.

Elena kali ini semakin percaya jika Adrian benar-benar maniak s*x. Baru saja dua hari mereka bersama, tapi Adrian sudah beberapa kali mengg***hi Elena.

"Ayo mandi dulu, aku sudah lapar" Ucap Elena masih mengatur nafasnya.

"Kita mandi berdua!!" Dengan sekali hentakan Elena sudah berada di gendongan Adrian. Kaki Elena juga melingkar sempurna di pinggang berotot milik Adrian.

"Jangan bilang kau ingin melakukannya di kamar mandi juga Adrian!!" Elena sadar akan sesuatu yang mungkin saja terjadi setelah ini.

"Itu ide yang bagus. Tapi tidak untuk kali ini. Aku tau kau sudah sangat kelelahan"

Elena bisa bernafas lega karena ucapan Adrian itu. Mungkin Adrian tau jika apa yang mereka lakukan belum bisa di katakan biasa oleh Elena.

Adrian benar-benar menepati ucapannya. Meski tangan Adrian masih begitu aktif mer*ba dan mer*mas sesuatu yang menggemaskan milik Elena. Tapi Adrian tak sampai menggempur Elena lagi.

Adrian menyusul Elena yang sudah duduk di meja makan. Dia hanya diam dan menunggu Elena menyiapkan makanan untuknya. Adrian saat ini sungguh mirip seperti anak kecil yang menunggu ibunya menyiapkan makanan. Bedanya hanya Adrian lebih memilih diam sedangkan anak kecil pasti selalu berisik dengan ocehannya.

"Makanlah" Adrian masih tetap diam menyantap makanan yang selalu pas di lidahnya. Tapi sesekali Adrian melirik ke arah wanita di sebelahnya.

"Kenapa??" Tanya Elena.

"Kamu jadi ikut aku kan??"

Elena mengerlingakan matanya. Tak seharusnya Adrian menanyakan sesuatu yang dia sendiri sudah tau jawabannya.

"Memangnya aku bisa menolak??"

Adrian terkekeh melihat Elena yang masih memasang wajah kesalnya. Tapi meski Elena bersikap seperti itu kepdanya. Elena tak pernah mengabaikan semua keperluannya. Termasuk makan malamnya kali ini.

Sampai saat ini Adriana sendiri masih bingung kenapa dia menerima begitu saja perjanjian yang di ajukan Elena. Bahkan sebenarnya Adrian bisa saja mencari wanita yang lebih segalanya dari Elena. Tapi Adrian yang merasa tertantang dengan keberanian Elena itu akhirnya membuat sendiri pernjanjian itu. Meski dirinya sendiri menyadari ada sesuatu yang mendorongnya untuk melakukan itu. Namun Adrian tidak tau apa yang mendorongnya itu.

"Baguslah, kalau begitu kan aku tidak perlu kebingungan kalau aku butuh kehangatan saat ada di sana"

Elena melirik tajam pada Adrian karena hanya itu saja yang ada di dalam pikirannya. Elena heran bagaimana otak encer milik Adrian bisa terkontaminasi hal-hal seperti itu.

"Dasar otak m*sum!!" Cibir Elena tepat di depan wajah Adrian.

"Tapi bisa membuatmu lupa daratan kan El??" Adrian tersenyum miring melihat pipi Elena yang langsung memerah.

"Terserah kau mau bilang apa" Elena mencoba tak peduli dengan Adrian dan memilih menikmati makan malamnya. Setelah ini pun ia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya yang serasa tulang-tulangnya ingin terlepas dari tempatnya itu.

"El??"

"Hemm" Elena masih acuh tak acuh karena menebak apa yang akan di katakan Adriana adalah hal yang tidak bermutu.

"Apa kau tidak mempunyai seseorang yang kau cintai??"

Deg...

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

ada,, kau Adrian

2024-06-28

1

Ade Bunda86

Ade Bunda86

demi cinta gitu bgt y

2024-01-10

0

Nailott

Nailott

kamulah yg dicintai dia pura 2buat perjanjian menjual kesuciannya untuk memilikimu andreans

2023-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3 Aku milikmu
4 Bantu aku menidurkannya
5 Memabukkan
6 Merayu
7 Nyonya besar
8 Maniak
9 Harga diri
10 Kejutan
11 Bertemu pasangan romantis
12 Kemarahan tanpa penjelasan
13 Rahasia
14 Marah
15 Kepulangan Adrian
16 Tamu tak di undang
17 Wanita asing
18 Kecurangan
19 Sama-sama gila
20 Layaknya seorang istri
21 Masalah
22 Lelah
23 Sarapan
24 Saling merindukan
25 Seperti nenek-nenek
26 Menolak
27 Menagih janji
28 Tamu tak terduga
29 Seperti balita
30 Kamila yang aneh
31 Tujuan rahasia
32 Merindukanmu
33 Kedatangan Adrian
34 Rahasia yang bukan rahasia
35 Bersikap aneh
36 Cinta sepihak
37 Peringatan
38 Harapan
39 Kabar membahagiakan
40 Bertemu Aura
41 Alasan Aura
42 Membiasakan diri
43 Sudah waktunya
44 Tiba saatnya
45 Selembar surat perpisahan
46 Apakah itu aku??
47 Kamila benar-benar kembali
48 Penolakan
49 Pernikahan
50 Pria dingin
51 Rencana Kamila
52 Ancaman
53 Pertemuan pertama
54 Bertemu CEO baru
55 Dua bocah kecil
56 Sahabat lama
57 Bukan lagi rahasia
58 Musibah
59 Kembali ke sisiku
60 Tak ada lagi rahasia
61 Maafkan Mama
62 Hari pertama
63 Dua bocah menggemaskan
64 Ikatan batin
65 Alasan yang sebenarnya
66 Beruang kutub
67 Siapa Daren
68 Sikap yang aneh
69 Mengikis jarak
70 Hal yang tak mungkin
71 Perasaan Adrian
72 Mabuk-mabukan
73 Sudah tak sanggup
74 Mengakui
75 Awal perpisahan
76 Perpisahan Adrian
77 Masih ragu
78 Kehancuran keluarga Lewis
79 Satu ranjang lagi
80 Ketakutan terbesar
81 Takdir
82 Kembaran versi lite
83 Fernando Lewis
84 Mirip
85 Seperti Ayah dan Anak
86 Terungkap
87 Anak-anakku
88 Alasan
89 Aku mencintaimu
90 Dia Papaku
91 Kemarahan Hary
92 Calon suami
93 Cemburu
94 Makan siang
95 Wanita tua
96 Nyonya besar
97 Permintaan maaf
98 Tak punya alasan
99 Melepas kerinduan
100 Rasa bersalah
101 Cucu-cucuku
102 Keponakan yang menggemaskan
103 Berita besar
104 Gosip
105 Pelajaran
106 Keputusan berat
107 Penolakan
108 Terjaga sampai pagi
109 Akhir
110 TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Perjanjian
2
Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3
Aku milikmu
4
Bantu aku menidurkannya
5
Memabukkan
6
Merayu
7
Nyonya besar
8
Maniak
9
Harga diri
10
Kejutan
11
Bertemu pasangan romantis
12
Kemarahan tanpa penjelasan
13
Rahasia
14
Marah
15
Kepulangan Adrian
16
Tamu tak di undang
17
Wanita asing
18
Kecurangan
19
Sama-sama gila
20
Layaknya seorang istri
21
Masalah
22
Lelah
23
Sarapan
24
Saling merindukan
25
Seperti nenek-nenek
26
Menolak
27
Menagih janji
28
Tamu tak terduga
29
Seperti balita
30
Kamila yang aneh
31
Tujuan rahasia
32
Merindukanmu
33
Kedatangan Adrian
34
Rahasia yang bukan rahasia
35
Bersikap aneh
36
Cinta sepihak
37
Peringatan
38
Harapan
39
Kabar membahagiakan
40
Bertemu Aura
41
Alasan Aura
42
Membiasakan diri
43
Sudah waktunya
44
Tiba saatnya
45
Selembar surat perpisahan
46
Apakah itu aku??
47
Kamila benar-benar kembali
48
Penolakan
49
Pernikahan
50
Pria dingin
51
Rencana Kamila
52
Ancaman
53
Pertemuan pertama
54
Bertemu CEO baru
55
Dua bocah kecil
56
Sahabat lama
57
Bukan lagi rahasia
58
Musibah
59
Kembali ke sisiku
60
Tak ada lagi rahasia
61
Maafkan Mama
62
Hari pertama
63
Dua bocah menggemaskan
64
Ikatan batin
65
Alasan yang sebenarnya
66
Beruang kutub
67
Siapa Daren
68
Sikap yang aneh
69
Mengikis jarak
70
Hal yang tak mungkin
71
Perasaan Adrian
72
Mabuk-mabukan
73
Sudah tak sanggup
74
Mengakui
75
Awal perpisahan
76
Perpisahan Adrian
77
Masih ragu
78
Kehancuran keluarga Lewis
79
Satu ranjang lagi
80
Ketakutan terbesar
81
Takdir
82
Kembaran versi lite
83
Fernando Lewis
84
Mirip
85
Seperti Ayah dan Anak
86
Terungkap
87
Anak-anakku
88
Alasan
89
Aku mencintaimu
90
Dia Papaku
91
Kemarahan Hary
92
Calon suami
93
Cemburu
94
Makan siang
95
Wanita tua
96
Nyonya besar
97
Permintaan maaf
98
Tak punya alasan
99
Melepas kerinduan
100
Rasa bersalah
101
Cucu-cucuku
102
Keponakan yang menggemaskan
103
Berita besar
104
Gosip
105
Pelajaran
106
Keputusan berat
107
Penolakan
108
Terjaga sampai pagi
109
Akhir
110
TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!